PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah - Keke Naima

Entri yang Diunggulkan

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas Jika teman-teman membeli smartphone, sebaiknya jangan sekadar untuk...

Senin, 13 Agustus 2018

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah


Apa yang terpikirkan oleh teman-teman ketika mendengar kata sampah?

Sesuatu yang sudah tidak lagi ada harganya? Eits! Jangan salah, lho. Sampah rumah tangga yang selama ini sering dikira tidak lagi berguna, sebetulnya masih bisa memiliki nilai ekonomis. Tentunya teman-teman pernah mendengar atau membaca yang namanya daur ulang sampah, kan? Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk. Sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi berbagai benda yang juga masih memiliki nilai ekonomis.

Membiasakan Diri untuk Memilah Sampah


PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Pastinya kita sudah sering dengar ungkapan "Buanglah Sampah Pada Tempatnya." Yup! Untuk urusan membuang sampah pada tempatnya aja, masih jadi PR besar bagi sebagian masyarakat Indonesia. Masih ada aja yang suka buang sampah sembarangan. Meskipun begitu, gak ada salahnya lebih meningkatkan lagi kesadaran masyarakat dengan membiasakan diri untuk memilah sampah.

Saya punya pengalaman yang bisa dibilang cukup mengesalkan untuk urusan memilah sampah. Udah dipisah-pisah mana sampah organik dan tidak, di tempat sampah malah diacak-acak lagi sama pemulung. Begitu aja terus. Hadeeeuuh!

Tetapi, saling menyalahkan juga memang gak menjadi solusi. Para pemulung hingga para petugas kebersihan mungkin punya alasan masing-masing. Ya katakanlah salah satu alasannya adalah pendapatan yang masih kurang layak. Andai saja gajinya cukup tinggi mungkin akan lebih semangat bekerjanya. Kita pun juga jangan jadi skeptis kalau urusan sampah gak akan pernah selesai. Tetap aja konsisten memilah sampah. Dan terus berharap semoga kebiasaan ini akan semakin banyak yang mengikuti.

Menurut riset terbaru dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) pada 2018, Sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 67%. Dan hanya 7% dari sampah yang masuk ke TPA yang baru didaur ulang.

Tidak semua sampah berakhir di TPA. Berarti kemungkinan sampah-sampah tersebut berada di mana-mana dan mengotori lingkungan. Dengan persentase daur ulang yang masih kecil, juga gak heran kalau tumpukan sampah di TPA semakin banyak seperti sebuah bukit. Bahkan menurut situs Waste4Change jumlah rata-rata sampah di Jakarta adalah 7,2 ton. Dengan sampah sebanyak ini, TPS Bantar Gebang bisa membuat candi Borobudur setiap 2 hari!

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box


PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE) atau Aliansi Untuk Kemasan dan Daur Ulang Bagi Indonesia yang Berkelanjutan sebuah aliansi yang diprakarsai oleh 6 perusahaan besar di Indonesia yaitu Coca-Cola, Unilever, Danone-AQUA, Tetrapak, Indofood, dan Nestle. Aliansi yang dideklarasikan pada tanggal 19 Februari 2017 ini berkomitmen untuk mengelola sampah berkelanjutan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah.

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengkonsumsi makanan atau minuman kemasan yang diproduksi oleh 6 perusahaan tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah lari kemana sampah-sampah kemasannya? Dengan membuang sampah pada tempatnya, tentu sudah menjadi solusi awal untuk sellau menjaga kebersihan. Tetapi seperti yang dikatakan oleh Sinta Kaniawati, perwakilan PRAISE, sampah bukanlah sesuatu yang sudah tidak memiliki nilai. Sampah masih bisa didaur ulang dan kembali memiliki nilai ekonomis.

Kebiasaan memilah sampah di masyarakat Indonesia masih sangat rendah, hanya berkisat 18,84% menurut Biro Pusat Statistik pada tahun 2014. Tentunya butuh partisipasi aktif peran serta masyarakat agar kebiasaan ini terus bertumbuh.

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Kamis (8/8) bertempat di Colony6, Jakarta, PRAISE bekerjasama dengan Waste4Change beluncurkan dropping box. 100 Dropping box nantinya akan ditempatkan di berbagai tempat keramaian seperti perkantoran, sekolah, dan lain sebagainya. Dropping box ini juga memiliki 4 keunikan PASTI yaitu

1. Pasti Pemilahannya

Dalam 1 dropping box terdapat 2 tempat pembuangan sampah yaitu kertas dan non kertas. Teman-teman tinggal tinggal memilah sampah sesuai dengan tempat pembuangannya.

