Rumah Aman, Traveling Nyaman bersama Philips HUE
- Seberapa penting sih keberadaan lampu untuk di rumah?
Pertanyaannya cetek banget, ya? 😁 Karena semua rumah pasti membutuhkan lampu, ya kan? Terutama untuk malam hari. Penting lah pastinya. Kalau untuk lampu rumah, pilihannya sederhana aja. Lampu warna kuning atau putih? Redup atau terang? Paling model lampunya aja yang berbeda-beda.
Pernahkah kepikiran lampu rumah bisa berwarna-warni selain putih dan kuning? Atau pernah kepikiran lampu rumah bisa diatur waktu on dan off nya?
Chi belum pernah kepikiran punya lampu rumah warna-warni. Tapi, on dan off lampu otomatis sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu. Lampu di area luar menggunakan sensor cahaya matahari. Jadi, ketika sinar matahari sudah mulai redup, lampu otomatis menyala. Begitu juga sebaliknya bila sinar matahari mulai terlihat terang.
Alasan menggunakan sensor cahaya adalah karena di blok tempat Chi tinggal warganya mayoritas non muslim. Bahkan tetangga sebelah kiri, kanan, dan depan non muslim. Kami suka merasa galau kalau lagi mudik di hari raya. Mau dinyalain atau dimatiin terus selama beberapa hari, kelihatan banget kalau hanya rumah kami sedang kosong. Khawatir ada oknum jahil, euy 😟
Seluruh tetangga memang pada baik tapi kan gak enak juga kalau minta tolong untuk menyalakan atau mematikan lampu rumah selama kami bepergian. Siapa tau mereka juga pengen liburan. Pokoknya gak pengen ngerepotin. Paling nitip-nitip sama satpam blok aja buat sesekali lihat kondisi rumah meskipun dari luar. Alhamdulillah, selama ini aman.
Sayangnya kelemahan dari sensor cahaya adalah tidak mengenal siang dan malam. Kalau sepanjang siang terlihat mendung, maka lampu pun otomatis menyala. Kalau para tetangga belum nyalain lampu kan tetap aja rumah kami kelihatan beda sendiri.
Gak cuma saat mudik, kalau lagi bepergian trus pulangnya larut malam suka males buka pintu. Chi penakut apalagi kalau gelap hahaha. Tapi, mau minta K'Aie aja yang bukain pintu gak enak. Udahlah dia yang nyetir masa harus bukain pintu juga. Coba begitu sampe rumah, semua lampu pada nyala biar Chi gak takut-takut amat.
Pengen punya lampu yang lebih pintar dari yang dimiliki sekarang, deh. Ada gak, ya
Inovasi lampu Philips dari tahun ke tahun
Philips HUE, Si Lampu Pintar
Ternyata ada! Namanya Philips HUE. Philips tuh memang bener-bener, yaaa
... Sekitar 1,5 bulan lalu, Chi menulis tentang inovasi lampu Philips
SceneSwitch LED. Seneng banget karena lampunya bisa menjadi solusi tentang
redup dan terang. Eh, sekarang denger ada inovasi lampu Philips terbaru
lagi. Keren ... Keren ... Keren ... 😍
[Silakan baca: Redup atau Terang?]
Menurut ibu Indah Suzanti, Product Manager Consumer Luminaires Philips Lighting, dengan teknologi LED maka akan menghemat energi hingga 90%. Usia pencahayaan maksimal mencapai 25.000 jam atau kurang lebih 15 tahun. Ya, berarti kalau nyicil KPR 15 tahun, cukup lah beli lampu Philips sekali aja. Setelah lunas ganti lampu Philips yang baru lagi. Terbukti banget sih, lampu di rumah kami udah bertahun-tahun gak ganti. Awetnya kebangetan 😄
Philips ingin menjadi bagian dari digitalisasi. Oleh karenanya inovasi lampu Philips terus berkembang. Zaman sekarang semua dituntut serba pintar. Gak hanya manusianya tapi juga perangkatnya. Mobile phone pintar? Itu biasa dan udah banyak banget pilihannya. Tapi lampu pintar? Nah ini baru ada di Philips HUE.
Philips Hue tidak hanya bisa kasih pencahayaan redup atau terang, putih atau kuning saja. Dari satu lampu saja teman-teman bisa mendapatkan banyak sekali pilihan warna. Bukan 1,2 3, atau 4 tetapi 16 juta warna! Bisa diatur kuat cahayanya, mau terang atau redup. Bisa pula diatur kapan lampunya nyala, kapan mati, pas banget dengan yang Chi inginkan, nih.
Bridge udah terpasang, aplikasi udah diinstal, tinggal diatur deh lampunya. Misalnya, lagi di luar kota dan hari sudah menjelang malam, teman-teman tinggal buka aplikasinya untuk menyalakan lampunya. Lampunya kan kan terkoneksi dengan internet. Selama internet di rumah gak masalah, mau dinyalain atau dimanapun dan kapanpun bisa. Cara pasang lampunya pun gampang banget. Sama lah kayak pasang lampu biasa. Begitupun untuk pemasangan bridge dan install aplikasi.
Keunggulan Philips HUE lainnya adalah bisa menyesuaikan lampu sesuai mood dan suasana. Biar makin seru ketika lagi nonton film horror di rumah? Mungkin warnanya bisa disetting merah. Huahahaha ... horror banget, ya. Gonta-ganti warna seusai irama musik juga bisa. Dan, katanya anak yang aktif, bisa diturunkan aktifnya kalau dikasih pencahayaan warna biru. Pokoknya bisa berganti segala macam warna disesuaikan dengan aktivitas yang sedang dilakukan.
Bagaimana kalau internet di rumah lagi mati? Ario Pratomo, Vlogger, mengatakan kalau lampu Philips HUE bisa tetap digunakan walaupun internet rumah dalam keadaan mati. Tetapi jadi seperti lampu biasa yang bisa nyala/mati dengan saklar.
[Silakan baca: 5 Aktivitas Bersama Anak Saat Mati Lampu di Malam Hari]
Philips HUE di Indonesia baru akan launching Januari 2017. Tapi Chi udah
tertarik banget dari sekarang. Sabaaar hihihi. Udah terbayang
rasanya makin merasa nyaman kalau harus meninggalkan rumah bahkan untuk
beberapa hari. Selain itu, Chi juga suka lupa. Kalau lagi keasyikan
ngamar, lupa nyalain lampu depan padahal udah malam. Kalau pake Philips
HUE kan tinggal disetting aja kapan nyala dan mati. Nonton film di rumah
ala bioskop juga kayaknya bakal makin asik. Dan pastikan saklar dalam
posisi on, ya.
Teman-teman, lihat video Philips Lighting Week di Senayan City yang Chi datangi pada hari Sabtu (19/11) lalu, yuk! Coba perhatiin setiap perubahan warna lampunya, deh. Dan, bagaimana mudahnya mensetting Philips HUE. Tertarik pengen punya Philips HUE juga, kan? Karena Life Starts with HUE 😃
[Silakan baca: Terinspirasi dari Biji Bunga Matahari, Philips MyCare LED Meluncurkan Inovasi Lampu Terbaru dengan Teknologi Interlaced Optic]
[Silakan baca: Redup atau Terang?]
Philip HUE, lampu terkoneksi paling pintar di dunia dari Philips ini menawarkan cara revolusioner untuk pengalaman dan interaksi dengan cahaya di rumah, mendefinisikan ulang bagaimana teknologi LED dapat dipergunakan dan membuat cahaya terintegrasi dengan dunia kita untuk meningkatkan kehidupan.
Menurut ibu Indah Suzanti, Product Manager Consumer Luminaires Philips Lighting, dengan teknologi LED maka akan menghemat energi hingga 90%. Usia pencahayaan maksimal mencapai 25.000 jam atau kurang lebih 15 tahun. Ya, berarti kalau nyicil KPR 15 tahun, cukup lah beli lampu Philips sekali aja. Setelah lunas ganti lampu Philips yang baru lagi. Terbukti banget sih, lampu di rumah kami udah bertahun-tahun gak ganti. Awetnya kebangetan 😄
Philips ingin menjadi bagian dari digitalisasi. Oleh karenanya inovasi lampu Philips terus berkembang. Zaman sekarang semua dituntut serba pintar. Gak hanya manusianya tapi juga perangkatnya. Mobile phone pintar? Itu biasa dan udah banyak banget pilihannya. Tapi lampu pintar? Nah ini baru ada di Philips HUE.
Philips Hue tidak hanya bisa kasih pencahayaan redup atau terang, putih atau kuning saja. Dari satu lampu saja teman-teman bisa mendapatkan banyak sekali pilihan warna. Bukan 1,2 3, atau 4 tetapi 16 juta warna! Bisa diatur kuat cahayanya, mau terang atau redup. Bisa pula diatur kapan lampunya nyala, kapan mati, pas banget dengan yang Chi inginkan, nih.
Seperti ini bentuk bridge Philips HUE. Tinggal disambungkan ke router dan cukup punya 1 bridge saja kalau untuk rumah.
Bridge udah terpasang, aplikasi udah diinstal, tinggal diatur deh lampunya. Misalnya, lagi di luar kota dan hari sudah menjelang malam, teman-teman tinggal buka aplikasinya untuk menyalakan lampunya. Lampunya kan kan terkoneksi dengan internet. Selama internet di rumah gak masalah, mau dinyalain atau dimanapun dan kapanpun bisa. Cara pasang lampunya pun gampang banget. Sama lah kayak pasang lampu biasa. Begitupun untuk pemasangan bridge dan install aplikasi.
Keunggulan Philips HUE lainnya adalah bisa menyesuaikan lampu sesuai mood dan suasana. Biar makin seru ketika lagi nonton film horror di rumah? Mungkin warnanya bisa disetting merah. Huahahaha ... horror banget, ya. Gonta-ganti warna seusai irama musik juga bisa. Dan, katanya anak yang aktif, bisa diturunkan aktifnya kalau dikasih pencahayaan warna biru. Pokoknya bisa berganti segala macam warna disesuaikan dengan aktivitas yang sedang dilakukan.
Bagaimana kalau internet di rumah lagi mati? Ario Pratomo, Vlogger, mengatakan kalau lampu Philips HUE bisa tetap digunakan walaupun internet rumah dalam keadaan mati. Tetapi jadi seperti lampu biasa yang bisa nyala/mati dengan saklar.
[Silakan baca: 5 Aktivitas Bersama Anak Saat Mati Lampu di Malam Hari]
Starter pack Philips HUE, mendapatkan 3 buah lampu Philips dan 1 bridge. Tetapi yang diperlihatkan di Philips Lighting Weeks masih bridge yang lama karena Philips HUE sudah ada sejak 2 tahun lalu di dunia. Nanti kalau sudah launching di Indonesia pada Januari 2017, model bridgenya sudah model terbaru. Untuk contoh bridge terbaru bisa lihat di foto atas, ya.
Teman-teman, lihat video Philips Lighting Week di Senayan City yang Chi datangi pada hari Sabtu (19/11) lalu, yuk! Coba perhatiin setiap perubahan warna lampunya, deh. Dan, bagaimana mudahnya mensetting Philips HUE. Tertarik pengen punya Philips HUE juga, kan? Karena Life Starts with HUE 😃
[Silakan baca: Terinspirasi dari Biji Bunga Matahari, Philips MyCare LED Meluncurkan Inovasi Lampu Terbaru dengan Teknologi Interlaced Optic]
18 comments
Masya Allah ya .. yang namanya Philips itu inovatif banget!
ReplyDeletePhilips memang sellau inovatif, Mbak :D
DeleteAku pakai Philips dari jaman ga enak sampe sekarang. Awet dan tahan lama.
ReplyDeleteIni cerita bapak, Dulu pakai Philips buat ngeringin baju pas musim hujan, pakai yg wattnya gede hehe
sama. Di rumah saya juga awet banget nih lampu Philips. Multifungsi, ya hehhee
Deletekeren inovatif banget phulips.. bisa di seauaikan dengan mood... jadi kalo marah .set warna merah..hi2
ReplyDeletetambah serem, dong hehehe
Deletepake lampu philips, awet...
ReplyDeleteyup! betul banget
Deletewadow ada yang baru lagi sr phlips niy bridge..kereen
ReplyDeleteAku di rumah pake philips juga, aweet banget chi!
Philips HUE, Teh. Bridge salah satu perangkatnya, sih. Sama di rumah saya juga belum ganti-ganti lampunya :D
DeleteBaru tau tentang lampu ini, canggih ya
ReplyDeleteyup! Menyesuaikan dengan kebutuhan zaman
Deletewihhhh buat calon kamar, perlu lah nih beli Philips Hue, menarik, semakin canggih aja bahkan urusan lampu
ReplyDeleteasiiikk ... ada yang mau bikin kamar baru :)
DeleteWih.. inovatif banget ya Philips ini. Tapi kalo misalnya di rumah punya Philips HUE ini, warnanya bakalan ganti2 terus deh kayanya. Soalnya anak2 biasanya rebutan :D
ReplyDeletewkwkkw jadi mainan anak-anak, ya. Tapi jadinya seru, kan? :D
DeleteMasalahnya pilip itu mahal, bu
ReplyDeleteHehe
Mahal, ya? Kalau cuma melihat dari harga yang tertera memang mahal. Coba dibandingkan juga dengan masa pemakaian. Seperti yang saya tulis di sini kalau masa pemakaian bisa sampai 25.000 jam, lho.
DeleteDi rumah saya, semua ruangannya pakai lampu Philips. Sudah bertahun-tahun belum ganti. Sangat awet. Jadi coba deh bandingin harga dengan masa pemakaian. Daripada beli murah tapi gonta-ganti melulu. Listriknya juga hemat. :)
Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)
Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^