happyone, asuransi pendidikan
"Jadi udah tau belum nanti kuliah mau ke mana?"

Untuk ke sekian kalinya, Chi bertanya ke Keke. Iya, Keke memang masih kelas 9 alias 3 SMP. Tetapi, pembicaraan seperti ini bukanlah hal aneh di keluarga kami. Gak hanya ke Keke, Chi juga kadang-kadang juga bertanya ke Nai.

Sejak dinyatakan hamil, bahkan sejak memutuskan menikah, pendidikan anak selalu kami pikirkan dengan serius. Dari mulai pendidikan di rumah hingga pendidikan formal di sekolah


Ibu adalah madrasah pertama bagi anak, ayah adalah kepala sekolah

Chi pernah membaca quote itu dan cukup setuju. Mau ibu di rumah atau pekerja kantoran, tentunya menjadi orang tua yang pertama kali mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Sedangkan ayah perannya merancang kurikulum. Ya, kalau dalam keluarga kami, merancang kurikulum dilakukan bersama, tetapi ayah tetap sebagai pemimpinnya.

Berbagai aktivitas untuk menstimulasi motorik kasar dan halus tentunya kami lakukan sejak anak-anak lahir. Kadang-kadang kami membelikan beberapa permainan edukatif seperti puzzle. Ya pokoknya kami berusaha semaksimal mungkin agar Keke dan Nai menjadi anak yang sehat dan cerdas.

[Silakan baca: Buat Apa Sekolah?]


Biaya Pendidikan Anak


Membahas tentang pendidikan, Chi memang suka berpikir jangka panjang. Kalau perlu 3-5 tahun ke depan. Seriusan, deh! Masalah apakah nanti akan terealisasi atau tidak, setidaknya bukan karena keputusan yang asal-asalan.

Waktu Keke masih usia batita, kami pernah memutuskan untuk homeschooling saja. Persiapannya pun gak sekadar pillow talk antara Chi dan K'Aie. Kami banyak mencari tau tentang homeschooling termasuk peraturannya. Tetapi, memang untuk beberapa alasan pribadi, kami memutuskan untuk sekolah formal hingga sekarang.

Keke baru masuk TK, kami udah mikirin SDnya nanti di mana. Keke duduk di kelas 4, Chi udah mulai mencari info beberapa SMP yang sekiranya bagus. Makanya jangan heran kalau Keke sekarang masih di kelas 9, kami udah membahas tentang kuliah hehehe. Meskipun begitu, kami tetap berdiskusi dengan cara yang ringan. Seperti ngobrol biasa aja.

Seberapa besar biaya pendidikan di Indonesia? Sebetulnya memang relatif, ya. Ada yang murah hingga mahal banget. Itupun belum tentu harga yang mahal lebih baik dari yang murah. Tetapi, tetap aja kami merasa harus mempersiapkan dana yang cukup untuk mereka. Tentu saja semampu kami bisa melakunnya. Sebagai salah satu bentuk jaminan pendidikan anak, kami pun mulai memikirkan asuransi pendidikan.

[Silakan baca: Bangga dengan Prestasi Akademis Anak, Yay or Nay?]


asuransi pendidikan, jaminan pendidikan anak
happyone, happyedu

Lalu, bagaimana kalau tertanggung utama mengalami kecelakaan atau wafat. Padahal anak-anak masih butuh banget biaya sekolah? Pastinya gak akan ada yang berharap seperti itu. Chi aja suka merinding kalau kepikiran kayak begini. Tetapi, untuk nyamannya memang kita butuh proteksi.

Di happyOne.id ada asuransi santunan pendidikan yang dinamakan happyEdu. Ada 2 pilihan happyEdu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Kita bisa menentukan sendiri berapa besar biaya pertanggungan dan preminya. Membuat polisnya juga mudah. Customer servicenya bisa dihubungi 24 jam. Cuzzz lah lihat info lengkapnya di happyOne.id.

[Silakan baca: Pentingnya Asuransi Pendidikan Bagi Anak]