Sabtu, 12 Maret 2016

Menjadi Blogger Profesional, Mungkinkah?


Menjadi blogger profesional. Mungkinkah? Bila pertanyaan itu ditanyakan ke Chi saat awal ngeblog, sekitar akhir tahun 2007, mungkin Chi akan berkata tidak mungkin. Atau bisa juga menjawab tidak tau. Tapi, kalau ditanyakan sekarang, Chi akan menjawab, "Kenapa tidak? Sangat mungkin, kok."

Walaupun sudah menjadi blogger sejak tahun 2007, tapi Chi baru tau kalau blog bisa menghasilkan pendapatan sejak 3 tahun terakhir. Sempat merasa agak menyesal karena telat taunya. Tapi sekarang Chi merasa bersyukur karena sekian tahun ngeblog tanpa tau dari blog bisa dapat ini-itu membuat Chi jadi terbiasa untuk konsisten menulis hingga akhirnya menjadi passion.

Profesional biasanya suka dikaitkan dengan penghasilan. Siapa yang menolak kalau ditawari penghasilan tambahan atau bahkan bisa tetap? Tapi apa iya, semua penawaran harus 'dihajar'? Apa iya gak harus paham tip and tricknya dulu? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Semua pertanyaan itu terjawab di hari Minggu, 6 Maret 2016 bertempat di Burger King, Plaza Festival. Kopdar Blogger Fun Blogging yang bekerjasama dengan CNI ini mengambil tema Digital Marketing Sharing.


Sesi pertama diawali oleh Niko Riansyah, social media community CNI yang akan sharing tentang "Digital Marketing". Niko inilah sosok yang bertanggungjawab dibalik berbagai akun social media CNI. Niko pula yang melakukan digital advertising bagi CNI.

Menurut Niko, Google memprediksi pada tahun 2020 lebih dari 7 milyar orang dan bisnis dan paling tidak sekitar 30 milyar device akan terkoneksi dengan internet. PC secara perlahan mulai ditinggalkan karena semakin banyak yang memilih mobile.

Dari sekitar 251 juta penduduk Indonesia, penetrasi penggunaan internet ternyata baru 15% atau sekitar 38 juta. Jumlah yang masih sedikit. Tapi pengguna FB bisa sekitar 62 juta, bahkan jumlah mobile device bisa lebih banyak dari jumlah penduduk. Itu karena ada yang memiliki akun lebih dari 1, bahkan mempunyai perangkat juga lebih dari 1.

CNI adalah perusahaan MLM yang sudah dikenal sejak lama. Sudah hampir 30 tahun usianya. Mengikuti perkembangan zaman, CNI mulai berpromosi melalui dunia digital sejak setahun terakhir. Adapun digital platform yang digunakan CNI adalah Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog, G+, dan MailChimp. Berdasarkan data terakhir, Desember 2014, berikut adalah data digital platform CNI:
  • Fanpage - 40K likes
  • Twitter - 20K followers
  • Instagram - 15K followers
  • Youtube - 35K views
  • G+ - 45K interactions
Apabila teman-teman memiliki database email, bisa coba menggunakan mail chimp untuk menginfokan artikel terbaru melalui email. Semacam berkirim news letter ke beberapa email untuk share artikel. Dari mail chimp bisa ditrack berapa banyak yang subscribe dan juga yang klik email.

Untuk membuat digital advertising, maka dibutuhkan marketing content. Tapi tidak sembarangan membuat marketing content. Setiap bulannya perlu melakukan content plan. Merencanakan konten apa saja yang akan dibahas. Ide merencanakan konten bisa dengan melihat hal-hal yang sedang trend di dunia maya.

