Sabtu, 02 Januari 2021

2020 Tahun Kebersamaan Keluarga

2020 Tahun Kebersamaan Keluarga - Rasanya kita semua sepakat kalau 2020 bukanlah tahun yang mudah untuk dijalani. Bahkan banyak yang bilang kalau hanya ada 2 bulan yaitu Januari dan Februari. Sisanya pandemi hingga sekarang.

2020 tahun kebersamaan keluarga

Tentang tahun yang gak mudah, sebetulnya sudah Chi rasakan sejak tahun 2018. Paling jumpalitan di tahun 2019. Banyak banget cerita sedih. Tetapi, cerita bahagia juga gak kalah banyak. Berasa kayak naik roller coaster. Bahagia dan sedih kadang-kadang jaraknya tipis. Sekarang bahagia, tetapi dalam hitungan jam ada kejadian sedih.

Bukan bermaksud untuk tidak mensyukuri semua kejadian bahagia dan rezeki di tahun 2019. Tetapi, serangkaian kejadian di sepanjang tahun itu membuat Chi lelah lahir batin. Pikiran kadang-kadang suka jadi 'blank'. Seringkali menjerit kecil karena kaget. Padahal K'Aie dan anak-anak sekadar menyapa. Biasanya kalau begitu pikiran lagi kosong.

Gak perlu lah ya Chi ceritain di sini tentang segala kejadian di tahun 2019. Bukan konsumsi publik juga. Malah sebetulnya Chi pengen lupain tahun 2019. Makanya gak pernah diceritain di blog hehehe. Tetapi, yang pasti di awal tahun 2020, Chi bertekad untuk menjadi lebih bahagia.

Sebetulnya dari dulu gak pernah bikin resolusi. Tetapi, dengan segala jumpalitan di tahun 2019, Chi berharap bisa lebih santai di 2020. Udah merencanakan libur agak panjang juga di bulan Maret meskipun anak-anak belum libur sekolah hihihi.


Ingin Semakin Dekat dengan Keluarga


hikmah di masa pandemi

Banyak yang bilang kalau Chi dan K'Aie dekat dengan anak-anak. Tetapi, sampai tahun 2019 itu Chi mulai galau dengan kedekatan ini. 

Chi memang kerap kali bilang kalau bonding adalah sesuatu yang mahal. Gak bisa terjalin instan. Itulah pentingnya mengeratkan ikatan batin ini sejak dini.

Tetapi, semakin besar Keke dan Nai, mulai timbul galau di hati Chi. Masih gak ya bisa dekat sama anak?

Penyebab kegalauannya karena mereka semakin sibuk dengan berbagai kegiatan. Pulang ke rumah udah sore atau menjelang maghrib. Quantity time semakin berkurang. Tinggal quality time yang tetap bertahan dan coba ditingkatkan.

Tetapi, kan tetap aja khawatir. Bisa gak ya kualitas kebersamaan tetap ada meskipun quantitynya berkurang? Teorinya sih seharusnya bisa. Hanya saja mengingat tahun 2019 banyak cobaan yang bikin hati Chi down, jadi suka ada rasa agak renggang bonding ma keluarga. Kalau lagi sensian gitu jadi semakin baper.

Pada saat pandemi, waktu berkumpul bersama keluarga sangat melimpah. Tentu aja gak mau disia-siakan. Meskipun jalannya gak selalu mulus. Salah satu rintangannya adalah aktivitas belajar dari rumah. PJJ memang berasa banget bedanya dengan pelajaran tatap muka. Tetapi, diusahakan enjoy aja meskipun sesekali ada dramanya.

Kami jadi mulai sering ngobrol dari hal receh sampai serius, bergantian memasak (kadang-kadang barengan), mengurus rumah bersama, dan lain sebagainya. Beneran semakin berasa kebersamaannya. Jadi kayak balik ke masa Keke dan Nai masih kecil. Di mana mereka masih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bahkan sekarang K'Aie pun sering di rumah karena gak harus ke kantor setiap hari.

