2020 Tahun Kebersamaan Keluarga - Rasanya kita semua sepakat kalau 2020 bukanlah tahun yang mudah untuk dijalani. Bahkan banyak yang bilang kalau hanya ada 2 bulan yaitu Januari dan Februari. Sisanya pandemi hingga sekarang.

2020 tahun kebersamaan keluarga

Tentang tahun yang gak mudah, sebetulnya sudah Chi rasakan sejak tahun 2018. Paling jumpalitan di tahun 2019. Banyak banget cerita sedih. Tetapi, cerita bahagia juga gak kalah banyak. Berasa kayak naik roller coaster. Bahagia dan sedih kadang-kadang jaraknya tipis. Sekarang bahagia, tetapi dalam hitungan jam ada kejadian sedih.

Bukan bermaksud untuk tidak mensyukuri semua kejadian bahagia dan rezeki di tahun 2019. Tetapi, serangkaian kejadian di sepanjang tahun itu membuat Chi lelah lahir batin. Pikiran kadang-kadang suka jadi 'blank'. Seringkali menjerit kecil karena kaget. Padahal K'Aie dan anak-anak sekadar menyapa. Biasanya kalau begitu pikiran lagi kosong.

Gak perlu lah ya Chi ceritain di sini tentang segala kejadian di tahun 2019. Bukan konsumsi publik juga. Malah sebetulnya Chi pengen lupain tahun 2019. Makanya gak pernah diceritain di blog hehehe. Tetapi, yang pasti di awal tahun 2020, Chi bertekad untuk menjadi lebih bahagia.

Sebetulnya dari dulu gak pernah bikin resolusi. Tetapi, dengan segala jumpalitan di tahun 2019, Chi berharap bisa lebih santai di 2020. Udah merencanakan libur agak panjang juga di bulan Maret meskipun anak-anak belum libur sekolah hihihi.


Ingin Semakin Dekat dengan Keluarga


hikmah di masa pandemi

Banyak yang bilang kalau Chi dan K'Aie dekat dengan anak-anak. Tetapi, sampai tahun 2019 itu Chi mulai galau dengan kedekatan ini. 

Chi memang kerap kali bilang kalau bonding adalah sesuatu yang mahal. Gak bisa terjalin instan. Itulah pentingnya mengeratkan ikatan batin ini sejak dini.

Tetapi, semakin besar Keke dan Nai, mulai timbul galau di hati Chi. Masih gak ya bisa dekat sama anak?

Penyebab kegalauannya karena mereka semakin sibuk dengan berbagai kegiatan. Pulang ke rumah udah sore atau menjelang maghrib. Quantity time semakin berkurang. Tinggal quality time yang tetap bertahan dan coba ditingkatkan.

Tetapi, kan tetap aja khawatir. Bisa gak ya kualitas kebersamaan tetap ada meskipun quantitynya berkurang? Teorinya sih seharusnya bisa. Hanya saja mengingat tahun 2019 banyak cobaan yang bikin hati Chi down, jadi suka ada rasa agak renggang bonding ma keluarga. Kalau lagi sensian gitu jadi semakin baper.

Pada saat pandemi, waktu berkumpul bersama keluarga sangat melimpah. Tentu aja gak mau disia-siakan. Meskipun jalannya gak selalu mulus. Salah satu rintangannya adalah aktivitas belajar dari rumah. PJJ memang berasa banget bedanya dengan pelajaran tatap muka. Tetapi, diusahakan enjoy aja meskipun sesekali ada dramanya.

Kami jadi mulai sering ngobrol dari hal receh sampai serius, bergantian memasak (kadang-kadang barengan), mengurus rumah bersama, dan lain sebagainya. Beneran semakin berasa kebersamaannya. Jadi kayak balik ke masa Keke dan Nai masih kecil. Di mana mereka masih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan sekarang K'Aie pun sering di rumah karena gak harus ke kantor setiap hari.

Memang gak selalu berjalan mulus dan adem ayem. Namanya juga keluarga. Ribut-ribut kecilnya masih ada. Tetapi, kebersamaannya juga semakin erat. Perasaan labil, pikiran kosong, emosi yang kerap berubah-ubah secara cepat seperti di 2019 udah jarang Chi rasakan. Di tahun 2020 lebih banyak tertawanya. Menangis udah gak sebanyak tahun sebelumnya. 
 
Bukan berarti tahun 2020 tuh nyaman banget. Chi juga sama kok kayak banyak masyarakat lainnya. Bukan tahun yang mudah. Tetapi, memang secara pribadi lebih bisa bersabar dan banyak tertawa saat menjalaninya dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Masih ada hikmah-hikmah lainnya yang patut disyukuri sepanjang tahun 2020. Terutama saat pandemi datang. Kapan-kapan Chi tulis, ya. Sebagai pengingat juga bahwa seberat apapun masih bisa tetap bertahan. Banyak pelajaran berharga di tahun kemarin. Alhamdulillah 
 


Berharap Lebih Baik di 2021


harapan di tahun 2021

Semua berharap tahun 2021 pandemi sudah berakhir. Ya semoga aja do'a dan harapan kita semua ini akan dikabulkan oleh Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Meskipun vaksin kabarnya sudah ada. Tetapi, rasanya mengawali tahun masih terasa berkabut. Angka penambahan yang positif Covid-19 di Indonesia saat ini sedang tinggi-tingginya. Rumah sakit penuh di mana-mana. Para nakes semakin kewalahan. Sedihnya lagi yang abai protokol kesehatan masih aja banyak.

Bersyukur dulu sepanjang tahun 2020 menjadi semakin akrab dengan keluarga. Masih bisa merasakan bahagia. Tetap diberi kesehatan dan rezeki. Ya semoga aja tahun 2021 masih bisa tetap bertahan bahkan lebih baik. Gak mau terlalu berekpektasi tinggi juga.

Ya meskipun masih terasa 'berkabut' di awal tahun bukan berarti akan selamanya suram. Seperti foto Chi ini. Ketika perlahan kabutnya menghilang akan terlihat pemandangan yang indah. Insya Allah akan seperti ini. Tetap semangat dan patuh dengan protokol kesehatan, ya!

Thank you 2020. Welcome 2021.