Waktu cepat berlalu. Rasanya, belum lama Keke masih bergigi roges. Sekarang, malah udah puber. :)


Kenali tanda-tanda puber pada anak laki-laki. Keke mulai puber? Ahh... tidak!

Beberapa waktu terakhir ini, Chi dan K'Aie seperti mencoba menyangkal kenyataan kalau kemungkinan Keke mulai puber. Mendengar kata puber, terkesan untuk remaja. Sementara buat kami, Keke masih anak-anak. Masih jauh dari kata puber.

Sebetulnya, tanda-tanda adanya perubahan dalam diri Keke mulai terlihat sejak liburan tengah semester lalu. Tapi, kami belum terpikir ke arah sana. Padahal beberapa orang mulai merasa kalau suara Keke sudah mulai pecah. Kami tetap aja berpikir kalau suaranya yang pecah itu karena sedang batuk, bukan karena puber.

Kemudian, beberapa minggu lalu, wali kelas nge-whatssap Chi. Katanya, ada yang mau dibicarain tentang perubahan yang terjadi sama Keke akhir-akhir ini. Menurut wali kelasnya, sikap Keke agak berubah. Menjadi sedikit pendiam dari biasanya. Nilai-nilai pelajarannya pun agak menurun. Wali kelas menduga kemungkinan Keke mulai memasuki masa puber.

Chi bilang kalau kemungkinan itu ada. Tapi, Chi juga bilang kalau mungkin aja Keke lagi sakit. Udah lumayan lama Keke terkena batuk yang membuatnya kurang beristirahat. Bisa jadi sikapnya yang menjadi sedikit pendiam, agak uring-uringan, nilai pelajarannya menurun, dan lain sebagainya karena kurang beristirahat gara-gara sakit.

Walopun begitu, Chi juga udah mulai gak bisa menampik kalau memang ada kemungkinan Keke masuk masa puber. Apalagi yang bicara adalah wali kelas. Tentunya, sebagai guru sudah punya pengalaman bagaimana mengetahui tanda-tanda anak puber.

Chi pun mulai mencari tau banyak informasi mengenai masa puber khususnya bagi anak laki-laki. Dan, beberapa tanda memang sudah ada pada Keke. Berikut tanda-tandanya ...


Usia normal pubertas pada anak laki-laki adalah 10-14 tahun

Mendekati usia yang ke-11 tahun, tanda-tanda pubertas mulai terlihat pada Keke. Berarti masih masuk rentang normal. Menurut beberapa info, kalau terjadi pubertas dini atau terlambat pubertas, perlu dikonsultasikan ke dokter untuk mencari tau penyebabnya. Alhamdulillah, Keke masih masuk batas normal.

1 minggu lalu pun Chi datang ke acara parenting. Setelah selesai acara, menyempatkan diri untuk ngobrol dengan narsum yang berprofesi sebagai psikolog. Yup! Memang benar kalau usia tersebut sudah masuk masa puber.


Muncul jerawat

Beberapa jerawat kecil mulai tumbuh di wajah Keke. Awalnya, ayahnya mengira Keke kurang menjaga kebersihan. Keke selalu menyangkal. Menurutnya, dia masih seperti biasa menjaga kebersihan wajah dan badannya. Perubahan hormonlah yang menjadi penyebab timbulnya jerawat.


Perubahan bentuk tubuh

Bunda: "Ke, perasaan dulu Randy (bukan nama sebenarnya) lebih tinggi dari kamu? Kok, sekarang Keke sedikit lebih tinggi dari dia kelihatannya."

Keke cuma nyengir sambil mengangkat bahu.

Ternyata, ketika masa puber, pertumbuhan anak berlangsung dengan pesat. Jadi, jangan heran kalau bajunya cepat pendek, sepatunya cepat sempit, dan lain-lain. Perut buncit khas anak-anak pun mulai menghilang. Badan menjadi lebih ramping, dada mulai membidang.

Itu yang terjadi pada Keke sekarang. Banyak juga yang bilang kalau Keke sekarang terlihat kurus. Pertumbuhan badannya pun lumayan melesat cepat. Tinggi badannya sedikit lagi sama 'ma Chi. Dia mulai sering bilang kalau baju-bajunya mulai kependekan, sepatunya mulai sempit. Padahal, baru beberapa bulan lalu dia beli itu sepatu.


Bau tubuh

Udah mulai menghilang, bau tubuh khas anak-anak. Sedikit-sedikit bau tubuhnya menjadi bau tubuh orang dewasa. Kami selalu mewanti-wanti Keke untuk lebih menjaga kebersihan badan. Kalau perlu pakai roll on atau spray. Tapi, dia masih gak mau pakai roll on atau spray. Gak apa-apa juga, sih. Bau tubuhnya juga belum mengganggu.


Suara pecah

Suara Keke juga mulai pecah. Awalnya, kami berpikir kalau Keke lagi batuk. Tapi, kalau melihat tanda-tandanya sekarang, bisa jadi suaranya itu memang karena sudah puber.


Mulai tumbuh rambut di beberapa area tertentu

Proses ini bertahap sampai akhir masa puber. Chi perhatiin di kaki Keke sudah mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Kulit kaki anak-anak yang mulus sudah mulai menghilang.


Perubahan alat vital

Tidak hanya penampilan fisik yang nampak, alat vital anak sedang puber pun mulai mengalami perubahan


Mimpi basah

Menurut beberapa info, mimpi basah terjadi di akhir masa puber. Ada juga yang bilang, 2 tahun setelah memasuki masa puber. Karena baru memasuki masa puber, Keke belum mengalami yang namanya mimpi basah. Jadi, Chi belum bisa cerita banyak tentang hal ini.


Emosi yang mudah berubah

Perubahan hormon pada masa puber tidak hanya menyebabkan perubahan fisik tapi juga perubahan emosi. Kadang, anak yang sedang masuk masa puber, emosinya agak gak jelas. Tiba-tiba meledak, tiba-tiba tenang. Keke pun pernah begitu. Karena waktu itu Chi belum nyadar kalau Keke sudah masuk masa puber, Chi pernah terkaget-kaget bahkan balik menjadi marah melihat sikap Keke.

Setiap anak akan memasuki masa puber. Tapi, setiap momen yang dilewati rasanya selalu bikin Chi sedikit mellow. Melahirkan, menyapih, bisa sepeda roda dua, masuk SD, puber, dan lain-lain. Selalu ada rasa sedih dan terharu. Ada juga rasa, kenapa waktu begitu cepat. Rasanya masih pengen menganggap mereka itu bayi yang ditimang-timang. Ugh, sediihh *apa cuma Chi yang gampang sedih kayak gini, ya?*

Tapi, tetep aja harus dilewati dan dihadapi. Masa' harus disangkal? :) Persiapan memang penting. Postingan berikutnya, Chi akan coba menulis cara menghadapi anak puber. Walopun semua anak, akan mengalami masa puber bukan berarti sebagai orang tua bisa menganggap kalau semua proses tersebut bisa dijalani secara alami tanpa perlu pendampingan, lho. Bisa terjadi efek yang gak diinginkan kalau kita terlalu membiarkan. Kapan-kapan, Chi ceritain, ya :)