Kamis, 27 Agustus 2020

Menjaga Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Bango Pangan Lestari

"Bun, hari ini masak apa?"

Anak-anak, terutama Keke, nanya seperti ini setiap hari. Chi memang selalu berusaha menyajikan masakan yang berbeda. Kalau bisa dalam waktu 1-2 minggu jangan ada menu yang sama.

menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan program bango pangan lestari

Menjaga Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Bango Pangan Lestari



Paling seneng kalau mereka sudah berekspresi untuk menyatakan masakannya lezat. "Mantaaaap!" Biasanya menjadi ucapan spontan K'Aie kalau suka dengan masakan yang dibuat istrinya. 
 
"Bun, masakin ini setiap hari!" Nah kalau ini berarti Keke suka banget sama rasa masakan yang bundanya buat.

Sedangkan Nai, gak banyak berkata-kata. Tetapi, kalau dia udah bolak-balik di dapur buat ambil piring, berarti dia suka dengan masakan hari itu.

Berbagai ekspresi tersebut, bikin Chi tambah semangat untuk masak. Menghadirkan berbagai kelezatan masakan di rumah. Meskipun Keke selalu bilang masak menu yang sama terus kalau dia lagi suka, tetapi jarang dipernuhi permintaannya. Chi tetap lebih suka gonta-ganti menu. Lagian kalau udah disuka juga, Keke gak bakal protes hehehe.


Kelezatan Masakan Bersumber Dari Hasil Pertanian Indonesia



mie aceh

"Makannya harus dihabiskan, ya. Kalau enggak, nanti makanannya menangis."

Pernah gak kita mendengar yang seperti itu. Waktu kecil, Chi percaya aja. Tapi, udah gede ya pemahamannya lain lagi.

Memang bukan makanan yang terlihat menangis. Tetapi, bukan pula gak ada yang sedih. Coba deh kalau kita lihat banyak makanan bersisa, rasanya mubadzir, ya. Kebayang susah payahnya para petani menanam bahan makanan yang berkualitas. Kemudian kita mengolahnya. Tetapi, akhirnya tidak dihabiskan.

Oiya, hari ini, Chi masak mie goreng aceh. 2 hari sebelumnya, bikin chicken barbeque. Keduanya menu favorit keluarga. Kesamaan lainnya adalah salah satu bahannya menggunakan kecap.

Masakan berbahan kecap memang lumayan sering disajikan. Kadang-kadang juga gak perlu rumit. Cukup nasi hangat dikasih telur ceplok yang dikecapin juga udah jadi kenikmatan haqiqi. Makanya kecap termasuk yang harus selalu ada di rumah.

Pernah gak terpikir makanan yang lezat ini bahannya dari mana aja? Dan bagaimana kesejahteraan para petaninya?


Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani di Masa Pandemi COVID-19



ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di masa pandemi covid-19
 
Selasa (25/8), Chi mengikuti webinar peluncuran "Bango Pangan Lestari". Acara yang dipandu oleh host Nirina Zubir, menghadirkan beberapa narasumber yaitu:
 
  1. Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
  2. Hernie Raharja, Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk
  3. Rusli Abdullah, pengamat pertanian dan peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
  4. Oshin Hernis, Head Of Communications Sayurbox
  5. Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub
 
Urusan perut bukanlah sesuatu yang sepele. Selama manusia masih butuh makan, maka ketahanan pangan akan terus dibutuhkan. Sayangnya, Indonesia yang sebetulnya termasuk negara agraris ini, tetapi juga mempunyai beberapa permasalah yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan.

