Keke   : "Bunda, emang kenapa kita harus beli baju lebaran, sih?"
Bunda : "Ya, baju-baju kalian, kan, udah pada sempit."
Keke   : "Emang belinya harus pas puasa? Gak bisa kapan lagi gitu?"
Bunda : "Bisa aja, sih. Cuma Bunda pikir dipasin aja momennya. Jadi bukan berarti beli baju itu karena lebaran, ya. Cuma emang sengaja dipasin aja waktunya."

Chi menjelaskan seperti itu karena gak mau mereka berpikir lebaran memang harus segala sesuatu baru karena memang Chi cuma sengaja ngepasin momen aja. Kalau tahun-tahun sebelumnya, Chi selalu belanja 1 bulan sebelum Ramadan karena menghindari ramainya mall saat Ramadan, tahun ini Chi belanja saat puasa. Perkiraan Chi, sekarang Jakarta itu udah jadi kota mall. Masuk mall udah gak sesumpek dulu karena customernya terpecah. Dan memang bener, sih, pas belanja baju waktu itu Chi gak merasa terlalu rame suasananya/

Alhamdulillah rezekinya pun ada. Malah sebetulnya kami gak keluarin uang banyak tapi cuma 50 ribu rupiah saja untuk beberapa lembar baju karena Chi dapet voucher belanja sebagai salah satu pemenang lomba blog Sustagen. Alhamdulillah, bener-bener rezeki :)

Chi mau posting tentang selera berpakaian Keke yang mengalami perubahan lagi. Kalau 2 tahun lalu, seleranya adalah t-shirt yang tidak ada gambarnya apalagi kartun. Lebih suka kaos yang dengan banyak tulisan dengan warna yang cenderung gelap. Dan tidak mau pakai celana pendek.

Tahun kemarin karena lagi gandrung sama K-Pop, dia memilih baju baru ala-ala artis Korea. Dengan warna-warna pastel. Sebetulnya sempet juga dia memilih warna yang lebih terang, tapi kami keberatan. Kayaknya silau kalau terlalu terang warnanya :r Model bajunya juga beragam, gak hanya t-shirt tapi ada kaos yang tanpa lengan hingga kemeja. Untuk celana, Keke udah mulai mau pakai celana pendek lagi.

Tahun ini seleranya kembali ke 2 tahun lalu, yaitu t-shirt dengan warna-warna netral. Kartun pun masalah yang penting kaos oblong. Udah gak mau pake kemeja lagi. Celana masih kayak tahun lalu, panjang atau pendek gak masalah. Tapi tahun ini gak beli celana karena size celananya sekarang 29. Udah sepake sama ayah-bundanya, jadi pakai celana ayah bunda cuma dipendekin.

Gak susah ngikutin selera berpakaian Keke tahun ini. Makanya waktu Keke milih gak mau ikut, Chi gak masalah karena yang penting t-shirt. Itupun carinya bukan dibagian anak-anak lagi, tapi di bagian laki-laki. Cari aja yang size s.

Kalau Nai juga ada perubahan seleranya. Dia mulai minta dibeliin baju tangan panjang. Kalau dulu dia gak mau, malah koleksi bajunya kebanyakan yang tanpa lengan. Gerah katanya.Sekarang dia pengen kayak Bunda selalu pakai tangan panjang dan pengen juga mulai berjilbab. Alhamdulillah. Sebetulnay gak cuma sekarang-sekarang aja, sih, dia ngomong kayak gitu. Dan emmang dia udah mulai bisa tahan agak lama pakai baju tertutup. Jadi sedikit-sedikit bajunya Chi ganti dengan yang tangan panjang. Tapi cari yang bahnnya lembut biar dia tetap nyaman.

Trus Nai pengen tahun ini kami sekeluarga berseragam. Chi nyengir mendengar permintaan Nai. Karena selama ini gak pernah kepikiran untuk punya seragam keluarga. Apalagi Keke lagi gak mau pake baju selain t-shirt. Ke undangan aja dia memilih pakai t-shirt. K'Aie juga pasti gak kepikiran punya baju seragam. Trus Nai coba nawar, kalau gak mau seragaman paling gak warnanya senada. Lagi-lagi Chi cuma nyengir.

Ada salah satu brand yang jual pakaian untuk sekeluarga, tapi setelah beberapa model dicobain akhirnya Nai gak mau. Dia sedikit berubah pikiran katanya seragaman sama bunda aja. Setelah sekian lama cari, akhirnya dapet juga. Dan baju untuk Chi dapet di bagian anak. Ini anak-anak zaman sekarang yang badannya besar-besar apa Chi yang mengecil badannya? :p

Selera anak-anak terus berubah-ubah, ya. Tapi semoga Nai bisa terus betah menggunakan baju tangan panjang. :)