Baju bayi, celana bayi, kaos dalem, kaos kaki, ... Ketika hamil anak pertama, Chi semangat banget membuat daftar barang kebutuhan bayi. Sedikit demi sedikit, Chi dan K'Aie mulai membeli barang-barang tersebut di toko grosir khusus bayi dan anak. Dulu belum biasa beli di toko online. Internetan aja masih jarang banget :D

Ternyata, setelah Keke lahir, gak semua barang yang kami beli dipakai secara rutin. Ada yang jarang bahkan ada yang akhirnya gak dipakai sama sekali. Barang-barang tersebut adalah ...


Gurita

Sebetulnya dulu kami gak tau manfaat gurita bayi untuk apa. Pokoknya disaranin untuk punya gurita, kami menurut aja. Setelah Keke lahir, rumah sakit tidak menyarankan bayi dipakaikan gurita. Alasannya, organ bayi masih bertumbuh kembang. Apabila pemakaian gurita terlalu kencang, tentunya akan menghambat tumbuh kembang bayi terutama di bagian dada dan perut. Ya, udahlah daripada kekencengan, kami memilih untuk tidak memakaikan gurita ke anak-anak.


Popok Kain

Benda yang sangat singkat dipakai. Begitu tali pusar copot, langsung pakai celana pendek.


Kaos Dalem

Awalnya sempat ada pertentangan. Chi pengen pakaikan anak-anak kaos dalem sebelum pakai baju lainnya. Malah Chi kasih minyak telon dulu. Tapi, K'Aie gak suka. Alasannya Bekasi itu gerah. Kasihan ngelihat anak udah diasih minyak telon, pakai kaos dalem, trus ditutup lagi dengan kaos lain. Kata K'Aie pakai kaos lengan pendek aja udah cukup. Yang penting, abis mandi dipastikan badannya kering trus kasih AS. Karena kelaparan juga bisa bikin anak kedinginan. Chi sempet ragu karena khawatir Keke dan Nai jadi masuk angin tapi tetep nurut hehehe. Dan ternyata bener apa kata K'Aie. Alhamdulillah, Keke dan Nai baik-baik aja. Walaupun tanpa pakai kaos dalem dan minyak telon. *Minyak telonnya dipakai saat mereka sakit aja*


Bedong

Sama seperti gurita, bedong juga termasuk yang gak dianjurkan. K'Aie pun merasa gerah lihat anak dibedong. Udah gitu, Keke dan Nai juga kayak gak betah dibedong. Pasti gak mau diem padahal gak kenceng bedongannya. Jadi kain bedong juga gak dipakai. Dijadiin buat alas tidur aja, setelah dibawahnya dikasih perlak supaya gak langsung tembus ke kasur kalau mereka ngompol.


Sarung Tangan dan Sarung Kaki

Udah beli tapi juga gak pernah dipakai. Lagi-lagi karena alasan gerah melihatnya. Kekhawatiran kalau wajah mereka sampai luka karena garuk-garuk karena kuku panjang itu tidak terjadi. Karena kami rutin menggunting kuku anak.


Tempat Tidur Bayi

Kami gak kepikiran buat beli tempat tidur bayi. Gak ada uangnya hahaha. Tapi papah saya membelikan cucu pertamanya itu perlengkapan tidur termasuk box bayi. Kenyataannya, box itu sangat jarang dipakai tidur Keke atau Nai saat mereka bayi. Karena Chi kasih mereka ASI, kayaknya lebih praktis mereka tidur satu kasur dengan bundanya. Kapanpun mereka lapar, Chi tinggal kasih ASI tanpa harus memindahkan anak-anak dari boxnya. Akhirnya itu box lebih berfungsi untuk tempat menyimpan pakaian anak-anak karena ketika bayi, Chi tidak pernah menyimpan pakaian mereka di lemari. Di simpan di tempat terbuka aja yang penting pastikan gak berdebu.


Stroller dan Gendongan Bayi

Ini juga kami gak kepikiran untuk beli. Lagi-lagi karena gak ada uangnya wkwkwk. Trus, ada yang kasih stroller ukuran besar. Bagus, sih, tapi jarang banget dipakai karena kami merasa kurang praktis. Agak ribet dimasukkin ke mobil kami. Kemudian, orang tua saya beliin stroller yang kecil. Lumayan sering dipakai karena lebih praktis. Tapi mau stroller apapun, paling dipakainya kalau anak-anak tidur. Mereka jarang mau pakai stroller kalau lagi bangun, biasanya suka rewel. Gendongan bayi juga rada jarang dipakai. Chi gak suka pakai gendongan bayi, lebih suka gendong biasa aja.


Dot Bayi

Kami gak beli dot bayi karena niatannya mau kasih ASI. Ketika Keke dan Nai lahir, hadiah terbanyak yang kami terima adalah dot bayi. Dot memang sempat kami pakai, tepatnya botolnya. Waktu itu Keke sempat dirawat karena bilirubinnya di atas angka normal. Karena saya jadi gak bisa kasih ASI langsung, akhirnya di pompa dan ASInya disimpan di dot untuk diserahkan ke rumah sakit supaya diminum Keke. Setelah itu, gak pernah pakai dot lagi.


Bantal, Guling, dan Selimut Bayi

Ketika bayi, Keke dan Nai gak pernah pakai bantal, guling, dan selimut bayi saat tidur. Beberapa artikel yang Chi baca juga tidak menyarankan bayi diberi bantal. Tapi dulu Chi belum tau tentang anjuran itu. Kalaupun gak memberikan bantal cuma dengan alasan kayaknya gak enak dilihat aja. Kesannya gak nyaman bayi tidur pakai bantal. Beda dengan orang dewasa kalau gak ada bantal kayaknya malah bikin gak bisa tidur. Ketika bayi Chi biarin aja Keke dan Nai tidur tanpa bantal, guling, bahkan selimut.

Itu adalah 9 barang kebutuhan bayi yang dimiliki tapi jarang dipakai oleh kami. Belum tentu sama di setiap keluarga karena kebutuhannya pasti berbeda-beda. Kalau teman-teman, kebutuhan bayi apa saja yang jarang dipakai? :)