Ayah Itu Baik Karena...

Nai : "Sering beliin Ima Duren!" *Nai dan ayahnya memang pantas mendapat gelar ratu dan raja duren. Kalau lagi makan duren, mereka suka asik duduk berduaan di salah satu pojok ruangan.:D

Keke : "Kalau pengen sesuatu trus sama Bunda gak dikasih, biasanya sama Ayah suka dikasih." *Waaaa.... gawat iniiiihhh! Kita harus lebih kompak lagi, Yah! Hahaha

Bunda : "Gak jaim sama istri dan anak-anaknya!" *Contohnya kayak foto di atas. Hmmm... sebetulnya itu tatapan sayang apa pasrah ya, dicoret-coret mukanya sama Keke? Hihihi

Tentu aja ada lebih dari sejuta jawaban untuk bilang kalau K'Aie itu adalah suami dan ayah yang baik bagi kami. Yang di atas itu hanyalah ucapan spontan kami ketika sedang ngobrol-ngobrol santai. Nanggapinnya juga sambil ketawa-ketawa dan becanda.

Seperti foto di atas, buat Chi itu termasuk ekspresi cinta monumental. Karena terkadang ada sosok ayah yang seperti menjaga jarak dengan anaknya dengan alasan supaya terlihat wibawanya.

Zaman dulu mungkin sosok yang berwibawa seperti itu, ya. Tapi, kalau zaman sekarang, sosok ayah yang berwibawa itu yang mau dekat dengan anak-anaknya. Itu menurut Chi, lhoooo... Termasuk gak keberatan kalau sesekali wajahnya dicoret-coret sama anaknya. Namanya juga bermain. Seneng kan kalau lihat anak tersenyum bahkan tertawa :)