Konten merupakan bagian terpenting dari digital advertising. Social media CNI bisa bertumbuh karena memiliki variasi konten. Karena konten bisa mengajak para pembaca untuk berinteraksi. Walaupun CNI berjualan produk, tidak semua konten yang dibuat tentang jualan. Sesekali buat konten lain tapi yang masih ada hubungannya dengan produk di CNI. Maksudnya, di CNI menjual produk kesehatan, maka sesekali membuat konten tentang Tip Menjaga Kesehatan, Manfaat Vitamin C, dan lainnya. Tentunya konten seperti itu masih berhubungan. Malah biasanya konten tentang beraneka tip seperti itu yang banyak dishare oleh pembaca.
Tip menarik dari Niko adalah membuat konten sebaiknya jangan hard selling tapi bercerita. Karena konten yang bercerita justru biasanya pembaca lebih tertarik. Dan membuat ada interaksi dengan pembaca.
Ketika harus membuat konten yang jualan banget, maka untuk menarik perhatian pembaca konten tersebut harus dikemas sangat menarik. Misalnya, konten penawaran promo. Kalau ada penawaran menarik, biasanya pembaca akan mengunjungi blog.

Apa yang mau dibahas? Menjadi awal untuk membuat konten. Setelah tau apa yang mau dibahas, kemudian tentukan ide, pilih produk, dan pesan apa yang ingin disampaikan. Setelah itu buatlah visualisasinya. Bisa berupa gambar atau video. Setelah semua selesai maka konten pun sudah bisa dipublish. Apakah setiap konten harus diiklankan? Menurut Niko, kalau di CNI semuanya tergantung kebutuhan. Kalau dirasa perlu, maka akan diiklankan.

Facebook Ad vs Google Adv

CNI menggunakan Facebook Ad vs Google Adv. Niko menjelaskan sedikit tentang karakteristik dari kedua media advertising ini.

Apabila teman membuka FB kemudian di tengah timeline ada iklan muncul, itu biasanya fanpage tersebut diiklankan (promo page). Pemilik fanpage juga bisa mem-boost status (boost page) mana yang akan diiklankan. Biasanya, setelah diiklankan terasa pertambahan followernya. Bisa juga promotion website melalui fanpage, sehingga pengunjung bisa direct link ke website melalui fanpage.

Untuk Google Adv, ada Google search, video ads, dan display ads. Sama seperti Fanpage, Google Adv juga memberi kontribusi tinggi bagi CNI.

Baik Facebook Ad maupun Google Adv, semuanya bisa disetting oleh pengguna. Iklan seperti apa yang dibutuhkan, kapan waktu untuk iklan, dan lain sebagainya. Menurut Niko, biasanya watu terbaik untuk beriklan adalah sekitar pukul 10.00 s/d 14.00. Di akhir pekan, yang mengakses iklan agak sepi. Beriklan seperti ini tentu saja aja ada biayanya. Tapi, jangan khawatir, biaya bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Asalkan siapkan saja kartu kredit, karena untuk saat ini billing iklan masih menggunakan kartu kredit.

Facebook Ad maupun Google Adv, mempunyai karakter masing-masing. Sehingga keduanya bisa dimanfaatkan. Untuk media sosial memang bisa beriklan di tempat lainnya seperti instagram, path, dan lain sebagainya. Tapi menurut Niko, diantara berbagai media sosial tersebut, Facebook Fanpages yang masih paling mempengaruhi karena selalu inovatif.
Tip lain dari Niko adalah buat iklan yang sesuai dengan konten. Jangan buat iklan dengan judul teh, tapi isinya mempromosikan kopi.

Sesi berikutnya giliran Ani Berta yang berbicara. Blogger satu ini sudah lebih dari segudang pengalaman dan prestasinya. Tapi, rasanya belum banyak yang tau kalau latar belakang pendidikan Ani Berta adalah lulusan STIKMI (Akuntansi), Bandung. Blogger memang datang dari berbagai latar belakang pendidikan.

Saat ini semakin banyak saja yang ingin menjadi blogger. Sayangnya tujuan menjadi blogger adalah agar bisa datang ke acara ini-itu, dapat goodie bag, atau berharap ada imbalan lainnya. Sebetulnya gak masalah seperti itu tetapi seharusnya diimbangi dengan sikap yang profesional.

