Ingin Mewujudkan Impian, Caranya dengan Melek Finansial - Keke Naima

Sabtu, 23 November 2019

Ingin Mewujudkan Impian, Caranya dengan Melek Finansial

"Belajar finansial, yuk!"

Zzzzzzzz .... Setiap kali ada yang mengajak untuk belajar finansial, Chi pengen tau temanya dulu. Syukur-syukur kalau udah tau juga narasumbernya. 

Meskipun dulu kuliah di fakultas ekonomi salah satu universitas swasta, tetapi belajar finansial bagi Chi pribadi bisa sangat membosankan. Bila disampaikan dengan kaku, belajar keuangan itu sesuatu yang bikin ngantuk hehehe.

Padahal kita semua pasti punya impian yang ingin terwujud, 'kan? Untuk mewujudkannya butuh finansial. Butuh kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik.

melek finansial cara mewujudkan impian

Ingin Mewujudkan Impian, Caranya dengan Melek Finansial


Bagaimana mungkin mewujudkan impian kalau finansial kita amburadul? Tanggal muda abis gajian makan siang melulu di mall. Masuk pertengahan bulan, mulai bawa bekal. Akhir bulan, semakin manyun. Boro-boro punya uang sisa buat nabung.

Melek Finansial dengan Cara FUNansial


home creditm funansial, belajar keuangan dengan cara menyenangkan

Berdasarkan data OJK, lebih dari 70% masyarakat Indonesia belum bisa mengelola keuangan dengan baik

Banyak masyarakat mengakui kalau pengelolaan keuangannya masih belum baik. Tetapi, ketika diajak belajar mengelola udah malas duluan karena merasa keuangan itu membosankan.

Oleh karena itu, Sabtu (23/11) bertempat di Dhonika Eatery, Jakarta, Home Credit Indonesia mengajak berbagai komunitas termasuk Indonesian Female Bloggers untuk belajar keuangan dengan cara yang fun alias menyenangkan. Acara yang bertajuk "Show Me The Money: Smart Financial Moves to Achieve Your Goals" menghadirkan 2 narasumber yaitu  Dipa Andika, Financial Advisor dan Co-Founder Hahaha Corp serta Riana Bismara, Founder Belowcepek.com.

"Financial goals adalah sebuah perencanaan keuangan yang dibuat sejak jauh hari untuk menuju pencapaian yang diinginkan. Perencanaan keuangan itu berupa jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Semua ingin menjadi orang kaya. Tetapi, menurut Dipa, versi kaya yang sesungguhnya itu harus diawali dengan rasa syukur ata apa yang sudah dipunya. Bukan dengan memiliki semua yang kita mau. 

Kita akan menjadi orang yang ambisius bila tujuan utamanya ingin memiliki segala yang kita mau. Tetapi, bila bersyukur terlebih dahulu, akan lebih bisa melakukan perencanaan keuangan dengan baik.

Sederhananya, bila tidak pernah bersyukur, kita akan selalu merasa kurang. Mau seberapa pun besar penghasilan yang dimiliki. Tetapi, bila bersyukur, maka uang yang kita miliki itulah yang akan berusaha dikelola dengan baik.

Pada acara ini dijelaskan juga tentang pembagian persentase setiap pos keuangan. Beberapa kali datang ke acara finansial, tentang persentase ini semuanya sama. Misalnya, hutang tidak boleh lebih dari 30% dari pendapatan, siapkan dana darurat sebanyak 10%, dan lain sebagainya. Tetapi, di acara ini, dibagikan juga beberapa tips menarik tentang mengelola keuangan.

Bedah Kondisi Keuangan

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengelola keuangan adalah membedah kondisi keuangan pribadi. Kondisinya sehat atau malah sakit? Sudah bisa sisih kemudian sisa, atau malah habis duluan dan gak punya sisa lagi untuk ditabung?

Belanja Hanya untuk Menyenangkan Orang Lain

Too many people spend money they haven’t earned, to buy things they don’t want, to impress people they don’t like. - Will Smith -

Seberapa konsumtif 'kah kita membeli barang?

Misalnya membeli baju hanya untuk hadir di meeting penting. Padahal gak perlu juga beli baju baru. Tetapi, kita lakukan hanya untuk menyenangkan orang lain, termasuk orang yang sebetulnya kita tidak suka.

Kurang-kurangin atau kalau perlu hilangkan deh kebiasaan belanja karena alasan ini atau demi gengsi. Apalagi kalau sampai berhutang dengan memenuhi gaya hidup.

