Setahun Lebih Pandemi di Indonesia, Sehat-Sehat, kan, Semua? Gak pernah menyangka pandemi masih ada setelah 1 tahun. Kirain hanya hitungan bulan. Ya meskipun keberadaan vaksin seperti semacam angin segar karena membawa harapan baru. Tetapi, tetap saja masih terasa belum tau kapan pandemi akan berakhir.

setahun lebih pandemi di indonesia sehat-sehat kan semua

Satu hal yang sangat Chi syukuri setelah melewati masa 1 tahun pandemi adalah mampu bertahan. Takut iya, cemas iya. Tetapi, tetap bertahan dan sehat. Alhamdulillah.

"Men sana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat)"
 
Chi hafal banget dengan ungkapan tersebut beserta artinya saat masih sekolah. Kayaknya dulu kalimat tersebut sering didengungkan. Bahkan di pelajaran sekolah pun ada.

Tapi, Chi gak pernah bener-bener paham artinya. Bertahun-tahun hanya meyakini kalau sehat tuh secara fisik. Bisa beraktivitas dengan nyaman.

Lama-kelamaan Chi mulai tau kalau yang namanya sehat itu gak hanya fisik. Mental juga perlu dijaga kesehatannya.


ngobrol literasi keuangan bareng fwd

Jumat (4/6), Chi menyimak webinar yang diselenggarakan FWD dengan tema , “Setahun Lebih Masa Pandemi, Apa Kabar?” Acara ini merupakan bagian dari salah satu kampanye ‘FWD Bebas Berbagi’ dengan memberikan informasi tentang literasi keuangan ke berbagai komunitas. Pada diskusi tersebut, kesehatan finansial dibahas karena berkaitan erat dengan kesehatan mental dan fisik.


Tips SANTAI Sehat Mental di Masa Pandemi


tips santai sehat mental di masa pandemi

Membuka acara ‘Yuk Ngobrol Bareng FWD!’, Maika Randini atau biasa dipanggil ibu Kiki, Chief Marketing Officer FWD Insurance, mengatakan bahwa tantangan terbesarnya di masa pandemi adalah menjadi ibu sekaligus pekerja kantoran. Sebelum pandemi, setiap hari anak belajar di sekolah dan ibu bekerja. Tetapi, ketika pandemi datang, kedua pe ini bisa berbenturan.

Pandemi memang datang tanpa diduga. Hidup harus terus berjalan meskipun belum jelas kapan pandemi berakhir. Bu Kiki melakukan rutinitas untuk diri sendiri dengan berolahraga +/- 1 jam. Agar kesehatan mental tetap terjaga.

Ira Gustiana , M. Psi., Psikolog Anak, Remaja, & Keluarga Founder Ruang Tumbuh mengatakan, kalau di Amerika Serikat pernah diadakan riset kepada 1900 perempuan di masa pandemi. Hasilnya sebagian besar ibu yang paling rentan terkena stress.

Lebih lanjut mbak Ira atau biasa dipanggil mbak Ayank ini mengatakan kalau di Indonesia juga terjadi peningkatan stress saat pandemi. Begitu pun dengan angka perceraian dan KDRT.

Finansial bisa mempengaruhi kondisi rumah tangga yang sehat. Meskipun banyak yang mengatakan kalau uang bukanlah segalanya. Tetapi, faktanya banyak aspek yang membutuhkan uang. Ada banyak hal yang harus tetap dibayar misalnya uang sekolah, listrik, kuota, dan lain sebagainya.


Ibu sehat = anak sehat + suami sehat

Chi teringat dengan quote paling favorit di film animasi Rio 2 yaitu “Happy Mom, Happy Family”. Buat Chi memang bener banget, lho. Kalau diri sendiri lagi uring-uringan rasanya mengurus keluarga juga suka berantakan. Maunya ngomel melulu.

Apalagi di saat pandemi ini banyak ibu yang menjadi lebih stress karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Menjadi ibu sekaligus pekerja misalnya.

[Silakan baca: FWD Community Ladies Talk - Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga]


agar tetap sehat mental di masa pandemi

Sangat penting bagi para ibu untuk mengelola emosi. Belajar terampil meregulasi emosi ketika berhadapan dengan situasi yang tidak menyenangkan. Mbak Ayank memberikan tips SANTAI agar para ibu bisa tetap sehat selama masa pandemi.


Sehat Fisik Mendukung Kesehatan Mental

Beberapa kali Chi mendengar/membaca pengalaman yang pernah terkena COVID. Katanya, tidak hanya badan yang sakit. Tetapi, mental juga bisa kena.