Memang gak selalu berjalan mulus dan adem ayem. Namanya juga keluarga. Ribut-ribut kecilnya masih ada. Tetapi, kebersamaannya juga semakin erat. Perasaan labil, pikiran kosong, emosi yang kerap berubah-ubah secara cepat seperti di 2019 udah jarang Chi rasakan. Di tahun 2020 lebih banyak tertawanya. Menangis udah gak sebanyak tahun sebelumnya. 
 
Bukan berarti tahun 2020 tuh nyaman banget. Chi juga sama kok kayak banyak masyarakat lainnya. Bukan tahun yang mudah. Tetapi, memang secara pribadi lebih bisa bersabar dan banyak tertawa saat menjalaninya dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Masih ada hikmah-hikmah lainnya yang patut disyukuri sepanjang tahun 2020. Terutama saat pandemi datang. Kapan-kapan Chi tulis, ya. Sebagai pengingat juga bahwa seberat apapun masih bisa tetap bertahan. Banyak pelajaran berharga di tahun kemarin. Alhamdulillah 
 


Berharap Lebih Baik di 2021


harapan di tahun 2021

Semua berharap tahun 2021 pandemi sudah berakhir. Ya semoga aja do'a dan harapan kita semua ini akan dikabulkan oleh Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Meskipun vaksin kabarnya sudah ada. Tetapi, rasanya mengawali tahun masih terasa berkabut. Angka penambahan yang positif Covid-19 di Indonesia saat ini sedang tinggi-tingginya. Rumah sakit penuh di mana-mana. Para nakes semakin kewalahan. Sedihnya lagi yang abai protokol kesehatan masih aja banyak.

Bersyukur dulu sepanjang tahun 2020 menjadi semakin akrab dengan keluarga. Masih bisa merasakan bahagia. Tetap diberi kesehatan dan rezeki. Ya semoga aja tahun 2021 masih bisa tetap bertahan bahkan lebih baik. Gak mau terlalu berekpektasi tinggi juga.

Ya meskipun masih terasa 'berkabut' di awal tahun bukan berarti akan selamanya suram. Seperti foto Chi ini. Ketika perlahan kabutnya menghilang akan terlihat pemandangan yang indah. Insya Allah akan seperti ini. Tetap semangat dan patuh dengan protokol kesehatan, ya!

Thank you 2020. Welcome 2021.
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

68 komentar:

  1. Aamiin semoga tahun ini lebih baik ya Chi, kabut2 mulai menghilang sedikt demi sedikit agar terindahnya tahun ini.
    Hiks, setiap orang punya masa jumpalitan versinya masing2 dan bener banget hanya bisa menjadi konsumsi personal saja. Semoga banyak hikmah yang kita ambil dari masa2 yang memang membuat kita down, meyakini disetiap musibah ada berkah yang tersembunyi.
    semmoangat buat kita semua, semangat sehat, sukses dan bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh. Bagian yang terlalu personal disimpan aja hehehe. Tetapi, untuk hikmah bisa berbagi

      Hapus
  2. banyak hal yang layak untuk disyukuri sepanjang 2020, meski memang akan ada banyak kemelut terjadi baik pada diri sendiri ataupun keluarga, tapi semua mampu dilewati dengan baik karena ada Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya masih bisa mensyukuri apa yang terjadi

      Hapus
  3. Tahun ini seperti tahun sebelumnya, aku gak bikin resolusi. Jalani yang berusaha yang terbaik. Ada hal sulit terjadi, itu pasti. Tapi kita gak boleh menyerah. Semangat tahun baru!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap tahun saya gak pernah bikin resolusi :D

      Hapus
  4. Ah, 2020 memang berkesan ya untuk semua orang. Sama seperti saya mbak, yang akhirnya di tahun 2020 bisa merasakan lagi kumpul sama suami karena sebelumnya LDR. Tapiiii harus siap mental lagi nih kalau besok lusa suami pergi merantau lagi hiksss.. Thank you, sharingnya!

