Minggu, 14 Februari 2016

Kumpulan Celoteh Anak 3

Ternyata masih banyak kumpulan celoteh anak yang Chi tulis di FB dan belum ditulis di blog. Ini bagian ketiga.

26 Juni 2015

Nai tadi kepleset. Trus bilang kalau lututnya sakit karena kepleset.

Bunda: "Lain kali hati-hati, ya."
Nai: "Bunda, yang penting itu kita jangan kapok kalau sampe jatuh. Misalnya kalau jatuh dari ayunan jangan sampe bikin kapok main ayunan. Apalagi namanya anak kecil itu lagi banyak coba macem-macem."

*Malah jadi bundanya yang dinasehatin -_-*


31 Mei 2015

My mother buys a loaf of bread. The bread is divided into four children. Every children get ... loaf of bread. (write a fraction)

Nai: "Bunda, Ima bingung soal yang ini gimana cara nyelesainnya?"
Bunda: "Begini, dek. Bla.... bla... bla... Nah, hasilnya jadi setiap anak dapet 1/4. Mengerti?"
Nai: "Belum, Bun. Ima masih bingung."
Bunda: "Bingungnya dibagian mana? Rasanya soalnya gak terlalu sulit."
Nai: "Ima bingungnya itu, ibunya pake roti apa? Kok, Bunda gambar rotinya kotak? Emang yakin rotinya kotak?" *muka serius*

*Gubraaakk! Emang rumit cara berpikir anak saiah hahaha*

Keke: "Bunda, menentukan modus data itu gimana? Keke lupa lagi"
Nai: "Ke, modus itu kan seseorang yang kasih bantuan tapi ada maunya. Jadi, cari aja orangnya."

Nai, Keke lagi belajar math. Hadeuuuh ... *Tepok jidat :D*

Nai: "Bunda, belajar itu harus disesuaikan dengan berat badan. Ima badannya kecil, jadi dosis belajarnya jangan banyak-banyak."

*teori dari mana iniiiihhh? Hahaha*

26 Mei 2015

Nai: "Bunda, dihapus (uninstall) aja Pou nya. Ima mau main game lain."

Buat saya, itu terdengar seperti ucapan I Love You, Bunda

18 Mei 2015

Nai: "Bunda, mulai sekarang kalau mau taro foto Ima di blog untuk postingan lomba atau job review harus bayar. Tapi, kalau untuk cerita biasa gak usah bayar."
Bunda: "Bayar berapa?"
Nai: "Bayar pake cilok"

Waduh! Model blog saya udah mulai minta bayaran hahaha

Baca celoteh Nai yang tentang UKK, Chi jadi inget beberapa celotehnya saat belajar. Lupa, sih, tanggal berapanya karena gak Chi bikin juga statusnya. Tapi, belum terlalu lama juga kejadiannya. Cuma gitu, deh, kalau ngajarin Nai itu seringkali harus divisualisasikan. Dan kadang harus detil. Seperti satu cerita celoteh Nai di bawah ini ...

PR membuat poster

Bunda: "Udah selesai buat posternya, Nai? Coba Bunda lihat."

Nai membuat sebuah poster kecil di selembar kertas berukuan A4. Nai memilih tema lingkungan. "Jagalah Hutan Kita" adalah tulisan di poster itu.

Bunda: "Harusnya 'Jagalah Hutan Kami' bukan kita."
Nai: "Bedanya apa kami sama kita?"
Keke: Bedanya itu bla ... bla ... bla ..."
Nai: "Ima masih belum mengerti."
Bunda: "Jadi gini ... Misalnya Bunda ketemu sama orang Amerika. Kalian, kan, tinggal di negara berbeda yang masing-masing punya hutan. Kalau Bunda bilang Jagalah hutan kita' untuk mengajak orang Amerika itu menjaga hutan Indonesia, gak tepat. Karena orang Amerika itu, kan, udah punya sendiri. Sampe situ Ima udah mengerti, belum?"
Nai: "Belum."
Bunda: "Belumnya dimana?"
Nai: "Bunda ngomong sama orang Amerikanya itu pake bahasa Inggris apa Indonesia? Kok, orang Amerika itu ngerti 'Jagalah Hutan Kita'? Emang dia bisa bahasa Indonesia?"

*celupin kepala ke air es hehehe*

post signature



12 komentar:

  1. Namanya juga anak-anak ya kan Mba..hahaa

    BalasHapus
  2. Celotehan anak2 kadang bikin hati kita gregetan mendengar celotehan polos mereka ya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi gak pernah bosan mendengar celoteh anak :)

      Hapus
  3. hahahaha..lucu juga ya anak2 mak,seru ngumpulin celoteh anak kayak gini^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dikumpulin aja nanti kalau babynya udah bisa celoteh :)

      Hapus
  4. hahahahaha Naaaiii....
    kritis banget ya Nai, semua ditanyain detail banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kadang bikin pusing tapi juga bikin ngikik :D

      Hapus
  5. enak dibayar pake cilok mah...hehe

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge