Tips Belajar Asik dan Menyenangkan bagi Anak - Keke Naima

Entri yang Diunggulkan

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas Jika teman-teman membeli smartphone, sebaiknya jangan sekadar untuk...

Sabtu, 17 November 2018

Tips Belajar Asik dan Menyenangkan bagi Anak

tips belajar asik

Tips Belajar Asik dan Menyenangkan bagi Anak


Chi dan K’Aie termasuk orang tua yang menganggap pendidikan karakter dan akademik itu sama pentingnya. Bagi kami, keduanya sangat penting dan tidak ingin meninggikan satu di atas yang lain. Salah satu alasan kenapa pendidik akademik juga penting adalah ketika mereka mencari kerja. Ya, memiliki attitude yang baik tentu sangat penting. Kesan pertama bisa sangat menentukan apakah kita lanjut ke tahap berikutnya atau tidak. Tetapi, tentunya perusahaan juga akan melihat prestasi akademik kita, kan?

Mementingkan pendidikan akademik bukan berarti kami mengharuskan anak-anak selalu mendapatkan nilai bagus apalagi sempurna. Keke dan Nai pernah juga kok beberapa kali harus remedial karena nilai ulangannya di bawa KKM. Kami juga sadar kalau setiap anak memiliki keunikan dan bakat masing-masing. Rasanya sulit bagi mereka untuk bisa menguasai semua mata pelajaran di sekolah dengan nilai sempurna. Ada anak yang suka dengan mata pelajaran sosial, eksak, olah raga, atau seni. Jangankan anak-anak, kita juga semasa masih sekolah juga begitu, kan?

Lalu di manakah kami memposisikan kalau pendidikan akademik itu adalah sesuatu yang penting? Bagi kami, penting bagi mereka untuk berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan. Jangan mentang-mentang mereka gak suka pelajaran tertentu, trus dicuekin aja mata pelajaran tersebut. Kami gak marah ke anak-anak kalau mereka mendapatkan nilai jelek selama kami tahu kalau mereka sudah berusaha.

Belajar Itu Harus Menyenangkan


belajar menyenangkan

Mata pelajaran zaman sekarang memang berat. Udah bukan rahasia lagi ya kalau pelajaran zaman orang tua masih SMP, sekarang udah dipelajari oleh anak SD. Tapi, bukan berarti gak bisa, kok.

Dunia anak adalah dunia bermain. Sepadat apapun pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah, jangan sampai menghilangkan hak mereka untuk bermain. Malah lebih bagus lagi kalau selalu belajar sambil bermain.

Belajar sambil bermain beda ya dengan belajar main-main. Belajar sambil bermain itu kami memberikan pelajaran kepada anak-anak, tetapi dengan cara bermain. Kalau sambil bermain, mereka akan senang. Dan pengalaman kami, ketika anak-anak merasa senang, pelajaran juga lebih mudah ditangkap.

Kenali Metode Belajar Anak


tips belajar bagi anak

Secara garis besar ada 3 macam metode belajar yaitu,

1. Metode Belajar Auditori

Anak dengan gaya belajar auditori mudah menangkap sesuatu melalui pedengaran. Apa yang didengar, maka itu yang ditangkap.

2. Metode Belajar Visual

Anak dengan gaya belajar seperti ini akan lebih cepat menangkap pelajaran melalui gambar.

3. Metode belajar Kinestetik

Anak yang dengan gaya belajar kinestetik biasanya aktif bergerak. Anak akan lebih ceoat mengerti bila ada prakteknya.

Bagimana cara mengetahui gaya belajar anak? Kalau mau cepat, teman-teman bisa konsultasi ke psikolog. Nanti akan ada tes untuk anak. Belum lama iniKeke pernah mengikuti psikotest di sekolah. Hasilnya gaya belajar dia adalah auditori.

Tetapi, jauh sebelum ikutan tes, Chi udah tau kalau gaya belajar Keke memang auditori. Chi observasi sendiri gaya belajar Keke dan Nai. Memang membutuhkan waktu yang lama. Bahkan bertahun-tahun sejak mereka bayi. Hasilnya menurut Chi, Keke memiliki gaya belajar auditori sedangkan Nai gaya belajarnya visual. Setiap anak bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar. Tetapi, biasanya aka nada satu gaya belajar yang lebih dominan.

