Banyak yang mengatakan kalau senyum adalah ibadah yang paling mudah dan murah. Dengan tersenyum, kita bisa membawa aura kebahagian dengan sekitar.

Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih, #MerdekakanSenyum Keluarga Indonesia


Teorinya memang seperti itu. Tetapi, ada berbagai alasan kenapa kita menjadi sulit untuk tersenyum. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini, menangis rasanya lebih mudah dilakukan daripada tersenyum.

#MerdekakanSenyum Keluarga Indonesia


Pandemi datang memang tanpa permisi. Tidak hanya kesehatan, sektor lainnya pun ikut dihantam. Chi lebih banyak menangis pada minggu-minggu pertama. Tetapi, menangis tidak menyelesaikan permasalahan. Malah tambah stress dan suasana rumah pun jadi muram. 

Ternyata memang benar, bahagia dan sedih memang menular. Walaupun K'Aie dan anak-anak terlihat biasa aja, tetapi kalau Chi sedih terus rasanya memang beda suasananya.

Chi pun mulai mencoba banyak tersenyum. Malah lama-lama semakin menikmati kebersamaan di saat kami semua sedang dalam masa PSBB. Kapan lagi bisa berkumpul seperti ini dalam waktu lama?

Dalam keadaan normal, semua punya kesibukan masing-masing. K'Aie tentu bekerja kantoran. Sedangkan, Keke dan Nai yang sudah remaja juga mulai punya banyak kesibukan di luar rumah. Quality time tetap ada, tetapi quantity sudah mulai berkurang.

Kebersamaan ini memngingatkan pada masa anak-anak masih kecil. Masih sering ngumpul sama mereka. Ditambah lagi K'Aie juga kerja dari rumah. Ternyata asik juga bisa kumpul lagi begini. Chi sangat menikmati suasananya.


Setiap senyuman memang begitu berarti dan bisa diciptakan dari banyak hal sederhana di dalam keluarga

Senin, 10 Agustus 2020, Pepsodent meluncurkan Pepsodent Edisi Special Merah Putih. Produk spesial ini dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-75. Tentu saja produk ini memiliki beberapa keistimewaan.


“Agar keluarga Indonesia dapat terus memancarkan senyum, kesehatan menjadi aspek yang paling penting diperhatikan, terutama kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, Pepsodent selalu hadir dengan rangkaian solusi yang dapat melindungi senyuman keluarga Indonesia –baik melalui produk maupun edukasi kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan,” ujar Fiona Anjani Foebe, Head of Oral Care Marketing Unilever Indonesia.

Pepsodent memahami kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karenanya produk spesial merah putih pun diluncurkan untuk #MemerdekakanSenyum keluarga Indonesia. Pepsodent berharap di saat pandemi ini keluarga Indonesia kembali tersenyum dan optimis menghadapi era tatanan kehidupan baru.

Ada beberapa keistimewaan dari #PepsodentEdisiSpesialMerahPutih. Pasta berwarna merah putih, lho. Kemasannya juga lebih menarik karena menggambarkan persatuan pahlawan senyum dari seluruh Indonesia.

Formula pastanya dilengkapi dengan kalsium, fluoride, dan zinc untuk melawan gigi berlubang. Yup! Mana kita bisa senyum kalau lagi sakit gigi? 

Kabar menggembirakannya lagi, untuk pertama kali di Indonesia, Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih ini juga bijak plastik. Kemasan karton dan tube-nya semua 100% bisa didaur ulang. Keren banget, kan!

#PahlawanSenyum Bagi Para Pemulung


Sesedih-sedihnya Chi menghadapi pandemi, ada kalanya bersyukur juga. Setidaknya saat ini masih bisa berkumpul dengan keluarga di rumah yang nyaman dan makanan yang layak. Tetapi, masih ada kelompok masyarakat lain yang lebih terhantam kehidupannya.


“Kehidupan lebih dari 4 juta pemulung telah terpukul hebat akibat pandemi. Dari sisi kesejahteraan, penghasilan mereka berkurang drastis dengan menurunnya harga jual sampah akibat berbagai keterbatasan. Selain itu, mereka berisiko tinggi terpapar virus COVID-19 di antara timbunan sampah yang dihadapi setiap hari. Sudah sepatutnya kita memfasilitasi mereka dengan perlindungan diri yang memadai sehingga mereka dapat terus berkontribusi sembari memenuhi kebutuhan untuk menyambung hidup,” ujar Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia.

Pemulung termasuk kelompok masyarakat yang paling terkena dampak pandemi. Padahal mereka selalu berupaya membantu mengangkut sampah yang diproduksi masyarakat setiap hari. Risiko pekerjaan mereka juga tinggi. Rentan untuk terganggu kesehatannya.

