Cara Memaksimalkan Penghasilan dari Blog dengan Google Ad - Cung! Siapa yang merasa resah saat lihat DA blog turun banget? Pasti resah karena penawaran kerjasama content placement biasanya melihat DA/PA, yakan?

Senang banget saat mendapatkan undangan untuk hadir di acara ProPS x Blogger Perempuan Network Gathering pada hari Sabtu (16/3) di Plaza Kuningan, Jakarta. Acara yang bertema "Earn More from Your Blog with Google Ad Monetization Solution.

Acara ini sangat menarik karena pada waktu bersamaan banyak blogger yang sedang resah, sedih, bahkan jadi pembicaraan di mana-mana gara-gara Domain Autorithy (DA) pada turun. Jadi semacam diingatkan kembali kalau penghasilan dari blog gak hanya berdasarkan patokan DA/PA. Malah di acara justru ini kami dikenalkan bagaimana cara memaksimalkan pendapatan blog dari Google Ad.


Tips Membuat Konten yang Google Friendly


cara membuat konten yang blogger friendly,
Nunik Utami, Professional Blogger dan Content Writer


Oke, sebelum membahas tentang sumber pendapatan blog, tentu kita gak boleh lupa kalau konten seharusnya menjadi hal yang paling utama. Content is The King seharusnya bukan sekadar jadi kalimat tanpa arti.

Menurut mbak Nunik Utami, Professional Blogger dan Content Writer, ketika ada kejadian seperti DA yang turun bersama-sama seharusnya gak usah khawatir. Brand ataupun agensi biasanya akan tau dan menyesuaikan dengan keadaan.

Tetapi, membuat konten yang bagus seharusnya ditanamkan di pikiran. Beberapa brand atau agensi justru tertarik bekerjasama karena konten-konten yang ada blog kita itu bagus.


Tips membuat konten yang bagus adalah menulislah dengan hati dan perhatikan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

Jangan khawatir tulisan menjadi kaku bila menulis menggunakan EBI. Tetap bisa luwes, kok! Asal terus dilatih dan banyak membaca. Terbiasa menulis dengan EBI juga menghindari kita dari membuat kalimat yang ambigu. Malah menurut mbak Nunik kalau konten kita bagus, gak hanya brand yang tertarik. Bisa juga suatu saat nanti akan ada penerbit yang mengajak kita membuat buku.

Ada 4 bagian tentang cara membuat konten yang bagus, yaitu


Tematik

Dalam 1 artikel sebaiknya fokus dengan 1 bahasan. Misalnya jangan membuat tulisan tentang cara membuat paspor anak dan mengurus bagasi yang hilang. Bisa saja 2 kejadian itu memang dalam satu rangkaian perjalanan. Tetapi, ketika dituangkan dalam bentuk tulisan, sebaiknya dipisah saja menjadi 2 artikel.


Informatif

Suka baca tulisan curhat? Tulisan yang murni curhat, ya. Kalau seperti itu, apa yang akan didapat dari tulisan tersebut? Gak ada. Sebaiknya tetap ada informasi yang akan disampaikan meskipun dari tulisan curhat.

Pembaca juga bisa membaca karakter penulis. Bila kita terbiasa menulis curhat doang, lama-lama akan jadi ciri khas. Begitu kita menulis sesuatu yang informatif, belum tentu pesannya sampai. Udah terlanjur dianggap paling kita cuma bisa curhat.


Kronologis

Artikel yang kronologis biasanya lebih enak dibaca. Jadi usahakan menceritakan sesuatu secara detil dari awal hingga akhir, ya.


Solusi

Ada beberapa pembaca yang membaca artikel kita karena memang butuh solusi. Nah, kalau balik lagi ke tulisan curhat, tentunya pembaca gak akan dapat apapun kecuali si penulis menulis solusi dari curhatannya. Pastinya bakal bikin pembaca senang dan akan kembali membaca artikel kita yang lain.

Paragraf pertama itu kunci! Menurut mbak Nunik, paragraf pertama triknya harus informatif sekaligus membuat pembaca penasaran dan akan lanjut membaca hingga tuntas.

