Senin, 22 September 2014

Mom's Time Out


Apa jadinya kalau posisi di rumah tangga di balik? Suami yang mengurus anak, sedangkan istri bekerja? Ya, gak apa-apa juga lah selama dua-duanya sepakat dan happy. Menurut Chi, sih, begitu :)

Mom's Time Out adalah sebuah acara reality show yang tayang di Lifetime Channel. Sebetulnya kalau untuk review buku atau tontonan tv/film, Chi biasanya nulis di blog khusus review. Tapi, karena ini reality show dengan tema parenting, Chi tulis di blog ini aja, deh.

Mom's Time Out menceritakan tentang kehidupan 3 rumah tangga dari 3 negara yang berbeda, yaitu Singapur, Malaysia, dan Filipina. Masing-masing punya masalah sendiri-sendiri tentang anak-anaknya.

Keluarga dari Singapur adalah seorang pengusaha real estate. Selain mengurus anak, sehari-hari istri juga menjadi partner suami dalam mengurus perusahaan. Kesibukan itu membuat gadget menjadi barang penyelamat untuk anak-anak supaya tenang. Akhirnya anak-anak mereka (3 orang laki-laki) semuanya sangat ketergantungan dengan gadget. Sulit untuk menghilangkan ketergantungan tersebut.

Keluarga dari Malaysia, suaminya adalah seorang motivator. Selama ini, suaminya suka gak mengerti kalau setiap kali pulang ke rumah selalu disambut dengan wajah lelah dari istri. Suami merasa hidup istrinya itu enak banget. Sehari-hari cuma di rumah dan bermain bersama ke dua putri mereka. Suaminya memang menganggap mengasuh anak itu sama dengan bermain. Dan, gak pernah mengerti kenapa istrinya selalu terlihat lelah.

Keluarga dari Filipina, mempunya pola asuh yang berbeda antara suami dan istri. Istri berusaha mendisiplinkan putri semata wayang mereka. Tapi, suami selalu menjakan. Akibatnya, sosok ayah menjadi sosok penyelamat bagi putrinya. Kalau kemauannya gak dituruti ibu, si anak tinggal lari ke ayahnya karena pasti dituruti.

Ketiga istri tersebut kemudian mendapatkan liburan mewah bersama-sama selama 5 hari di Vietnam. Sementara para suami harus menggantikan tugas para istri selama istrinya berlibur. Yang terjadi adalah kehebohan.

Ayah dari Singapur, merasakan sekali pontang-pantingnya mengurus anak-anak untuk sekolah. Mereka susah sekali untuk diajak bergerak karena semua terpaku pada gadget. Saking hebohnya, sampe si ayah lupa kalau salah seorang anaknya itu harusnya libur karena di sekolah ada rapat orang tua murid!

Ayah yang dari Singapur lalu mulai menemukan cara supaya anak lepas dari gadget adalah dengan banyak melakukan aktivitas bersama baik di rumah maupun di luar ruangan. Menurut istrinya, suaminya ini kan sosok yang perhitungan banget. Tapi, pas istrinya gak ada, dia mengajak anak-anaknya main ke playground di mall. Semata-mata untuk menghilangkan kecanduan gadget pada anak-anaknya.

Di rumah pun begitu. Menurut si Ayah, dia mengajak anak-anaknya beraktivitas dengan mengadakan kegiatan bersama. Misalnya sama-sama bikin pancake. Pada saat itu emmang diperlihatkan kalau semua anak-anaknya sangat senang dengan kegiatan bersama itu.

Si Ayah juga merasa kalau selama ini komunikasi antara dia dengan anak-anaknya kurang akrab. Apalagi sekarang anak yang sulung sudah mulai abg. Sudah mulai naksir-naksiran. Si ayah ingin anaknya itu terbuka dengannya karena sesama laki-laki, bukan kepada ibunya. Lucunya, si ayah mengajak komunikasinya dengan model menggurui dan memerintah. Jadi, si anak tetep aja gak mau terbuka dan menyangkal kalau dia udah mulai naksir-naksiran. Si anak lalu berkata di depan kamera kalau dia lebih suka curhat sama ibunya untuk hal apapun karena ibunya lebih asik kalau diajak ngobrol.

Kalau suami yang Malaysia, akhirnya mulai sadar kalau mengurus anak itu tidak sama dengan bermain. Baru sadar kenapa istrinya suka kelihatan lelah. Karena baru mengurus anak selama 5 hari aja udah bikin lelah luar biasa. Apalagi, kalau anak-anaknya udah ngambek.

Trus, selama ini segala keperluannya juga diurus sama istrinya. Jadi, begitu istrinya berlibur dia kebingungan mencari barang-barang pribadinya. Sampe istrinya bilang, kalau dia udah berlibur mewah tetep aja digangguin sama telepon untuk urusan cari baju dan lain-lain hehe.

Suami yang dari Filipina juga begitu. Baru menyadari kalau selalu memenuhi keinginan anak itu ternyata gak bagus. Contohnya ketika si ayah harus ngasih makan anaknya. Anaknya itu selalu menolak. Selama ini, dia selalu berada di posisi membela si anak. Tapi, ketika giliran dia yang harus mengurus anak, ada rasa khawatir juga ketika anaknya sellau menolak diajak makan.

Anaknya juga selalu tantrum kalau kemauannya gak dituruti. Tapi, kalau diturutin jadi ngerasa kerepotan sendiri. Susah istrirahat. Akhirnya, kadang suka kelepas emosinya.