Kakak beradik kandung pun memang bisa berbeda-beda gaya belajarnya. Makanya kebayang kan ya bagaimana luar biasanya seorang guru yang harus mengajar sekian banyak murid dengan gaya belajar yang berbeda. Makanya Chi gak mau lepas tangan begitu aja. Di rumah diusahakan belajar lagi, sesuai kebutuhan.

Kalau sama Keke, Chi lebih banyak berdiskusi. Bahkan kadang-kadang Chi membacakan buku pelajaran atau kumpulan soal ke Keke. Nanti Keke tinggal jawab. Karena sekarang udah besar, Chi udah gak pernah bacain buku lagi. Nah, kadang-kadang Keke belajar sambil bersuara.

Nai lain lagi. Dengan dia harus banyak memvisualkan. Bisa dnegan coret-coretan di kertas seperti membuat mind mapping atau gambar lainnya. Hingga menonton tv dengan tayangan edukasi.

Belajar Sambil Menonton TV? Boleh atau Tidak?


belajar menyenangkan untuk anak

Mungkin dulu ada anggapan kalau pada saat belajar, anak harus duduk manis dan membaca buku pelajaran. Televisi seharusnya dimatikan supaya konsentrasi anak tidak pecah saat belajar. Kalau sekarang, hal ini bisa jadi kurang tepat.

Chi masih ingat banget saat Nai pernah kesulitan menghapalkan nama-nama malaikat dan tugasnya saat dia masih SD. Kalau gak salah waktu itu kelas 1 SD. Setelah Chi kasih lihat film kartun religi di mana karakter anak di kartun itu sedang menghapal nama malaikat dan tugasnya, dalam waktu singkat pun Nai langsung hapal. Dia memang lebih mudah menghapal sesuatu kalau belajarnya secara visual.

Wali kelas Nai saat dia masih duduk di kelas 4 pun pernah bilang kalau Nai lebih cepat menangkap pelajaran bila gurunya menggambar di papan tulis. Tetapi, bila hanya berbicara di depan kelas, proses mengertinya akan lebih lama.

Ya kurang lebih seperti itulah cara belajar anak dengan gaya belajar visual. Sekarang, Nai hobinya memasak. Dia lebih suka belajar lewat YouTube baru dipraktekkan.

Bukan berarti anak dengan gaya belajar lain gak cocok melalui media televisi. Keke senang banget nonton. Ketika sedang menonton kan telinganya juga bekerja. Begitu juga dengan tipe kinestetik. Sekarang, semakin banyak tayangan edukasi yang mengajak anak tidak hanya duduk diam sambil menonton. Tetapi, juga aktif bergerak.

MNC Vision Ikut Memperingati Hari Anak Sedunia Dengan Terus Menghadirkan Tayangan Anak yang Menghibur dan Edukatif


cara belajar yang menyenangkan bagi anak

Masih tentang tayangan televisi. Chi punya adik kandung yang masih tinggal d New York, USA, selama hampir 15 tahun. Beberapa bulan sebelum dia tinggal di US, setiap hari kerjaannya menonton berbagai film Hollywood untuk belajar bahasa Inggris. Sebetulnya, adik Chi ini udah fasih berbahasa Inggris. Tetapi, tujuannya menonton film setiap hari adalah untuk mempelajari aksen.

Terbukti berguna banget, kok. Baru beberapa bulan bekerja, atasan sudah memujinya dan mengatakan kalau dari aksen bicara, adik Chi udah seperti seseorang yang sudah bertahun-tahun tinggal di US. Gak kelihatan seperti seseorang yang baru aja tinggal di US. Dan ternyata bagi atasannya ini aksen juga bisa berpengaruh saat berhubungan dengan pelanggan.

Akan lebih kebayang gak manfaatnya kalau kita sudah mempelajari bahasa sejak kecil? Apalagi zaman sekarang sepertinya kemampuan berbahasa asing tidak hanya harus bisa bahasa Inggris. Akan lebih bagus lagi kalau bisa menguasai minimal 2 bahasa asing. Katanya sih, sebaiknya menguasai bahasa Mandarin juga. Diprediksikan di masa depan, bahasa Mandarin akan banyak digunakan di manapun.

Coba deh lihat MNC Vision. Ada banyak pilihan channel bimbingan belajar yaitu:

  1. Baby TV. Channel untuk bermain dan belajar bagi anak usia 0-3 tahun
  2. Cheebies. Ini juga channel untuk anak usia 0-3 tahun tentang mengasah kreativitas
  3. Miao Mi. Channel untuk belajar bahasa Mandarin sejak dini
  4. Besmart. Channel bimbingan belajar pertama di Indonesia khusus untuk anak SD dengan materi pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum standar nasional.