    BalasHapus
  5. Beneran sih tahun 2020 merupakan tahun di mana kita deket lagi sama keluarga. aku juga merasakan hal yang sama, anak2 mulai gede dan punya kegiatan sendiri kadang sampai sore. Tapi 2020 kayak di-reset ulang semuanya deh.

    Semoga di tahun 2021 keadaan akan membaik yaaah, selamat tahun baruuuu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Dipererat lagi, ya. Semoga tetap semangat di 2021 ini

      Hapus
  6. tahun 2020 emang berat sih, tapi sepakat klo tahun 2020 tuh bikin kita "mau gak mau" jadi makin erat kan ya sama keluarga. gimana enggak krn makin sering bareng2 di rumah dan makin banyak waktu dan berkegiatan bareng2... meski mungkin klo buat ibu2 capeknya juga makin2 hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang capek. Tetapi, alhamdulillah happy hehehe

      Hapus
  7. Yes kak...2020 emang tahun kebersamaan keluarga...waktu kita banyak untuk berkumpul keluarga di rumah. Semoga 2021 semua kembali normal..terbebas dari pandemi yaa..meski di awal tahun suasananya justru kayak awal pandemi dulu..makin takut kemana2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah selalu dilindungi oleh Nya. Aamiin Allahumma Aamiin

      Hapus
  8. Semoga ya Mba, pandemi segera berlalu. Agar kehidupan normal dapat berangsur pulib. Dan, wlau ada vaksin kita tetap harus jaga kesehatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Tetap gak boleh mengabaikan kesehatan meskipun sudah vaksin

      Hapus
  9. 2020 penuh hikmah ya, mbak. Kita semua juga pastinya ingin pandemi ini segera berakhir, walaupun di satu sisi malah kita juga pengen banyak membersamai keluarga. 2021 ini semoga kita mendapatkan yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walopun mungkin misalnya yang diberikan Allah bukan yang kita inginkan semoga kita bisa berlapang dada menerimanya.

      Hapus
    2. Iya, Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba Nya. Meskipun bentuk pemberiannya kadang-kadang berupa ujian. Kita memang harus selalu berprasangka baik dengan ketentuan Nya

      Hapus
  10. Bismillah 2021 lebih sehat, kuat dan semangat ya MakChi. Setuju bahwa 2020 merupakan Tahunnya Keluarga, banyak hal yang sebelumnya seolah mustahil dan terjadi di 2020. Walau memang menjadi tahun yang "horror" karena adanya sikopit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga di 2021 banyak happy-happynya bersama keluarga. Bagian horrornya mulai menghilang. Aamiin Allahumma Aamiin

      Hapus
  11. Hiks bener deh tahun 2020 kayaknya tahun pandemi sedunia menurutku. Nggak nyangka bakalan kayak gini. Aamiin mba semoga segala yang baik Allah kabulkan ya. Aamiin

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah sepanjang 2020 kita bisa lalui dengan sehat, bisa makin erat kebersamaan dengan keluarga itu sudah warbiayasa ya Mbak..
    Smoga 2021 ada senyum yang lebih indah menghiasi hari-hari kita Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Mbak. Bisa banyak waktu bersama keluarga. Alhamdulillah juga tetap sehat dan ada rezeki. Sesuatu yang sangat disyukuri

      Hapus
  13. Betul banget Mbak Chie, semoga walaupun berkabut kita tetap merasakan keindahan ini dan setelah itu mentari kembali menyinari hari-hari kita..semoga 2021 lebih baik aamiin..peluuk...

