Rasanya liburan kenaikan kelas tahun lalu masih melekat banget diingatan. Dari mulai menikmati keindahan gunung Bromo hingga turun ke kedalaman 100 meter untuk menikmati indahnya ray of light di goa Jomblang. Semuanya dilakukan sekeluarga. Termasuk anak-anak, yang awalnya saya pikir mereka akan takut turun ke kedalaman 100 dan masuk goa, ternyata malah ketagihan.

Pengen sih mengulang liburan lagi seperti tahun lalu, tapi belum ada ide mau kemana. Mungkin karena liburan sekolah hampir berbarengan dengan bulan Ramadhan juga, jadi saya agak-agak malas.

Suami : “Emang kenapa gak mau sih jalan-jalan pas liburan nanti?”
Saya : “Yah, Ayah tau, kan. Jangankan yang jauh, untuk ngemall aja, Bunda suka males kalau lagi bulan puasa.”
Suami : “Tapi, siapa tau seru. Belum pernah juga kan nyobain jalan-jalan di bulan puasa?”

Hmmm… bisa jadi bakal seru juga, sih. Tapi, gimana nanti deh. Lagi males juga berpikir tentang liburan. Gara-gara rencana liburan panjang di akhir Mei gagal total. Rencananya kami mau liburan panjang di akhir Mei. Kan, lagi banyak tanggal merahnya, tuh. Eh, gak taunya anak-anak UAS. Jadi aja terpaksa batal. Suami sih bilang nanti diganti aja setelah anak-anak selesai UAS. Ya, lihat gimana nanti, deh. Saya udah lemes duluan hahaha.

Ngomong-ngomong tentang liburan tahun lalu, sebetulnya agak mendadak juga. Suami kayak kasih liburan kejutan gitu, lah. Tapi, walopun mendadak tetep pake rencana, dong. Rencana itu penting supaya lancar perjalanannya. Kalopun ada meleset paling sedikit aja.

Yang pertama kali kami lakukan adalah merencanakan rute. Kami melakukan perjalanan darat dengan membawa kendaraan pribadi. Rencananya, kami menyusuri jalur utara untuk keberangkatan. Pulangnya, kami menyusuri jalur selatan.

Memilih 2 jalur berbeda saat keberangkatan dan pulang supaya kami mendapat pemandangan yang berbeda-beda. Pilihan terakhir adalah jalur selatan karena tujuan terakhir adalah ingin menginap di Garut. Yang akhirnya gagal total karena tidak booking hotel terlebih dahulu. Semua penginapan penuh.

Saat itu kami memang hanya booking hotel di Bromo. Selebihnya kami menginap di kota manapun yang sedang kami lewati saat itu. Keuntungannya bepergian tanpa booking hotel terlebih dahulu adalah kami bebas menginap dimana saja tanpa harus deg-degan mengejar waktu check in. Kerugiannya adalah resiko gak dapat penginapan. Atau kalaupun dapat, harganya lebih mahal terutama saat musim liburan.

Pertimbangan yang berikutnya adalah tentang barang bawaan. Walopun kami menggunakan kendaraan pribadi, bukan berarti bisa lebih leluasa membawa banyak barang. Tetap harus diatur, kalau bisa jangan banyak-banyak. Perjalanan yang sangat jauh, membuat badan harus nyaman. Mana bisa nyaman kalau di dalam mobil udah banyak barang?

Sesuaikan juga dengan tujuan perjalanan. Karena waktu itu rencananya wisata outdoor, saya tidak membawa satupun pashmina. Saya bawa jilbab yang instan aja, yang langsung pakai. Kayaknya ribet banget ya mau berpetualang harus kruwal-kruwel sama urusan jilbab dulu.

Yah, pokoknya banyak deh rencana-rencana yang kami buat sebelum berangkat. Untuk lebih jelas, baca 8 Tip Teratas untu Liburan Keluarga Secara Pintar dari web LiveOlive, deh. Apalagi sekarang liburan udah di depan mata. Sebentar lagi mulai banyak yang menyanyikan lagu Tasya “Libur tlah tiba, libur tlah tiba. Hore! Hore! Horeee…!” Apalagi kalau liburannya bawa anak-anak, perencanaan gak cuma penting tapi wajib! Liburan, yuk!