Menarik banget kan berbagai tayangan edukatif di MNC Vision ini? Tidak hanya itu, anak-anak juga bisa menonton berbagai tayangan menarik lainnya yang berisikan informasi tentang teknologi, flora dan fauna, dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya di BBC Earth, Animal Planet, Discovery, History, National Geographic, dan lain sebagainya. Channel lainnya yang sudah pasti menarik bagi anak seperti Disney, Nickleodeon, dan lain sebagainya tentu akan tetap ada.

Fungsi televisi di zaman sekarang, memang seharusnya sudah tidak lagi bukan sekadar menyajikan hiburan. Televisi juga bisa menjadi media yang menyajikan tayangan yang aman untuk anak.

Oleh karena itu, menyambut Hari Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 November 2018, MNC Vision selaku pionir tv berlangganan di Indonesia terus berkomitmen untuk menyajikan tayangan berkualitas dan fitur terbaik bagi anak. Berbagai tayangan edutainment ini cocok bagi anak dimulai dari usia 0 tahun.

“Orang tua tentunya menginginkan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak-anaknya, salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan itu sendiri tidak hanya didapatkan melalui jalur formal, tetapi juga non-formal seperti lingkungan sekitar serta apa yang dilihat dan dirasakan oleh anak. Untuk itu, kami terus berkomitmen dalam mendukung tumbuh kembang anak dari usia sedini mungkin melalui berbagai tayangan edutainment di MNC Vision. Dengan menyaksikan tayangan yang berkualitas di MNC Vision tentunya kecerdasan dan kreativitas anak dapat terasah,” kata Sandy Maheswara, Division Head of Marketing, MNC Vision.

Dengan fitur parental lock, orang tua juga tetap bisa mengawasi serta mengontrol tayangan apa saja yang bisa ditonton oleh anak. Sehingga orang tua tidak lagi khawatir kalau tayangan televisi akan berdampak buruk bagi anak. Malah tayangan televisi, khususnya berbagai channel anak di MNC Vision, akan turut membantu tumbuh kembang anak melalui pendidikan. Tentunya akan semakin baik lagi bila saat menonton juga anak-anak tetap ditemani.

97 komentar:

  1. Tiap anak punya caranya sendiri untuk belajar memang ya Mbak. Aku dulu waktu sekolah juga belajarnya sambil nonton TV, hihihi tapi nyatanya ya masuk aja tuh pelajarannya.

    BalasHapus
  2. Waktu masih kecil saya malah belajar bahasa inggris dari TV mba, nonton film barat, saya dengarin kata2nya, terus saya ingat2 dan catat 😄
    Tapi ada baiknya kita sebagai orangtua mendampingi saat anak sedang menonton siaran apapun di TV, termasuk film kesukaannya.

    BalasHapus
  3. Duh sayang banget di kampung saya mnctv tidak tertangkap. Padahal pakai parabola juga. Maklum pelosok. Sinyal saja mati idup.

    Pengen juga belajar banyak biar anak saya meski anak kampung anak gunung tapi karakter ahlak dan akademik gak kalah sama anak kota, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. MNC kan hanya salah satu fasilitas, Mbak. Sebagai anak kota, tentu aja kami diuntungkan dengan lebih banyak pilihan. Tetapi, bukan berarti anak kampung akan selalu kalah dengan anak kota dalam hal pendidikan karakter dan akademik. Banyak juga kan kisah sukses seorang manusia yang tadinya seorang anak kampung. Selalu semangat, ya :)

      Hapus
  4. Gaya belajar seseorang memang punya kecenderungan ke salah satu dari tiga jenis gaya belajar tersebut, dan tentu belajar akan lebih optimal bila prosesnya dengan memperhatikan gaya belajar yang dimiliki oleh si anak. Semangat terus belajarnya ya Keke dan Naima....

    BalasHapus
  5. Iya sih, orang tua jaman dulu kalo uda nyuruh anaknya belajar, pasti TV dimatikan wkwkwk... Beda sama orang tua zaman now yg uda bisa memfilter tayangan TV di rumah macam yg disediakan MNC ini

    BalasHapus
  6. Mba Myra... selalu suka banget berkunjung ke sini, tulisannya keren-keren.
    Bermanfaat banget buat saya yang anaknya juga udah sekolah dan butuh banyak ilmu buat mendidik dan menghadapinya.

    Saya juga sedang belajar mengatakan ke diri sendiri, bahwa metode belajar itu sudah berkembang, secara waktu kecil saya belajar dengan khidmat alias duduk manis gitu, agak shock aja kalau anak saya belajar sambil atraksi hahaha.

    Tapi Alhamdulillah nilainya juga lumayan :)

    BalasHapus
  7. Anak pertama auditori, yang kedua visual. Nggak bisa disamakan. Saya beri kesempatan dan mendorong mereka untuk memaksimalkan semua potensi.

    BalasHapus
  8. Kita sama di sini, Mbak:

    Jangan mentang-mentang mereka gak suka pelajaran tertentu, trus dicuekin aja mata pelajaran tersebut. Kami gak marah ke anak-anak kalau mereka mendapatkan nilai jelek selama kami tahu kalau mereka sudah berusaha.

    Anak-anak tahu saya tidak marah kalau mereka tidak yang nomor 1 dalam urusan akademik tapi saya akan marah kalau mereka tidak sungguh2 belajarnya

    BalasHapus
  9. Chi dan Ka'Aie pasangan serasi dan dampak dlm mendidik anak dlm memverikan cara belajar yg menyenangkan. Vivu bunda Ayman belajar malah sambil buka hapenya nonton mysik di vidio.

    BalasHapus
  10. Aku dan anak-anakku kayaknya termaauk tipe yang gaya belajar kinestetik deh mbak. Sevara enggak bisa diem gitu. Bersyukur aku nwmu swkolah yang memfasilitasi gaya belajar anakku, ihihi

    BalasHapus
  11. Saya juga masih menerapkan bermain sambil belajar, kalau menonton sepertinya blum bisa anak saya. Buka melarang menonton tapi anak saya tidak terlalu suka acara-acara edukasi hehe

    BalasHapus
  12. Memang penting banget ya mengenali gaya belajar anak, anak-anakku masih balita tapi keliatannya dua-duanya kinestetik, hehehe...program MNC Vision lengkap ya, program anak-ankanya kece jadi pengen pasang

    BalasHapus
  13. Tiap anak punya gaya belajarnya masing2 ya Mbak.
    Harus mulai observasi anak2 juga nih, biar tahu tentang mereka.
    Jaman sekarang emang udah berubah ya Mbak, TV pun udah bisa jadi sarana belajar untuk anak2, dulu TV wajib mati yaah saat jam belajar hihihih

    BalasHapus
  14. Kuno banget ya kak kalau belajar tapi dimatikan hehe itu mah saya banget dulu. Nah anak-anakku ini beda-beda lho cara belajarnya kalau Kezia itu lebih ceoat tangkap melalui metode visual dan kalau si kakak Audiotori.

    BalasHapus
  15. Bener banget ya tiap anak bisa punya lebih dari satu gaya belajar. Anakku yang pertama tipenya visual kinestetik. Taunya dari hasil tes sidik jari ke psikolog. Wkwkwk.. Yang kedua tipe auditori, hasil dari pengamatan sendiri. Favorit keluarga kami memang baby tv.bagus banget buat 2 balita di rumah ni

    BalasHapus
  16. Kalau belajar sambil nonton TV tuh aku nggak bisa fokus, Mbak. Tapi kalau keponakanku yang masih kelas satu SD harus belajar sambil bermain dan sambil nonton TV juga. Tiap orang memang beda-beda ya cara belajarnya.

    BalasHapus
  17. Saya taunya Baby TV aja yg lainnya blm pernah. Waktu anak bayi baby TV JD teman setia nonton bahkan sy juga menikmatinya. Ada sesi melukis pasir, takjub bgt pasir bisa JD lukisan indah

    BalasHapus
  18. Anakku tuh rata-rata tipe belajar kinestetik karena aktif bergerak kalau belajar. Tapi memang jadinya agak kurang fokus. Makasih ya mba tipsnya nanti aku coba praktekkan deh :)

    BalasHapus
  19. Anakku suka channel Natgeo lho di MNC, kalau emaknya sih suka banget belajar di channel Fox movies hahaha...apaan coba.