Selalu ingat! Bukan orang lain yang akan bayar cicilan kita.

Gimana Nanti atau Nanti Gimana?

mengelola finansial agar impian terwujud

Gak akan ada yang tau hidup kita ke depan akan seperti apa. Tetapi, dengan melakukan perencanaan keuangan, setidaknya bisa lebih siap dengan apapun yang terjadi. Oleh karenanya ubah mindset sekarang juga. Jangan lagi berpikir gimana nanti. Mulailah berpikir nanti gimana.

Dipa menyarankan memiliki asuransi jiwa bagi yang sudah memiliki tanggungan. Di akhir acara, ditampilkan 4 karakter terkenal. Mana yang lebih membutuhkan asuransi jiwa dari 4 karakter tersebut?

Yup! Jawabannya adalah Fred Flinstone. Karakter ini menggambarkan seseorang yang memiliki istri dan anak. Kalau terjadi sesuatu dengannya, istri dan anaknya (termasuk dinosaurusnya hihihi) tetap harus melanjutkan hidup. Itulah gunanya asuransi jiwa.

Bart Simpson dan Spiderman belum ada tanggungan. Sedangkan, kalau Batman mah udah tajir. Kata Dipa kalau nawarin asuransi jiwa ke Bruce Wayne, bisa-bisa malah perusahaan asuransinya sekalian yang dibeli hehehe.

Mewujudkan Impian Diawali dari Mimpi

cara mewujudkan impian, tips mengelola keuangan

Di acara tersebut, para peserta diminta menuliskan mimpinya kemudian ditempel ke tembok. Mimpi memang menjadi awal dari financial goals. Tetapi, jangan mimpi yang mengawang-awang alias ketinggian. Mimpi harus realistis karena untuk mencapai tujuan akan ada step by stepnya.

Freelancer Juga Sebaiknya Gajian

Menurut Riana, 'The Beauty of Gajian' itu ada pemasukan setiap bulan. Sehingga bisa lebih mudah mengatur pos keuangan.

Bagaimana dengan para freelancer yang pemasukannya tidak tetap setiap bulannya? Disarankan memiliki 2 rekening untuk pemasukan. Rekening pertama untuk seluruh pemasukan yang masuk. Kemudian buat target sendiri berapa nominal yang akan dipindahkan ke rekening kedua yang akan dianggap gajian. Nah, nanti pos keuangannya itu dihitung dari rekening kedua.

Mencatat Keuangan Secara Detil

Adik Chi yang paling bungsu tuh di keluarga terkenal paling detil banget mencatat keuangan. Sekecil apapun pengeluaran selalu dicatat. Kalau abis belanja, semua bon diperiksa dengan teliti. Sampai sepupu Chi keheranan melihat sikapnya.

Ternyata, di acara ini Dipa juga menyarankan seperti itu, lho. Catat pengeluaran sedetil mungkin, termasuk urusan bayar toilet umum. Karena yang suka bahaya itu salah satunya adalah pengeluaran yang tidak tercatat. Lakukan pencatatan keuangan setiap hari.

Latte Factor

Latte Factor adalah pengeluaran berulang-ulang yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.

Contohnya seperti ini, si A setiap hari harus menjemput pasangannya di lobby kantor. Untuk masuk ke lobby saja tetap harus bayar parkir. Memang gak mahal biayanya, tetapi coba deh dikalikan 25 hari. Trus, dikalikan setahun. Ternyata, tanpa disadari sudah membuat pengeluaran yang nominalnya lumayan.

Bukan berarti gak boleh jemput pasangan. Tetapi, mendingan, bila memungkinkan, minta pasangannya untuk jalan sedikit ke luar biar gak usah bayar parkir. Uang yang selama ini dikeluarkan untuk parkir bisa dijadikan investasi. Kalau udah investasi malah bisa jadi pemasukan tambahan.

Riana menyebut Latte Factor ini bocor alus. Berdasarkan pengalaman pribadi, Riana bercerita tentang hobinya minum kopi. Lama-kelamaan, kebiasan ini membuatnya membeli mesin kopi untuk di rumah. Alasannya, daripada beli kopi melulu di coffee shop, membuat sendiri jauh lebih irit.

Belanja untuk Kebutuhan, Bukan Kemauan

Kalau mengikuti kemauan bisa gak ada habisnya. Ada aja yang diinginkan. Mulailah belanja sesuai kebutuhan. Banyak pertimbangan sebelum memutuskan membeli.

