Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang - Keke Naima

Rabu, 21 Maret 2018

Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang

cussons-bintang-kecil-impian-sang-bintang

Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang


Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk untuk masa depannya. Tapi bagaimana cara orang tua mencari tau apa yang menjadi minat atau bakat anak? Jangankan untuk anak, bila melihat ke diri sendiri saja kadang-kadang masih suka timbul pertanyaan. Apakah yang dijalani saat ini sudah sesuai dengan apa yang dicita-citakan? Atau malah merasa gagal? Bagaimana Mengetahui Potensi Anak?

Chi sempat lho merasa gagal meraih cita-cita. Bukan berarti saat ini tidak bahagia, ya. Tapi dari kecil hingga SMA, Chi selalu bilang ingin menjadi arsitek meskipun gak pernah tau alasannya kenapa. Ketika kuliah, malah memilih jurusan ekonomi perbankan yang mana Chi gak minat dengan seluk-beluk dunia perbankan hingga sekarang. Makanya setelah wisuda, gak pernah mau kerja di bank 😄. Semacam gagal meraih cita-cita? Ternyata enggak juga, lho.

Cussons Bintang Kecil 6 - Impian Sang Bintang
cussons-bintang-kecil-impian-sang-bintang

Sabtu, 24 Februari 2018 bertempat di mal Kota Kasablanka diadakan diskusi media dengan tema "Kenali Impian dan Kembangkan Bakat dari Generasi Alfa". Diskusi ini menghadirkan  bapak Bunadi Wijaya, Senior Group Manager - PZ Cussons Indonesia; ibu Roslina Verauli, Psikolog anak, remaja, dan keluarga; bapak Ali Sadikin, Ketua Pelaksana Yayasan Kick Andy; dan ibu Yuvlinda Susanta, Senior Division Head Corporate Communication Super Indo.
"Semua orang tua memiliki harapan agar impian anaknya tercapai," ujar ibu Roslina Verauli atau biasa dipanggil Vera.
Sebagai narasumber pertama, ibu Roslina mengatakan bahwa tidak semua impian tercapai. Impian baru bisa tercapai bila kita memiliki inspirasi dari lingkungan sekitar.  Kami semua, para awak media dan blogger, masing-masing diminta menuliskan impian saat ini dalam selembar post it yang diberikan oleh panitia. Kemudian di lembar baliknya, kami diminta menuliskan impian masa lalu.

Ada 2 orang awak media yang kemudian maju untuk membagikan cerita impiannya. Mbak Dewi, wartawan pertama yang bercerita kalau sekarang memiliki impian ingin traveling bersama teman-teman. Sedangkan impian yang dulu adalah menjadi wartawan dan traveling. Mbak Dewi bercerita ketika kecil terinsipirasi dengan salah satu film Mandarin. Sejak itu, dia bermimpi ingin traveling dan dengan menjadi wartawan maka dia berharap bisa traveling.
"Impian masa kecil, seringkali perwujudan dari berbagai harapan atau kekuatan yang ditemukan di dalam diri sendiri, sehingga memudahkan menjadi individu yang berfungsi secara utuh."
Dari ceritanya, ibu Vera berkesimpulan kalau mbak Dewi menyukai keindahan, kebebasan, memiliki sifat yang sensitif dan menyenangi seni. Aktivitas menulis juga termasuk sebuah seni. Semua itu yang membuat mbak Dewi ingin menjadi wartawan.

Awak media yang kedua adalah mbak Temi yang memiliki impian saat ini menjadi wartawan. Sedangkan impian zaman dulu adalah menjadi penulis buku. Sejak kecil, mbak Temi hobi menulis cerpen. Mama mbak Temi yang mulai mengajarkan untuk dekat dengan buku dan menulis. Diawali dengan menulis diary. Mbak Temi mengakui hubungan dengan mamanya cukup dekat.

Walaupun mbak Dewi dan mbak Temi sama-sama sudah menjadi wartawan, tetapi berawal dari inspirasi yang berbeda. Mengimpikan kebebasan dan melihat keindahan adalah inspirasi mbak Dewi. Sedangkan bagi mbak Temi, menulis adalah sebuah wujud mengekspresikan perasaan dan ada rasa terkoneksi dengan orang-orang terdekat setiap kali menulis.