Ada 3 masalah besar yang menjadi tantangan ketahanan pangan di Indonesia saat ini, yaitu

  1. Kualitas sumber pangan yang kurang maksimal. Penyebabnya adalah pengetahuan petani yang masih minim. Sehingga bis amempengaruhi kualitas hasil pangan.
  2. Jumlah petani yang terus berkurang. Semakin banyak generasi muda yang enggan menjadi petani karena dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan.
  3. Lahan yang semakin terbatas. Menurut data Kementan RI tahun 2020, rata-rata luas lahan sawah berkurang sebanyak 650 ribu hektar per tahun. Sedangkan menurut data Bank Dunia pada tahun 2017, hanya 31,5% lahan di Indonesia yang digunakan untuk pertanian. Petani juga semakin banyak yang menjual lahannya untuk dialihfungsikan menjadi pabrik atau perumahan karena dianggap lebih menguntungkan.
 
Permasalah ini semakin pelik ketika pandemi COVID-19 melanda. Distribusi hasil pertanian menjadi tidak lancar. Bagi petani kecil yang tidak memiliki akses dengan pasar yang luas, terpaksa menjual hasil pertaniannya ke sekitar dengan harga yang murah. Kesejahteraan para petani memang termasuk yang paling terdampak di saat pandemi.
 
 

Peluncuran Program "BANGO PANGAN LESTARI"

 
 
peluncuran program bango pangan lestari
 
Unilever memiliki komitmen global sampai tahun 2050 untuk menjadi katalisator bagi upaya peningkatan ketahanan pangan dengan menciptakan sistem pangan yang lebih baik. Sejalan dengan komitmen tersebut, Bango memperkenalkan program “BANGO PANGAN LESTARI” sebagai payung besar bagi keseluruhan inisiatifnya dalam menggalakkan pertanian yang berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Bango terhadap strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas industri pertanian dan tercapainya ketahanan pangan di Indonesia
 
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, ada 2 hal yang dilakukan oleh Unilever yaitu diversifikasi konsumsi makanan dan diversifikasi produksi pangan. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Bango terhadap program-program Kementrian Pertanian RI untuk mewujudkan sistem pertanian yang maju, efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Ada 3 inisiatif Bango untuk pertanian Indonesia yang sudah dilakukan dan akan terus berkelanjutan di masa depan, yaitu
 
 

Perkembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan

Kecap Bango bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada untuk secara khusus mengembangkan kedelai hitam Malika yang merupakan virietas unggulan dan kunci kelezatan kecap Bango. 100% kedelai hitam Malika yang digunakan sudah memenuhi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC) yaitu serangkaian cara bertani yang ramah lingkungan.

Kecap Bango juga bekerjasama dengan Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA)untuk sistem pemupukan dan irigasi. Serta menjawab tantang perubahan iklim di Indonesia


Perkembangan Kesejahteraan Petani dan Keluarganya

Melalui "Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam", Bango bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan mitra lainnya mengembangkan komunitas petani kedelai malika. Tujuannya untuk memberikan manfaat dan mensejahterakan petani.

Program lain yang dimiliki Bango adalah "Program Saraswati". Buruh tani wanita, istri petani, dan kelompok wanita yang terlibat dalam pemilihan kedelai hitam pasca panen diberdayakan agar dapat lebih berkembang dan mengaktualisasikan diri.

Penggalakan Regenerasi Petani

Melalui "Program Petani Muda", Bango bekerjasama dengan The Learning Farm. Para petani muda yang potensial akan diajarkan tentang cara bercocok tanam yang efektif dan menghasilkan panen yang maksimal. Serta kesejahteraannya terjamin.
 
 

Perubahan Perilaku Konsumen di Masa Pandemi



belanja sayur di e-commerce untuk dukung petani indonesia
 
Di saat pandemi, banyak pengusaha kuliner (hotel, resto, dan katering) yang tutup. Terutama pada masa PSBB. Kalau pun sekarang sudah mulai beroperasi, pelanggannya juga dibatasi. Tetapi, terjadi peningkatan permintaan bahan makanan di level rumah tangga. 

Cung! Siapa yang selama di rumah aja jadi lebih sering makan?

Perubahan perilaku konsumen, tidak hanya untuk frekuensi makan, Tetapi, juga dari cara membeli. Sejak pandemi semakin banyak yang memilih membeli bahan makanan secara online.