    BalasHapus
  20. Era digital belajar bisa pakai metode apa aja ya mbak, yang penting sesuai dengan kebutuhan anak.. masih nunggu anak masuk usia sekolah nih

    BalasHapus
  21. bagus nih mbak... selalu support anak bangsa... kedepannya semoga semua stasiun televisi menyayangkan channel khusus anak ya mbak... #jejakbiru

    BalasHapus
  22. Wah, aku kalo lagi belajar something (ato kalo lagi nulis) ga bisa nyambi yg lain, mba. Bahkan sekedar dengerin musik pun gabisa. Harus fokus atu-atu. Tapi temen lain ada yg fine-fine aja ngerjain gawean meski di sekitar lagi berisik. Emang beda-beda ya. Dan balik lagi ya harus disesuaikan sama karakter masing-masing :)

    BalasHapus
  23. Mengenali cara belajar anak-anak memang sangat penting yah mba, sepatutnya guru menerapkan metode ini di sekolah. Aku baru tau kalau MNC punya channel 2 edukatif, terima kasih infonya mba 😊

    BalasHapus
  24. Baby TV itu penyelamat aku bangeeeet Mak Chi, jaman awal-awal di Palopo dan anak masih kecil-kecil. Bisa disambi ngerjain kerjaan rumah dan tenang karena tayangannya aman plus edukatif untuk anak. Belajar banyak hal dan nursery rhymes ya dari Baby TV ini.

    Kujadi rindu TV kabel, kemarin pas baru pindah Jawa udah sempet nanya-nanya, taunya desaku belum bisa diakses euy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rindunya itu nonton film-film di chanel macem HBO, FOX dll. Atau nonton Master Chef! Huhuu. Bisa banget jadi me time atau quality time berdua suami pas anak-anak udah tidur :D

      Hapus
  25. Aku dulu belajar sambil mendengarkan entah radio atu musik. Kalau ponakanku sekarang lbh suka yg tenang. Pas ada tontonan tv, ya mereka msh pokus ke TV. Cuma ya ikut aja kalau tontonannya sambil bikin dia banyak belajar

    BalasHapus
  26. tiga dari lima anak saya suka belajar sambil dengar musik. Bahkan anak ketiga saya belajar sambil main game hahaha.
    Awalnya tidak percaya dia bisa belajar sambil main, tetapi saat lihat hasilnya. wow kejutan banget. Jadi sudah saatnya para orangtua harus pelajari cara belajar anak ya mbak, agar tidak keliru mendampingi mereka.

    BalasHapus
  27. Aku seneng selalu ngeliat kebersamaan kwluarha makmyra. Kaya ga pernah berselisih gitu ya? Berbagiii terussw

    BalasHapus
  28. setuju nih belajar harus menyenangkan, karena dengan situasi yang nyaman ilmu akan lebih mudah diserap

    BalasHapus
  29. Anak ku masih batita, jadi semua tipe ada; ya visual, mendengar, dan praktek. Mungkin bisa ketahuan jika sudah 5 th kali ya mba

    BalasHapus
  30. Saya kenal TV berlangganan saat tinggal di Amerika, Mbak. Balik ke Indonesia langsung langganan karena ingin menyortir tontonan anak agar sesuai umurnya juga sekalian menjaga kemampuan Bahasa Inggris anak sulung saya yang sempat bersekolah di sana.
    Dan Alhamdulillah TV berlangganan begini bisa jadi salah satu solusi untuk proses belajar anak. Seperti MNC Vision ini, akan membantu sekali anak mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang teknologi, flora, fauna, belajar bahasa... dan hiburan yang ada muatan pendidikannya.

    BalasHapus
  31. wow jadi pengen pasang mnc vision juga aku buat anak-anak hihihi

    BalasHapus
  32. Beda anak beda tipe dan gaya belajarnya ya, Mbak. Saya sich baru Faiz nich yang sudah SD, kalau Fira saya belum ngelihat gimana cara dia belajarnya. Fira suka sekali kalau diputarkan channel BabyTV, eh bukan Fira doang sich yang suka, tapi saya juga suka.

    BalasHapus
  33. Karena masing-masing anak punya cara belajar yang menyenangkan. Tugas orangtuanya yang bisa mentimulasi sesuai dengan minat masing-masing

    BalasHapus
  34. Suamiku suka banget mbak nonton National Geographic di MNC, kalau aku bisa dibilang jarang nonton TV hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu lagi kesukaan suami aku mbak..Animal Planet, bisa serius banget kalo lagi nonton ini. :)

      Hapus
  35. Anakku yg lk itu metode nya visual mba lebih ngerti dia nah kalo adiknya teks membaca memang benar sih kita hrs fahami caranya

    BalasHapus
  36. Dulu pernah pake mnc vision tapi jaringannya suka rusak di komplek aku. Wah seru berarti belajarnya ya.

