Nai sudah divaksinasi Sinovac untuk anak dosis pertama beberapa hari yang lalu. Angka penambahan harian COVID-19 di Jakarta pada saat second wave ini memang mengkhawatirkan. Tetapi, di sisi baiknya, sentra vaksinasi ada di mana-mana. Bahkan sekarang sudah untuk anak usia 12 tahun ke atas.

vaksin sinovac untuk anak


Meskipun banyak pilihan sentra vaksinasi, kami maunya tetap memilih yang dekat rumah. Di Puskemas tempat Chi dan K'Aie divaksinasi. Begitu baca pengumuman kalau jadwal vaksinasi untuk usia 12-17 sudah dibuka, kami langsung ke lokasi untuk menanyakan prosedur pendaftaran.

Kami kembali bertanya karena baca komen beberapa netizen yang mengatakan harus daftar lewat aplikasi JAKI. Padahal waktu kami divaksinasi, bisa go show alias datang langsung.

Ternyata prosesnya tetap datang langsung. Karena vaksinasi untuk anak, kami diminta membawa Kartu Keluarga pada saat pendaftaran.

[Silakan baca: Pengalaman Pertama Divaksinasi AstraZeneca]

Sebelum pukul 6 pagi, K'Aie sudah berangkat ke lokasi vaksinasi untuk daftar dan ambil nomor. Udah dapat antrean nomor 150an, dong. Seneng, sih, lihat pada antusias divaksin. Tetapi, berarti yang lain pada datang pukul berapa, ya? Hihihi.

Setelah ambil nomor, K'Aie pulang dulu. Kemudian sekitar pukul 10, Nai jalan ke tempat vaksinasi bersama ayahnya. 1 jam kemudian sudah ada di rumah lagi. Itu lah alasan kami memiliki divaksin dekat rumah. Biar bisa pulang dulu. Nunggunya di rumah aja hehehe.

Gak ada persiapan yang khusus banget menghadapi vaksinasi. Kurang lebih sama, lah, dengan persiapan waktu Chi dan K'Aie divaksinasi AstraZeneca. Benerin asupan dan pola makan, tidur cukup, serta berolahraga ringan.
 
Asma yang terkontrol boleh divaksinasi Covid-19
 
Ketika divaksinasi wajib bicara sejujurnya, ya. Nai bilang ke nakesnya kalau dia punya asma. Tetapi, terkontrol dan udah sekian tahun gak kambuh. Belum pernah mengalami sesak berat juga. Kalau kondisinya seperti ini dibolehkan untuk divaksinasi.

Nai terlihat agak males-malesan saat berangkat. K'Aie juga cerita setelah divaksin, Nai kelihatan gak sabaran. Pengen pulang terus. Padahal harus menunggu sekitar 30 menit untuk melihat ada efek KIPI atau tidak.

Chi kirain Nai mager karena udah jarang banget keluar rumah. Gak taunya dia kelihatan males-malesan dan pengen pulang terus karena jadi ketinggalan nonton konser BTS gara-gara harus divaksin huahahaha 😂!

Alhamdulillah gak ada efek KIPI apapun yang dirasakan Nai. Gak merasa lapar ataupun ngantuk berlebihan seperti yang banyak dirasakan orang lain setelah divaksinasi Sinovac.

[Silakan baca: Mamah Sudah Divaksinasi Sinovac untuk Lansia]

Bagaimana dengan Keke?

Dia belum divaksin hingga saat ini. Keke sudah daftar duluan di sekolahnya yang memang berencana memfasilitasi vaksinasi bagi para siswa. Makanya dia gak ikut divaksin bareng Nai. Meskipun nanti vaksinasinya di sekolah, orang tua wajib menemani.
 
Oiya, Chi mau sedikit kasih info tentang situs Peduli Lindungi. Kami gak pernah melakukan pendaftaran vaksinasi di sana. Langsung go show aja ke Puskesmas terdekat. Nah, setelah selesai divaksinasi, para nakes yang akan menginput data kami di website tersebut. Sambil memantau efek KIPI yang timbul 30 menit pasca divaksinasi.

Bersyukur banget satu per satu di keluarga kami sudah divaksin. Ikhtiar agar Herd Immunity segera terbentuk. InsyaAllah pandemi segera berlalu. Aamiin Allahumma aamiin.

[Silakan baca: Sudah Divaksinasi COVID-19, Kok, Masih Harus Pakai Masker?]