Anak yang susah makan biasanya lebih mudah diajak puasa? Kata siapa? Setidaknya itu gak berlaku untuk Nai.

Sebetulnya, kalau Nai dibilang susah makan, enggak juga. Cuma memang bukan tukang makan kayak Keke, yang sebentar-sebentar minta makan hehe. Tapi, untuk urusan puasa, lebih mudah mengajarkan ke Keke. Ya, walopun Keke sendiri baru bisa puasa penuh ketika dia kelas 3 SD. Hanya saja, setiap tahun progressnya kelihatan. (Silakan baca postingan Chi yang berjudul "Keke dan Puasa", untuk tahu progress Keke).

Lain Keke, lain juga dengan Nai *tiap anak memang beda-beda, ya. Justru, Nai agak sulit diajak berpuasa. Kalau ditanya mau puasa atau enggak, jawabannya sih selalu semangat. Tapi, prakteknya susah hihihi.

Cuma kuat gak makan dan minum ketika di sekolah aja. Padahal kalau bulan Ramadhan, jam sekolah kan pendek. Setelah pulang langsung minta makan dan minum. Udah gitu, setiap kali bulan Ramadhan, kayaknya Nai jadi anak yang suka sekali makan. Menggoda Aa' nya ajah hehehe. Reward atau berbagai kegiatan dengan tujuan supaya Nai gak selalu minta makan dan minum belum berhasil juga. Baru sebatas semangat ajah :D

Sehari sebelum puasa, Chi tanya ke Nai, mau ikut sahur atau enggak. Dia bilang mau. Oke, deh, Chi cobain lagi bangunin dia pas sahur.

Puasa hari pertama kami kemaren ada di Bandung. Nai pun dengan semangat bangun, walopun masih harus disuapin makannya. Tapi, setidaknya dia lahap dan gak nangis. Paling gak ada 2 kemungkinan, yaitu tahun ini dia benar-benar semangat untuk berpuasa atau dia semangat karena di Bandung banyak sepupu-sepupu Chi yang akan menemani dia berpuasa.

Pukul 10.00 wib, dia minta izin untuk makan sepotong kecil coklat (setelah sebelumnya beberapa kali bertanya, "Sekarang Jam Berapa, Bun?"). Chi bolehin, namanya juga baru belajar puasa. Setelah makan sepotong kecil coklat dan minum segelas air, dia mau lanjutin puasa.

Pukul  13.00 wib, Nai bener-bener laper. Chi kasih izin dia makan sepiring nasi plus lauk-pauk. Setelah makan sepiring, Nai lanjutin lagi puasanya sampai maghrib.

Menurut Chi, kemungkinan juga ada 2 penyebab kenapa Nai belum mampu puasa penuh di hari pertama, yaitu:


  1. Nai masih belum sanggup puasa penuh tahun ini. Tapi, setidaknya kali ini dia berhasil ikut sahur tanpa susah dibangunin dna makan dengan lahap.
  2. Nai tergoda terus sama sepupu Chi yang masih kelas 1 SD. Sepupu Chi ini sebetulnya juga disuruh puasa full sama ibunya, tapi ternyata belum kuat. Masih menangis. Trus, akhirnya di bolehin makan, Dan, setiap makan, dia ngajak Nai. Ya, mungkin Nai tergoda, mana udara Bandung kan dingin hihi

 

    Hari kedua puasa


    Hari kedua udah kami jalani di rumah. Alhamdulillah, Nai masih gak susah dibangunin sahur dan masih lahap makannya. Hari kedua ini pun sukses dia berpuasa 1 hari penuh. Gak ada rewel apalagi menangis, paling cuma nanya, "Sekarang jam berapa, Bun? Buka puasa berapa jam lagi?" Dan, dia bertanya hampir setiap 5-10 menit! Hehehe

    Bagaimana dengan Keke? Harusnya, sih, lebih lancar. Apalagi, ini tahun ketiga dia mulai berpuasa penuh. Tapi, di hari kedua ini, Keke sama sekali gak puasa. Badannya panas tinggi. Turun naik terus suhu badannya seharian ini.

    Awalnya, ketika Keke bilang gak enak badan, Chi pikir dia cuma pengen cari perhatian. Apalagi saat itu badannya belum panas. Kenapa Chi sempet menganggap dia cari perhatian, karena pas hari pertama puasa, Keke beberapa kali sempet protes ke Chi.

    Keke protes karena melihat adiknya disuapin saat sahur, sementara dia enggak. Chi berkali-kali jelasin kalau Nai kan lagi belajar berpuasa. Dulu, Keke pun selalu disuapin ketika sahur. Bahkan sampai puasa tahun kemarin pun, dia masih selalu disuapin saat sahur. Tapi, tahun ini, Chi minta Keke untuk belajar makan sendiri.

    Tapi, Keke masih juga bertanya yang sama seharian itu. Ya, mungkin Keke ngiri, jealous, atau manjanya lagi keluar aja. Dia sampe bilang, gak mau puasa di hari kedua. *beneran lagi keluar manjanya, nih :)

    Makanya, pas pagi-pagi, dia bilang gak enak badan, Chi pikir Keke cuma cari perhatian. Mungkin, masih ngambek karena adikya masih disuapin saat sahur. Eh, gak taunya badan Keke beneran panas tinggi. Sampai malam ini, sih, masih naik turun panasnya.

    Mudah-mudahan, sih, sakitnya cuma karena kecapean aja. Besok atau lusa udah membaik. Semoga cepet sembuh, ya, Nak.

    Untuk Nai, tetep semangat puasanya. Dan, semoga Bunda juga tetep semangat jawab pertanyaan Nai yang selalu sama, "Sekarang jam berapa, Bun?" Hehehe.

    Oiya, salah satu tips yang selalu Chi lakuin ke anak-anak ketika berpuasa. Jangan lupa kasih mereka madu. Fungsinya, gak cuma untuk jaga stamina, sih. Madu juga bikin bibir gak pecah-pecah. Sakit kan kalau bibir udah pecah-pecah. Kalau, anak-anak gak suka madu, paling gak olesin aja ke bibirnya. :)