Reality show kehidupan 3 rumah tangga ini gak dikemas dalam 1 episode selesai trus kemudian diganti dengan rumah tangga lain. Tapi, bersambung selama beberapa episode. Kalau yang Chi tonton udah masuk episode keempat. Masih ada lanjutannya sebetulnya. Tapi, gak apa-apalah diceritain sekarang walopun belom selesai 1 season :D

Buat Chi reality show seperti Moms Time Out itu bagus. Gak lebay. Chi terhibur melihat kerempongan para suami. Ngeces melihat liburan mewah para istri, bener dimanjakan dengan kemewahan mereka selama 5 hari itu.Tapi, ilmu parenting juga dapet banget.

Trus, walopun mereka udah berlibur mewah tetep aja pikiran mereka susah kalau sepenuhnya fokus ke liburan. Sellau teringat suami dan anak-anak. Dan, lucunya ketika ditanya satu per satu tentang apa yang akan mereka lakukan pertama kali setelah sampai di rumah. Jawabannya kompak, yaitu MEMBERSIHKAN RUMAH!. Karena pasti berantakan banget hihi

Sumber foto: http://www.lifetimeasia.com/show/moms-time-out-s1

post signature

32 komentar:

  1. hahahaha....jawabannya sama ya,rumah jadi kandang ayam kayaknya xixixi.seru ya mak acaranya^^

    BalasHapus
  2. hahahaha... aku juga suka nih sama reality show ini XD. Bapak-bapaknya kocak deh ngejagain anaknya. dan lucu ngeliat posternya

    BalasHapus
  3. sepertinya seru juga ya film nya... :)

    BalasHapus
  4. Kalau aku kok masih gak tega ya kalau suami disuruh mengerjakan pekerjaan rumah sementara kita berlibur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa konsep acaranya itu bukan bertujuan untuk membiarkan istri bersenang-senang sendirian sementara suami kerepotan.

      Tapi, untuk menghargai masing2 pasangan. Di awal episode kan diceritakan kalau para suami sepertinya terlalu memerankan tugas para istri. Akhirnya, suka gak mengerti kalau istri itu merasa lelah. Atau ttg ketidakkompakan antara suami istri dalam hal pola asuh.

      Dengan berliburnya para istri, mungkin diharapkan supaya para suami bisa mengerti :)

      Hapus
  5. hahaha...jangankan 5 hari, pak suami ditinggal setengah hari aja rumah mirip kapal pecah mbak, pdhl ngga ada anak2 hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa... gimana kalau ada anak ya Riin. Heboh dan seru kayaknya hihi

      Hapus
  6. Woman's touch just like magic ^_^

    BalasHapus
  7. Eh aku belum nonton...coba nonton wes...
    tapi untugnya suami2 sekarang pada "mau" merawat anak...jaman dulu kan pasti g mau

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sekarang banyak para suami yang mau ikut mengasuh anak2nya :)

      Hapus
  8. ditinggal beberapa jam aja, bapakna anak-anak sudah bilang "kerepotan" mengurus 2 bocah laki-laki di rumah sendirian. Jadi bisa dibayangkan kalau bener-bener sendirian ngurus bocah selama beberapa hari hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditinggal berhari bakal super duper heboh hehe

      Hapus
  9. Hehe malah geli baca ini. Dimana sih mak nontonnya....

    BalasHapus
  10. hehhehe emang seru ya mak. kadang cowok itu gak semua peka kalau ternyata mengurus RT itu capek hati cape raga haha

    BalasHapus
  11. Seperti basket ya, ada time out nya

    BalasHapus
  12. jadi pengen nonton abis baca ulasan ini mak.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah nonton belom, Mak? Seru, lho :)

      Hapus
  13. hahahahha,,,seru bget mak chi,,pgen nonton reality shownya jadinya,,,,buat para suami selamat ya...biar tahu tgas istri spt apa,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. suami juga kayaknya haus nonton tayangan mom's time out, biar bisa mengerti tugas istri hehehe

      Hapus
  14. Untungnya saya dan istri seringkali berbagi tugas dalam mengurus rumah tangga, apalagi kami berdua sama-sama wiraswasta. Kerja bareng, capek bareng dan seneng bareng

    BalasHapus
  15. hahahaaa...seperti melihat potret diri sendiri ya.masalah khas keluarga di sekitar kita. saya simpulkan untuk diri saya sendiri bahwa komunikasi is nomer 1. antara suami istri dan orang tua ke anak-anak demikian pula sebaliknya. yang paling penting suami harus dibikin ngerti perasaan,peranan dan kerepotan istri.yah...dengan cara yang sopan dan gak menggurui tentunya.capek kan bolak-balik mungutin handuk basah,kaos kaki kemana-mana,charger dibawah kursi,dll...penasaran mak pengen tau endingnya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga kelewat nih endingnya. Tapi kalau lihat cuplikannya, sih, kayaknya suami jadi mengerti gitu sama tugas istri :)

      Hapus
  16. ngg ada yang versi Indonesia ya maaak....I'm blessed to have stay-at-home hubby yang siap sedia dengan segala 'kelucuan' hidup kami yang nomaden ini mak...kayaknya seruuu nih kalau nonton acara ini yaah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk yang season 1, Indonesia belum ikutan, Mak. Kemungkinan season 2, Indonesia baru mau mengajukan diri

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge