"Bun, hari ini masak apa?"

Anak-anak, terutama Keke, nanya seperti ini setiap hari. Chi memang selalu berusaha menyajikan masakan yang berbeda. Kalau bisa dalam waktu 1-2 minggu jangan ada menu yang sama.

menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dengan program bango pangan lestari

Menjaga Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Bango Pangan Lestari



Paling seneng kalau mereka sudah berekspresi untuk menyatakan masakannya lezat. "Mantaaaap!" Biasanya menjadi ucapan spontan K'Aie kalau suka dengan masakan yang dibuat istrinya. 
 
"Bun, masakin ini setiap hari!" Nah kalau ini berarti Keke suka banget sama rasa masakan yang bundanya buat.

Sedangkan Nai, gak banyak berkata-kata. Tetapi, kalau dia udah bolak-balik di dapur buat ambil piring, berarti dia suka dengan masakan hari itu.

Berbagai ekspresi tersebut, bikin Chi tambah semangat untuk masak. Menghadirkan berbagai kelezatan masakan di rumah. Meskipun Keke selalu bilang masak menu yang sama terus kalau dia lagi suka, tetapi jarang dipernuhi permintaannya. Chi tetap lebih suka gonta-ganti menu. Lagian kalau udah disuka juga, Keke gak bakal protes hehehe.


Kelezatan Masakan Bersumber Dari Hasil Pertanian Indonesia



mie aceh

"Makannya harus dihabiskan, ya. Kalau enggak, nanti makanannya menangis."

Pernah gak kita mendengar yang seperti itu. Waktu kecil, Chi percaya aja. Tapi, udah gede ya pemahamannya lain lagi.

Memang bukan makanan yang terlihat menangis. Tetapi, bukan pula gak ada yang sedih. Coba deh kalau kita lihat banyak makanan bersisa, rasanya mubadzir, ya. Kebayang susah payahnya para petani menanam bahan makanan yang berkualitas. Kemudian kita mengolahnya. Tetapi, akhirnya tidak dihabiskan.

Oiya, hari ini, Chi masak mie goreng aceh. 2 hari sebelumnya, bikin chicken barbeque. Keduanya menu favorit keluarga. Kesamaan lainnya adalah salah satu bahannya menggunakan kecap.

Masakan berbahan kecap memang lumayan sering disajikan. Kadang-kadang juga gak perlu rumit. Cukup nasi hangat dikasih telur ceplok yang dikecapin juga udah jadi kenikmatan haqiqi. Makanya kecap termasuk yang harus selalu ada di rumah.

Pernah gak terpikir makanan yang lezat ini bahannya dari mana aja? Dan bagaimana kesejahteraan para petaninya?


Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani di Masa Pandemi COVID-19



ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di masa pandemi covid-19
 
Selasa (25/8), Chi mengikuti webinar peluncuran "Bango Pangan Lestari". Acara yang dipandu oleh host Nirina Zubir, menghadirkan beberapa narasumber yaitu:
 
  1. Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
  2. Hernie Raharja, Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk
  3. Rusli Abdullah, pengamat pertanian dan peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
  4. Oshin Hernis, Head Of Communications Sayurbox
  5. Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub
 
Urusan perut bukanlah sesuatu yang sepele. Selama manusia masih butuh makan, maka ketahanan pangan akan terus dibutuhkan. Sayangnya, Indonesia yang sebetulnya termasuk negara agraris ini, tetapi juga mempunyai beberapa permasalah yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan.

Ada 3 masalah besar yang menjadi tantangan ketahanan pangan di Indonesia saat ini, yaitu

  1. Kualitas sumber pangan yang kurang maksimal. Penyebabnya adalah pengetahuan petani yang masih minim. Sehingga bis amempengaruhi kualitas hasil pangan.
  2. Jumlah petani yang terus berkurang. Semakin banyak generasi muda yang enggan menjadi petani karena dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan.
  3. Lahan yang semakin terbatas. Menurut data Kementan RI tahun 2020, rata-rata luas lahan sawah berkurang sebanyak 650 ribu hektar per tahun. Sedangkan menurut data Bank Dunia pada tahun 2017, hanya 31,5% lahan di Indonesia yang digunakan untuk pertanian. Petani juga semakin banyak yang menjual lahannya untuk dialihfungsikan menjadi pabrik atau perumahan karena dianggap lebih menguntungkan.
 
