Pernahkah mendengar orang berkata, "Tulisan saya biasa aja karena saya bukan siapa-siapa?" Atau malah kita sendiri yang sering berkata seperti itu?

Chi sering mendengar/membaca orang berkata seperti itu. Bahkan Chi pun sampe sekarang kadang-kadang masih suka berpikir begitu. Menurut Chi, lihat dari konteksnya juga, sih. Ada yang berkata begitu karena memang menunjukkan kesederhanaannya. Tapi, ada juga yang berkata seperti itu karena kurang percaya diri. Begitu juga halnya ketika woro-woro tentang sebuah keberhasilan yang telah dibuat. Ada yang tujuannya untuk menginspirasi, tapi ada juga yang cuma ingin menyombongkan diri. Sekali lagi, kembali ke konteks masing-masing. Dan, silakan masing-masing menjawab untuk diri sendiri saja. Gak perlu berprasangka yang aneh-aneh, yang baik-baik aja biar adem hehehe.

Ya, udah segitu aja kalimat pembukanya. Akhir April lalu, Chi upload foto di Instagram kalau hasil wawancara dengan majalah Ummi sudah tayang di edisi terbaru untuk bulan Mei 2015. Setelah dihitung-hitung, berarti ini udah ketiga kalinya Chi diwawancara dengan media cetak.


Tabloid Nakita, April 2009



Berawal dari sebuah postingan di blog ini tentang permainan tradisional, pada bulan Maret 2009 masuk sebuah email dari tabloid Nakita yang ingin mewawancara, tepatnya ingin wawancara sama Keke. Untuk cerita lebih detilnya, Chi udah bikin postingan yang berjudul Keke Ada di Tabloid Nakita Terbaru


Koran Republika, April 2013



Kalau ini sebetulnya bukan berawal dari blog. Chi bergabung di group FB Women Script & co. Saat itu, Mbak Deka mencari member yang mau ditampilkan profilnya di Republika untuk diwawancara tentang pengalaman pernah terkena penyakit yang berasal dari wabah binatang menjijikan.

Sekitar awal tahun 2008, Chi dan Keke pernah berbarengan terkena penyakit Leptospirosis. Karena pengalaman tersebut, Chi pun mengajukan diri. Beberapa hari kemudian, wartawan dari Republika menghubungi dan melakukan wawancara melalui telpon dan juga email. Ya, udah sekalian aja Chi kasih postingan Chi yang tentang pengalaman terkena leptospirosis. Maksudnya untuk lebih melengkapi wawancaranya.


Majalah Ummi, April 2015



Bulan Maret 2015, ada masuk sebuah email dari majalah Ummi yang meminta kesediaan Chi untuk diwawancara. Katanya, sih, udah baca beberapa postingan di blog Chi dan suka dengan tulisannya. Jadi, Chi dimintai pendapatnya tentang boleh atau tidak anak usia dini bersekolah?

Hasil wawancaranya udah terbit di edisi terbaru majalah Ummi yang bulan Mei 2015. Untuk saat ini, Chi gak cerita dulu tentang wawancaranya, ya. Karena majalahnya kan baru beredar. Jadi, silakan dapatkan majalah Ummi edisi terbaru di penjual majalah :)

Pengalaman Chi masuk media, mungkin masih seujung jari banget. Belum ada apa-apanya, lah. Tapi, alhamdulillah ada perkembangan. Awalnya cuma sekolom kecil, lama-lama agak banyakan hasil wawancara yang ditampilkan.Dan yang mau Chi tekankan disini adalah, 2 dari 3 pengalaman diwawancara oleh media itu adalah medianya yang menemukan Chi. Chi belum pernah menyodorkan tulisan parenting Chi ke media manapun. Tapi, medialah yang menemukan tulisan-tulisan blog ini lalu mengontak Chi.

Lalu bagaimana media-media tersebut bisa menemukan blog ini? Sayangnya, Chi selalu lupa bertanya. Chi gak tau apakah media-media tersebut menemukan karena informasi dari seseorang, social media, atau mesin pencarian Google. Chi sendiri juga bukan ahli SEO yang selalu mengharuskan setiap tulisan masuk halaman pertama *waloipun pengennya begitu hehehe* Tapi, yang lebih Chi utamakan adalah menulis.

Beberapa kali Chi pernah berkata kalau tujuan menulis blog ini adalah untuk merekam jejak anak-anak. Jadi, yang Chi lakukan ya benar-benar menulis. Menulis yang baik agar Keke dan Nai mempunyai kenangan yang indah. Kalaupun ada hal lain yang bisa Chi dapatkan seperti materi, networking, page one di Google, diwawancara media, dan lain sebagainya, buat Chi itu adalah bonus.

Banyak yang bilang kalau content is the king. Chi termasuk yang percaya dan setuju. Seperti yang Chi katakan tadi, 2 dari 3 pengalaman diwawancara adalah karena media tersebut menyukai konten yang Chi tulis di blog. Tapi, seperti yang akhir-akhir Chi sering baca, beberapa blogger sedang menulis tentang pentingnya melek hukum. Jadi, menulis blog memang harus hati-hati dengan kontennya. Tulisan yang selama ini kita anggap biasa-biasa aja, mungkin tanpa disadari disukai oleh orang lain dan juga media. Atau bisa juga, tulisan yang kita anggap biasa aja justru sebetulnya tanpa kita sadari melanggar hukum.

Nah, kalau udah begitu bagaimana pilihan kita? Menurut Chi, boleh aja merasa tulisan kita biasa aja tapi sebaiknya hati-hati. Kita gak pernah tau persisi siapa yang akan membaca tulisan kita. Kecuali kalau blognya memang diproteksi dan hanya diri sendiri saja yang bisa baca. Oleh karenanya, konten harus diperhatikan, ya. Jangan sampe selalu melakukan copas apalagi seolah-olah diakui sebagai miliknya, kebanyakan sumpah serapah, dan hal negatif lainnya :)


Tulisan pertama Chi untuk media, terbit di bulan April juga. Di majalah Good Housekeeping Indonesia


Kalau diperhatiin lagi, ternyata pengalaman Chi masuk media itu semuanya di bulan April. Bahkan tulisan Chi (tapi bukan tentang parenting) yang pertama kali masuk media (dan baru satu-satunya hahaha) itu juga terbit di bulan April hihihi. Alhamdulillah