Asuransi Sebagai Bagian dari Gaya Hidup

By Keke Naima - May 16, 2021

Asuransi Sebagai Bagian dari Gaya Hidup - Apakah teman-teman sudah memiliki asuransi? Atau justru masih ragu dengan asuransi? 

Asuransi Sebagai Bagian dari Gaya Hidup

Kalau untuk Chi pribadi, keinginan memiliki asuransi tuh udah lama banget. Dari sebelum menikah pernah punya asuransi. Waktu itu ada sales asuransi yang menawarkan dan Chi tertarik dengan penawarannya.

Polis asuransi pun dikirim ke rumah. Dengan bangga Chi tunjukin dong ke papah. Eh, yang ada malah dimarahin hehehe.

Papah gak anti asuransi. Tetapi, Chi dianggap kurang berhati-hati. Hanya termakan ‘penawaran manis’ sales langsung menyetujui. Harusnya ditanya dan dibaca dulu lebih detil.

Singkat cerita, Chi langsung membatalkan asuransi tersebut. Terlebih setelah curhat sama salah seorang teman, ternyata dia punya pengalaman gak enak dengan asuransi tersebut. Semakin mantaplah untuk dibatalkan.

Tentu aja ada kerugian materi. Tetapi, gak apa-apa lah daripada nanti kerugiannya semakin besar. Sejak itu, Chi kapok berasuransi.

Hingga kemudian punya anak pertama. K’Aie langsung membuatkan asuransi pendidikan begitu Keke lahir. Chi yang masih merasa kapok, menyerahkan semua keputusan ke K’Aie.

Baru merasakan manfaat asuransi ketika Chi harus dirawat karena DBD. Keke juga pernah dirawat karena typus. Semua pembayaran menggunakan asuransi. Padahal waktu K’Aie cerita kalau kami sekeluarga punya asuransi kesehatan, Chi sempat ngedumel. Seberapa penting sih punya asuransi kesehatan?


Bincang-Bincang Asuransi Bersama FWD Blogger Squad


Senin, 12 April 2021, Chi mengikuti acara virtual FWD Blogger Squad. Acara ini bukan tentang peluncuran produk. Tetapi, berdiskusi tentang literasi keuangan, khususnya asuransi.

Di acara ini, blogger tidak sekadar hadir dan mendengarkan. Kami dibagi menjadi 3 kelompok. Bersama tim dari FWD Insurance, kami saling mengeluarkan pendapat tentang asuransi secara umum.

Asuransi seharusnya menjadi pelindung dari berbagai risiko di masa depan. Ibaratnya seperti sedia payung sebelum hujan.

Sayangnya, literasi keuangan masyarakat kita memang harus ditingkatkan. Termasuk kesadaran berasuransi di Indonesia yang masih rendah. Kami pun saling mengeluarkan pendapat dan berdiskusi tentang penyebab keengganan masyarakat memiliki asuransi.

Faktor pertama adalah alasan ekonomi. Apalagi di saat pandemi COVID-19 ini. Di mana banyak yang ekonominya terganggu. Jadi semakin tidak kepikiran memiliki asuransi.

Asuransi masih dianggap sesuatu yang merugikan. Tidak ada ada seorangpun yang menginginkan mengalami kejadian buruk di masa depan. Tetapi, bila tidak terjadi sesuatu, uang pun akan lenyap. Makanya masih banyak yang berpikir lebih baik berinvestasi daripada memiliki asuransi.

Klaim yang ribet, kasus penipuan asuransi, dan lain sebagainya juga menjadi alasan enggan berasuransi. Atau seperti yang Chi ceritain di awal. Akhirnya sempat kapok dengan asuransi.

Seringkali ketidakpercayaan dan keengganan memiliki asuransi juga timbul karena pengaruh orang lain. Mendengar/membaca berita tentang ribetnya mengurus klaim hingga kasus penipuan, membuat masyarakat berpikir ulang.


