Sepertinya Chi udah lumayan lama gak posting tentang celoteh anak. Sekarang lebih senang menulis celoteh Keke dan Nai d FB. Kayaknya, sayang juga kalau kumpulan celoteh anak gak dipindahin ke blog.


6 Februari 2016

Keke: "Yaaa ... Keke lupa bawa sisir"

*Keke udah gede. Kemana-mana harus nyisir :D*


28 Januari 2016

Nai: "Bunda, tadi di sekolah ada arti peribahasa. Tapi jawaban Ima malah disalahin."
Bunda: "Emang peribahasa apa?"
Nai: "Apa arti bagai katak dalam tempurung? Ima jawab artinya ibu yang lagi hamil."
Bunda: "Ya iyalah, Dek. Pantesan aja disalahin."
Nai: "Bunda, katak di dalam tempurung berarti kataknya belum keluar. Ibu hamil, kan, juga gitu. Bayinya belum keluar. Masa salah?"

*Bundanya langsung cenat-cenut hahaha*


19 Januari 2016

Nai: "Bunda, nanti bakal ada pesantren kilat. Nginep 3 hari. Ima pesen ke Bunda, tolong urus Boo selama Ima pesantren, ya"

*Yang namanya bunda gak bisa istirahat sejenak dari yang namanya urus-mengurus, ya?*
*Boo itu semacam Pou*
*Nasib Bunda :p*


8 Januari 2016

Sepupu: "Ke, menurut kamu, lebih cantikan Raisa apa Isyana?"
Keke: "Raisa."
Sepupu: "Kok, Keke lebih memilih Raisa, sih?"
Keke: "Emang kenapa? Terserah Aku, dong."
Sepupu: "Iya, tapi Raisa, kan, lebih tua dari Isyana."
Keke: "Emang pertanyaannya cantikan mana atau tuaan mana, sih?"


Hehehe ... Bener, Ke. Lagian bukan berarti yang tua gak bisa kalah cantik sama yang lebih muda, kan?


11 Desember 2015

Nai: "Tadi soal UAS SKI ada yang susah. Tapi tetep aja Ima berusaha jawab."
Bunda: "Emang apa soalnya?"

Nai lalu kasih tau soalnya dan ternyata jawaban yang dia kasih salah. Saya pun mulai menegur karena merasa semalam Nai memang kurang belajar.

Nai: "Setidaknya Ima, kan, berusaha jawab, Bun. Daripada Ima kasih jawaban 'Jawabnya ada di ujung langit ...'"

*Jawabnya ada di ujung langit ... adalah  sepenggal lirik lagu Dragon Ball. Dan, dia jawabnya sambil nyanyi*
*Tepok jidat*


8 Desember 2015

Obrolan kemarin sore dengan anak-anak melalui telepon usai acara launching salah satu brand smartphone

Bunda: "Bunda pulangnya bareng ayah, ya. Karena kalau jam segini susah cari kendaraan umum. Tapi, ayah pulang cepet, kok."
Nai: "Iya, deh. Bunda udah makan belum?"
Bunda: "Belum. Ima mau bikinin buat Bunda?"
Nai: "Enggak. Cuma nanya."
Bunda: "Lagi pada ngapain, nih?"
Nai: "Abis selesai bikin mie kuah trus baru mau makan."
Bunda: "Waaa ... pasti rasanya enak banget, deh. Pada pinter masak, nih, anak Bunda."
Nai: "Biasa aja kali, Bun. Mie instant dari dulu kan rasanya begitu-gitu ajah."


*Pujian yang gagal


17 November 2015

Temen A: "Ke, kok jerawatnya lama ilangnya, sih?"
Keke: "Gw sih santai aja karena semua pasti ada hikmahnya. Kalau muka gw udah gak jerawatan nanti kegantengan gw balik. Kalau gw balik ganteng, ntar dikejar banyak cewek. Cape dong gw dikejar-kejar."

Duh, jawaban anak saiaaahh hahaha!


14 Oktober 2015

Di salah satu hypermarket

Bunda: "Nai, tolong ambilin tepung onde-onde, ya."
Nai: "Bunda mau bikin onde-onde? Kenapa pake tepung instant? Bikin sendiri aja, Bun. Rasanya pasti lebih enak. Lagian gampang bikinnya."

*Batal beli tepung onde-onde instant. Langsung mikir, sebetulnya yang generasi instant itu siapa? hehehe*

Cape juga menyusuri satu per satu status tentang celoteh anak. Kapan-kapan diterusin, deh.