Tips Bila Harus Mendadak Pindah Rumah - Keke Naima

Kamis, 30 Agustus 2018

Tips Bila Harus Mendadak Pindah Rumah

Tips Bila Harus Mendadak Pindah Rumah

Mendadak Pindah Rumah


Sampai setahun yang lalu, mungkin gak pernah terlintas dalam pikiran Chi kalau kami akan pindah rumah. Justru tahun lalu fokus utama Chi adalah fokus mempersiapkan Nai yang akan menghadapi UN. Chi juga udah membayangkan di mana Nai akan melanjutkan sekolah.

Tetapi, kenyataan berkata lain...

Hampir di penghujung tahun 2017, mamah mertua wafat. Umur memang salah satu rahasia besar Allah SWT. Tetapi, tetap saja kami semua gak menduga mamah akan wafat secepat itu. Selama ini yang sakit justru papah mertua. Sudah sekitar 3 tahunan papah mertua terbaring di tempat tidur. Tentunya mamah yang selalu merawat papah. Tidak disangka, mamah yang selalu terlihat sehat, malah lebih dahulu meninggalkan kami.

Kami pun harus pindah supaya papah tetap ada yang mengurus. Rencana berubah total. Tadinya hanya ingin fokus dengan UN Nai, jadi harus mikirin pindahan juga. Anak-anak, terutama Keke, malah senang karena pindah rumah. Katanya, jadi dekat kemana-mana.

Ya, kami pindah ke Jakarta dengan lokasi yang cukup dekat dengan pusat kota. Transportasi umum pun sangat mudah dan banyak pilihan. Tetapi, Chi tetap merasa galau juga. Sudah terbiasa tinggal di komplek perumahan yang sepi. Sekarang rumah cukup dekat dengan jalan ramai. 😁

Sebetulnya ini bukan pengalaman pertama pindah. Chi udah 2x pindah rumah yaitu saat masih kelas 5 SD dan saat Chi baru masuk kuliah. Tetapi, kalau yang mendadak memang baru sekarang. Chi tulis aja tentang tips mendadak pindah rumah sekaligus merespons postingan Mbak Wenny di web KEB yang berjudul Tips Pindah Rumah yang Menyenangkan.

Nah kebetulan lagi, Mbak Wenny juga baru pindah rumah. Jadi di kelompok Siti Nurbaya #KEBBloggingCollab lagi ada yang kompakan pindah rumah. Makanya jadi bahasan yang cukup menarik juga di sana.

Tips Mendadak Pindah Rumah


Menata Hati

Mungkin terkesan lebay, ya. Tetapi, kepindahan mendadak buat Chi tetap berbeda dengan pindah yang memang sudah direncanakan lama. Chi sempat merasa antara percaya dan gak percaya. semangat dan gak semangat. Begitu aja terus sampai kemudian pelan-pelan mulai ngurusin pindahan dnegan nyaman.

Berkompromi dengan Anak-anak

Terutama sama Nai yang akan menghadapi ujian. Dari awal Chi udah bilang kalau kemungkinan gak maksimal ngajarin Nai. Chi minta Nai tetap tekun belajar. Alhamdulillah dia mengerti dan hasilnya pun bagus.

Keke pun kami ajak bicara karena kalau sudah pindah berarti lokasi sekolah akan jauh dari rumah. Kami menawarkan untuk pindah sekolah. Tetapi, Keke menolak karena sudah kelas 9. Tanggung tinggal setahun lagi. Berarti dia harus mulai beradaptasi melakukan perjalanan yang lumayan jauh. Apalagi Jakarta akan selalu berhadapan dengan macet. Padahal selama ini sekolahnya dekat dengan rumah.

Sortir Barang di Rumah yang Ditempati

Mengingat kami tidak pindah ke rumah baru yang dalam keadaan kosong, tentunya sebelum memasukkan barang yang lebih dahulu dilakukan adalah mensortir barang di rumah yang akan ditempati. Barang peninggalan mamah itu banyaaaak. Barang yang sudah rusak, kami buang. Sedangkan yang masih bagus kami bagi 2. Sebagian dipacking untuk disumbangkan dan sebagian lagi kami pakai.

Pindahan Secara Bertahap

Setelah semua barang disortir dan dirapihkan kembali, baru kami memindahkan barang-barang dari Bekasi. Tentunya dengan cara mencicil. Biar gak kelihatan terlalu berantakan juga di rumah karena tumpukan dus di mana-mana hehehe.

Lakukan dengan Santai

Sampai sekarang beberapa barang kami belum semuanya diangkut. Pelan-pelan aja, lah. Lakukan dengan santai, biar gak stress hahaha.

Alhamdulillah udah 2,5 bulan kami resmi pindah. Sejauh ini sih lumayan nyaman meskipun masih butuh penyesuaian di sana-sini. Tetapi, semoga terus merasa kerasan di sini.

Bagaimana dengan teman-teman? Punya cerita seru tentang pindahan?

9 komentar:

  1. Wah iya bener mak. Lakukan secara bertahap, mengingat barang-barang di rumahku makin numpuk banyaknya. Kadang enggak kepikiran gimana kalo tiba2 kudu pindah. Makasih tipsnya ya mak :)

    BalasHapus
  2. santai saja, nanti juga kelar ya mak. . pilih yang paling urgent dulu yaa berarti
    smoga kerasan makchiii di tempat baruuu^^

    BalasHapus
  3. barusaaann aja berkunjung ke rumah teman yg besok mau pindah rumah ke luar kota. Salut aku mbak, pindah rumah tu ibaratnya kayak memulai semuanya dari nol lagi ya. adaptasi-nya terutama.

    BalasHapus
  4. Bila ada waktu, pindahan secara bertahap itu penting sekali, terutama bagi yang seperti saya, yakni punya pot-pot bunga banyak sekali, hehe…

    BalasHapus
  5. Wah bener juga ya harus menata hati banget. Soalnya pindahan rumah bukan berarti hati kita langsung bisa pindah ke rumah yang baru. Pasti masih terkenang-kenang suasana di rumah lama, yaaa...

    BalasHapus
  6. pindah rumah berarti pindah "hati" dan pindah barang2 ya mba?
    dulu pindah dari rumah ortu ke rumah sendiri tapi barang-barangnya belum banyak hehe..

    BalasHapus
  7. Halo mba. Aku dalam waktu dekat juga harus pindah rumah karena rumah kami insyaAllah akan direnovasi. Anakku udah bilang "Ntar aku main ama siapa?". Sampai skarang aku belum nemu rumah pengganti dan harapannya sih di dekat rumah. Sortir barang secara perlahan harus kami lakukan nih :)

    BalasHapus
  8. Aku pernah dadakan juga hahaha. Trus pas pindah ternyata emang ada aja barang yang disortir yaaa :D
    Kadang melow berat jg sh, tapi yakin insyaAllah kepindahan itu buat yg terbaik :D

    BalasHapus
  9. Dulu, saya sering banget pindah kost-an, Mba. Setiap pindahan, adaa aja barang di rumah lama yang harus "dilepas". Dan di saat yang sama, di rumah baru adaa aja juga yang harus dibeli

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^