Menjadikan Asuransi Sebagai Lifestyle


Pendapat orang memang bisa sangat berpengaruh. Pendapat orang lain pun gak harus dengan yang sudah saling mengenal. Apalagi sekarang era digital. Bila ada netizen yang menceritakan pengalaman buruk berasuransi dan kemudian viral pun sudah bisa mempengaruhi beberapa masyarakat menjadi ragu memiliki asuransi.

Tetapi, gak hanya pendapat buruk aja, kok. Pengalaman baik tentang asuransi juga bisa berpengaruh. Intinya sih pendapat seseorang baik itu positif atau negatif lebih efektif dibandingkan ucapan agen asuransi.

Bukan berarti agen asuransi tidak dibutuhkan, lho. Tetapi, seseorang memang bisa tertarik atau enggan karena mengetahui pengalaman orang lain. Kalau sudah tertarik, baru deh minta info lebih jelas ke agen asuransi.

Salah satu cara membuat masyarakat tertarik dengan asuransi adalah dengan menjadikannya sebagai gaya hidup. Bisa juga untuk melengkapi lifestyle yang sudah ada.

Misalnya, gaya hidup sehat semakin banyak dijalankan oleh masyarakat. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan asuransi kesehatan untuk berjaga-jaga dari risiko yang ada. Berwisata juga sebaiknya dilengkapi dengan asuransi perjalanan. Agar jalan-jalannya semakin merasa aman dan nyaman.

Seperti itu lah kurang lebihnya diskusi kami beberapa waktu lalu. Sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Asia Pasifik, FWD Insurance berkomitmen mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.

FWD memiliki produk Asuransi Bebas Handal yaitu asuransi kesehatan dengan fitur utama sebagai berikut:


  1. Terjangkau – Kontribusi mulai dari Rp75.000,00 per bulan
  2. Simple – Mudah dibeli setiap saat secara online 
  3. Lengkap – Tidak hanya biaya kamar. Semua biaya perawatan dengan nilai manfaat hingga Rp100 juta per tahun
  4. Cashless – Proses masuk dan keluar rumah sakit rekanan tidak ribet. Cukup dengan menunjukkan kartu asuransi 


Download FWD Max juga, yuk! Di aplikasi ini gak hanya bisa membeli asuransi secara online. Ada banyak hot promo yang akan mendukung gaya hidupmu.

Baca-baca juga berbagai artikel di fitur Passion Story. Ada berbagai artikel menarik yang bisa meningkatkan literasi keuangan, terutama tentang asuransi. Mengajak kita semua untuk bisa mandiri secara finansial juga. Cek juga akun IG @fwd.id, ya 

  • Share:

You Might Also Like

85 comments

  1. aku juga sudah lama punya asuransi mba.. ada kesehata, pendidikan dan juga investasi. Memang harus pandai - pandai mengaturnya agar bisa maksimal manfaatnya

    ReplyDelete
  2. Tapi memang sekarang ini tuh wajib sekali memiliki asuransi, kebetulan aku juga pakai asuransi pendidikan dan kesehatan. Ini produknya FWD terbilang ramah kantong ya mbak, karena hanya Rp 75.000 perbulan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama. Saya juga asuransinya untuk pendidikan dan kesehatan

      Delete
  3. aplikasi FWD ini banyak sekali promo gaya hidup ya, serasa bukan aplikasi asuransi karena tampilannya yang begitu atraktif

    ReplyDelete
  4. Yap setuju mak, literasi keuangan masyarakat terutama untuk urusan asuransi masih sangat rendah termasuk investasi, namun memang banyak faktor yang menyebabkan asuransi kurang diminati masyarakat, salah satunya besar premi yang lumayan sulit terjangkau meskipun tentu perlindungan yang diberikan sangat maksimal, belum lagi proses klaim yang susah, dan ini yang jadi perhatian saya, pihak yang menyediakan asuransi belum memiliki trik agar calon nasabah mau membaca klausul dalam perjanjian yang bahasanya beribet hahaha, nah...kadang ketidakmengertian ini jadi masalah untuk pihak penyedia asuransi juga...hahaha jadi panjang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Semoga bisa terurai satu per satu, ya