Permasalah ini semakin pelik ketika pandemi COVID-19 melanda. Distribusi hasil pertanian menjadi tidak lancar. Bagi petani kecil yang tidak memiliki akses dengan pasar yang luas, terpaksa menjual hasil pertaniannya ke sekitar dengan harga yang murah. Kesejahteraan para petani memang termasuk yang paling terdampak di saat pandemi.
 
 

Peluncuran Program "BANGO PANGAN LESTARI"

 
 
peluncuran program bango pangan lestari
 
Unilever memiliki komitmen global sampai tahun 2050 untuk menjadi katalisator bagi upaya peningkatan ketahanan pangan dengan menciptakan sistem pangan yang lebih baik. Sejalan dengan komitmen tersebut, Bango memperkenalkan program “BANGO PANGAN LESTARI” sebagai payung besar bagi keseluruhan inisiatifnya dalam menggalakkan pertanian yang berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Bango terhadap strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas industri pertanian dan tercapainya ketahanan pangan di Indonesia
 
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, ada 2 hal yang dilakukan oleh Unilever yaitu diversifikasi konsumsi makanan dan diversifikasi produksi pangan. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Bango terhadap program-program Kementrian Pertanian RI untuk mewujudkan sistem pertanian yang maju, efisien, tangguh, dan berkelanjutan.

Ada 3 inisiatif Bango untuk pertanian Indonesia yang sudah dilakukan dan akan terus berkelanjutan di masa depan, yaitu
 
 

Perkembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan

Kecap Bango bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada untuk secara khusus mengembangkan kedelai hitam Malika yang merupakan virietas unggulan dan kunci kelezatan kecap Bango. 100% kedelai hitam Malika yang digunakan sudah memenuhi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC) yaitu serangkaian cara bertani yang ramah lingkungan.

Kecap Bango juga bekerjasama dengan Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA)untuk sistem pemupukan dan irigasi. Serta menjawab tantang perubahan iklim di Indonesia


Perkembangan Kesejahteraan Petani dan Keluarganya

Melalui "Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam", Bango bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada dan mitra lainnya mengembangkan komunitas petani kedelai malika. Tujuannya untuk memberikan manfaat dan mensejahterakan petani.

Program lain yang dimiliki Bango adalah "Program Saraswati". Buruh tani wanita, istri petani, dan kelompok wanita yang terlibat dalam pemilihan kedelai hitam pasca panen diberdayakan agar dapat lebih berkembang dan mengaktualisasikan diri.

Penggalakan Regenerasi Petani

Melalui "Program Petani Muda", Bango bekerjasama dengan The Learning Farm. Para petani muda yang potensial akan diajarkan tentang cara bercocok tanam yang efektif dan menghasilkan panen yang maksimal. Serta kesejahteraannya terjamin.
 
 

Perubahan Perilaku Konsumen di Masa Pandemi



belanja sayur di e-commerce untuk dukung petani indonesia
 
Di saat pandemi, banyak pengusaha kuliner (hotel, resto, dan katering) yang tutup. Terutama pada masa PSBB. Kalau pun sekarang sudah mulai beroperasi, pelanggannya juga dibatasi. Tetapi, terjadi peningkatan permintaan bahan makanan di level rumah tangga. 

Cung! Siapa yang selama di rumah aja jadi lebih sering makan?

Perubahan perilaku konsumen, tidak hanya untuk frekuensi makan, Tetapi, juga dari cara membeli. Sejak pandemi semakin banyak yang memilih membeli bahan makanan secara online.

Dalam program "Bango Pangan Lestari" berkolaborasi dengan Sayurbox dan TaniHub Group, mengajak masyarakat untuk mendukung para petani Indonesia. Caranya dengan membeli bahan makanan melalui platform e-commerce ini. 
 
Berbagai program pelatihan juga akan diberikan kepada para petani melalui kolaborasi ini. Diharapkan jaringan mitra petani semakin luas, petani semakin luas pengetahuannya, dan kesejahteraan pun meningkat.

Masyarakat juga bisa memberikan dukungan dengan mengunjungi website www.bango.co.id/bangopanganlestari. Membeli pangan secara online juga bisa membuka akses bagi para petani untuk menjual hasil pertaniannya. Ada voucher belanja juga lho di Sayurbox dan TaniHub.

Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani memang harus terus ditingkatkan. Tentunya kita berharap, anak cucu masih bisa merasakan kelezatan makanan yang bahan-bahannya dari pertanian Indonesia.