Belanja untuk Bersenang-Senang

Mengeluarkan uang untuk kesenangan pribadi? Boleh banget. Mencari uang 'kan juga untuk dinikmati. Oleh karena itu ada dana pribadi sebesar 10% di dalam pos keuangan. Hobi masuknya ke dana pribadi, ya.

Bekerja Sesuai Passion

Menurut Riana, tidak harus menjadi pengusaha. Kalau diri kita lebih suka menjadi karyawan, kenapa tidak?

Ada 3 alasan yang tidak tepat saat seseorang mengatakan ingin menjadi pengusaha:

  1. Ingin mendapatkan uang lebih banyak. Gak semua orang berhasil menjadi pengusaha. Menjadi karyawan pun banyak yang penghasilannya besar (banget).
  2. Pengen punya waktu lebih banyak. Pemikiran ini juga belum tentu tepat. Menjadi pengusaha bisa bekerja lebih keras. Bila karyawan punya hak cuti, belum tentu pengusaha bisa cuti.
  3. Gak suka dengan bos di perusahaan. Kalau seperti ini, coba dibalik cara berpikirnya. Bagaimana kalau sewaktu-waktu jadi pengusaha kemudian kita gak suka dengan karyawannya? Atau ada karyawan yang gak suka dengan kita?

Jangan uang dijadikan orientasi utama. Cari alasan yang benar-benar tepat. Mana yang bikin kita bahagia? Menjadi pengusaha atau karyawan? Bila memutuskan jadi pengusaha, pilih bidang usaha yang kita mampu dan suka melakukannya.

Gak ada jaminan menjadi pengusaha akan lebih menguntungkan. Tetapi, bila kita sudah memutuskan menjadi entrepreneur di bidang yang sesuai passion, biasanya akan lebih semangat. Bila sewaktu-waktu usaha kita jatuh, masih ada fighting spirit untuk membangun kembali.

Mimpi + Action = Financial Goals


tips mewujudkan impian dengan melek finansial

Sebelum acara dimulai, Chi sempat melihat satu per satu mimpi yang ingin diwujudkan para peserta yang hadir. Sempat ngikik ketika membaca salah satu mimpi peserta yaitu ingin punya pabrik sempak (underwear). Kesannya gimanaaaa gitu hehehe.

Etapi, jangan pula diremehkan, lho. Beberapa tahun lalu, Chi pernah kerja di salah satu department store terbesar di Indonesia. Ditempatkan di divisi underwear perempuan untuk harga menengah ke bawah. Kesannya receh, ya? Tetapi, justru divisi Chi itu memiliki bujet dan penjualan terbesar setiap bulannya.

Punya banyak mimpi dan tidak punya mimpi adalah 2 hal bertolak belakang yang menjadi permasalahan generasi sekarang. Padahal mimpi itu bagian dari financial goals. Kita jadi memiliki target dan semangat untuk mencapainya.

Selain harus realistis, mimpi harus dicatat dan dibuat perencanaan keuangannya. Contoh kasus, seseorang baru juga jadi karyawan sudah bermimpi ingin memiliki pesawat jet. Kira-kira realistis, gak? Kalau sekiranya tidak realistis, bagaimana membuat perencanaan keuangannya?

Senada dengan Dipa, Riana mengatakan kalau bermimpi itu harus detil. Jangan hanya bilang ingin menjadi sukses. Terlalu umum dan terbuka bila bermimpi seperti itu. Ukuran sukses setiap orang berbeda. Maka, buatlah mimpi yang detil. Contoh mimpi yang detil itu misalnya ingin memiliki kendaraan untuk memudahkan beraktivitas.

Tentang Home Credit Indonesia



"Home Credit adalah perusahaan pembiayaan yang berasal dari Ceko dan sudah hadir di Indonesia sejak tahun 2013," ujar Freya Pradieta, VP Brand Strategy & Communications PT. Home Credit Indonesia.

Lebih lanjut, Freya mengatakan kalau Home Credit mempunyai misi untuk membantu pelanggan selangkah lebih dekat mewujudkan impian. Home Credit tidak memberikan pembiayaan untuk rumah. Tetapi, pelanggan bisa dibantu untuk pembiayaan membeli alat rumah tangga, barang elektronik, handphone, furnitur, hingga sepeda motor. Home Credit juga bisa melakukan pembiayaan multiguna seperti biaya renovasi rumah, pendidikan, hingga berlibur.

