Kamis, 14 Juni 2012

Menjadi Cerdas Dengan Gaya Masing-Masing

Pada dasarnya Chi yakin tidak ada seseorang yang terlahir bodoh, semua pasti punya kecerdasan. Hanya saja tinggal gimana caranya mengasah kecerdasan kita.. Untuk seorang anak, peran orang tua seharusnya menjadi penting sebagai pihak yang harus mampu mengasah kcerdasan anak-anaknya..

Untuk saat ini, Chi merasa mengajarkan Keke itu lebih mudah ketimbang mengajarkan Nai.. Pliiiissss jangan salah sangka dulu ya.. Chi gak bermaksud sedikitpun membandingkan anak dalam artian negatif. Apalagi mengatakan anak yang ini lebih cerdas daripada anak yang satunya lagi.. Sama sekali gak terpikir seperti itu..

Tapi kenapa lalu Chi bilang mengajarkan Keke sekarang ini lebih mudah ketimbang mengajarkan Nai. Jawabannya karena Chi udah menemukan POLA yang pas untuk mengajarkan Keke. Chi pikir menemukan pola pengajaran ini penting banget.. Karena Chi yakin setiap anak punya gaya masing-masing untuk bisa menyerap ilmu..


Banyak ilmu-ilmu tentang parenting yang bisa kita dapat dengan mudah sekarang ini.. Buat Chi ilmu-ilmu tersebut bermanfaat. Tapi biasanya Chi gak caplok ilmu itu bulat-bulat.. Chi juga menyesuaikan dengan kondisi masing-masing anak yang berbeda-beda..

Untuk Keke, Chi memang sudah bisa menemukan polanya.. Keke tipe anak yang bisa belajar dengan cara berdiskusi.. Kadang dalam diskusi itu di ramaikan dengan "perdebatan-perdebatan" kecil. Sampe Chi suka becandain "kayaknya calon negosiator atau politikus ulung nih". Hehhe... Tapi itulah gaya belajar Keke.. Dan satu lagi jangan terlalu sering mengulang sesuatu yang dia sudah kuasain.. Hanya sekedar mengingatkan sih boleh, tapi kalo terus di ulang di akan hilang semangat belajarnya.. Tapi gali terus rasa ingin tahunya, dan dia akan terus bertanya..

Kalo Nai lain lagi.. Sebetulnya Nai anaknya termasuk yang tekun banget.. Tapi untuk membuat dia tekun tentu aja harus sesuatu yang bikin dia menarik.. Di postingan "Raport Nai" Chi pernah bercerita kalo Nai akan lebih cepat menangkap bisa lebih cepat menangkap suatu ilmu apabila di lakukan sambil bernyanyi & menari..

Tapi tetep aja bikin Chi dilema, masa' iya sih setiap belajar harus dengan cara bernyanyi & menari.. Apalagi materi pelajaran SD nanti seabrek-abrek.. Bagaimana caranya Chi harus bernyanyi & menari untuk semua pelajaran-palajaran itu?

Kemudian Chi coba untuk "menampar" diri sendiri.. "Heiiii...!!! Setiap anak itu unik... Ayo semangaaaaaattt!!!". Chi lalu membuka blog lama Chi yang sekarang lagi "diistirahatkan". Sebuah blog bernama Ke2Nai School. Blog yang isinya tentang segala kegiatan & perkembangan Ke2Nai waktu kecil...


Chi tertawa membaca catatan perjalanan mereka waktu kecil.. Salah satu postingan yang Chi baca adalah postingan yang berjudul "Kegiatan Tulis-Menulis Nai" Nai dulu boro-boro mau pegang alat tulis.. Maunya menyanyi aja.. Susah kalo di suruh menulis.. Kalo sekarang udah kebalikan 180 derajat. Foto di atas hanyalah sebagian dari "peralatan perang"nya Nai.. Sekarang Nai tiada hari tanpa menulis & menggambar. Waktu Nai ikut tes psikotest untuk keperluan masuk SD, salah satu hasil tesnya tertulis kalo untuk anak seumuran Nai tulisannya termasuk bagus & rapi.. Begitu juga ketika Chi terima rapot terakhirnya Nai di TK. Wali kelasnya Nai mengatakan kalo tulisannya Nai termasuk yang rapi & bagus..

Akhir-akhir ini Nai suka ngeluh kalo dia gak mau belajar bahasa Inggris.. Karena buatnya bahasa Inggris itu susah.. Keluhannya Nai itu bikin Chi mumet.. Karena SDnya nanti bilingual.. Dan untuk beberapa mata pelajaran seperti math & science itu semuanya full English.. Duh gimana ini...

