Sumber gambar: Pixabay



8 dari 10 Anak Indonesia kekurangan DHA dan Omega 3. Begitulah berita yang Chi baca di berbagai media online, tepat di Hari Gizi Nasional (25/1).

8 dari 10 anak itu artinya 80%. Gak heran kalau kemudian disebut Darurat Docosahexaenoic acid (DHA). Menyedihkannya lagi, kekurangan ini dialami oleh anak di rentang usia 4-12 tahun. Usia di mana mereka sudah mulai sekolah. Kalau sampai anak-anak ini kekurangan DHA, itu akan mempengaruhi kecerdasan mereka ketika di sekolah.


Darurat DHA dan Pengaruhnya Terhadap Masa Depan Anak Indonesia


Angka 80% tersebut berdasarkan hasil penelitian dan dipublikasikan di British Journal Nutrition dengan judul Intake of Essential Fatty Acids in Indonesia Children: Secondary Analysis of Data From a Nationally Representative Survey

Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Pakar Gizi sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga turut dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa masih sedikit anak Indonesia yang cukup asupan lemak essensial / Essential Fatty Acid (EFA) terutama DHA dan Omega 3. Padahal EFA ini penting bagi kesehatan dan kecerdasan manusia sehingga asupannya harus cukup.

Selain mempengaruhi kecerdasan, anak yang kurang asupan DHA juga bisa mudah sakit. Akhirnya aktivitas sehari-hari banyak terganggu termasuk saat di sekolah. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Bila semakin banyak yang mengalami masalah seperti ini, tentunya akan mempengaruhi masa depan anak Indonesia.

Back to Content ↑


Ayo Saatnya Melek Literasi Gizi!


Meskipun kekurangan ini terjadi pada anak di usia 4-12 tahun, tetapi untuk asupan gizi seharusnya sudah sejak berada di dalam kandungan. Tentunya kita sering mendengar atau membaca apa itu 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Hasil penelitian di Inggris menunjukkan bahwa meningkatkan konsumsi ikan atau asupan lemak Omega 3 selama kehamilan dapat meningkatkan laju pertumbuhan janin.

Selain ikan laut seperti salmon, susu pertumbuhan juga bagus untuk memenuhi asupan DHA. Susu pertumbuhan sekarang sudah difortifikasi sehingga Omega-3. Kalsium dalam susu pertumbuhan juga mudah diserap untuk pertumbuhan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia dalam per harinya untuk anak berusia 4-9 tahun harus mengkonsumsi Omega 3 sebesar 0,9 gram. Sedangkan mereka yang berusia 10-12 tahun untuk laki-laki sebesar 1,2 gram dan perempuan sebesar 1,0 gram.

Yuk! Kita sama-sama belajar tentang literasi gizi. Bisa berkonsultasi dengan ahli kesehatan di puskesmas atau rumah sakit. Bisa juga googling. Kan, sekarang zaman digital. Informasi tentang gizi akan mudah didapat. Demi anak-anak dan masa depan mereka yang lebih baik tentunya.

Back to Content ↑