Dalam program "Bango Pangan Lestari" berkolaborasi dengan Sayurbox dan TaniHub Group, mengajak masyarakat untuk mendukung para petani Indonesia. Caranya dengan membeli bahan makanan melalui platform e-commerce ini. 
 
Berbagai program pelatihan juga akan diberikan kepada para petani melalui kolaborasi ini. Diharapkan jaringan mitra petani semakin luas, petani semakin luas pengetahuannya, dan kesejahteraan pun meningkat.

Masyarakat juga bisa memberikan dukungan dengan mengunjungi website www.bango.co.id/bangopanganlestari. Membeli pangan secara online juga bisa membuka akses bagi para petani untuk menjual hasil pertaniannya. Ada voucher belanja juga lho di Sayurbox dan TaniHub.

Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani memang harus terus ditingkatkan. Tentunya kita berharap, anak cucu masih bisa merasakan kelezatan makanan yang bahan-bahannya dari pertanian Indonesia.
Keke Naima
Keke Naima

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

140 komentar:

  1. kecap favorit keluarga ini mbak, makan nasi, kecap plus telur aja udah enak rasanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah gitu aja udha kenikmatan hqq banget, ya hehehe

      Hapus
  2. Program Bango pangan lestari ini bagus banget ya mba karena turut serta membantu kesejahteraan petani, jadi pengen bw ke situs Bango nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk itulah harus didukung. Karena programnya memang bagus banget

      Hapus
  3. Kecap favorit yang hitamnya lekat dan rasanya pas. Bagus ya programnya. Suamiku juga segala beli bibit ikan mau miara ikan nila supaya ada ketahanan pangan di rumah dan nanem sayuran hidroponik. Tapi gak ada yg berhasil. Ikan nila mati semua, sayuran gak numbuh. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi setidaknya udah berusaha. Dan jadi semakin mengharagi ya usaha para petani dan lainnya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat

      Hapus
  4. Kecpa favorit keluarga nih...
    Keren program-programnya... Semoga kesejahteraan petani semakin meningkat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Kalau kesejahteraan meningkat, Insya Allah akan ada regenerasi juga kan, ya

      Hapus
    2. Iya bisa lebih menarik bagi calon petani muda... Baca ini lagi malam-malan jadi pengen mi aceh :D

      Hapus
    3. yuk makan mie aceh, Mbak ^_^

      Hapus
  5. Kecap Bango jadi andalan Unilever dlm ketahanan pangan Indonesia. Super , memang harus ada pioneernya.

    BalasHapus
  6. Jadi ingat kecap Bango yg masih banyak nih, saat lebaran iduladha kemarin memang beli banyak buat sate hehehe


    Kesejahteraan mereka, petani kedelai, memang jarang terekspos
    Semoga dengan adanya program ini, merata dan sejahtera semuanya...

    BalasHapus
  7. Kalau bicara tentang pangan, bener ya sekarang lahan petani semakin terbatas. Oh, iya kecap bango ini rasanya beda sama kecap lainnya. Favoritnya Ibuku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah kenapa penting banget masalah pertanian ini diselesaikan

      Hapus
  8. Memang pandemi ini merubah banyak hal. Semoga dengan program ini, para petani bisa terbantu dan ketahanan pangan kita tetap kuat

    BalasHapus
  9. HAhhaaa, bener banget ituu pernyataan yang melegenda yaa
    "habiskan dulu makannya kalo engga nanti nangis"
    Jadi aja kita tuh semangat buat ngabisin.