Udah 2 hari ini Chi lagi ngajarin Nai tentang "Part of Body". Masih kata-kata sederhana.. Seperti head, hand, body & legs.. Tapi memang mengajar Nai itu tidak bisa dengan cara "Head itu kepala, hand itu tangan, body itu badan, dan legs itu kaki". Kalo dengan cara seperti itu bakalan menempuh perjalanan yang panjang untuk akhirnya Nai bisa hapal..

Tokoh Izzy dari Jake and The Neverland versi Nai.. Katanya Izzinya lagi jadi cheerleader.. :D

Akhirnya Chi minta Nai untuk membuat gambar orang & di warnai. Dengan semangat Nai menggambar tokoh Izzy di Jake & The Neverland. Setelah selesai Chi minta Nai menuliskan "Part of The Body" si Izzy.. Tarrrraaaaa..... Alhamdulillah berhasil... Dengan waktu yang cukup cepat Nai bisa hapal "Part of The Body".

Pelajaran selanjutnya Chi tunjukkan salah satu buku favoritnya anak-anak..


Bunda : "Nai, coba tunjukan ada berapa 'head' yang ada di sampul buku ini"
Nai : "........... Ada seven bunda!"
Bunda : " Salah..."
Nai : "Kok salah, nih ya Ima itung.. One, two, three, four, five, six, seven..!!"
Bunda : "Iya sih tapi itu kan yang Nai itu cuma kepala orangnya.. Emang kepala binatangnya gak Nai itung?"
Nai : "Oh iyaaaaaa lupaaaaaaaaa...... Heheh..."

Alhamdulillah satu pelajaran tentang "head" sudah selesai.. Malah akhirnya Chi dapet bonus karena Nai menjawab angkanya dengan bahasa Inggris (bener-bener surprise waktu dia jawab "seven"). Bahkan kemudian kami pun bersama menghitung jumlah semua kepala-kepala itu dengan bahasa Inggris.. Sebuah pelajaran yang awalnya bikin Nai males-malesan tapi akhirnya malah jadi menyenangkan & berbuah bonus..

Keliatannya ribet banget ya, ngajarinnya kok pake harus menggambar & bermain segala.. Tapi kalo di pikir-pikir lagi mendingan mana.. Memaksa si anak untuk menghapal kosa kata, yang belom tentu juga bikin si anak cepat menyerap.. Yang ada si anak tertekan, ibunya juga stress karena susah banget ngajarinnya.. Atau pilihan kedua mengajarkan si anak dengan gayanya masing-masing & hasilnya si anak cepat menangkap.. Mndingan pilihan kedua lah...

Jadi sekali lagi memang mencari POLA belajar yang tepat itu penting banget.. Kalo istilahnya pakdhe sih "Mengajarkan & Melatih dengan cara yang Membumi".

Chi inget pernah mengajarkan Keke dan Nai dengan metode yang saat itu lagi trend, yaitu Metode Glen Doman. Tapi ternyata gak cocok.. Akhirnya Chi menemukan cara sendiri untuk mengajarkan anak membaca.. Gak taulah nama metodenya apa.. Jadi kita sebut aja metode gado-gado... Hahhaa...

Di blog itu Chi juga menemukan cerita tentang permainan "Bear Hunt". Mengajari Keke & Nai bahasa Inggris dengan cara bermain "Bear Hunt". Ketawa Chi bacanya... Hmmmm... Kayaknya cara-cara seperti ini pun masih boleh deh di ulang-ulang lagi.. Pokoknya yang penting belajar itu harus HAPPY. Kalo udah happy, kita akan bisa cerdas dengan gaya kita masing-masing :)

post signature

44 komentar:

  1. iyaa teh chi, setiap anak pasti pnya karakter dan cara belajar yang beda2...

    apahlagi cewek sama cowok, pasti beda banget pinter2 nya orang tuanya yaa teh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup.. karakter setiap anak berbeda2.. :)

      Hapus
  2. Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi anda.
    Salam hangat dari Surabaya.

    BalasHapus
  3. Kalimat penutup tolong diperbaiki, seharusnya Cara mengajar dan melatih yang membumi "
    Link diletakkan pada anchor tect "Cara mengajar dan melatih"
    Saya akan kembali lagi.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah sy perbaiki.. Terima kasih untuk koreksinya pak :)

      Hapus
  4. Iya bener mbak, setiap anak terlahir cerdas, tinggal kita yang menentukan selanjutnya.Trims ya sudah berbagi. Semoga menang kontesnya.. :)

    BalasHapus
  5. Bener bun, anak2 itu beda yah. PR ortu menemukan pola yang sesuai dengan sifat anak. Dan lagi gak boleh patah semangat, musti puter otak. Smoga bisa menyusul bunda chie menemukan pola buat anak2 disini :)