      Delete
  5. setuju sekali mbak..
    asuransi saat ini sudah bagian dari gaya hidup ya
    hal yang sangat penting untuk dimiliki
    biar hidup makin aman

    ReplyDelete
  6. Asuransi jaman now bisa jadi lifestyle juga ya karena memang penting untuk kehidupan. Kalau bisa punya untuk semua anggota keluarga, masya Allah ya manfaatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya yang berangkat dari lifestyle suka bikin menarik, Mbak

      Delete
  7. Pengen punya asuransi tapi terkendala iuran premi yang mahal, eh senang juga pas tahu fwd life preminya cukup terjangkau ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, semoga jadi semakin tertarik memiliki asuransi, ya

      Delete
  8. mbaaa serius itu yaa dari 75 ribu aja? menarik ya asuransi sekarang terjangkau banget.
    kalau daftar gini tuh harus seluruh KK masuk atau bisa perorangan sih mba??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius, Mbak. Coba install aplikasi FWD Max untuk tau lebih lanjut, ya

      Delete
    2. Hemat ya Kak Allhamdulilalh jadi semua kalangan bisa ikutan ini. Penasaran pengen download juga ah. Biar ngerti prosesnya.

      Delete
  9. Bagus sih ini acaranya, gak melulu mendengarkan. Tetapi juga dibagi jadi kelompok kecil gitu. Jadi diskusinya pun bisa lebih fokus dan terarah.

    ReplyDelete
  10. Saya termasuk yang pengen banget punya asuransi tapi baru bisa puas dengan punya BPJS dulu. Setidaknya sudah nyicil ayem. Asuransi memang harus dijadikan bagian dari hidup, Mbak. Nggak kebayang kalau ga punya. Ya kalau pas ada.
    Asurani Bebas Handal ini menarik sekali. Terjangkau dan bisa diandalkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah coba pertimbangkan memiliki asuransi dari FWD ini

      Delete
  11. Zaman sekarang melek asuransi itu kudu. Memang sebaiknya pilih asuransi dari perusahaan yang terpercaya seperti FWD.

    Dan minimal punya asuransi jiwa terus asuransi kesehatan.

    Preminya cukup murah 75 ribu per bulan

    ReplyDelete
  12. Iya Mbak, soal ekonomi nih yang paling jadi alesan banyak orang gak ikut asuransi. Dan faktor-faktor lain juga sih..
    Asuransi Bebas Handal dari FWD menarik juga ya fitur-fiturnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi semakin meningkat. Begitu juga dengan ekonomi

      Delete
  13. Wah, lumayan murah ya mbk kontribusi ya.. Mulai dari 75ribu perbulan. Punya asuransi ini ibaratnya seperti sedia payung sebelum hujan ya mak

    ReplyDelete
  14. Ada kemudahan banget yah di asuransi ini, bisa beli online juga dan terjangkau banget premi nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. asauransi skrg bener jd lifestyle ya mbak. harga dan manfaat yg diberikan jg bermacam2 bgt dan add yg affordable kyk jajan kopi gini

      Delete
  15. Saya belum pernah ikut asuransi selain BPJS sih kak. Pernah ditawarin tapi belum mantap juga hati ikut asuransi. Padahal kalau dipikir sih penting juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dipelajari dulu tentang asuransi. Semoga semakin lama semakin tertarik, ya

      Delete
  16. Jaman sekarang harus lebih berhati-hati. Karena banyak yang mencatut nama baik asuransi yang sudah tenar, padahal ternyata asuransi jadi-jadian...
    Waspada sih kita emang harus ya

    ReplyDelete
  17. setujuu banget mba
    asuransi memang kudu jadi bagian dari lifestyle kita ye kaaannnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tetapi sebetulnya manfaatnya bisa lebih besar

      Delete
  18. memang penting banget sih asuransi tuh, apalagi udha banyak contoh gimana keuangan keluarga collaps saat tulang punggung atau pencari nafkah kenapa2 :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ituuu. Setidaknya kalau punya asuransi harapannya ada pegangan