Dari kedua contoh tersebut, ibu Vera mengatakan sangat penting untuk bertanya tentang apa yang ingin dicapai bila membahas tentang cita-cita anak. Apabila impian tidak jauh beda dengan kenyataan, maka anak akan menjadi nyaman dengan dirinya sendiri.

Bantu anak untuk mengenali impian dan kemudian menggapainya. Menurut teori Carl Rogers, manusia memiliki dorongan sejak lahir. Sebelum mengenali impian anak, maka lebih dahulu belajar mengenali diri sendiri. Ada 3 hal sederhana untuk mengenalinya, yaitu

  1. Terbuka pada pengalaman sehari-hari. Terus mencari tau bakat yang dimiliki dari berbagai aktivitas.
  2. Take in action. Impian tidak akan menjadi kenyataan bila tidak ada aksi.
  3. Nikmati proses.
 
Saat ini, orang tua berhadapan dengan anak-anak dari generasi alfa. Profil anak-anak generasi alfa adalah mampu beradaptasi dengan dunia digital secara cepat. Anak generasi Alfa terbuka dengan proses belajar. Segala informasi yang berjalan dengan sangat cepat membuat mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar. Bantu anak-anak generasi Alfa untuk menumbuhkan ketrampilan spesifiknya hingga menjadi bintang.

Orang tua harus terus belajar. Kenali dam masuklah ke dunia anak karena lingkungan bisa mempengaruhi. Setiap tahapan usia memiliki konsep pengasuhan yang berbeda. Teruslah belahar agar anak menjadi nyaman dengan dirinya sendiri dan bisa menggapai impian menjadi bintang secara optimal.

Cussons Bintang Kecil adalah sebuah ajang pencarian bakat terbesar di Indonesia. Tahun ini memasuki season ke-6. Menurut bapak Bunadi Wijaya, bakat selalu datang dari keluarga dan yang bisa dilakukan adalah Cussons adalah memberikan sarana agar para orang tua bisa menyalurkan bakat anak-anaknya melalui event ini. Season kali ini berbeda dengan season-season sebelumnya. Bersama Yayasan Kick Andy dan Super Indo menjalankan program sosial "Bersama Cerdaskan Anak Bangsa".
"Yayasan Kick Andy memiliki kesamaan fokus dengan PZ Cussons dan bidang pendidikan dan anak. Karenanya, kami sangat menyambut baik dukungan yang diberikan terhadap progra, 'Bersama Cerdaskan Anak Bangsa'. Partisipasi dari kegiatan Cussons Bintang Kecil akan membantu kami meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak tidak mampu di Indonesia melalui fasilitas Taman Bacaan Anak di berbagai wilayah terpencil," ujar bapak Ali Sadikin.
Bapak Ali Sadikin mengimbau agar berkenan untuk memberikan kembalian atau menyumbang melalui kasir Super Indo. Sumbangan tersebut akan diwujudkan menjadi berbagai buku bacaan anak yang akan disumbangkan ke berbagai taman bacaan di seluruh Indonesia. Yayasan Kick Andy berpendapat bahwa seluruh anak Indonesia wajib mempunyai mimpi. Kegiatan ini diharapkan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan mimpi anak Indonesia.

Ibu Yuvlinda Susanta menambahkan bahwa antara Cussons, Super Indo, dan Yayasan Kick Andy memiliki kesamaan fokus yaitu peduli dengan anak-anak. Event Cussons Bintang Kecil memiliki program yang lengkap. Event ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, mengajak anak-anak untuk bersenang-senang melalui berbagai wahana edukasi yang kreatif, tetapi juga ada kegiatan sosial dengan peduli kepada anak-anak kurang mampu. Ibu Yuvlinda berpesan agar anak Indonesia memiliki gizi yang baik dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Super Indo juga terbuka dengan segala usulan dari konsumen bila ada taman bacaan yang ingin dibantu.

Acara seperti ini memang memberikan banyak manfaat karena memberikan wadah para orang tua. Di mana anak-anak bisa bermain di berbagai booth permainan, orang tua bisa ikut belajar tentang parenting, serta menyalurkan bakat anak melalui kompetisi yang diadakan.

cussons-bintang-kecil-impian-sang-bintang
Dihibur oleh penampilan Neona. Banyak anak yang antusias menyambut penampilan artis cilik ini

Dari penjelasan dari bu Vera, saya kembali mengingat impian masa kecil dan saat ini. Ternyata memang gak jauh, hanya saja saya baru menyadari. Dari dulu, saya senang sekali menulis. Dari mulai corat-coret di diary hingga menulis cerpen. Ya walaupun kali ini saya sudha mentok kalau menulis cerpen, tapi setidaknya saya masih terus menulis diary hanya saja kali ini dalam bentuk blog.

Tentang cita-cita saya menjadi arsitek, kalau diingat kembali, saya selalu memimpikan membuat berbagai ruangan yang nyaman. Bukan gedung atau rumah yang indah. Mungkin jadi semacam impian terpendam karena menginginkan ruangan yang nyaman agar saya bisa menulis. Alhamdulillah, sekarang semuanya tercapai.

PR saya selanjutnya adalah bertanya kepada anak-anak tentang apa yang ingin dicapai dari impian mereka. Seperti Keke yang sekarang ingin menjadi pembalap motor profesional. Semoga semua anak-anak Indonesia bisa menggapai impiannya secara optimal. Aamiin.

26 komentar:

  1. kalau bisa kenali dari kecil mungkin akan jd terbaik ya, tapi kadang peluang dan kesempatanlah yang kadang menjadikan melenceng dari impian kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Banyak faktor yang mempengaruhi :)

      Hapus
  2. Semoga makin banyak event yg melatih anak2 untuk bermimpi dan sekaligus melatih sosialisasi di dunia nyata

    BalasHapus
  3. Salut Mba Myra kuliah di jurusan yang bukan impian namun tetap bisa lulus, karena teman saya ada yang tidak kuat menjalaninya akhirnya daftar ulang lagi di tahun berikutnya sesuai impian, alhmadulillahnya lulus. hehehe

    BalasHapus
  4. Wah menarik nih, kebetulan ponakan2ku suka ikutan ajang pencarian bakat gitu. Makasih infonya yaa mba Mirrr...

    BalasHapus
  5. Event seperti ini sayangnya hanya menyentuh kota-kota bessr, Kota kecil terabaikan. Padahal semua anak punya impian dan harapan yang besar untuk meraih kesuksesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Event hanya salah satu jalan, Mbak. Masih banyak jalan untuk anak meraih sukses, Semangat, ya :)

      Hapus
  6. Mengenali bakat anak ini prosesnya panjang. Ortu mesti sabar dampingin. Kadang2 kita pikir anak bakatnya a karena minatnya ke a dan selama bbrp waktu fokusnya ke a terus, tau2 menguap begitu aja :D Atau bisa jadi memang bakatnya di bidang a itu, tapi orangtua gak sabaran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju. Intinya, orang tua harus sabar. Jangan berharap instan

      Hapus
  7. Kecil-kecil sudah jadi bintang, salut deh buat anak dan ortunya

    BalasHapus
  8. Tapi cita cita masa kecil sering berubah deh pas dah gede. Kenapa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, seperti yang saya tulis di sini juga berdasarkan pengalaman pribadi. Ketika kecil, saya sellau bercita-cita ingin jadi arsitek. Setelah lulus SMA keinginan itu lenyap. Ya, seperti kata mbak Vera, coba cari tau apa yang dulu diinginkan dan apa yang sekarang diinginkan

      Hapus
  9. bakat anank terlihat sedari kecil agar bisa membangun masa depan yang cerah. bunda tinggal mengarahkan saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Tapi, sebelum diarahkan, orang tua juga harus membantu mencari. Gak semua anak langsung ketahuan potensinya

      Hapus
  10. Semoga anak-anak semakin bersemangat untuk menggapai impiannya...

    BalasHapus
  11. artis ciliknya lucuuu. Seneng deh liat acara kayak begini nih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artis cilik yang lagi banyak penggemarnya saat ini, Mbak

      Hapus
  12. Wah anakku udah gak masuk ya umurnya ikutan bintang kecil tapi susah jg lho bikin anak jadi berani tampil gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Gak semua anak berani tampil. Tapi, gak apa-apa. :)

      Hapus
  13. Sayangnya anak saya masih belum berani tampil didepan umum, masih malu-malu. apalagi di event seperti ini yang pasti banyak orang dan penonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak saya juga termasuk yang jarang mau tampil di depan banyak orang. Tapi, prestasi memang gak harus selalu tampil di depan banyak orang :)

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^