2. Pasti Prosesnya

Setelah dropping box ini penuh, secara berkala Waste4Change akan meyerahkan sampah yang sudah dipilah ke bank sampah

3. Pasti Daur Ulangnya

TPA bukanlah tempat yang buruk. Tetapi, persentase daur ulang di sana juga masih kecil dibandingkan jumlah sampah yang datang setiap harinya. Oleh karena itu dengan membuang sampah di dropping box sudah dipastikan kalau sampah tersebut akan didaur ulang.

4. Pasti Edukasinya

PRAISE dan Waste4Change Meluncurkan 100 Dropping Box untuk Membantu Memilah dan Mendaur Ulang Sampah

Bila diperhatikan, dropping box ini terlihat menarik karena dilengkapi dengan infografis edukasi tentang sampah. Kita jadi tau bagaimana cara memilah sampah dengan benar dan bagaimana proses daur ulang sampah akan berjalan hingga menjadi produk bernilai ekonomis.

Dropping box ini hanya untuk sampah kertas dan non kertas. Bukan untuk sampah basah dan elektronik. Itulah kenapa dropping box ini tidak disediakan di skala rumah tangga.

Untuk skala rumah tangga, biasanya ada sampah basahnya. Walaupun tidak disediakan dropping box, kita semua tetap harus membiasakan memilah sampah. Nanti sampah yang sudah dipilah bisa disetor ke bank sampah. Kalau bukan dimulai dari diri sendiri, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan?

42 komentar:

  1. Menunggu dropping box ini bisa ditaruh di setiap lingkungan perumahan warga nih. Biar kita bisa terbiasa kayak masyarakat di Jepang/Korea yang sudah memilah sampahnya.

    BalasHapus
  2. Dropping Box nya kece ya, banyak pesan mendidik yg bisa dibaca para pembuang sampah supaya lebih bisa memilah sampah

    BalasHapus
  3. Kebersihan sebagian dari iman . buang sampah pekerjaan mudah tapi berat sekali cari tong sampah

    BalasHapus
  4. Sama kayak komentar Lia, pengen ada di lingkungan ruman gitu biar makin tenang soalnya udah membuang sampah dengan tepat gitu rasanya :)

    BalasHapus
  5. 100 dropping box ini nanti akan di sebar ke seluruh wilayah Jakarta ya mba?

    BalasHapus
  6. Semoga dropping box ini semakin banyak diiringi semakin banyak masyarakat yang sadar memilah sendiri sisa konsumsi yang dihasilkan, aamiin 😊

    BalasHapus
  7. Semoga Dengan adanya dropping box gag ada lagi TPA yang bikin resah warga ya mbak 😊😊

    BalasHapus
  8. Bagus banget ini inovasinya ya mba. Bisa untuk pembelajaran ke anak-anak juga terkait pemilahan sampah

    BalasHapus
  9. Klo sampah2 bisa dipilah2 dari awal pembuangan enak ya,memperingan kerja petugas kebersihan.

    BalasHapus
  10. Kereeeeeen, bisa ke daerah juga gak? Edukasi olah sampah ke Bogor juga dong, ini programnya keren

    BalasHapus
  11. Sudah ada Dropping Box, mestinya bisa lebih memudahkan masyarakat utk memilah sampahnya ya. Btw moga nambah lagi Dropping Box nya ya :D

    BalasHapus
  12. Aku masih suka nyampurin sampah basah dan kering nih. Padahal kalau udah lewat tumpukan sampah yang menggunung suka kesel

    BalasHapus
  13. Bagus banget ini Praise dapat membantu memilah sampah yang di recycle. Juga sangat baik bagi lingkungan

    BalasHapus
  14. Sampah emang ga ada abisnya ya mba. Semoga solusi dari PRAISE bisa sutainable ;)

    BalasHapus
  15. Asik nih edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak awal. Lebih baik lagi mengurangi produksi sampah.
    btw, aku suka celananya, hihi

    BalasHapus
  16. Pemilahan sampah ini boleh dikatakan belum sepenuhnya terwujud, karena masih banyak yang gabungkan jadi satu saat membuang sampah.

    BalasHapus
  17. Wah....inovasi ini harus diteruskan kesemua khalayak. Jangan sampai ini sudah ada dimana-mana eh masyarakat ndak paham, jadi yang ada sampahnya masih nyampur.

    BalasHapus
  18. Bener banget, sampah memang harus dipilah dan didaur Ulang agar mengurangi penumpukan sampah yang tidak memberi manfaat

    BalasHapus
  19. Bagus nih dropping box buat sampah kemasan ya? Soalnya aku misahin sampah di rumah tapi yg bagian sampah kering selalu diobok2 dan diberantakin ma pemulung hiks. Kalau ada drop box kyk gini bisa langsung dibawa ke sana aja. Sayang di rumahku blm ada :(

    BalasHapus
  20. Wah terobosan baru nih. Ngedukasi banget dan pasti bermanfaat sekali. Pengen juga yang ada buat sampah basahnya biar bisa dipakai sehari-hari buat emak2 ya hihihi

    BalasHapus
  21. bagussss bgt ini mbak inovasinya. semoga Indonesia bisa segera terbebas dari sampah ya mbak

    BalasHapus
  22. Beruntung banget mbak bisa ikutan acara seperti ini. Sampah memang baiknya dikelola sebaik mungkin.