      Delete
  19. bisa banget ya sebenernya kita mengambil asuransi yang sesuai dengan kemampuan kita dan biasanya memang diatur agar tidak emmberatkan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanay sebaiknya diperhitungkan dulu. Jangan smapai jadi memberatkan juga

      Delete
  20. Klaimnya gampang kah dengan FWD? Trus sistemnya langsung ditanggung asuransi atau reimburse dengan pasien bayar dulu? Menarik juga biaya kontribusi 75000 perbulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu tanya ke agennya. Tetapi, FWD Insurance mengatakan kalau asuransinya sangat praktis

      Delete
  21. Kalau emngenai asuransi, memang kudu banget jeli dan teliti.
    Kalau ada yang bantu untuk menjelaskan di awal, ini asik banget, seperti acara virtual FWD Blogger Squad.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setidaknya jadi bisa sedikit terbuka tentang asuransi, ya

      Delete
  22. Aku setuju banget mba denganmu, dengan asuransi ini kita lebih aman dan terkendali dengan misteri yang terjadi di depan sana nanti

    ReplyDelete
  23. Aku terbantu dengan adanya asuransi kesehatan, mba. Dan merasa lebih nyaman serta aman untuk keluarga juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, saya juga pernah terbantu dengan asuransi kesehatan

      Delete
  24. Setuju, jaman sekarang bijaklah dalam memutuskan pilihan aplg soal proteksi. Memilih asuransi sebagai bagian dr masa depan brrti qt udh sadar diri

    ReplyDelete
  25. Asuransi mugkin belum terlalu populer krn banhaknya isu asuransi bermasalah dll
    Emang kudu ada edukasi literasi keuangan khususnya soal asuransi dan diberi pemahaman bahwa ini tuh beda dengan menabung ya mbak, plus kalau bisa saat memutuskan punya asuransi kudu bener2 dipelajari dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup! Memang mudah mempengaruhi masyarakat. Terutama bila ada sesuatu yang bermasalah. Makanya memang perlu juga sebarkan berita baik

      Delete
  26. Masih banyak orang yang perlu diedukasi tentang pentingnya asuransi. Selama ini emang sih mikirnya uang kebakar gitu aja, bakalan hilang klo tidak kepake. Namanya juga proteksi diri ya, munculnya juga pas kita butuhkan.

    Asuransi Bebas Handal boleh juga nih. Per bulannya hanya 75 ribu aja ya, enggak terlalu berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. literasi keuangan memang perlu banget ditingkatkan. Jadi bisa lebih paham tentang mengelola keuangan

      Delete
  27. Adanya rasa ogah buat ikutan asuransi mungkin banyak orang juga yg merasakan, padahal tanpa disadari sebenarnya kita membutuhkan juga proteksi.

    ReplyDelete
  28. memang wajib banget pilih brand asuransi yg kredibel dan reliable ya mba
    supaya kita juga bs mendapatkan manfaat dan benefit insurance secara optimal.
    semoga kita semua sehaaattt

    ReplyDelete
  29. mantap nih fwd, bisa dibeli secara Online. uda gitu harga preminya pun terjangkau

    ReplyDelete
  30. Memang investasi itu harus dilakukan sejak dini, termasuk soal perlindungan diri. Saya udah lama banget denger review positif fwd ni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga semakin banyak review positif tentang asuransi, khususnya FWD

      Delete
  31. Terkadang asuransi terasa manfaatnya saat sakit dan dirawat di RS. Bayangin kalau ngeluarin biaya sendiri kan lumayan juga. Beneran loh terjangkau banget untuk ukuran asuransi dengan premi seharga 75 ribu rupiah. Benefitnya apa aja yang ini Mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benefitnya sudah saya tulis di postingan ini. Bila ingin lebih detil, bisa download aplikasinya

      Delete
  32. Wah keren K’Aie langsung membuat polis asuransi buat keluarga

    saya pernah mendengar, suuami yang baik dan bertanggung jawab akan mengansurasikan keluarganya sebagai perlindungan, bak payung yang disiapkan agar keluarganya gak basah saat hujan turun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena biaya pendidikan bisa naik terus. Jadi, suami bikin asuransi, Mbak

      Delete
  33. kalau menurut aku, asuransi bukan sebagai gaya hidup ya, melainkan kebutuhan pokok. contohnya asuransi kesehatan yang kita butuhkan banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seharusnya memang begitu. Tetapi, kesadaran berasuransi di kita masih rendah. Nanti kalau dibilang kebutuhan pokok, akan banyak yang bilang, "buat makan aja masih susah. Gak mungkin bayar asuransi."

