"Keke udah mimpi basah belum?"
Sejujurnya, Chi kurang suka kalau ada yang bertanya seperti ini. Bukan karena Chi gak suka ditanya, tetapi kurang suka melihat ekpresi yang bertanya. Suka kayak yang pada mesem-mesem gimana gitu. Kayak yang salah tingkah, ya pokoknya gitu, lah. Padahal seharusnya bertanya tentang mimpi basah kan sama aja kayak pertanyaan, "Apakah Nai sudah haid?"

Ketika Anak Laki-Laki Mulai Mimpi Basah


Kalau kayak gitu kesannya kayak mimpi basah mengarah ke pornografi atau bagaimana gitu. Makanya Chi suka langsung jawab, "Belum." Singkat dan padat sambil berusaha menghindar. Tetapi, ada juga yang malah makin kepo dengan memberikan pertanyaan lanjutan.

Udah mulai dikasih tau tentang mimpi basah? Udah diajarin bagaimana membersihkan diri? Atau malah ada yang gak percaya jawaban Chi karena melihat fisik Keke yang kelihatannya sudah puber. Terserah aja, lah. *Kadang-kadang Chi suka kesel kalau yang nanya pakai ekspresi mesem-mesem

[Silakan baca: Keke Mulai Puber? Yuk! Kenali Tanda-Tanda Pubertas Pada Anak Laki-Laki]

Keke Mulai Mimpi Basah


Keke: "Bundaaaa ..."
Bunda: "Apa?"
Keke: "Keke kan lagi tidur, trus tau-tau kebangun karena kirain ngompol. Keke langsung pegang kasur, tapi spreinya kering. Kenapa, Bun?"

Wajah Keke terlihat antara baru bangun, bingung, dan malu. Ya iyalah kalau sampai beneran ngompol kan mungkin dia merasa malu karena sudah besar. Chi diam sebentar. Kemudian tercium bau yang khas.

Bunda: "Oh, tadi Keke mimpi basah. Tau kan mimpi basah?"
Keke: "Iya, tau."
Bunda: "Tau bagaimana cara membersihkannya?"
Keke: "Tau."
Bunda: "Ya udah sana bebersih dulu. Kalau bingung, googling dulu, ya."
Keke: "Iya, Bun."

[Silakan baca: Masa Puber Bikin Baper]

Mimpi Basah dan Sex Education


Anak-anak tentu tidak pernah merencanakan terjadinya mimpi basah. Mimpi basah datang begitu saja, tanpa mampu mereka tolak. Pengalaman mimpi basah bagi seorang anak merupakan sensasi yang menakjubkan, perasaan pun campur aduk, mengalami kebingungan untuk menyikapinya, dan menjadi kenangan terindah yang mendalam dan tak terlupakan karena telah masuk ke dalam long term memory (ingatan jangka panjang).

Sumber: Republika

Chi sependapat dengan salah satu tulisan di Republika. Memang sudah seharusnya mimpi basah menjadi bagian dari pendidikan seksualitas untuk anak. Seperti yang diulas di portal online tersebut dan juga di beberapa artikel lain yang Chi baca, mimpi basah memang mendatangkan kenikmatan.

Namanya juga kenikmatan, biasanya ingin diulangi lagi. Bagi anak yang tidak mendapatkan pemahaman benar tentang mimpi basah dari orang tua, guru, atau orang yang tepat, maka anak akan mencari tau sendiri. Salah-salah malah mencari tau di berbagai situs pornografi atau bahkan melakukan seks bebas. *Naudzubillah min dzalik.

Anak harus diberi pemahaman tentang bagaimana menyikapi mimpi basah yang benar. Sebagai muslim tentu saja ada syariat yang harus dilakukan.