    BalasHapus
  14. Sama Mbak, saya juga masih berpikir, apakah masih bisa dekat dengan anak karena menyadari banget kalau bonding itu harus kita sebagai ibu yang sengaja membangunnya. Bukan sesuatu yang terjdi dengan sendirinya. Satu hal yang disyukuri sepanjang 2020 adalah, saya banyak bersama anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Bonding gak bisa dijaling secara instan

      Hapus
  15. Tahun 2020 memang tahun berat buat kita semua. Pandemi menyerang dengan begitu telak. Tapi bener ada hikmahnya. Saya juga jadi lebih banyak bersama keluarga. Jadi sering ngobrol sama suami membahas semuanya. Biasanya kan paling hari minggu kalau pas santai.

    BalasHapus
  16. Aku, ngikutin blog ini sejak mereka kecil. Bonding Mak Chi, suami dengan anak anak kelihatan hangat dari dulu. Kebayang situasi seperti sekarang, anak anak sudah besar pastinya mereka sibuk dengan sekolah dan dunianya ya. Semoga tahun ini lebih berkah ya mak Chi, sehat dan bahagia selalu buat Mak Chi dan keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Jadi karena udah pada semakin sibuk dengan urusan masing-masing. Makanya saya sempat khawatir.

      Sehat dan bahagia juga untuk Hana dan keluarga, ya. Aamiin Allahumma Aamiin

      Hapus
  17. Tahun 2020 kemarin rasanya kayak roller coaster ya makChi. Tapi seringnya kita berasa di bawah aja ga naik2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang-kadang di atas juga. Trus meluncur dengan sangat cepat. Bikin jejeritan karena takut atau malah bahagia hehehe

      Hapus
  18. Iya ya bener, Mbak
    2020 ini nyaris kami selalu bersama, berempat
    Kalau pun suami keluar itu karena ngurusi kerjaan
    Selebihnya banyak di rumah saja

    BalasHapus
  19. tahun 2020 memang penuh tantangan ya mbak, tapi memang harus tetap dinikmati dan disyukuri
    berharap di 2021 jadi lebih baik lagi ya mbak
    dan pandemi segera berlalu

    BalasHapus
  20. Bener banget, semoga di tahun 2021 kita mendapatkan pemandangan yang jauh lebih indah termasuk kesehatan yang sangat mahal harganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Seringkali bari berasa kalau sehat itu mahal setelah dikasih ujian

      Hapus
  21. aih ... kabutnya hilang trus nampaklah pemandangan indah. Aamiin ...

    btw, buat sebagian keluarga 2020 ini mendekatkan dengan WFH dan SFH.
    tapi ada juga yang LDR makin jarang ketemu karena perlu tes ini-itu dan sempat ada lockdown, kan
    alhamdulillah kalau 2020 bisa lebih banyak quality time dengan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Tentu gak semua menjadi lebih banyak kualitas kebersamaannya. Tetapi, bukan berarti lebih menyedihkan juga. Bisa jadi ada kebahagiaan-kebahagian atau hikmah lain yang didapat :)

      Hapus
  22. Pandemi memang memberikan kita banyak hikmah. Yang sudah berlalu, bisa diambil hikmahnya ya, Teh. Semoga tahun ini menjadi lebih baik buat kita semua ya, Teh.

    BalasHapus
  23. 2020 memang tahun yang berat dan menghantam banyak aspek lapisan masyarakat. Dan aku pun berharap di 2021 semua menjadi lebih baik. Pengen lebih deket lagi sama anggota keluarga yang.... mungkin agak berjarak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan kita semua ya menjadi lebih baik

      Hapus
  24. Mbaaa, to be honest aku juga ngerasa apa ya, hampa (?) menyambut 2021 ini.
    Tapi yaaaa gimanapun juga kita kudu optimis.
    Karena hidup adalah semangat yg harus terus kita jaga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan untuk bisa tetap semangat harus ada harapan yang dijaga

      Hapus
  25. duh seneng banget lihat keakraban mbak Myra dengan anak anak
    Insyaallah mereka jadi anak soleh yang bermanfaat bagi bangsa
    optimis, seoptimis tulisan mbak Myra ^^

    BalasHapus
  26. Salah satu hikmah pandemi ya, jadi bisa sering bareng anak-anak yang beranjak besar. Aku juga ngerasain gitu, Mbak. Tahun lalu susah banget bisa bareng si sulung yang punya seabrek kegiatan di luar. Sekarang dia kuliah pun online. Sekali-kali aja ke kampus kalo ada kerjaan.