Untuk menjadi seorang blogger yang profesional, Ani Berta memberikan tip yaitu belajar dan berlatih memperkaya konten terlebih dahulu. Dan agar bisa membuat konten yang baik, selain banyak berlatih juga belajar dari para blogger yang lebih berpengalaman.

Teman-teman, sering bingung mencari ide untuk konten? Padahal ide untuk membuat konten itu sangat bertebaran. Menurut Ani, ibaratnya seperti udara yang bisa dihirup gratis dan ada dimanapun. Berikut adalah sumber konten yang bisa didapatkan

Berbagi Informasi

Teman-teman bisa berbagi informasi tentang berbagai tempat bersejarah, cara membuat NPWP, inspirasi dan solusi, informasi beasiswa, dan lain sebagainya. Biasanya artikel tentang tip juga sering dicari pembaca.

Berbagi Edukasi

Walaupun sekarang sudah menggeluti dunia blogger, Ani tetap bisa berbagi keahlian di bidang akuntansi sesuai dengan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuhnya. Teman-teman juga bisa seperti itu. Atau bisa juga berbagi edukasi berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber yang ditemui di workshop atau personal interview

Berbagi Opini

Apa yang kita alami atau lihat sehari-hari juga bisa dijadikan sebuah konten. Melihat acara televisi yang menarik, bisa kemudian dibuat tulisan tentang acara tersebut. Mengalami kejadian yang lucu, ngrobrol topik seru dengan tetangga, dan lain-lain, semuanya bisa dijadikan konten.
Salah satu tip penting dari Ani Berta adalah ketika blogger selesai menghadiri suatu acara, jangan langsung menuju tempat makan walaupun sudah dipersilakan oleh penyelenggara. Tapi, berburu narasumber dulu seperti yang selama ini dilakukan oleh para wartawan. Karena ini adalah kesempatan emas yang sebaiknya tidak disia-siakan. Agar tulisan kita semakin berkualitas.
Masih membahas tentang narasumber, Ani Berta menceritakan berbagai pengalamannya saat berburu narasumber. Tidak selalu bertemu dengan narasumber di tempat yang mewah dan nyaman. Kadang, Ani juga mengejar narasumber ke tempatnya langsung. Ngobrol di pinggir sawah, makan makanan khas di tempat narasumber, dan berbagai pengalaman lainnya.

Ditolak narasumber juga pernah beberapa kali diterima Ani. Belum lagi berbagai karakter yang ditemui setiap ketemu narasumber. Contohnya ada narasumber yang awalnya takut bila bertemu dengan orang asing. Dari paparan Ani tentang berburu narasumber, Chi berkesimpulan untuk mendapatkan narasumber sebagai berikut:
  1. Giat. Kadang godaan untuk beristirahat di penginapan itu ada. Tapi Ani memanfaatkan waktu istirahatnya untuk berburu narasumber. Apalagi berbicara langsung dengan narasumber, bisa membuat tulisan yang dibuat semakin mendalam dan orisinil
  2. Pantang menyerah. Jangan menyerah bila narasumber yang diinginkan berkali-kali menolak. Hubungi terus dan utarakan maksud kita dengan baik dan jelas.
  3. Jangan memaksa. Kadang ada narasumber yang tidak bisa langsung akrab. Untuk meluluhkan hati narasumber seperti ini, bisa diawali dengan mengajak bicara berbagai hal ringan, seperti apa hobinya, kesehariannya, dan lainnya. Jangan langsung ke tujuan yang akan ditanyakan.
Artikel yang kita buat bisa semakin berbobot bila sesuai fakta. Untuk mendapatkan info yang sesuai fakta tentu aja gak bisa hanya mengandalkan info dari Google atau obrolan sana-sini. Teman-teman bisa mendapatkan data valid dari instansi terkait. Bisa juga melalui wawancara, buku, dan juga media. Untuk media dan buku, pilihlah yang bisa dipercaya beritanya.