    BTW, inovasinya mantep banget ya mbak

    BalasHapus
  23. Cakep ah tempat sampahnya. Keren inovasinya. Tp sblm ditaroh ditempat umum para anak kecil hrs diedukasi dulu. Mrk sk asal masukkan soalnya.

    BalasHapus
  24. semoga bisa mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan

    BalasHapus
  25. Cakep banget ini tempat sampahnya, semoga aja masyarakat taat untuk membuang sampah pada tempatnya dan sesuai dengan kategorinya. Dan semoga si tempat sampah ini awet ya.

    BalasHapus
  26. Di rumah, saya sudah melakukan pemisahan pada sampah rumah tangga, tapi eh tapi nyebelin banget saat truk sampah datang semua sampah yang cape saya pisahkan di brek langsung bersama sampah lainnya. Ga efektif gitu deh semua yang saya lakukan.

    BalasHapus
  27. jadi malu nih
    saya ga pernah milah sampah
    masuk kantong lalu buang ke tong sampah depan rumah
    klu begitu nanti biasakan deh milah dulu

    BalasHapus
  28. inisiatif pemilahan sampah ini bagus untuk menginspirasi orang2 agar mau melakukan hal yg sama.. meskipun masih sulit diterapkan sekarang, namun jika terus digiatkan, ke depannya bisa viral dan dicontoh semua orang..

    BalasHapus
  29. Baguuus konsepnya! :D Semoga bisa diterapkan dan awet yaa

    BalasHapus
  30. Aku dari dulu pengen banget bisa milah sampah, minimal sampah rumah tangga, tapi apa daya baru niat aja dari dulu, belum dilaksanakan, heu

    BalasHapus
  31. Awal melihat kotaknya saya kira itu mesin cuci terobosan baru, ternyata tong sampah ya mbak. Inovasi terkini makin keren aja

    BalasHapus
  32. Keren ya tempat pengolahan sampahnya. Sangat bermanfaat ini... Apalagi di daerahku sini belum ada pengolahan sampah yang bagus.

    BalasHapus
  33. Loh, ada ya yang kaya gini? Jadi petugasnya juga khusus ya? Kereen banget ada yang berinisiatif mewujudkan konsep pilah sampah seperti ini. Sampah memang harus ditanggulangi serius. Baru-baru ini viral sampah bekas sampo saset tahun 80-an yang masih utuh di sekitaran pantai T.T

    BalasHapus
  34. Bagus box droppingnya ya. Cantik dan edukatif. Moga awet dan dijaga boxnya dari kerusakan.

    BalasHapus
  35. Bagus idenya mbak. Terutama buat sampah kering tu, kalau dikumpulkan dan sampai ke tangan yg epat bisa lbh dikelola dengan baik. Moga nyusul kota2 lainnya di Indonesia pakai box ini.

    BalasHapus
  36. Woah.. brilian nih. Keren. Aku sebenarnya belum terlalu ngeh dengan memilah sampah. Jadi mau lebih selektif lagi.

    BalasHapus
  37. Kalo bicara sampah memang nggak ada habisnya, setiap orang pasti menghasilkan sampah setiap hari. Nggak kebayang sih segimana banyaknya sampah di TPA.
    Semoga Dropping Box akan ada juga di tempat-tempat umum dan di lingkungan rumah.

    BalasHapus
  38. Sepertinya perlu ada sosialisasi ke masyarakat tentang memilah sampah karena masih banyak yang tidak paham mana sampah yang bisa didaur ulang dana mana yang tidak meskipun di tempat sampah sudah ada gambarnya tetap saja asal buang. Semoga droping boxnya makin banyak sehingga semia bisa merasakan manfaatnya

    BalasHapus
  39. Waaahh bagus banget programnnya. Iya bener kalo di publik aku suka bingung kako nempatin sampah bener nggak akhirnya nanti digunakan sesuai jenisnya. TApi dengan PRAISE semua terstruktur.

    BalasHapus
  40. Jadi dropping box ini khusus sampah kering ya? Inovasi baru mendukung zero waste.

    BalasHapus
  41. Sebuah terobosan bagus nih. Semoga konsisten mengolah dan mendaur ulang sampah ya

    BalasHapus
  42. Dropping box ini hanya untuk sampah kertas dan non kertas. Bukan untuk sampah basah dan elektronik.memang harus dipisahkan gini ya, jadi lebih mudah memanfaatkannya

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^