Oleh karena itu, Pepsodent berkolaborasi dengan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) di mana sebanyak 2,5% laba penjualan Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih akan didonasikan untuk kesejahteraan dan kesehatan para pemulung.

Dari sisi kesehatan, Pepsodent akan memberikan rangkaian produk, masker kain, sepatu boots, dan hand sanitizer. Perawatan gigi dan pemeriksaan mulut secara gratis juga disediakan bagi pemulung dan keluarganya.

Sedangkan dari sisi kesejahteraan, Pepsodent akan memberikan sejumlah mesin press sampah plastik. Diharapkan mesin ini akan membantu meningkatkan nilai ekonomis plastik yang dijual pemulung ke pengepul.


Harga 1 tube pasta gigi Pepsodent gak mahal, kok. Dengan Rp10 ribu rupiah untuk ukuran 190 gr, kita sudah bisa berpartisipasi menjadi #PahlawanSenyum bagi para pemulung. Edisi spesial ini akan ada sampai akhir tahun 2020. Tetapi, bila animo masyarakat Indonesia tinggi, maka akan terus diproduksi.


“Pekerja informal seperti pemulung terkadang luput dari perhatian kita. Kolaborasi bersama Pepsodent ini akan sangat bermanfaat, terutama untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Kita bisa membantumengukir senyuman ribuan pemulung di berbagai wilayah Indonesia melalui donasi ke kitabisa.com/merdekakansenyum hingga 31 Oktober 2020,” ujar M. Alfatih Timur, CEO KitaBisa.com

Selain berpartisipasi membeli produk Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih, kita juga bisa menjadi #PahlawanSenyum dengan cara berdonasi di kitabisa.com/merdekakansenyum. Menariknya, uang yang kita donasikan akan dilipatgandakan jumlahnya oleh Pepsodent. Misalnya, kita berdonasi Rp100 ribu, maka oleh Pepsodent akan dijadikan Rp200 ribu.

Sangat menarik program dari Pepsodent Edisi Spesial Merah Putih ini. Karena #MerdekakanSenyum memang bagusnya tidak hanya dilingkup keluarga saja. Tetapi, tularkan juga senyum ini ke lingkaran masyarakat lain. Supaya kita semua tetap bisa tersenyum.

Jangan Lupa untuk #SenyumkanBumi


Salah satu hal yang bikin Chi bahagia di saat PSBB adalah langit terlihat cerah. Tidak perlu pergi ke gunung atau wisata alam lainnya yang masih asri. Cukup keluar rumah sudah terlihat langit biru. Buat yang tinggal di Jakarta, pemandangan seperti ini bisa dibilang jarang juga.

Apa yang kita lakukan memang bisa mempengaruhi kondisi bumi. Bila kita peduli dengan lingkungan, maka buatlah bumi tetap tersenyum. Gak usah yang ruwet-ruwet, cukup dari aktivitas sehari-hari di rumah.

Di saat pandemi, Chi melihat banyak yang mulai memiliki hobi bercocok tanam. Hobi yang bagus banget karena membuat bumi jadi hijau.

Tetapi, Chi termasuk yang gak telaten untuk urusan menanam. Hanya sebagai penikmat. Apalagi kalau tanaman di rumah pada subur.

Kalau di keluarga kami, K'Aie yang memang sejak dulu menyukai tanaman. Halaman belakang dan depan rumah kami memang tidak instagramable dengan pot yang cantik. Tetapi, lumayan banyak tanaman yang ada di rumah.

Bagi K'Aie, halaman udah kayak lahan bermainnya. Betah berlama-lama mengurus tanaman. Apalagi saat pandemi begini di mana lebih sering kerja dari rumah.

Bukan berarti Chi gak punya kontribusi, lho. Chi mengikuti permintaan K'Aie untuk tidak membuat sampah sayur, buah, dan kulit telur. Semuanya dikumpulkan untuk dijadikan pupuk bagi tanaman.

Untuk sampah sayur, tentu bukan yang sisa tumisan atau olahan, ya. Tetapi, bagian yang gak terpakai untuk masak. Begitupun dengan buah. Sedangkan untuk kulit telur harus dicuci dulu hingga bersih supaya gak menimbulkan bau busuk. 

Sampah-sampah ini bisa menjadi pupuk organik bagi tanaman di rumah. Kami juga gak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli pupuk organik karena tinggal memanfaatkan sampah. Apalagi sekarang kami lagi lumayan sering baking, jadi lumayan banyak nih stok kulit telur di rumah untuk dijadikan pupuk.

Nah, itu salah satu upaya kami untuk mencintai lingkungan agar bumi juga bisa ikut tersenyum. Bagaimana dengan teman-teman? Langkah apa yang sudah dilakukan untuk #MerdekakanSenyum dan #SenyumkanBumi? Saling berbagi cerita, yuk!