    Tapi tetep sih, berharap semoga pagebluk ini segera berakhir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama banget, Mbak. Semoga pandemi segera berakhir. Tetapi, keakraban keluarga jangan ikut berakhir hehehe

      Hapus
  27. Iya bener Mba tahun kebersamaan dengan keluarga tahun 2020 ini makin terasa boundingnya makin kuat... dan itu harus kita syukuri banget ya...hehe...

    BalasHapus
  28. Saya pribadi sudah mulai 'berkabut' sejak tahun lalu mba. Maret 2020 tepatnya, waktu Corona ini mulai masuk Indonesia. Semalam baca berita kasus temuan baru per hari sudah mencapai 700 ribuan. Kok kayaknya ini gak rampung-rampuuung gitu, bahkan angkanya udah menuju 1 juta kasus baru per hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejak Maret 2020 memang dirasa 'berkabut' bagi mayoritas masyarakat Indonesia

      Hapus
  29. Couldn't agree more Mbak. 2020 nyatanya memang tahun keluarga. Hampir 10 bulan waktu lebih banyak kita habiskan di rumah, seluruh anggota keluarga intens berkumpul dan melakukan banyak hal bersama.

    Saya juga merasakan banget itu. Suami yang biasanya sering tugas keluar kota jadi tak pergi sama sekali. Anak sulung yang merantau di Bandung jadi kuliah di rumah. Dan anak bungsu yang masih SMA dan biasa banyak kegiatan jadi ayem di rumah. Termasuk saya pun juga begitu hahahaha. Biasanya kaki gatel banget ngukur jalan, pergi mengajar, ngumpul bareng temen, mendadak harus menikmati setiap jengkal rumah tanpa kecuali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersyukurnya gak bosan juga ternyata ya, Mbak. Meskipun yang dilihat orangnya itu lagi itu lagi hahaha

      Hapus
  30. salfok sama fotonya teh itu lagi dimana yang banyak kabutnya duh sejuk banget itu pastinya btw 2020 memang tahun yang spesial banget ya buat kita semua, bikin semua orang harus mau banyak beraktifitas di rumah saja, buat kita yang orang rumahan mungkin dah biasa tp buat yang sukanya mobile itu tantangan banget, semoga di tahun 2021 ini semua lebih baik ya teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin

      Itu fotonya di Situ Gunung

      Hapus
  31. 2020 membuat banyak orang hampir memiliki keinginan yang sama yaitu ingin makin dekat denga n keluarga. Kehidupan dengan berbagai peristiwa naik dan turun, serta kematian yang terasa jadi begitu dekat karena hampir tiap hari kita dengar beritanya, menjadikan kebersamaan dengan keluarga adalah prioritas tertinggi dalam list harapan. Semoga selalu sehat ya mbak, begitu juga dengan keluarga.

    BalasHapus
  32. Tetap semangat mbka. semoga tahun 2021 dan tahun-tahun berikutnya menjadi tahun terbaik untuk mbak dan keluarga dan untuk kita semua. Setuju dengan analogi kabut. Walau menyebabkan buram, kabut akan hilang dengan sendirinya jika kondisi alam sudah stabil. sama seperti hidup kita, jika balance, InsyaAllah akan jelas pada waktunya. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai manusia kita berikhtiar dan bersabar. Tentu juga berdo'a

      Hapus
  33. sehat-sehat mb chie. Moga sekeluarga sehat dan bahagia selalu.
    semoga 2021 bawa kebaikan keberkahan untuk semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Do'a dan harapan yang sama juga untuk Echa dan keluarga, ya

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^