Terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah mensponsori, berpartisipasi, dan mendukung berlangsungnya 1st Giveaway : Jalan-Jalan Seru untuk Keke dan Nai. Tunggu pengumumannya, insya Allah tanggal 1 Me1 2013.

Sambil menunggu pengumuman, kali ini Chi mau cerita tentang jalan-jalan di Tanakita lagi. Semoga belum bosan baca cerita Tanakita, ya :) Dan kali ini ceritanya tentang mencari kunang-kunang.

Sudah pernah melihat kunang-kunang? Kalo Chi dan anak-anak pernah, tapi sebelumnya di buku cerita :p Nah, kali ini Chi mau cerita pengalaman Keke dan Nai mencari kunang-kunang beneran.

Kejadiannya Desember lalu, waktu lagi kumpul bersama keluarga besar di Tanakita. Sekitar pukul 07.00 malam tumben banget Nai udah ngantuk. Mungkin dia kecapean karena siangnya mandi hujan. Sampe Keke ajakin untuk mencari kunang-kunang pun dia awalnya setengah hati. Setelah agak dibujuk, Nai pun mau.

Yang ikut kegiatan ini lumayan banyak juga. Semua tamu yang menginap dipersilakan ikut. Tapi dari keluarga besar Chi cuma 7 orang, yaitu Chi sekeluarga, adik, dan 2 orang sepupu. Sebelum berangkat ada briefing singkat dan pembagian senter. Gak semua dapet senter, hanya beberapa orang aja.

Dalam briefing itu kami dikasih tau, supaya :


  1. Jangan becanda kelewatan
  2. Harus tertib dan tetap bersama rombongan
  3. Kalo mau lihat babi hutan harus lewat tengah malam. Kalo yang jam segitu lihat kunang-kunang *buat kami cukup lihat kunang-kunang, deh :D
  4. Ketika di area kunang-kunang gak boleh berisik dan senter harus dimatiin semua
  5. Dan lainnya

Kami pun berangkat ke arah danau. Jangan bayangkan jalan yang terang benderang, karena yang kami lalui itu hutan. Kebayang kan hutan yang gelap hanya diterangi beberapa senter. Cuma cukup untuk menerangi langkah kaki ajah :D

Gelap banget, ya :)

Keke tenang aja jalan bersama sepupu-sepupu dan adik Chi. Sementara Nai yang sesekali ketakutan, diapit sama Chi dan K'Aie di sampingnya. Kadang-kadang ada aja yang kakinya kejeblos masuk ke kubangan kecil. Mana habis hujan, jadi sepatu pun harus rela basah dan kotor karena lumpur hehe. O'ya wajib pake sepatu kets atau sepatu sendal, ya :)

Sampe juga kami di area pertama, seluruh senter pun diminta untuk dimatikan. Dan udah pasti gelap gulita. Asli gak keliatan  apa-apa. :D Sayangnya malam itu gak ada satupun kunang-kunang yang datang. Entah karena mendengar suara-suara manusia atau para kunang-kunang pada kedinginan? Kan habis hujan? :p

Sempet agak kecewa juga, tapi crew rakata kemudian mengajak kami melihat kumpulan jamur yang bisa menyala.  Kalau dalam keadaan terang, hanya terlihat seperti batang kayu yang lapuk. Tapi begitu suasana gelap gulita, kelihatan deh tuh warna biru neon. Cantik!

Besoknya waktu jalan ke danau, sempetin foto batang pohon yang ada jamurnya. Lihatkan bagian putih di batang? Itu jamur yang menyala. Sebetulnya lebih mirip ke spora, ya

Keke, Nai, dan banyak rombongan lainnya pada takjub. Yaiyalah termasuk belom pernah juga kami melihat pemandangan seperti itu.

Setelah puas melihat jamur yang menyala, kami menuju area berikutnya. Tanpa diduga justru pas lagi dijalan, kami menemukan kunang-kunang. Senter langsung dimatikan, kami pun berhenti sejenak. Kalo lihat video di bawah ini, yang kerlap-kerlip itulah kunang-kunang. Ternyata kunang-kunang itu kecil, ya. Chi kirain tadinya segede tawon, gak taunya lebih kecil.

Anak-anak seneng banget. Dan serunya lagi pas kami menemukan itu rombongan udah meninggalkan kami, jadi lebih puas aja lihat kunang-kunang :L Chi sih gak khawatir kalo sampe ketinggalan rombongan, kan ada K'Aie yang udah hapal daerah sana.

Kalo Chi termasuk yang rada parah mengingat jalan apalagi gelap gitu. Kayak waktu itu Chi sempet bingung kenapa setelah tanjakan kami semua belok ke kiri, bukankah harusnya ke kanan? Setelah besok paginya kami jalan-jalan ke danau, Chi baru nyadar yang bener emang ke kiri karena kalo kanan itu gak ada jalan malah bisa terperosok ke bawah. Hadeeeuuu padahal Chi lumayan sering ke Danau Situ Gunung tapi masih gak hapal ajah :p

Pokoknya kalo jalan-jalan ke tempat seperti itu dalam keadaan yang gelap harus didampingi sama yang ahli. Jangan 'sok' jago sendirian. Karena biar gimana itu kan hutan. Bahaya kalo kita gak hapal jalannya, mana gelap :)

Di area berikutnya kami gak juga menemukan kunang-kunang. Gak tau deh pada kemana itu kunang-kunang. Beruntung sempet nemuin pas di perjalanan ke area berikutnya.

Istirahat sebentar di sebuah villa yang katanya bakal dikelola juga sama Rakata. Kalo dipikir-pikir jalan-jalan kami malam itu jauh juga tapi gak ngos-ngosan sama sekali. Mungkin karena kami berjalan sangat hati-hati. Ngeri juga kan kalo sampe terperosok. Sementara kalo siang hari, lebih gak santai jalannya mungkin karena merasa terang.

Baru berasa ngos-ngosan ketika sesaat lagi sampe Tanakita, di bagian paling menanjak tau-tau hujan turun lagi. Langsung deh agak mempercepat langkah. Lemeeeessss... :r

Sampe tenda langsung ganti pakaian trus tiduuurr. Seneng banget deh Keke dan Nai bisa melihat kunang-kunang, jadi gak cuma sekedar tau dari buku cerita :)