    BalasHapus
  6. setuju banget bahwa belajar itu harus Happy ! ah, senangnya membaca upaya2 Chi buat menemukan pola belajar masing2 anak... salut dah! banyak hal positif yg bisa diambil disini.. semoga sukses dg kontes yang ini ya.. salam buat Keke & Nai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin.. salam balik dr Ke2Nai utk tante Mechta :)

      Hapus
  7. betul mbak...karena setiap anak unik...btw, semoga menang nich kontesnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup karena anak itu bukan robot jd pasti punya karakter masing2 ^^

      Hapus
  8. setiap anak itu unik ya bun walaupun orang tuanya sama.good luck ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup.. krn mereka bukan robot yg bisa di program seragam :)

      Hapus
  9. Hihi iya ya mbak... tiap anak beda-beda... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul una.. makin byk anak, makin dobel2 org tua mikirnya... :D

      Hapus
  10. Sebagai guru dan teman belajar anak anak di rumah terkadang tidak mudah, moga kita bisa mendampingi mereka dangan sabar dan tulus ya bun...
    Semangat bunda!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup.. bukan jalan yg mudah.. tp ya mungkin hrs di nikmati aja kali ya mbak :)

      Hapus
  11. bisa mendidik anak dengan sepenuh perasaan ikhlas dan maksimal adalah hal yang harus kita syukuri, karena kesempatan seperti itu tidak semua orang memilikinya. Apalagi pendidikan anak tidak sepenuhnya tanggungjawab lembaga pendidikan. Pendidikan keluarga yang baik akan memudahkan anak tumbuh kembang menuju kedewasaan yang sangat penting untuk kehidupan pribadi maupun sosialnya
    wallohu'alam

    BalasHapus
    Balasan
    1. mnrt sy juga gitu.. Harusnya keluarga itu sbg gerbang utama & filter utk menghadapi dunia luar

      Hapus
  12. banyak cara untuk menjadi cerdas ya Mbak. Dan tampaknya kecerdasan juga butuh usaha. Beruntung deh anak2mu Mbak Chi, berkat mamanya yang care, potensi mereka pasti bertumbuh dengan maksimal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thx mbak.. Itu krn sy percaya setiap anak pasti cerdas tinggal kitanya sbg org tua yg harus menggali :)

      Hapus
  13. Susah-susah gampang ya mengajar anak. Memang harus mengetahui karakter anak biar bisa kita paham seperti apa cara belajar yang fun buat dia... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. krn anak bukanlah robot.. Mereka juga manusia yg punya pemikiran & karakter masing2.. Jd memang hrs dipilih yg tepat utk mereka. Gak bisa disama ratakan ternyata :)

      Hapus
  14. Bener banget, setiap pribadi adalah berbeda, dan cara mengajarkan kita pun tidak sama...
    Semoga hasil akhir pengajarannya sama ya, mereka menjadi anak yang mandiri, berbudi dan berbakti pada orang tua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara mengajarkan boleh berbeda2 yg penting tujuan akhirnya sama ya mbak :)

      Hapus
  15. hihihi berat juga yak tugas kita sebagai ibu. Musti bisa ngajarin anak2 pelajaran juga.. terus semangat ya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. berat tp dinikmati ajah emang udah kodratnya.. Heheh...

      Hapus
  16. Waah banget siip banget cara ngajarnya putra-putrinya bisa sampai dapetin pola belajar masing2. Two thumbs buat mba :)

    BalasHapus
  17. seneng baca cerita mbak chi ini, runut dan dapet intinya..seneng...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kalo puteri seneng ya :)

      Hapus
  18. ntar kalo udah ada calon istri
    saya suruh belajar sama mbak aja yah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nant kl dpt calon istri undang2 sy ya.. :D

      Hapus
  19. http://intipsblog.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih udah berkunjung kesini ya :)

      Hapus
  20. yup...cara tangkap anak dan pola belajar yg hrs qta berikan setiap anak memang berbeda-beda
    kyk Rafi dia gak bisa SKS (sistem kebut semalam)
    mudah2an qta selalu bisa mendampingi anak yaa....

    sukses kontesnya ya chiiii.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar emang enaknya nyicil2 mbak.. Padahal dulu wkt skl sy juga SKS.. :p

      Hapus
  21. setuju deh chie...memang kita harus kreatif dalam memberikan model pembelajaran bagi masing-masing anak dan disesuaikan dengan gaya belajarnya< dan itu bisa lebih efektif

    BalasHapus
  22. iya memang setiap anak itu unik. Gak bisa disamakan perlakuan ke masing-masing mereka.

    Kalo Rafa belajar dari mendengar (audio learning), jadi kalo belajar mama nya yg bacain buku2nya dengan suara lantang. Dia mah sambil ngerjain yg lain, tp merekam suara ke dalam otaknya.

    Sementara Fayra bisa mengerti dengan baca buku sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. jd gak bs di sama ratain ya mbak.. harus di cari dulu.. :)

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge