Bisolvon - Batuk Berdahak Menjauhkan yang Dekat - Sore itu, saya membaca satu info terbaru di WhatsApp Group orang tua murid kelas Nai. Satu berita yang membahagiakan sekaligus bikin khawatir.
Selama 3 bulan, sekolah Nai direnovasi. Sehingga Nai dan seluruh siswa di sekolahnya harus nebeng belajar di sekolah lain. Namanya juga numpang belajar, jadinya gak bisa masuk pagi seperti siswa sekolah pada umumnya. Nai mulai masuk sekolah pukul 13.00 wib hingga menjelang maghrib.

Jam pulang sekolahnya itu yang bikin khawatir. Berbarengan dengan jam pulang kantor, biasanya suka sulit pesan ojek online. Mana saat itu Jakarta sudah mulai turun hujan hampir setiap sore. Saya bersyukur karena Keke bisa diandalkan sebagai kakak Nai. Setiap hari, dia menjemput Nai ke sekolah.


bisolvon, batuk berdahak menjauhkan yang dekat

Makanya, ketika dikabarkan kalau sekolahnya sudah bisa ditempati saat hari pertama semester genap, pastinya ini berita gembira. Tetapi, melihat kondisinya yang masih banyak debu dan puing di sana-sini juga bikin cemas. Saya khawatir Nai terkena batuk pilek karena debu. Apalagi dia kan juga ada asma, meskipun udah lama banget gak kambuh.

Segala wejangan diberikan ke Nai. Pesan untuk menjaga kesehatan hingga selalu pakai masker. Tetapi, baru juga sekolah seminggu, sudah mulai terdengar batuk-batuk kecil. Duh! Batuknya semakin berat saat Nai kehujanan ketika pulang sekolah. Suaranya terdengar berat dan serak. Batuknya pun berdahak.


Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba


tips menjaga kesehatan di musim pancaroba

Musim Pancaroba memang bikin galau. Gak hanya galau karena karena cucian jadi menumpuk dan lama keringnya. Tetapi, musim di mana kondisi cuacanya kadang hujan kadang panas ini juga bisa mengundang berbagai penyakit, terutama batuk, untuk datang bila kondisi tubuh gak fit.

Jum'at (25/1), saya hadir di acara Bisolvon dan Fimela di 89 Cafe, Kemang, Jakarta. Acara yang bertemakan "Jangan Batuk Berdahak, Jauhkan yang Dekat" ini sesuai banget dengan yang saya butuhkan.

dr. Riana Nirmala W, Sanofi Medical Expert memberikan tips menjaga kesehatan di musim pancaroba, yaitu:


  1. Jaga kebugaran tubuh. Tetap berolahraga dan minum vitamin agar kondisi tubuh tetap sehat.
  2. Jaga pola makan. Kurangin junk food dan jajanan yang kurang sehat lainnya. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
  3. Minum air putih yang cukup. Minimal 2 liter atau 8 gelas air putih sehari.
  4. Bawa perlengkapan untuk melindungi tubuh bila ke luar rumah seperti payung, jas hujan topi, dan lainnya.
  5. Pakai masker. Tujuannya untuk melindungi diri dari penyebaran virus
  6. Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan. Di musim pancaroba, tidak hanya batuk pilek saja yang mengancam. DBD pun bisa datang bila kita tidak menjaga kebersihan.

Pakailah masker bila sedang terkena batuk. Menggunakan masker juga sebagai bentuk untuk menghormati dan menjaga orang lain agar tidak ketularan.


Batuk Bisa Menjauhkan Kita dari Orang-Orang Terdekat


Apalagi di musim pancaroba begini, penyakit batuk pilek memang yang paling gampang menyerang. Menurut dr Riana, memang ada hubungannya antara penyakit ISPA dengan musim pancaroba.

  1. Faktor internal - Cuaca yang mudah berubah saat pancaroba membuat tubuh jadi extra keras beradaptasi menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Akhirnya, daya tahan tubuh jadi melemah.
  2. Faktor external - Suhu dan kelembapan di musim pancaroba membuat virus jadi mudah berkembang.

Bakteri yang mudah berkembang ditambah lagi dengan kondisi tubuh yang lemah, akhirnya penyakit pun mudah datang. Apalagi bakteri, meskipun tidak terlihat secara kasat mata, memang banyak sekali di udara.

Amallia Sarah, Mom Blogger, mengatakan kalau anaknya sedang batuk selalu berhati-hati saat memberikan obat untuk anak. Efek sampingnya yang selalu dikhawatirkan. Oleh karenanya perlu mencari tahu obat batuk yang memang aman untuk anak dan keluarga.

Sering kan ya kita mendengar atau bahkan mengalami sendiri saat salah satu anggota keluarga sedang terkena batu, gak lama kemudian anggota keluarga lainnya terkena. Batuk memang mudah menular. Seperti yang dikatakan dr. Riana dari ngobrol aja bisa menularkan batuk.

Batuk berdahak memang bisa menjauhkan pasien dari orang-orang terdekat. Karena memang amannya harus menjauh dulu dari pasien supaya gak ketularan. Bikin sedih kan kalau begitu. Apalagi kalau anak yang udah sakit. Pengennya mendekap anak, tetapi juga khawatir ketularan.

Gak hanya dengan keluarga. Kita kan juga harus bersosialisi dan bekerja. Gak nyaman rasanya ketika harus bertemu dengan orang lain saat sedang batuk. Khawatir bisa menularkan ke banyak orang juga. Makanya jadi pengen cepat-cepat sembuh, deh!

Pengobatan batuk jangan ditunda. Menurut dr. Riana, kadang-kadang ada orang yang menunda-nunda pengobatan saat terkena batuk. Biasanya alasannya karena merasa kondisi tubuhnya kuat atau baru terkena batuk 1-2 hari. Padahal seperti itu juga sudah bisa menularkan penyakit ke orang lain, lho. Daya tahan tubuh kita juga bisa menurun di masa pancaroba. Malah kalau terlalu ditunda-tunda efeknya bisa berbahaya bagi tubuh. Bisa menimbulkan demam dan lain sebagainya.


Bisolvon, Mengalahkan Batuk Berdahak dalam Waktu Singkat


bisolvon mengalahkan batuk berdahak

Adisti Nirmala, Head of Marketing Sanofi Consumer Healthcare, mengatakan bahwa Sanofi adalah sebuah perusahan yang bergerak di bidang kesehatan. Sanofi sudah ada di Indonesia sejak tahun 1956 (61 tahun). Selain Bisolvon, masih ada beberapa produk dari Sanofi yaitu Dulcolax, Pharmaton, dan Lactacyd.

"Menurut data Nielsen, 1 dari 3 orang di Indonesia mengalami batuk di 3 bulan terakhir," ujar Mega Valentia, Brand Manager Bisolvon.

Mbak Mega memberikan tips bagaimana memilih obat batuk yang tepat, yaitu

  1. Terdaftar di BPOM. Lihat nomor registrasi yang tertera di kemasan obat.
  2. Pilih obat batuk yang sudah teruji klinis dan direkomendasikan oleh dokter

Tentu saja Bisolvon sudah memenuhi 2 kriteria tersebut. Bisolvon sudah ada di Indonesia dan terbukti mampu mengalahkan batuk berdahak sejak 45 tahun yang lalu. Berarti produk ini memang sudah sejak lama dipercaya masyarakat Indonesia untuk mengatasi batuk berdahak.

  • Bisolvon Extra
    Bisolvon Extra dengan 2 aksi kalahkan batuk dengan Bromhexine yang mengencerkan dahak dan Guafenesin untuk pengeluaran dahak, dapat digunakan sejak 2 tahun dan tidak menyebabkan kantuk. Tersedia dalam kemasan 60 dan 125 ml9.
  • Bisolvon Kids
    Bisolvon Kids merupakan sediaan Bisolvon dengan rasa strawberry cocok untuk anak-anak sejak usia 2 tahun. Tersedia dalam kemasan 60 ml10.
  • Bisolvon Tablet
    Bisolvon Tablet Sediaan praktis Bisolvon untuk batuk berdahak. Cocok untuk yang sibuk beraktivitas secara mobile. Tersedia dalam kemasan 4’s dan 10’s11.
  • Bisolvon Solution
    Sediaan Bisolvon yang bebas gula, cocok untuk pasien Diabetes dan anak-anak. Tersedia dalam kemasan 50 ml12.

    Sumber: Sanofi.co.id

Rangkaian produk Bisolvon memang komplit. Bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dari anak-anak hingga pasien khusus juga ada produknya. Produknya pun mudah didapat dari berbagai apotek, Watson, Guardian, hingga minimarket.

Hati-hati dalam penyimpanan obat. Obat rentan rusak bila sudah terbuka. Saat disimpan di dalam kulkas pun belum tentu terjamin aman. Apalagi kalau diletakkan berdekatan dengan bahan makanan yang mudah terkontaminasi.


Kemasan Bisolvon sebetulnya sudah dirancang dalam ukuran yang pas untuk dikonsumsi. Menurut mbak Mega, bila pasien disiplin meminum Bisolvon, seharusnya tidak perlu lagi disimpan karena sudah habis dan penyakit pun hilang. Batuk bisa dikalahkan dalam waktu 2-3 hari.

Waktu ideal pemberian obat 3x sehari sebetulnya per 8 jam. Tetapi, seringkali disebutkan pagi, siang, dan sore itu karena mengikuti jadwal makan. Bila pasien sulit makan atau tidak teratur saat sakit memang sebaiknya mengikut waktu ideal saja.

Pada saat anak sakit kan suka susah makan. Kadang-kadang menjadi kekhawatiran bagi orang tua bila memberikan obat ke anak sebelum makan. Obat memang ada yang diminum sebelum makan, tetapi ada juga yang setelah. Bisolvon bisa diminum sebelum makan. Biasanya obat yang diminum setelah makan adalah obat yang bisa memicu naiknya asam lambung.

Batuk ada yang berdahak dan tidak. Jangan sampai salah kasih obat, ya! Oleh karena itu kita harus cermat mengetahui apakan batuk yang kita atau anggota keluarga alami itu berdahak atau tidak. Kalau sampai salah kasih obat, misalnya batuk berdahak tetapi dikasih obat untuk batuk kering, justru membuat dahaknya jadi semakin menumpuk.

Nai sekarang mulai terkena pilek. Ternyata menurut dr. Riana memang bisa saja karena salurannya menyambung. Makanya bisa batuk dulu baru pilek atau sebaliknya. Beberapa anak ada yang kesulitan mengeluarkan dahak atau ingusnya dan malah ketelan. Gak masalah, asalkan dahaknya diencerkan dahulu.

Bila ada salah seorang anggota keluarga yang batuk, dr. Riana memberikan beberapa tips untuk memutuskan rantai penularan batuk, yaitu:


  1. Menggunakan masker. Seharusnya pasien yang menggunakan masker. Tetapi, bila anak-anak yang kena, suka gak mau menggunakan masker. Maka, sebaiknya orang tua yang menggunakan agar tidak terkena batuk dari anak.
  2. Mulai mengkonsumsi vitamin. Tidak hanya yang sakit, tetapi juga anggota keluarga lainnya mengkonsumsi vitamin.
  3. Cepat diobati dengan minum obat batuk

Batuk berdahak jangan dianggap remeh karena bisa memicu penyakit komplikasi lain yang lebih mengkhawatirkan seperti bronchitis atau lainnya. Menurut dr. Riana ada beberapa kondisi di mana sebaiknya segera bawa ke dokter pada saat batuk yaitu:

  1. Demam. Bila suhu tubuh sudah di atas 38 derajat celcius sebaiknya segera dibawa ke dokter karena dikhatirkan sudah terjadi infeksi bakteri atau juga bisa kejang demam.
  2. Dahak berwarna kuning kehijauan. Kemungkinan kondisi ini memerlukan resep antibiotik.
  3. Dada sesak dan susah makan

"Batuk berdahak bisa menjauhkan kita dari keluarga terdekat. Oleh karenanya, jangan tunda pengobatan batuk agar tidak semakin banyak momen kebersamaan dengan keluarga yang hilang," ujar mbak Mega Valentia.

bisolvon untuk batuk berdahak