    Ini kecapku juga, salut deh sama programnya BAngo PAngan Lestari dan kolaborasinya,, yang tujuannya mensejahterakan para petani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal bukan makanannya yang nangis ya, Teh hehehe

      Hapus
    2. Kalau gak salah inget, aku dulu juga pernah bilang seperti itu ke anakku waktu mereka kecil, kalau mereka gak mau habisin makanannya. Dan lumayan berhasil juga sih, makanan habis, takut nasinya nangis hahaha :D

      Hapus
    3. hahaha lucu ya anak kecil

      Hapus
  10. Favorit saya banget nih, makan nasi pake telor ceplok, terus dikasih topping kecap. Aihh lezatnya!
    Semoga program Bango Pangan Lestari ini berjalan sukses, dan dapat berkesinambungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenikmatan hqq hehehe. Iya, semoga programnya sukses

      Hapus
  11. Semoga semakin sejahtera ya semuanya dan menarik sekali nih Bango emang inovatif banget ya kak

    BalasHapus
  12. Kecap andalan keluargaku ni...
    Salut dgn program bango ini...
    G salah pilih kecap aku

    BalasHapus
  13. Berkurangnya luas lahan pertanian ini patut jadi perhatian khusus, sebab kalau benar2 berkurang terus ini bisa membahayakan stok pangan lokal.
    Perusahaan makanan seperti Bango ini jadi inspirasi banget dan harus diteladani perusahaan lainnya terutama produsen produk lokal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus diperhatikan serius sejak sekarang. Jangan sampai terlambat

      Hapus
    2. Wah iya nih bener banget. Khususnya area perkotaan. Dulu rumah ibuku tu sh banyak sawah, pas mudik eeehh udah jd perumahan semua huhuhu. Pdhl dulu daerah sana terkenal msh ijo :(
      Kudu mengerahkan upaya supaya petani dan sawah bertahan.

      Hapus
    3. Karena petani gak sejahtera. Makanya lahan banyak dijual :(

      Hapus
  14. Beneran keniqmatan HQQ kalo pake kecap BANGO ini
    Programnya super duper mantuuulll

    BalasHapus
  15. Kecap Bango itu favorit sejuta mamak-mamak deh kayaknya :)
    Mertua saya paling suka merk Bango.

    Btw salut ya sama Bango, begitu peduli dengan sekitarnya, pelatihan-pelatihan itu manfaat banget loh, terlebih di masa pandemi sekarang :)

    BalasHapus
  16. wah keren banget kampanye Bango Pangan Lestari untuk kesejahteraan petani Indonesia. Sejujurnya aku sejak dulu pakai kecap Bango dalam masak memasak, apalagi anakku juga suka kecap. Yuk semua dukung kampanye ini dengan membeli di Sayurbox dan TaniHub Group. Demi petani dan keluarganya, demi regenerasi petani. Maju terus petani Indonesia :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semoga pertanian kita semakin maju dengan dukungan semua pihak

      Hapus
  17. Ingat kecap Bango jd ingat sama Malika yang sudah dianggap anak sendiri hahaa

    Tapi serius, kecap favorit di rumah tuh emang kecap bango koq. Buat bikin sambel kecap, oseng-oseng, semur, nasi goreng kecapnya enak ga cemplang hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha udah suka banget ma kecap Bango ya, Mbak

      Hapus
  18. wah bango aware juga sama ketahana pangan dan meningjatkan kesejahteraan pangan, salut sama programnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita pun harus peduli dengan pertanian Indonesia

      Hapus
  19. Wah Kecap Bango sering banget mamak aku pake nih kalo masak kak hehe. Btw, programnya bagus banget yaah mensejahterana petani di Indonesia. Maju terus Kecap Bango!

    BalasHapus
  20. Kalau bisa pakai Sayurbox dan TaniHub, ini enak sih. Gak pakai ribet belanja dan pasti bagus-bagus. Cuma aku masih nyari yang dekat dengan kotaku. Kalau sayurnya kelamaan di jalan, nanti gak segar lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sayur bagusnya yang masih segar

      Hapus
    2. Kalau tinggalnya di daerah gunung atau pertanian sayur, enak tuh ya. Mungkin malah ikut jadi petani juga

      Hapus
    3. Nah sayangnya sekarang semakin sedikit yang gak mau jadi petani. Karena dianggap gak sejahtera

      Hapus
  21. Sejak pandemi sektor wisata, pangan sangat terdampak ya. Semoga tak hanya PT Unilever Yang tergerak membantu petani dengan program ketahanan pangan