Tips Menghadapi Anak yang Mengalami Mimpi Basah untuk Pertama Kali


Mimpi basah pada laki-laki tidak berbeda dengan haid pada wanita yaitu sebuah proses alami yang normal terhadap perubahan hormon. Mimpi basah mungkin saja terjadi tanpa rangsangan tertentu. Proses keluarnya sperma terjadi pada saat laki-laki sedang tidur. Mimpi basah bagi anak laki-laki juga menjadi pertanda sudah memasuki masa pubertas

1. Bersikap Tenang

Ketika Chi tanya ke Keke saat dia sedang kebingungan bahkan malah menyuruh googling kalau belum tau, bukan berarti Chi terlalu tenang sampai bersikap secuek itu. Keke pertama kali mimpi basah itu beberapa bulan lalu. Tepatnya saat Ramadan. Saat itu, Chi lagi masak makanan buat persiapan berbuka puasa. Kalau kemudian Chi ngeladenin Keke dulu, bisa-bisa masakannya gosong dan kami gak punya makanan buat berbuka puasa *anaknya gak bisa multitasking ๐Ÿ˜‚

Setelah urusan memasak selesai, Keke pun sudah bebersih, baru deh Chi ajak ngobrol. Nah di sini yang Chi maksud untuk bersikap tenang. Dari beberapa sumber yang Chi baca tentang pengertian mimpi basah, semua mengatakan kalau hal itu proses yang wajar banget, kok. Makanya Chi suka gak ngerti kalau orang suka bertanya tentang mimpi basah, tetapi udah kayak salah tingkah sendiri.

Kalau udah tau apa itu mimpi basah, bersikaplah tenang. Gak ada yang salah saat anak mimpi basah. Gak usah nuduh-nuduh atau curiga ke anak. Jangan-jangan abis ngapain sampai mimpi basah. Kasihan nanti anaknya. Dia aja masih bingung dengan apa yang dialami, eh malah disalahin ma orang tua.

[Silakan baca: Jumpalitan dan Tips Menghadapi Anak Puber]

2. Berdiskusi dengan Baik

Chi seneng banget dan bersyukur ketika Keke menceritakan kebingungannya. Itu artinya dia merasa nyaman untuk curhat dengan bundanya bukan dengan orang lain. Bukan berarti Chi mengeneralisir kalau orang lain pasti akan menyesatkan, lho. Tetapi, kalau Keke sampai curhat ke orang lain dulu kan mungkin aja Chi jadi gak bisa mengontrol. Bersyukur kalau orang lainnya baik dengan memberikan penjelasan yang tepat. Kalau malah meledek atau memberi tau yang salah bagaimana?

Kami melakukan diskusi tentang hal ini. Tidak sekadar membahas tentang apa itu mimpi basah dan bagaimana cara membersihkannya. Tetapi, juga berdiskusi tentang masa puber, seperti apa harus bersikap terutama dengan lawan jenis, bagaimana pandangan islam tentang mimpi basah, dan lain sebagainya.

Apakah K'Aie juga suka berdiskusi dengan anak-anak termasuk masalah ini?

[Silakan baca: Peranan Orangtua dalam Pendidikan Seksualitas Anak pada Usia Baligh dan Remaja bersama Ibu Elly Risman]

Kami cukup sering berdiskusi dengan anak-anak dalam hal apapun. Tetapi, kami juga gak mengkotak-kotakkan. Misalnya, tentang mimpi basah ini gak harus jadi ranah K'Aie yang menjelaskan. Frekuensi bertemu dengan anak-anak lebih sering dibandingkan K'Aie. Kemungkinan besar, Chi yang akan jadi tempat anak-anak untuk bertanya. Sayang banget kalau kemudian Keke curhat ke Chi trus dijawab, "Tunggu Ayah pulang aja, deh! Bunda gak ngerti masalah kayak gitu."

Ya memang pastinya Chi gak tau secara mendalam tentang mimpi basah. Tetapi, setidaknya bisa berdiskusi semampu mungkin Bikin Keke tetap merasa nyaman saat curhat ke bundanya.

3. Mencari Info Sebanyak Mungkin

Nai sampai saat ini belum mendapatkan haid. Tetapi, Chi sudah mulai sounding tentang haid sejak dia SD. Pastinya Chi lebih lancar menjelaskan tentang haid daripada mimpi basah. Alasannya tentu aja karena Chi mengalami.

[Silakan baca: Haid Pertama]

Sedangkan untuk mimpi basah Chi harus banyak mencari tau dari berbagai sumber. Diskusi dengan K'Aie juga pastinya dilakukan. Jadi ketika suatu saat ketika Keke mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya dan dia curhat ke bundanya, Chi udah gak kebingungan.

Nah kurang lebih 3 tips itu deh yang Chi. Mungkin teman-teman lain ada yang mau menambahkan? Silakan ๐Ÿ˜Š