    BalasHapus
  37. Aku lebih suka metode belajar visual, lebih gampang aja gitu buat aku menyerap informasinya. kalo punya anak bakal aku teliti dulu deh metode belajar yang cocok buat dia :)

    BalasHapus
  38. Anak ak jg type visual mba. N benerrr, dia lbh ngeh belajar kalo sambil nonton TV. Beda sm denger 'ceramah' emaknya. Langsung keluar masuk kuping. Hihi. Tiap anak emg spesial ya mba.

    BalasHapus
  39. Sebenarnya ga masalah ya belajar dr tv asal kontennya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toh teknologi itu kan diciptakan untuk memudahkan, jadi ya perlu dimanfaatkan dg baik

      Hapus
  40. Aiih~
    Pas banget niih...aku baru pasang MNC Play di rumah.

    Dan pastinya yang belajar bukan anaknya, tapi mamak.
    Mulai belajar listening lagi...dengerin orang ngomong bahasa Inggris...
    Seruu...seru...

    BalasHapus
  41. Peerku salah satunya mengenali cara belajar anak2 ini mak Chi. Soalnya tiap anak beda semua cara belajarnya. Mengandalkan banget kekompakan sama suami. Btw aku jadi penasaran sama program2nya MNC

    BalasHapus
  42. Anak2ku tu peniru ulung, saat nonton tipi mereka bisa niruin dialognya. Makanya PR banget kalau kasi tipi kudu saya pastikan tontonannya sesuai apa gak dan kudu didampingi hehe

    BalasHapus
  43. Masing-masing anak memang memiliki pembelajaran yang berbeda ya Mba, aku juga demikian biasanya lebih cepet yang visual. Di dukung oleh MNC Vision yang memberikan tayangan baik dan bijak makin seneng deh ini anak-anak belajar ya Mba.

    BalasHapus
  44. Penting untuk tau berbagai jenis metode belajar ini ya mba.anakku mostly visual... makanya belajar sambil nonton acara TV yang mendidik akan sangat membantu

    BalasHapus
  45. Tayangan MNC vision memang banyak yang bagus untuk anak-anak ya mbak, seeprtinya makin mantap nih pasang MNC vision nanti

    BalasHapus
  46. ups... aku baru saja putus hubungan dengan mnc. Eh tapi lalu kangen dengan acara mnc yang ternyata beragam euy, termasuk program untuk anaknya. apa balik lagi aja ya?

    BalasHapus
  47. Kalau Salfa metode belajarnya kinestetik dan visual jadi keduanya akan terlihat dominan
    Beruntung ya ada MNC Vision sekarang. Hmm jadi galau, pasang ga ya, hehe

    BalasHapus
  48. Belajar memang harus menyenangkan ya supaya anak-anak gak bosen, karena belajar di sekolah udah membosankan wkwk

    BalasHapus
  49. anakku banyak belajar dari nonton tivi, Mba. Makanya saya gak larang dia nonton tapi tetap saya batasi :)

    BalasHapus
  50. Setiap anak tuh memang gaya belajarnya beda-beda ya mbak. Anakku modelan yang sambil main, kalau disuruh serius agak susah dia. Pasti ada aja alasannya, jadi supaya dia mau belajar aku pun memahami cara belajar yang enak untuknya seperti apa.

    BalasHapus
  51. Belajar itu memang mengasyikan ya, mom. Karena bisa dari berbagai cara.
    Terima kasih untuk sharingnya, mom 😊

    BalasHapus
  52. iyes setuju udah ga zaman y mba anak belajar sambil fokus terpaku padahal gaya belajarnya ga seperti itu, persis kayak Neyna gaya belajarnya itu gabungan ketiganya tapi dy akan jauh lebih cepet nangkep kalau naynyian dan gerakan disatukan makanya aku butuh youtube atau tontonan edukatif waktu pake tv kabel neyna juga suka nonton baby TV :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan yang terpenting ortu selalu dampingi kalau anak nonton ya mba :)

      Hapus
  53. Aku sampe ngesave tulisan ini mbak aku juga mau praktekin soalnya anak-anak belajar itu harus asyik dulu mereka harus bahagia dulu gak salah kalau mereka nantinya jd orang sukses. Aamiin ...