    BalasHapus
  22. Wah selalu ada kecap ini di dapur saya. Semoga programnya bisa berjalan dengan baik dan memberi kontribusi positif ya mbak

    BalasHapus
  23. Selalu suka sih sama fokusnya Bango yang mendukung petani Lokal. Ibu saya juga sering pake kecap bango buat masak. Jadi Semangat buat beli produk kecap bango karena jadi serasa membantu petani Lokal

    BalasHapus
  24. Programnya bagus sekali ya, kesejahteraan petani memang harus terus ditingkatkan.
    Ini kecap yang selalu ada di rumahku, aku biasa masak juga pakai kecap Bango.

    BalasHapus
  25. Di rumah selalu sedia kecap Bango sih, bener tinggal telor ceplok dikasih kecap cengek dan kerupuk aja udah nikmat bener dah.Nasi goreng juga kecapin yang banyak pake kecap Bango hehe

    Iya juga sih, selama pandemi kita jadi makin doyan makan selama di rumah aja yah. Keren banget lah ini kolaborasi Bango Pangan Lestari untuk mensejahterakan para petani

    BalasHapus
  26. keren banget nih program dari kecap bango ini, semoga bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia

    BalasHapus
  27. Bangoo ini kecap favorit pokoknya. Nggak tau ya apa yang bikin dia beda dari kecap lain. Apakah kedelai hitam Malikanya ya? by the way salut deh dengan program unilever melalui bango pangan lestari ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Kedelai Malikanya jadi andalan Bango

      Hapus
    2. Waah Mbak Myra ternyata suka masak masakan yang pakai kecap ya. Kalau yang suka makanan kecap bocilku nih Mbak, tiap masak pakai kecap langsung lahap.

      Hapus
    3. Karena kecap ity enak. Tetapi, tergantung kecapnya juga

      Hapus
  28. Setuju mbak, asal punya stok kecap, semua masalah lauk teratasi
    Mau bikin ceplok, kasi aja kecap
    Nasi goreng pakai kecap, pastinya enak :D
    Eniwei salut dengan gerakan Unilever yang pro ketahanan pangan Indonesia

    BalasHapus
  29. Iya tuh waktu aku kecil suka ada yg bilag nanti makananya nangis kalau gak dihabiskan, padahal sib bukankarena itu ya. Nah aku juga usahakan masak menu beda tapi anak-anak kadang ninta lagi yg sama. Bagus nih program ketahanan pangan dari Bangau, semoga bisa lebih luas lagi ya programnya supaya bisa mensejahterakan petani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih juga kemarin ini ada keluarga yang petani berlimpah hasil panennya tapi gak laku dijual, yang kaya gini mudah-mudahan bisa dibantu juga sama program ketahanan pangan dari Bangau

      Hapus
    2. Iya, katanya sekarang panen lagi berlimpah. Tetapi, distribusinya gak lancar

      Hapus
  30. Saya juga senang kalau anak-anak lahap makan masakan hasil olahan kita. Apalagi kalau sampai nambah berkali-kali...rasa capek jadi ilang.
    Bango ini kecap favorit keluarga saya. Rasanya enak dan manisnya pas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin semangat deh masaknya. Saya juga sedia kecap Bango terus

      Hapus
  31. Menurut data Kementan RI tahun 2020, rata-rata luas lahan sawah berkurang sebanyak 650 ribu hektar per tahun. Sedangkan menurut data Bank Dunia pada tahun 2017, hanya 31,5% lahan di Indonesia yang digunakan untuk pertanian.

