prudential indonesia, we do good

Jalanin Bareng Prudential Indonesia Melihat Program Wakaf Produktif Dompet Dhuafa - Seperti apa rasanya buah naga? Kalau buat Chi rasanya tuh anyep. Dingin tanpa rasa gitu, deh. Makanya Chi gak begitu suka buah naga. Kalau pun beli, biasanya untuk dibikin smoothie. Itupun tujuannya sekadar supaya warna smoothie jadi cantik kalau pakai buah naga yang merah. Sedangkan untuk rasanya, tetap dari buah lainnya. Biasanya Chi campur dengan nanas atau mangga.

Tetapi, Chi harus mulai meralat rasa buah naga ketika Sabtu lalu (9/3) diajak Prudential mengunjungi kebun buah naga di Desa Cirangkok, Subang, Jawa Barat. Rasa buah naganya manis dan segar. Langsung dimakan begitu aja juga udah enak.


We DO Good Prudential Indonesia


we do good camp ke kebun buah naga

Prudential Indonesia memiliki 4 komitmen baru di tahun 2019 dan salah satunya adalah We DO Good. Di mana komitmen ini merupakan bagian dari program CSR Prudential dengan memberikan berbagai edukasi kepada masyarakat.

Pada tanggal 1 Februari 2019, Prudential Indonesia meluncurkan program wakaf PRU Syariah. Sebelum peluncuran, para blogger juga diundang untuk mendengarkan penjelasan tentang asuransi syariah. Terlebih dalam program Prudential wakaf yang diluncurkan tersebut, para nasabah tidak hanya menerima manfaat asuransi. Tetapi, juga dapat mewakafkan sekian persennya untuk diwakafkan.

[Silakan baca: Mengenal Wakaf Asuransi Syariah]


"Banyak masyarakat yang masih berpikir kalau berwakaf itu membutuhkan uang yang banyak karena bentuknya harus tanah, membangun sekolah, dan lain sebagainya. Padahal berwakaf tidak harus seperti itu. Masyarakat bisa berwakaf melalui manfaat asuransi yang dimiliki," ujar mas Bobby, perwakilan Prudential Indonesia.


Berkunjung ke Kebun Agrowisata Dompet Dhuafa


Nazhir atau pihak yang menerima dana wakaf tentunya harus yang bisa dipercaya. Dompet Dhuafa adalah satu nazhir yang bekerjasama dengan Prudential Indonesia untuk mengelola dana wakaf para nasabahnya.

Dompet Dhuafa memang sejak dulu sudah dikenal sebagai salah satu lembaga yang bisa dipercaya. Tetapi, tentunya kita juga ingin tau seperti apa salah satu wujud dana wakaf yang dikelola dan dikembangkan oleh lembaga ini. Oleh karena itu pada hari Sabtu (9/3), Chi dan beberapa blogger diajak mengunjungi Kebun Agrowisata di desa Cirangkong, Subang, Jawa Barat.

Kami berangkat dari Kota Kasablanka sekitar pukul 7 wib. Perjalanan yang cukup melelahkan karena sekitar pukul12.30 wib, kami baru tiba di lokasi. Salah satu penyebabnya karena pembangunan jalan tol. Menghabiskan waktu 5,5 jam 'aja' waktu tempuhnya 😂



Lamanya waktu tempuh, langsung terbayar ketika kami disajikan makan siang. Hidangan khas sunda yang disajikan di alas daun pisang mengingatkan Chi dengan kebiasaan kalau lagi jalan-jalan bersama keluarga besar. Kami menyebutnya ngebotram.

Makan bersama dengan hidangan yang menggugah selera ini diiringi dengan alunan musik khas sunda. Kami sempat becanda, "pengantinnya mana?" Karena jadi berasa kayak suasana di kawinan juga hahaha!


Smoothie buah naga merah dan putih


Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan berbincang-bincang. Sayangnya pada saat itu cuaca kurang mendukung.Ya, namanya juga lagi musim hujan. Seharusnya bincang-bincang santai ini dilakukan di alam terbuka. Tetapi, baru aja mas Bobby memberikan sedikit sambutan, hujan pun turun. Membuat kami berhamburan dan masuk ke dalam saung tempat kami makan siang. Acara pun dilanjutkan di ruangan ini.

"Wakaf produktif adalah mengelola dana wakaf yang manfaatnya berkelanjutan dan bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Kebun Agrowisata di Subang ini merupakan bentuk konkrit wakaf produktif yang dikelola oleh Dompet Dhuafa," ujar Muhammad Koharudin, Marcomm Spv Dompet Dhuafa

Untuk menjaga agar dana wakaf tetap bisa produktif, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan banyak pihak. Salah satunya adalah dengan Prudential Indonesia. Sependapat dengan apa yang dijelaskan mas Bobby, mas Komar juga menegaskan kalau berwakaf tidak harus menunggu memiliki uang yang sangat banyak dulu.

indonesia berdaya program wakaf produktif dompet dhuafa

Kawasan Agrowisata ini memiliki lahan seluas 10 hektar. Tentunya tidak semua lahan ditanam buah naga. Di sana ada juga kebun nanas, jambu crystal, dan pepaya. Bahkan ada juga peternakan domba. Guesthouse dan beberapa area permainan pun tersedia.

Saat yang paling ditunggu pun tiba yaitu panen buah naga. Yeaaay! Mas Agung Karisma dari Dompet Dhuafa menemani para blogger untuk mengajarkan bagaimana cara memanen buah naga sekaligus menjelaskan tentang kawasan agrowisata tersebut. Tidak sulit memanen buah ini. Hanya sedikit digunting bagian batang yang dekat buahnya.

Perkebunan ini digarap oleh petani sekitar. Area perkebunan buah naga lebih luas daripada nanas. Tetapi, menurut mas Agung kalau buah naga hanya bisa dipanen di bulan tertentu saja. Berbeda dengan nanas yang bisa panen kapan pun. Makanya kalau nanas masa tanamnya bisa diatur supaya gak serentak panen dalam satu waktu.

panen buah naga, asuransi syariah prudential indonesia
kebun buah naga dompet dhuafa

Dengan semangat, Chi memanen buah naga lumayan banyak. Etapi, buah yang Chi panen itu beneran dibawa pulang, lho. Tentu aja harus dibayar dulu, harganya Rp20.000,00 per kg. Chi bertanya kenapa rasanya bisa enak dan manis, tidak seperti kebanyakan buah naga yang cenderung anyep. Menurut mas Agung, rasa buah naganya manis karena menggunakan pupuk organik. Pantas saja rasanya enak.

Tidak hanya buah naga merah, Chi juga membeli 4 buah nanas Subang. Sejak dulu Subang kan udah terkenal dengan nanasnya. Sayangnya Chi lupa beli buah naga putih. Waktu itu buah naga yang Chi petik hanya yang berwarna merah.

Kalau udah lihat bukti konkrit begini, rasanya jadi semakin yakin dan semangat untuk berwakaf. Ini manfaatnya besar banget. Insya Allah akan menjadi amal jariyah bagi kita yang berwakaf. Lahan yang diwakafkan juga produktif dan membantu perekonomian warga sekitar. Masyarakat lain pun bisa menikmati buah naga dan hasil panen lainnya yang tentunya segar dan bergizi.

[Silakan baca: Prudential Indonesia Luncurkan Program Wakaf PRUSyariah]