    BalasHapus
  54. Asyik nih klau ada channel ramah anak, apalagi banyak tayangan edukatifnya. Jadi tenang kasih ijin anak nonton TV :)

    BalasHapus
  55. Nih kebiasaan anakku tuh yang belajar sambil nonton televisi. Kadang aku jadi agak kesel tapi kayaknya karena tipe dia belajar yang memang seperti itu. Untung ya ada MNC yang masih memberikan tayangan edukatif ya mba :)

    BalasHapus
  56. Belajar harus menyenangkan itu aku setuju banget. Dulu aku sering belajar sambil bermain bersama kakakku dan sekarang kalau keponakanku lagi belajar aku mendampinginya dan kadang bermain bersama.

    BalasHapus
  57. Nah kalau anak saya sukanya metode belajar kinestetik, lebih mudah menyerap kalau sambil gerak dipraktekan. Kalau diomongin aja jarang didengar.

    BalasHapus
  58. Anak2ku jg belajarnya dr tayangan tipi atau gadget mbak.
    Btw nonton MiaoMi itu aku jg suka lho. Sekalian belajar hahahaha. Gak mau kalah sama anak2 jadinya :D

    BalasHapus
  59. Anakku yang pertama kalau belajar sambil mendengarkan musik mak. Sempet kawatir sih tapi hasil belajarnya bagus. Jadi ya, emang tipe belajarnya gitu.

    BalasHapus
  60. Kalo yang MiaoMi itu ada pelajaran nulis huruf kanjinya juga kah Mbak?

    BalasHapus
  61. Setiap anak memang memiliki daya tangkap yang berbeda dalam memahami satu hak ya, mba. Di sinilah peran orang tua untuk membantu anak agar belajar tetap menyenangkan.

    BalasHapus
  62. Memang anak harus belajar dalam keadaan senang supaya mudah masuk pelajarannya ya Mbak

    BalasHapus
  63. MNC TV tayangan favorit di rumah karena ada Upin Ipin, belum pakai MNC Vision padahal sering ditawarin produknya ini

    BalasHapus
  64. Ternyata TV ga melulu soal konten buruk dan dmpak negatif ya. Lagi pagi, asalkan ortu bisa bijak memilih yaa insya Allah akan jadi bermanfaat. Aku jg teringat temenku yg fasih ngomong English salah satunya krn sering nonton di English di TV hehe.

    BalasHapus
  65. Setiap anak memang memiliki gaya belajar sendiri-sendiri ya. Anakku yang kecil nih model auditori kayaknya.

    BalasHapus
  66. Anak2ku kyknya gaya belajarnya lbh ke arah yang mendengar dan menangkap gambar itu.
    Jd kalau udah nonton animasi suka lansgung ditiruin... hehe

    BalasHapus
  67. Aku masih banyak belajar tentang karakter anakku ni hihi, eh aku juga udah pakai MNC vision lama..

    BalasHapus
  68. Aku jadi inget dulu kalau belajar harus sambil dengerin radio hahaha. Dimarahin orang tua tapi kok ya biar ga bosen harus begitu.

    BalasHapus
  69. Makasih banget tipsnya ya mba, keponakanku juga tipe visual lebih cepet belajar kalau sambil lihat gambar/nonton video

    BalasHapus
  70. anak aku yang pertama masih suka suka belajarnya.. lebih milih harus sama siapa yang nemenin belajar.. misal dia minya ditemenin Papinya, kalau malah aku yang nemenin bisa ogah2an dia belajarnya

    BalasHapus
  71. Setiap anak tuh punya cara belajar sendiri, ada yg harus suasana sunyi, ada yg harus sambil dengerin musik.


    Dan pelajaran anak sekarang tuh makin sulit...

    BalasHapus
  72. Setiap ke sini suka ada tips yang bisa diterapin ke anakku :)
    Setuju pisan, kalo anak itu penting pinter secara akademik maupun secara soft skills.
    Aku lagi kerja keras nih Chi

    BalasHapus
  73. Aku pun kalo anak2 nilainya jelek gak dimarahin sih, karena udah tahu seberapa besar usaha mereka untuk belajar.