    Kaget banget daku baca data ini, Mbaaaa :(( Duh, semoga ada solusi yg mantap untuk petani Indonesia yg lebih berdayaaaa! BANGGA BANGET dgn programnya BANGO ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedih banget ya datanya. Makanya harus ada sesuatu yang dikerjakan untuk menyelesaikan masalah ini

      Hapus
  32. Rasa manis kecap Bango emang beda sih dibandingkan kecap lain. Ternyata program di balik layar juga bagus ya

    BalasHapus
  33. Kecap Bango selalu enak untuk masakan apa aja apalagi kalo nasi goreng duh berasa maknyuss bangt mba manisnya paa bngt.program unilever juga keren bangt melalui Bango Pangan Lestari bikin aku tambah cinta sma produk2 Unilever

    BalasHapus
  34. Asyik nih programnya semoga kesejahteraan petani bisa terangkat ya..dan makin banyak yang peduli tentang kondisi petani di Indonesia

    BalasHapus
  35. Bango kecap favoritkuu. Banyak banget kegiatannya dalam mendukung petani ya Mba Myr, serius menggandeng UGM pula. Semoga sukses program regenerasi petani dan saraswatinya. Petani Indonesia kudu sejahtera :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau petani sudha sejahtera, mudah-mudahan permasalahan pertanian lainnya mulai terurai

      Hapus
  36. Belakangan juga mulai suka beli sayur dan buah lewat tanihub.
    Wah bagus nih programnya Bango ya mbak bisa membantu para petani.
    Aku di rumah juga pakai kecap bango ini. Hampir semua tumisanku bikinnya pakai kecap hehe

    BalasHapus
  37. Kecap bango selalu jadi favorit dan senang banget kalau perusahaan selalu memperhatikan berbagai sektor seperti pekerja, petani dan sebagainya. Semoga kecap ini selalu eksis dan jadi sahabat memasak bagi seluruh ibu di Indonesia.

    BalasHapus
  38. Aku..lebih sering masak dan makan kwkw...dan kecap Bango jadi salah satu andalan
    Senangnya Bango punya misi keren bersama Tanihub dan Sayurbox meningkatkan kesejahteraan petani melalui Bango Pangan Lestari. Semoga bisa membantu petani terutama saat pandemi begini

    BalasHapus
  39. Iya euy Teh, sepanjang masa di rumah aja jadi sering masak karena pada sering makan di rumah.

    Aku pun sewaktu kecil, akrab dengan "makan harus habis, kalau nggak nanti nasinya nangis." Dan setelah besar, jadi eungeuh kalau bukan nasi menangis dalam arti sebenarnya, tapi mubadzir, sementara petani sudah berpeluh lelah dengan menghadirkan pangan untuk kita kita ini.

    Bangga banget sama kampanye yang digerakkan oleh Bango (Unilever) dengan tajuk Bango Pangan Lestari ini.

    BalasHapus
  40. Kecap Bango Favoritku...

    Dulu aku nggak suka masakan yang kerasa manis, eneg rasanya. lama-lama jadi suka dan selalu nyetok kecap Bango yang gede.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kecap Bango gak kemanisan. Makanya saya juga suka

      Hapus
  41. Ternyata ada beberapa ya program Bango yang bisa membantu menyejahterakan petani.
    Anak saya yang nomor 2, kalau kecap request-nya Bango, katanya Bango yangpalng enak.

    BalasHapus
  42. Program dari Kecap Bango yg bekerjasama dg para petani ini bagus banget ya. Jadi para petani tetap punya peluang menjual hasil budidaya saat pandemi sekarang

    BalasHapus
  43. bener juga sih mba kalo kecap Bango ini bisa ngajak kita untuk tetap bisa bertahan di tengah pandemi tapi memikirkan nasib para petani ini ya, yg sebagai produsen, kadang jadi abai dengan kesejahteraannya mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal masalah ini seperti mata rantai, ya

      Hapus
  44. Bango ini jadi favorit Keluargaku juga sejak beberapa tahun lalu. Akhirnya "nular" ke aku, jadi suka stok kecap ini juga. Bangga dengan program untuk menjaga ketahanan pangan ini, karena aku tumbuh di tengah2 Keluarga Petani dan Pedagang, sangat merasakan dampak di era Pandemi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga petani Indonesia bisa menjadi sejahtera

      Hapus
  45. Kecap andalan banget nih kalau udah urusan kebutuhan kecap. Bangau pasti jadi pilihan dan emang bikin masakan jadi lezat. Btw, program pangan lestari ya keren yaaa

    BalasHapus
  46. Wah keren nih Bango, kesejahteraan para petani kedelainya juga diperhatikan , jadi makin cinta deh sama kecap Bango.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus diperhatikan banget, Supaya ketahanan pangan tetap terjaga

      Hapus
  47. Kecap yang selalu ada di rumah juga nih. Suka jadi pilihan buat masak ya. Makin keren aja nih program Bango buat petani.

