“Pokoknya setelah kita menikah nanti, urusan keuangan termasuk yang paling mau Chi hindari untuk ribut. Males deh ribut urusan uang,” kata Chi kepada (calon) suami saat itu.

Bukan berarti Chi gak mau hidup susah, lho. Etapi emang siapa ya yang mau hidup susah hehe. Cuma, maksud Chi yang namanya uang itu sensitif banget. Sahabat bisa jadi musuh, saudara bisa jadi menjauh, pasangan suami-istri bisa bercerai ‘cuma’ gara-gara uang. Iya, gak?

Tapi, bukan berarti kalau sampai ada masalah keuangan trus Chi menghindar begitu aja. Yang namanya masalah harus dihadapi, lah. Nah, Cuma gimana cara kita menyikapi masalah tersebut supaya selesai dengan. Dan, karena sadar banget masalah uang itu sensitif, Chi merasa dari awal harus ada beberapa pembicaraan supaya gak timbul masalah.

Beberapa bulan menjelang menikah, Chi memutuskan untuk resign. Kepingin jadi ibu rumah tangga aja ceritanya. Nah, Chi minta izin (calon) K'Aie karena kalau Chi sampe resign, berarti kan cuma dia yang berpenghasilan. Tentunya harus diatur supaya penghasilan itu bisa dipakai untuk kepentingan bersama dan kebutuhan pribadi kami masing-masing.

Kami juga masih tinggal bersama orang tua. Walaupun orang tua tidak mensyaratkan apapun, tapi dalam hal keuangan kami berdua bertekad untuk tidak hidup gratisan. Tetep aja kami punya pos keuangan untuk dapur, listrik, dan lainnya.

Tips: Meski memiliki rekening terpisah sepertinya praktis untuk pengelolaan keuangan keluarga, LiveOlive menyarankan pasangan menikah untuk memiliki sejumlah anggaran dalam rekening bersama. Dengan cara ini, jika ada sesuatu terjadi pada suami atau istri, pasangannya bisa memiliki akses uang tunai. Untuk rekening pribadi, ada baiknya mengetahui password ATM pasangan, sehingga jika terjadi sesuatu dan dana Anda kurang, Anda pun masih bisa mengambil dana dari pasangan untuk membayar keperluan mendadak.

Kami tidak mempunyai rekening bersama, tapi tahu password ATM K'Aie. Dulu, yang bertugas membuat pembukuan adalah Chi. K'Aie memberi gaji bulanan, kemudian Chi masukkan ke berbagai pos. Chi juga pegang ATM K'Aie yang bisa Chi pakai sesuai kebutuhan.

Lama-lama Chi merasa ribet sendiri. Jujur, Chi memang kurang menyukai yang namanya pembukuan hihihi. Tapi, sadar banget kalau pembukuan anggaran itu penting supaya keuangan keluarga tetap aman. Gak habis begitu aja tapi gak jelas kemana. Setelah berdiskusi dengan K'Aie, akhirnya pembukuan keuangan biar K'Aie yang melakukan sampai sekarang.

Mengatur keuangan memang sedap-sedap gimanaaa… Walopun penghasilan utama tetep dari K'Aie yang membuat pos-pos keuangan juga K'Aie, bukan berarti Chi bisa seenaknya. Diskusi tetap ada, kepercayaan tetap dijaga. Ya, pokoknya tetap dijaga supaya jangan jadi ribut karena urusan uang.

Untuk para pengantin baru, kalau masih bingung juga tentang bagaimana mengatur anggaran keluarga, baca tip dari liveolive itu dan klik juga sumbernya. Biar gak usah ribut dan ribet lagi sama urusan keuangan. Gak lucu kan, masa selesai masa honeymoon udah ribut sama urusan keuangan :)