Mulai saat ini, teman-teman biasakan membawa peralatan lain ketika menghadiri acara. Jangan hanya bawa powerbank saja. Tapi bawa juga recorder, buku catatan, dan juga bolpen, ya. Ani Berta juga memberikan tip lain bahwa untuk datang ke satu acara saja, sebetulnya bisa di breakdown menjadi lebih dari 1 postingan.

Ani memberi contoh saat hadir di acara Sahabat JKN
  • Reportase. Tentu ini biasanya tulisan yang wajib dibuat setelah blogger hadir di suatu acara
  • Interview Narasumber. Sudah dijelaskan di bagian atas. Bisa selesai acara sebaiknya manfaatkan waktu sedikit untuk berburu narasumber baru kemudian menyantap hidangan yang sudah disediakan.
  • Di balik acara / Behind The Scene. 
  • Pengetahuan Khusus. Bila membuat tulisan reportase biasanya membuat ulasan secara keseluruhan. Tapi kalau dirasa ada sesuatu yang khusus yang rasanya bagus kalau untuk dibuat satu postingan tersendiri, maka teman-teman bisa membuat artikelnya.
Jangan menjadi blogger yang ikut-ikutan juga pesan lain yang disampaikan oleh Ani. Artinya menjadi seorang blogger apalagi ingin profesional, harus punya jati diri. Harus mencari tau passionnya dimana. Jangan misalnya saat ini lagi trend travel blogger, ikut-ikutan jadi travel blogger. Trus trendnya berubah lagi, maka konten-konten di blognya pun berubah lagi mengikuti trend.

Gak apa-apa kalau sesekali menulis hal lain. Misalnya, membuat konten tentang gadget padahal niche blog kita bukan tentang gadget/techno. Selama hanya dilakukan sesekali bukan termasuk yang ikut-ikutan. Apalagi kita juga menulis dengan style sendiri. Jangan lupa diberi label untuk setiap postingan. Pembaca bisa langsung tau seperti apa blog yang dikunjungi dengan melihat label. Atau siapa tau ada klien yang ingin melihat tulisan tertentu milik kita.

Hal penting lainnya yang Chi perlu garis bawahi dari penjelasan Ani adalah melakukan dengan ikhlas. Berbagai aktivitas dan proyek yang pernah dilakukan Ani awalnya dilakukannya secara sukarela. Gak pakai hitung-hitungan bayaran. Tapi tidak mendapatkan bayaran pun, tetap Ani kerjakan dengan sungguh-sungguh untuk menghasilkan konten berkualitas.

Apa yang dilakukannya seringkali berbuah manis. Walaupun Ani juga menolak untuk dikatakan sukses karena menurutnya masih banyak orang yang lebih sukses darinya. Salah satu buah manisnya bisa teman-teman baca di postingan terbaru Ani di blognya, yaitu www.aniberta.com. Tentang pengalaman Ani Berta menjadi salah satu Delegasi Asean Work-life Balance mewakili Indonesia. Tidak hanya itu, Ani juga menjadi salah seorang pembicara di acara tersebut. *Kereeen!*

Teman-teman sudah siap menjadi blogger profesional? Camkan dalam-dalam quote Ani Berta di bawah ini, ya.

"The Strength of the work automatically create opportunities - Ani Berta
Kelas advance Fun Blogging yang disponsori oleh CNI ini tidak hanya sarat ilmu tapi sejak awal acara juga sudah bertabur hadiah. Ada 3 pemenang live tweet yang dibagi ke dalam 3 sesi. Awal, tengah, dan akhir acara. Suasananya juga santai penuh keakraban.

Dan, ngomong-ngomong tentang CNI, Teman-teman sudah mencoba produk CNI? Chi sudah pernah mengkonsumsi CNI Ester-C serta berbagai produk minumannya seperti ice lemon tea dan hot chocolate.

Bila teman-teman tertarik untuk belanja di CNI sekarang caranya mudah banget, kok. Apalagi bisa dilakukan online. Yan pertama kali harus teman-teman lakukan tentu saja buka web geraicni.com kemudian pilih produk mana saja yang akan dibeli. Setelah itu, teman-teman bisa perhatikan step by step cara belanja melalui deretan screenshot di bawah ini.
 