    BalasHapus
  48. Keren sih programnya Unilever ini...Semoga pertanian yang berkelanjutan semakin mudah ..Kalo kecap Bango sih emang andalan ya..hehe gak nendang kalo selain Bango

    BalasHapus
  49. Lama-lama alih fungsi lahan pertanian seperti sawah akan mengancam kestabilan pangan di negeri kita. Jadinya hanya bisa impor tidak bisa swasembada pangan. Jika ini dicermati para pengambil kebijakan, penguasa mungkin bisa diredam atau dikurangi.

    BalasHapus
  50. Sebuah program yang sangat baik dari Bango. Bila tambah banyak pihak yang peduli terhadap kesejahteraan petani, semoga makin banyak generasi muda meminati bidang pertanian

    BalasHapus
  51. aku sukaaa deh mba masak dengan kecap Bango. Memang jadi favorit keluarga saat ini

    BalasHapus
  52. Kita juga bisa ikutan andil dalam mensejahterakan petani lewat pembelian bahan pangan dari Sayurbox ya, kebetulan aku pun juga suka belanja menggunakan Sayurbox.

    BalasHapus
  53. Oooowww jadi kita bisa belanja via websitenya toh? Bango Pangan Lestari ini bagus2 sekali programnya, turut mensejahterakan para petani pula. Kecap nomor satu memang Bango tentunya. Kenikmatan beda, tiada duanya.

    BalasHapus
  54. wah seru banget pasti menu masakan di rumah, ya, mbak. Kalau saya menu di rumah biasanya dirolling aja sih tiap minggunya. heu

    BalasHapus
  55. Di rumah semenjak udah tinggal berdua doang, kecap Bango ini jadi penyelamat dalam beberapa masakan mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Telur ceplok dikasih ekcap aja udah enak :D

      Hapus
  56. Bango memahami kesejahteraan petani melalui campaign Bango Pangan Lestari. Luarbiasa programnya

    BalasHapus
  57. OMG, i am support action from Bango. Ia good project to some one needs like farmer

    BalasHapus
  58. Pokoknya kalau gak Malika, gak mau...hehehe~
    Kecap kesukaan keluarga dari duluuu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi udha setia banget nih ma kecap Bango

      Hapus
  59. itu aku kira nirina zubir loh eheheh btw aku juga pakai bango, mbak. ini kecap kesukaanku, aku gak pernah mau pake yang lain, rasanya beda :D

    BalasHapus
  60. Yuk kita bantu kesejahteraan hidup apra petani ini dengan cara membeli produk-produk mereka melalui SayurBox dan TaniHub.

    BalasHapus
  61. Semoga program Bango ini makin menyejahterakan petani ya, Mbak. Semoga makin banyak anak muda mau jadi petani :)

    BalasHapus
  62. Semoga programnya bisa berjalan lancar dan membuat petani sejahtera ya mak.

    BalasHapus
  63. Langkah yg bagus ini ya mbak...
    Bango sangat peduli dgn nasib kesejahteraan petani

    Luar biasa

    BalasHapus
  64. Noted banget kalimat : selama manusia masih butuh makan, ketahanan pangan masih dibutuhkan. Nyez banget mbak, smg kita bs sama2 gotong royong mewujudkannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita semakin peduli dengan nasi petani, ya

      Hapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Ophelia Theme

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Tags

Formulir Kontak

Slider Widget

5/recent/slider

Advertisement

Main Ad

Subscribe

Pages