Setelah terbiasa membuat konten yang baik, tentu harus dibuat Google Friendly tulisannya. Semakin tulisan kita berada di peringkat atas, tentu semakin banyak yang membaca. Mbak Nunik memberikan 3 tips bagaimana caranya konten yang dibuat itu Google Friendly


Trend

Konten berdasarkan trend terbagi 2 yaitu sesaat dan sepanjang masa. Tulisan parenting biasanya banyak yang trendnya sepanjang masa. Konten yang sesaat juga boleh. Tetapi, usahakan jangan yang sampai mengundang pro dan kontra, deh.


Judul yang Tepat

Pembaca akan membaca tulisan kita bila dari judulnya sudah menarik. Apalagi diperkuat dengan paragraf pertama yang mampu menggiring pembaca ke paragraf-paragraf selanjutnya,


Teknik Dasar SEO

Pusing sama SEO? Menurut mbak Nunik, tidak perlu menjadi pakar SEO. Tetapi, paling tidak kita paham dasarnya. Cara sederhananya bisa cari keyword dengan search di Google. Meta description, backlink, dan subheading juga harus diperhatikan. Tetap ya konten itu harus diutamakan.

Masukkan keyword di judul dan link. Usahakan juga di paragraf pertama ada keyword. Google mengenal tulisan sejak paragraf pertama, makanya diusahakan ada keyword. Sedikit dan banyaknya keyword disesuaikan dengan jumlah kata dalam satu artikel. Semakin banyak kata dalam artikel, maka keyword yang disisipkan juga semakin banyak. Penempatan keyword disebar ke beberapa paragraf. Tetapi, kadang-kadang, membuat konten yang bagus dan SEO itu 'berantem'. Contohnya, kata 'disekolah' ternyata lebih banyak dicari daripada ' di sekolah'.


Maksimalkan Monetisasi Iklan Melalui Google Ad


Ilona Juwita, CEO ProPS - Google Channel Partner


"ProPS adalah Google channel partner yang akan bekerjasama dengan publisher, blogger, media atau siapapun untuk membantu memonetisasi medianya dalam ranah platform Google terutama melalui iklan," ujar mbak Ilona Juwita, CEO ProPS - Google Channel Partner

Teman-teman ada yang pasang adsense di blog? Sudah menghasilkan atau belum? Kalau ada masalah dengan adsense, saat menghubungi melalui support Google akan cepat direspon atau enggak?

Menurut mbak Ilona, pendapatan Google dari iklan terbagi atas 2 sumber yaitu premium publisher dan long tail. Premium publisher kurang lebih ada 20, termasuk di antaranya adalah Kompas, Detik, hingga Brilio. Sedangkan yang masuk ke dalam kelompok long tail salah satunya adalah blogger. Jumlahnya bisa sampai ratusan ribu.


Sebanyak 80% pendapatan Google dari iklan sumbernya dari kelompok long tail. Sisanya dari premium publisher.

Pendapatan Google dari iklan justru sumber terbanyak berasal dari long tail. Sampai 80%, lho. Tetapi, karena kelompok long tail itu platform kecil-kecil, Google gak mungkin menangani sendiri. Karyawan Google Indonesia yang menangani monetisasi platform hanya berjumlah 2 orang. Itupun semuanya mengurus premium publisher. Oleh karena itu penting adanya Google Channel Partner yang akan membantu platform long tail.

Salah satu masalah yang biasanya ditemui oleh blogger yang pasang adsense di blog adalah billing yang gak kunjung dapat karena belum tercapai. Blogger bisa bekerjasama dengan Google Channel Partner seperti ProPS supaya bisa tetap mendapatkan penghasilan meskipun belum tercapai jumlah minimum.

ProPS tidak hanya membantu platform long tail bisa terjadi masalah saja. Tetapi, juga bisa membantu memonetisasi penghasilan dari blog secara maksimal. Ada 3 masalah utama blogger ketika memonetisasi iklan yaitu


Website Performance

Traffic menjadi PR utama blogger yang akan dimonetisasi. Masalah akan bertambah bila penempatan iklan juga gak tepat. Loading blog yang lama juga berpengaruh terhadap performance. Hati-hati dengan traffic yang datang ke blog kita. Invalid traffic bisa datang dari sumber yang buruk (salah satunya dengan memberi backlink di website yang buruk). Jangan juga sering klik iklan kita di blog sendiri atau saat blogwalking.