      Makanya menurut saya bisa diawali dengan menjadikannya sebagai gaya hidup. Karena sesuatu yang menjadi trend biasanya akan menarik perhatian banyak masyarakat. Harapannya dibarengi juga dengan kesadaran berasuransi yang semakin tinggi. Sehingga pelan-pelan asuransi menjadi kebutuhan pokok.

      Delete
  34. Banyak alasan orang orang untuk tidak mengikuti asuransi salah satunya adalah preminya yang cukup mahal. Apalagi kalau anggota keluarganya banyak. Tapi kalau terjangkau sih bisa dipikirkan lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah setuju. Tentunya harus ada asuransi yang terjangkau bagi masyarakat banyak

      Delete
  35. Biaya preminya terjangkau banget ya mbak, apalagi bisa dilakukan secara online jadi mempermudah banget ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, semoga semakin banyak yang sadar berasuransi

      Delete
  36. Setiap anakku lahir pasti aku selalu bikinin asuransi kesehatannya dan pendidikan. Setiap mereka masuk sekolah sangat bermanfaat asuransinyaa

    ReplyDelete
  37. asuransi itu memang part of lifestyle sih, everybody needs it, sebagai pondasi untuk melindungi aset-aset kita lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup! Semoga nanti semakin tinggi tingkat kesadaran masayarakat akan asuransi

      Delete
  38. Eh bener banget Chi. Mau diakui atau tidak, kita tuh butuh asuransi loh. Terutama asuransi kesehatan. Terasa banget terbantu saat kita dalam kondisi terpuruk. Adanya asuransi bikin hati tenang dan tidak khawatir tentang efek finansialnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pernah merasakan manfaatnya, Mbak. Ketika harus dirawat karena DBD

      Delete
  39. produk FWD ini menarik buat dimiliki, dengan harga yang terjangkau tapi hasil juga maksimal.

    ReplyDelete
  40. Ketika bicara asuransi Aku pasti mengerutkan kening, hahaha pengalaman buruk berasa sekelebat datang. Tapi ya nggak bisa semua disama ratakan ya kak. Kalau biaya bulanannya hanya 75k mah terjangkau banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pernah punya pengalaman kurang menyenangkan tentang asuransi. Suami saya berhasil meyakinkan kalau asuransi itu penting hehehe

      Delete
  41. Auransi nih penting ya sebagai produk perlindungan banyak manfaatnya yang pasti saya download juga deh aplikasinya

    ReplyDelete
  42. Asyik ya webinarnya, dibentuk jadi kelompok-kelompok kecil dan peserta diharapkan aktif berpartisipasi. Jadinya nggak bosen dan lebih banyak pengetahuan tentang asuransi yang bisa diperoleh

    ReplyDelete
  43. Memang asuransi masih dianggap kurang penting karena manfaatnya nggak langsung dirasakan. Tapi kalau pernah punya pengalaman positif, biasanya pandangan jadi berubah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, semoga jangan merasakan punya pengalaman dulu baru terpikir asuransi

      Delete
  44. Say baru punya asuransi kesehatan sih. Yah punya asuransi memang bermanfaat sekali ya setidaknya bisa jadi pelindung gitu kalau-kalau terjadi hal yang tidak diinginkan di masa depan. Sama seperti dengan simbol yang digunakannya "Payung" which is kita memang harus sediakan payung sebelum hujan. Begitupula dengan asuransi perlu kita miliki sebagai persiapan menghadapi hal genting

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^