Oleh karenanya jangan hanya tubuh yang diperhatikan kesehatannya. Tetapi, agar mental tetap sehat, salah satu caranya adalah berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi asupan gizi seimbang.


Adaptasi dengan Pola Kebiasaan Baru

Pandemi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya ini membuat banyak perubahan rutinitas di kehidupan manusia. Mendadak harus sekolah atau bekerja dari rumah dan lain sebagainya.

Agar hidup bisa terus berjalan harus berusaha beradaptasi. Buat rutinitas baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi.

Atur lagi time manajemennya. Apalagi kalau kita memiliki peran ganda. Bila perlu tunda beberapa aktivitas sampai kondisi benar-benar aman.


Networking dengan Tetap Menjaga Interaksi Sosial

Kondisi pandemi memang membuat kehidupan bersosialisasi menjadi sangat berubah. Biasa ketemu banyak orang, sekarang semuanya harus di rumah.

Tetapi, jangan sampai tidak bersosialisasi sama sekali, ya. Tetap lakukan kontak sosial minimal selama 15 menit per hari.

Kontak sosial di masa pandemi bisa dilakukan dengan berinteraksi di WA meskipun sekadar jadi silent reader. Cari postingan yang receh, tapi bisa bikin ketawa. Pokoknya pilih kontak sosial yang menyenangkan. Kalau yang toxic hempaskan saja.


Tahan Diri dan Atur Regulasi Emosi dengan Teknik Pernapasan Sederhana

Pernah gak marah sama anak, terus menyesal sesudahnya? Tapi, kemudian marah lagi, terus menyesal lagi. Gitu aja terus.

Sikap seperti ini bisa bikin anak menjadi bingung. Sering juga kan yang terjadi ketika ibu marah, anak bukannya menurut. Tetapi, malah semakin rewel dan bikin ibu jadi makin kesal.

Sabar ya, Buuu.

Di saat pandemi begini kesabaran para ibu memang seperti terus diuji. Tetapi, daripada nanti berdampak buruk untuk semua, sebaiknya mulai coba teknik pernapasan yang sederhana, deh. Jangan langsung ngomel ketika sedang kesal.


Atasi Kelelahan dengan ‘Me Time’

Gak boleh merasa bersalah ketika melakukan ‘me time’. Justru ‘me time’ sangat penting. Gak perlu pergi jauh atau lama-lama, kok. Cukup dilakukan 15-30 menit per hari.

‘Me time’ gak otomatis mengatasi kelelahan bila dilakukan tidak tepat. Sejatinya ‘me time’ itu waktu yang disediakan bagi diri sendiri. Tetapi, banyak ibu ketika ‘me time’ pikirannya masih ke urusan rumah tangga, keluarga, dan lain sebagainya. Sehingga tidak benar-benar menikmati ‘me time’.

Kesalahan lainnya saat ‘me time’ malah emosi berubah jadi jelek. Misalnya, nonton film drama, tetapi yang ceritanya bikin sedih. Perasaan jadi campur aduk setelahnya dan baper melulu. Nah, berarti ini ‘me time’ yang kurang tepat.


Ingat! Fokus pada Sesuatu yang Bisa Dikendalikan

Dalam hidup ada berbagai hal yang bisa dikendalikan dan tidak. Manusia juga gak pernah tau apa yang terjadi di masa depan.

Kurang-kurangin overthinking, ya. Jangan selalu berpikir, “kalau gini … kalau gitu … kalau …” Fokus dengan apa yang bisa kita kendalikan.


Jangan mengharapkan hasil instan ketika melakukan tips SANTAI. Ketrampilan ini harus dilakukan terus-menerus hingga ibu bisa memberikan respon yang tepat terhadap suatu masalah.

Pandemi sudah berjalan lebih dari 1 tahun. Bila pandemi berakhir, resiliensi akan meningkat. Artinya, bila melalui pandemi dengan baik, akan membuat kita menjadi pribadi yang mampu beradaptasi dan tangguh menghadapi situasi sulit.

[Silakan baca: 2020 Tahun Kebersamaan Keluarga]


Perencanaan Keuangan Syariah Menuju Keberkahan Finansial


perencanaan keuangan syariah menuju keberkahan finansial

Berapa penghasilan yang harus dimiliki supaya merasa cukup?

Menurut Mbak Rista, Zwestika, CFP, Co-Head Advisory Finansialku.com, ukuran cukup gak ada patokannya. Setiap orang punya jawaban yang berbeda. 
 
