Haid Pertama - Setiap perempuan pasti pernah mengalami yang namanya haid pertama. Chi pernah, dan suatu saat nanti Nai pun akan mengalami hal yang sama. Tadinya Chi gak terpikir tentang masalah haid pertama, karena Nai kan masih kecil trus waktu Chi ngalamin haid pertama itu di rumah. Jadi santai lah, gak ada yang dikhawatirkan

Sampe satu hari di salah satu komunitas, ada salah seorang ibu yang bercerita kalo putrinya mengalami haid pertama di sekolah. Namanya juga pengalaman pertama, kita gak tau kapan bakal dateng. Itu pun anaknya gak sadar kalo gak dikasih tau temennya roknya itu kena bercak.

Ternyata efeknya anaknya merasa malu, kalo gak salah sempet mogok sekolah, deh. Mana mau ujian (seinget Chi anaknya itu kelas 6). Yang bikin malu adalah sikap temen-temennya yang ngeledeki dia, terutama anak laki-laki. Ditambah lagi sekolah kayaknya gak cepat tanggap mengatasi masalah ini.

Chi bisa ngerti perasaan anak itu, apalagi di usia kelas 6 biasanya udah kenal malu. Malah mungkin udah kenal naksir-naksirna. Siapa tau cowok yang ditaksirnya ikut ngeledekin? Pasti bakal tambah malu perasaannya.

Gara-gara baca cerita itu, Chi jadi kepikiran gimana ya kalo sampe itu kejadian di Nai. Emang sih kemungkinan Nai dapet haid itu masih jauh banget, tapi selama ini Chi juga gak terlalu serius memikirkan tentang haid.

Kebetulan beberpa waktu lalu ada seminar parenting tentang sex education dari timnya ibu Elly Risman di sekolah Keke dan Nai. Sayangnya di saat yang bersamaan Nai kena gondongan. Terpaksa deh gak bisa ikutan. Padahal Chi mau tanya masalah itu, bagaimana sebagai orang tua harus menyikapinya.

Karena gak kesampean, minggu kemaren Chi ngobrol-ngobrol sama wali kelasnya Keke tentang masalah ini. Kata Bu Yuli, kalo di sekolah gak akan mendiamkan masalah ini. Malah sejak kelas 4 SD siswa-siswi akan dikenalkan tentang sex education di kelas termasuk tentang haid. Dan tentang haid ini juga gak cuma siswi yang akan dikenalkan, tapi siswa juga dikenalkan. Salah satu tujuannya untuk menghindari sikap mengejek apabila ada siswi yang kedapatan haid pertama di sekolah.

Sekolah juga menydiakan P3K untuk haid. Dari mulai pembalut dan lainnya semua disediakan. Kasihan kan kalo sampe siswi putri kelihatan terus-terusan bercak darah di roknya.

Alhamdulillah, Chi lega juga baca penjelasannya. Selama ini Chi emang gak kepikiran untuk bertanya ke sekolah tentang masalah ini. Setelah Chi denger penjelasan wali kelas Keke jadi lega juga. Setidaknya anak-anak putri yang terkena haid di sekolah kecil kemungkinan untuk mendapatkan malu kalo pihak sekolah cepat tanggap begitu juga murid2nya :)

Teman-teman pernah bertanya hal itu ke sekolah anak-anaknya? Dan ternyata pelajaran tentang haid gak cuma anak perempuan yang harus belajar. Rasanya mulai sekarang Chi pun akan mengajarkan ke Keke, supaya nanti dia gak akan mengejek teman-teman perempuannya yang terkena noda haid. apalagi yang namanya haid pertama suka gak terduga datangnya :)