    Tapi emang iya sih, paling asyik kalo belajar b.Inggris emang sambil nonton. Dulu aku seneng nonton Friends tapi sub-nya B Inggris juga, jadi paham gaya bercandaan mereka.

    Sekarang lagi nyobak metode itu dengan cara banyakin nonton drama korea hahaha *modus*

    BalasHapus
  74. Anak anak tuh suka nonton film yang jenis kartun. Apalagi kalau kartunnya bersifat edukatif gitu.

    BalasHapus
  75. Si Dudu suka Miao Mi. Belajar bahasa Mandarin kena banget dari situ.

    BalasHapus
  76. betul ya, kalau aku mengajar juga selalu cari cara yang bikin anak happy

    BalasHapus
  77. Wah iya. bener banget ini, dan masih jadi PR juga buat aku yang harus terus meraba dan uji coba cara belajar mana yang paling cocok buat Prema. Anaknya kinestetik banget soalnya. Makasi infonya, mbak

    BalasHapus
  78. dulu anak2 pernah ikut psikotest nih cuma aku blom paham banget dengan hasilnya, tp dari 3 anak semuanya kayaknya beda meski mirip2 hasilnya.
    kecenderungan model belajarnya jg kayaknya memang harus disesuaikan sih...

    BalasHapus
  79. Tiga anakku, beda-beda gaya belajarnya, ada yang auditori, visual dan si bungsu Tio kinestetik. Tinggal ibuknya yang mesti sabar nemenin belajar :)

    BalasHapus
  80. Asiknya mengikuti perkembangan anak lewat cara belajarnya. Fungsi tv skrg memang harusnya lebih edukatif

    BalasHapus
  81. Iya setuju Mba harus kenal cara belajar anak. Jd tau pendekatannya spt apa...wkt aku kecil paling seneng belajar sambil mendengarkan musik hehe..

    BalasHapus
  82. Pendidikan akademik memang penting. Sayangnya di masa mendatang teori2 itu gk semua terpakai.
    Jd mumpung anak msh kecil ya eksplor aja luas2 ya mbak. Menyerap ilmu dan informasi dgn cara apapun dr media manapun.

    April

    BalasHapus
  83. Ya ya Mbak penting banget nih untuk mengedepankan metode belajar yang menyenangkan bagi anak, supaya anak gak stress atau merasa terbebani, hehe..

    BalasHapus
  84. Nah..bener banget nih metode belajar yang variatif menjadikan suasana jadi lebih nyaman utk anak2 ya Mba
    Belajar dengan cara menyenangkan biasanya akan lebih mudah utk dipahami

    BalasHapus
  85. Aku tuh kalau nonton film malah fokus ke tayangan gambar dan terjemahnya. Dialognya malah skip-skip aja hahaha... Padahal mah ya sambil diinget-inget gitu buat nambah grammar sama kosa kata. Yang nyangkut cuma dikit. Fix ya, aku tipikal pembelajar visual nih

    BalasHapus
  86. Anak saya nih, walau belum pernah ikut tes psikologi tapi saya tahu dia gaya belajarnya visual banget. Dia akan mudah menangkap gambar, tayangan bergerak, dan sejenisnya. Emaknya jadi sedikit-sedikit mulai ngerti gimana kalau mau ngajarin dia biar cepet masuk.

    BalasHapus
  87. Kayaknya metode belajar anakku 2 dan 3 nih mba. Tipsnya aku catet ah

    BalasHapus
  88. Setuju banget. Belajar memang harus menyenangkan ya supaya anak-anak gak bosan.

    BalasHapus
  89. Anak perlu bahagia dalam belajar.
    Karena belajar dengan bahagia dengan mudah ilmu itu tertanam dan diprosws otak untuk berkreasi

    BalasHapus
  90. Nah setuju ini saya. Belajar di era sekarang itu ngga harus duduk diem baca buku berjam-jam. Ragam tayangan dan media harus bisa dimanfaatkan sedari kini.

    BalasHapus
  91. Melakukan sesuatu dengan hati senang memang hasilnya akan makaimal ya mba. Begitu juga dengan belajar. Klo caranya bikin malea, ya udh mau dibaca berkali-kali pun gak bakal nyantol di otak.

    BalasHapus
  92. tiap anak beda-beda yah cara belajarnya, setuju banget kalo anak jaman sekarang untuk belajar gak harus diam dikamar dan duduk diatas meja belajar, tapi tayangan edukasi sehari hari juga bisa bahan belajar.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^