Ada yang penghasilannya kecil, tetapi tetap merasa cukup. Kebalikannya ada yang berpenghasilan besar, tetap saja merasa kurang.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bersyukur

prinsip utama keuangan syariah

Bersyukur merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Karena kecil atau besar penghasilan akan ada masalahnya masing-masing. Diawali dengan rasa syukur yang besar atas harta yang didapat. Kemudian dilanjutkan dengan menjaga, mengelola, dan membelanjakan.

Kondisi saat ini memang menyulitkan banyak pihak. Banyak yang mengalami kesulitan ekonomi karena pendapatan yang menurun. Bahkan sampai ada yang terkena PHK.

Selama masih memiliki waktu produktif, gunakan sebaik-baiknya agar tidak terjadi penyesalan. Fokus pada solusi, jangan masalah. Karena fokus pada masalah hanya menciptakan berbagai alasan. Bahkan bisa melakukan kekerasan, misalnya menjadikan anak sebagai sasaran kemarahan.


Sehat Secara Finansial di Masa Pandemi bersama Asuransi Bebas Handal

 
cara mewujudkan tujuan keuangan dengan perencanaan keuangan syariah

Memahami literasi keuangan adalah hal yang sangat penting. Tujuannya agar tetap dapat mengelola keuangan dan membuat berbagai keputusan secara cerdas. Termasuk di saat kondisi menghadapi kondisi yang tidak terduga dan sulit seperti di masa pandemi ini.
 
Lakukan financial check up tentang kondisi keuangan saat ini. Salah satu fondasi penting sehat secara finansial adalah memiliki keamanan. Salah satunya dengan diproteksi melalui asuransi.
 
Menurut Mbak Rista, keputusan memilih asuransi konvensional atau syariah ada di tangan masing-masing. Tetapi, sebelum memilih produk asuransi, sangat penting untuk mengetahui dulu perbedaan dan manfaatnya.
 
Pada Asuransi Syariah terjadi risk sharing antara peserta asuransi. Peserta sepakat untuk menanggung bersama kemungkinan timbulnya musibah yang lazim disebut risiko dengan alokasi dana kebajikan atau tabarru’. Akad atau perjanjian dalam Asuransi Syariah terdiri dari akad Tabarru’ dan Tijarah

Asuransi Konvensional terjadi risk transferring dari peserta asuransi kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi. Akad atau perjanjian asuransi konvensional adalah Jual-Beli.

Tujuan perencanaan keuangan syariah adalah mencari ketenangan dan keberkahan untuk mendapatkan Ridho Allah SWT

Siapa pun bisa memiliki asuransi syariah. Tidak sebatas hanya untuk umat muslim.

[Silakan baca: Asuransi Sebagai Bagian dari Gaya Hidup]
 
aplikasi fwd max

FWD Insurance memiliki asuransi berbasis syariah yang dapat memberikan manfaat rawat inap dan perlindungan hingga usia 60 tahun yaitu Asuransi Bebas Handal. Ada 3 keunggulan dari produk ini, yaitu
 
Terjangkau – Kontribusinya mulai dari Rp75.000,00 per bulan. Manfaatnya hingga Rp100 juta per tahun. Bila nasabah melakukan pembayaran tahunan, maka akan mendapatkan free 1 bulan kontribusi.
 
Simple – Produk ini bisa dibeli dengan mudah secara online. Nasabah bisa membeli melalui aplikasi FWD MAX atau website ifwd.co.id.
 
Lengkap – Tidak hanya biaya kamar yang ditanggung. Tetapi, seluruh biaya perawatan dengan nilai manfaat hingga Rp100 juta per tahun 
 
Asuransi Kesehatan Online FWD ini memang cocok banget deh dengan kondisi sekarang. Proses pembeliannya dilakukan secara online. Bila dipakai juga cashless karena tinggal menunjukkan kartu asuransi. Cara ini menimbulkan rasa aman dan nyaman.
 
Alasan untuk tertarik dengan produk asuransi berbasis syariah ini adalah tidak dijual dalam bentuk paket asuransi unit link. Murni hanya asuransi kesehatan. Produk ini juga memiliki manfaat khusus COVID-19 tanpa tambahan biaya untuk seluruh nasabah atau yang baru bergabung selama periode 1-30 Juni 2021. Manfaat khusus ini meliputi perlindungan dan biaya pengobatan selama isolasi mandiri (Isoman).
 
Semoga kondisi fisik, mental, dan finansial kita semua selalu sehat, ya. Aamiin Allahumma aamiin.