Keterangan: 
 Yoghurt Heavenly Blush rasa Blackcurrant dan Coco Day untuk bekal camping Nai
Ultra Milk UHT untuk bekal sekolah Keke
Sisanya (Greenfield UHT dan Yoghurt Heavenly Blush) untuk konsumsi sehari-hari di rumah


Tetra Pak untuk Bekal Camping Naima - Keke: “Bunda, beli susu, gak? Di kulkas, susu udah habis.”

Huff! Untung aja tadi sempat mampir dulu ke minimarket untuk beli susu UHT kesukaan Keke. Selera sarapan anak-anak terus berubah. Dulu, Keke harus makan berat (nasi yang komplit dengan lauk-pauk). Kemudian berubah lagi. Udah beberapa bulan ini, dia hanya ingin sarapan dengan segelas susu UHT saja.

Awalnya sempat ragu memenuhi keinginan Keke. Khawatir jadi masuk angin karena sarapannya gak maksimal. Tapi karena anaknya bersikeras, akhirnya dibolehkan dengan syarat kalau pulang sekolah trus sakit berarti gak boleh lagi sarapan hanya dengan segelas susu. Paling enggak dikasih cereal seperti sebelumnya. Ternyata, Keke baik-baik saja. Mungkin karena bekal sekolah yang dibawa cukup padat. Jadinya, dia gak kelaparan.

Gak hanya Keke yang suka susu UHT, Nai pun juga suka. Selain susu UHT, mereka juga penggemar yoghurt. Susu dan yoghurt adalah dua jenis minuman yang cukup rutin mereka konsumsi setiap hari. Tapi, Chi sempat ragu ketika Nai mau bawa yoghurt sebagai salah satu bekal camping.

Aman gak, ya? Kan, kalau camping gak ada kulkas? Yah, namanya juga ibu, bawaannya suka khawatir sama keamanan makanan yang dikonsumsi, khususnya untuk anak.
Gak berapa lama, Chi tepok jidat. “Ya, ampun! Ini bukan pertama kalinya Keke dan Nai bawa minuman kemasan kalau lagi traveling. Aman-aman aja, tuh!” Yang membedakan adalah baru kali ini Nai camping tanpa orang tua.

Yah, begitulah kalau udah ngomongin makanan memang suka perhatian. Gak cuma lihat tanggal expired tapi kemasannya juga. Seringkali Chi memilih kemasan yang bentuknya masih bagus. Penyok dikit, langsung gak dipilih. Padahal kalau udah ditaro di kantong plastik kadang agak penyok juga, ya. Dan, sering juga memilih minuman karena suka dengan kemasannya. Abis kemasannya suka banyak yang menarik perhatian!



Kalau diperhatiin lagi, beberapa minuman kemasan karton yang disukai Keke dan Nai itu ada lambang segitiga dengan tulisan Tetra Pak. Atas nama penasaran, Chi langsung kepoin akun twitter @TetraPak_ID. Hmm … pantesan aja aman walaupun gak dimasukkin kulkas. Karena selain menggunakan materi terbaik, kemasannya juga berlapis. Inovasi teknologi pengemasan antiseptik juga hanya sedikit melibatkan tangan manusia serta area pengemasan disterilkan terlebih dahulu sehingga mutu dan keamanan makanan atau minuman tetap terjaga.

Kemasan Tetra Pak juga ramah lingkungan. Ya, sekarang ini lagi semakin berusaha untuk bergaya hidup cinta lingkungan. Bumi makin tua, jangan dibikin sakit. Walaupun bahan baku utama adalah karton yang mana kita semua tau kalau berasal dari pohon tapi gak sembarangan nebang. Suplier kartonnya dipilih yang terpercaya karena menggunakan kayu bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council). Intinya hutannya selalu diperbaharui dengan pohon baru. Trus, Tetra Pak juga punya terobosan baru untuk tutup botolnya (Bio Base Cap atau Green Cap). Sepintas sama aja kayak tutup botol lain, sama-sama dari plastik. Tapi plastik tutup botol kemasan Tetra Pak terbuat dari tebu. Cinta lingkungan banget, kan?

Ya, setelah tau tentang kualitas kemasannya semakin yakin aja kalau gak salah pilih. Pilih makanan dan minuman untuk dikonsumsi keluarga memang gak cukup sekadar enak. Harus yang berkualitas juga supaya badan tetap sehat.

Chi jadi ada ide untuk mengenalkan kualitas kemasan Tetra Pak ini ke mereka. Semacam mengajarkan fun science, lah. Tapi kayaknya tunggu Nai pulang camping dulu. Penasaran sama cerita dia nanti. Kayaknya bakal seru ceritanya. Sambil nunggu Nai pulang, bikin singkong Thailand enak juga kayaknya. Mumpung lagi ada stok santan di rumah. Ke dapur dulu, ah.


http://www.kekenaima.com/p/disclosure.html