 
 
 
 

Gerai CNI

Jam layanan
  • Senin - Jumat: 08.00 - 17.00
  • Sabtu / Minggu / Hari Libur: Tutup
www.geraicni.com

Facebook: CNI Indonesia
Twitter: CNI_ID
Instagram: CNIIndonesia

post signature

31 komentar:

  1. Ih saya suka banget baca artikel ini, superlengkap kap :D
    Makasih udah hadir di acara ini ya, Chi. Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Terima kasih juga sudah berbagi :)

      Hapus
  2. Waah meskipun gak hadir serasa ikutan acaranya baca reportase Mbak Mira nih.

    BalasHapus
  3. Tips nya banyak banget, top banget pokokman...

    Spirit NgeBlog teh Ani Berta emang josss dan menginspirasi banyak orang hehehe

    Ayo #GelorakanNgeBlog

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kita bisa mencontoh semangatnya :)

      Hapus
  4. blogger profesional, bagi saya msih jauh. sekarang posisi saya adalah blogger curhat. saya membuat semua category curhat di blog saya, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. curhat yang dapat bayaran pastinya, kan? hehehe

      Hapus
  5. Makasih sharing ilmunya, Mbak. Kelas advanced kemarin belum bisa hadir, tapi tercerahkan baca artikel liputan ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita bisa mempraktekannya :)

      Hapus
  6. Mba Chi.... thanks share ilmunya. Buat blogger ndeso kayak saya yang hampir nggak mungkin hadir di event-event begini, tulisan semacam ini ngebantu banget. Kalau buat saya pribadi, profesional lebih terkait ke kualitas kerjaan kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju. Menjadi profesional itu artinya kualitas yang diutamakan. Itulah kenapa di artikel ini dijelaskan supaya belajar memperkaya konten dulu. Urusan uang sebetulnya nomor sekian :)

      Hapus
  7. seperti biasa mba Myra selalu keren kalo nulis, lengkap tapi enak dibaca dan informatif :)

    BalasHapus
  8. Keren teh Ani ya, mba Chi. Kalo aku mungkin udah tepar di penginapan, hehe. perlu belajar keuletan teh Ani nih.

    BalasHapus
  9. Makasih infonya Mbak... ilmunya sampai meski saya gak ikut acaranya ☺

    BalasHapus
  10. Info yg bermanfaat yaa.. makin semangat ngeblognya deh.. ;)

    BalasHapus
  11. makasih infonya mbak mir aku bacanya serius ini :D

    BalasHapus
  12. Memang banyak sekali ilmu yg bisa didapat di acara kemarin ya mba

    BalasHapus
  13. Mantap Maya, ayo makin bersemangat ngeblognya

    BalasHapus
  14. Betah banget baca artikel ini dari atas sampai habis. Dan setuju banget sama nasihat Teh Ani. Saya ngga bisa hadir acara ini, untung dirimu menuliskannya di blog hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kalau betah. Dan smeoga bermanfaat :)

      Hapus
  15. Soal gadget cadangan selain power bank ini menarik.

    Blogger sering lupa bahwa blogger sebetulnya juga wartawan, saking aja tanpa kode etik pers. Tetapi kalau mau serius jadi blogger, tulisannya ya harus berkualitas. Untuk bisa bikin tulisan berkualitas, blogger harus mencatat dari narasumbernya. Untuk mencatat itu, membawa gadget notes itu penting.

    Akhir-akhir ini saya balik lagi ke jaman purba. Saya bawa pulpen dan kertas lagi di tas saya kalau mau mengutip dari narasumber demi menulis untuk blog. Sebab menulis di Android sepertinya kurang nyaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu saya juga begitu, Mbak. Kertas dan bolpen selalu saya bawa untuk reportase. Smartphone syaa pakai kalau butuh live tweet. Sekarang udah terbantu dengan adanya recorder

      Hapus
  16. ilmunya selalu bertambah banyak kalau ikutan acara seperti ini ya mba :)

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge