Selain tentang kurikulum 2013, obrolan lainnya beberapa bulan lalu yang sempat menuai pro dan kontra adalah tentang dihapusnya mata pelajaran bahasa Inggris untuk SD. Lagi-lagi, Chi memilih untuk melihat saja. Mengikuti pro-kontra, seringkali lebih heboh pro-kontranya daripada beritanya itu sendiri :p

Melihat bukan berarti pasrah. Chi pun punya rencana seandainya bahasa Inggris memang dihapus. Beberapa rencana alternatif yang bisa dipilih adalah :

  1. Tetep mengkursuskan Keke-Nai di tempat kursus mereka yang selama ini udah mereka jalanin
  2. Santai aja, waktu zaman Chi bahasa Inggris juga baru dikenalkan saat SMP. Buktinya tetep aja ada orang yang mahir berbahasa Inggris, kan? :)
  3. Belajar bahasa bisa dengan cara apa aja. Di postingan "Speech Delay", Chi pernah bercerita tentang adik kandung Chi yang udah beberapa tahun ini tinggal di US hingga sekarang. Fasih berbahasa Inggris justru karena dia belajar dari film-film Hollywood. Film-film tersebut gak hanya sekedar ditonton tapi juga dipelajari hingga ke aksennya.

Hanya saja, sekolah Keke-Nai itu kurikulumnya bilingual. Chi cuma penasaran, kalau beneran bahasa Inggris dihapus apa itu artinya sekolah juga akan menghapuskan kurikulum bilingualnya? Chi lalu bertanya ke wali kelas Keke. Dan katanya bahasa Inggris tidak akan dihapus walaupun berubah kurikulumnya dan penyampaian materi ke siswa pun tetap bilingual. Oke, setidaknya di sekolah anak-anak bahasa Inggris masih ada.

Sekarang tahun ajaran baru udah berjalan. Memang benar, tidak ada yang berubah. Yang berubah paling kurikulum 2013 aja untuk Keke. Buku-buku untuk Keke semua pakai buku lokal. Tapi, sebelum ada kurikulum baru, Chi beberapa kali dengar cerita dari beberapa orang tua murid kalau mulai kelas 4 memang muatan lokal udah lumayan banyak. Karena mempersiapkan anak-anak untuk UAN. Kalau masih pakai buku pelajaran yang berbahasa Inggris sebagai pengantarnya nanti dikhawatirkan anak-anak akan bingung ketika menghadapi UAN. Dan walaupun materinya udah kebanyakan pakai buku lokal, penyampaiannya juga masih ada yang bilingual.

Waktu rapat orang tua murid dengan pihak sekolah juga kembali dijelaskan, kalau bahasa Inggris itu bukan ditiadakan hanya tidak lagi dijadikan mata pelajaran utama. Artinya, kalau dulu bahasa Inggris termasuk salah satu penentu kenaikan kelas atau kelulusan, sekarang tidak lagi. Cuma, dimedia-media memang banyak yang salah kaprah memberitakannya. :)

Jadi bahasa Inggris masih ada di sekolah Keke-Nai. Bagaimana di sekolah lain? :)

Oiya, di kelas 4 ini Keke belajar 4 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda. Walaupun kami orang Sunda tapi Bahasa Sunda keliatannya yang paling bikin pusyiiiinnnggg.