Pernah kejadian konten kita discrapping? Konten kita diambil oleh platform lain. Bila platform yang mengambil ini terlalu dominan, akhirnya adsense kita yang bermasalah. Platform yang mengambil konten-konten dari para blogger tujuannya juga supaya dapat penghasilan dari adsense. Parahnya lagi, kalau platform seperti ini kontennya bisa terus ada di page one, malah mereka yang akan dianggap memiliki konten organik. Padahal kita yang susah payah membuat konten organik tersebut.


UI/UX Layout Desain Website

Penempatan iklan harus dipastikan berada di area yang keterlihatan iklan dan potensi kliknya tinggi. Saat ini, netizen lebih banyak yang membaca secara mobile. Sudah tidak ada blog yang desktop trafficnya di atas 20%. Jadi setting blog kita menjadi mobile first view.

Ada yang mengatakan settingan mobile first view akan terlihat jelek bila dibaca di desktop. Menurut mbak Ilona itu memang benar. Tetapi, bila kita berharap traffic banyak datang, maka settingan ini yang harus dipilih. Malah ada blog yang 99% trafficnya berasal dari mobile.


Optimalisasi Platform

Ada 2 cara mengoptimalisasi pendapatan melalui iklan yaitu

  1. Adsense, "Pay per Click" di mana advertiser membayar atas setiap klik iklan
  2. Ad Exchange, "Pay per Impression" di mana advertiser membayar atas setiap iklan yang terlihat

Sepintas memang terlihat lebih enak pakai Ad Exchange. Tetapi, persyaratannya jauh lebih rumit bila teman-teman ingin mendapatkan akun Ad Exchange sendiri yaitu

  1. Minimal 20M pageview per bulan
  2. Mendapatkan penghasilan dari Adsense $250 per hari
  3. Google akan memastikan kalau kita mengerti mengelola Adsense

Pusing gak lihat persyaratannya? Hehehehe. Hanya premium publisher yang bisa melakukannya. Kalaupun blogger ingin mendapatkan yang seperti ini butuh partner seperti ProPS. Tetapi, implementasinya memang tetap gak mudah.

Mulailah membuat konten yang berkualitas untuk mendatangkan traffic. Kalau mau penghasilannya besar, buat konten yang bisa mendatangkan global audience. Terutama untuk kontem perempuan peluangnya besar, lho. Konten-konten dunia perempuan biasanya harganya lebih mahal.


Amerika, Inggris, Canada, dan Australia adalah negara-negara yang paling berpotensi mendapatkan CPM besar. Tetapi, kita tidak harus menggunakan bahasa Inggris saat membuat konten global. Silakan saja bila ingin membuat konten berbahasa spanyol, mandarin, arab, atau lainnya. Asalkan pastikan dulu target audience blog kita untuk negara mana.

CPM di luar negeri harganya bisa jauh lebih besar. Sebagai contoh, untuk bahasa Arab bisa sampai $25 per CPM. Sedangkan CPM di Indonesia hanya 20 sen. Salah satu penyebabnya karena di Indonesia sudah over supply

Bagaimana bila kita tidak bisa bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Bisa menyewa transleter. Kalau melihat penghasilan para blogger yang berhasil karena Google Ad meskipun gak bisa bahasa asing, kayaknya memang gak ragu menyewa jasa transleter.

Menurut mbak Ilona, mendalami monetisasi iklan melalui Google Ad memang bisa berhari-hari. Jadi pada acara gathering hari itu hanya mengenalkan secara garis besar saja. Mbak Ilona juga menceritakan tentang salah satu blog yang sukses dimonetisasi iklannya melalui ProPS di akhir sesi.


Memang banyak pintu untuk meraih rezeki dari blog. Mendapatkan job review juga salah satu sumber penghasilan. Tetapi, kan belum tentu setiap bulan dapat. Kalau mau penghasilan yang stabil, monetisasi melalui iklan di Google bisa menjadi jawabannya. Tentunya dengan syarat harus paham cara mengelolanya. ProPS Google Channel Partner akan bersedia memberikan bantuan bagi kita yang termasuk kelompok long tail ini.

Jadi setelah ini gak usah galau lagi sama DA/PA, ya. Sumber penghasilan blog ada bermacam-macam. Salah satunya melalui Google Ad. Teman-teman tertarik? Silakan hubungin ProPS di props.id atau IG @props_indonesia