Kemampuan finansial setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu Home Credit hadir untuk membantu memberikan layanan pembiayaan. Mewujudkan apa yang pelanggan inginkan dengan cara lebih mudah.

Semoga kita semua semakin melek finansial supaya apa yang diinginkan bisa terwujud. Yuk, ceritakan mimpi teman-teman dan bagaimana usaha mewujudkannya.

106 komentar:

  1. Thank you untuk sharingnyaaa. Setuju bahwa menetapkan mimpi itu harus yang terukur. Kalau pelan2 keadaan udh berubah, bisa diadjust lagi kok mimpinya. Ya kaaaann....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakaatt, Mayooo.
      Asyik kalo punya mimpi, jadi semangaaattt kerja dan investasi
      tapii balik lagi semua kudu ada ilmunya yaaaa

      Hapus
    2. Yes, untuk kesenangan pribadi pun harus diukur yah. Maksimal 10 persen dari pendapatan, seperti yang ditulis Mbak Chi di atas.

      Hapus
    3. Setuju. Intinya jangan sampai mimpi kita ketinggian bila ingin diwujudkan. Kemudian action dengan pengelolaan keuangan yang baik

      Hapus
  2. Kalau sudah suka, menjalankannya tidak akan terasa berat, apalagi merasa terbebani, jadinya pasti selalu semangat ya...
    Terimakasih ilmunya. Soal keuangan seperti ini siapapun memang harus tahu. Penting dalam kehidupan soalnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Bekerja dengan passion memang lebih nikmat.

      Yup! Karena banyak hal berkaitan dengan finansial

      Hapus
  3. kalo metode belajar financial-nya kayak gini sih, siapapun demen juga mbaaa hehehehe
    Aku mau banget mengatur kondisi keuangan dgn lebih rapih lagi!
    *semangaaaattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malah kayaknya saya masih berasa kurang deh. Abis seru banget acaranya hehehe

      Hapus
  4. iya ya mba, kemampuan finansial setiap individu berbeda-beda, karena itu harus banget melek finansial biar bisa memiliki produk impian buat di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah melek finansial, tau gimana cara mengatur keuangan keluarga jadi bisa mewujudkan apapun yang jadi impian

      Hapus
    2. sebenernya yang bikin kacau finansial keluarga itu gaya hidup ya mba hahaha berat beut dah kalo diikutin

      Hapus
    3. Gaya hidup memang bisa bikin meringis hihihi. Harus disiplin lagi, nih

      Hapus
  5. Bagaimana mau mewujudkan impian kalau finansial kita masih amburadul?

    Waduh, saya tertampol di bagian ini, Mbak. Malah selaku ibu RT, sudah benar-benar harus melek finansial ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun merasa jleb di bagian itu hehehe. Apalagi sebagai ibu rumah tangga kan katanya menkeu di rumah :D

      Hapus
  6. Kebiasaan mencatat pengeluaran skarang jarang aku lakukan. Baca ini jadi berharap bisa makin jago ngurus finansial mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, harus rajin dicatat lagi, Mbak. Siapa tau banyak pengeluaran gak tercatat :)

      Hapus
  7. bagus banget memanga caranya, edukai keuangan dengan menghadirkan nara sumber yang OK banget semoga pada melek deh habis event ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itylah kenapa saya suka acara FUNancial lalu. Gak hanya ilmunya yang bermanfaat. Tetapi, penyampaiannya juga menyenangkan

      Hapus
  8. Kaya disini relatif ya. Tapi saya setuju kalau kaya itu bukan berarti memiliki semuanya. Dengan bersyukur, sekecil apapun akan terasa cukup. Itulah orang kaya yang sebenarnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena gak akan ada puasnya kalau sekadar mengejar materi

      Hapus
  9. Aahhh aku selalu stik to the list kalo belanja bulanan.. karena dulu seringnya belanja yang gak butuh amat tapi jadinya pengeluaran gede sekali.

    Sungguh bener nih poinnya. Mimpi itu biss diwujudkan kalo melek finansial

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Saya kalau belanja bulanan seringnya dicatat. Supaya gak banyak melencengnya hehehe

      Hapus
  10. di tangan Kita pembukuan keluarga jadi benar dan terarah. melek financial akan membuat Masa depan keluarga terjamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mpo. Harus mulai disiplin sejak sekarang

      Hapus
  11. Semoga mimpi mempunya pabrik terwujud ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Tetapi, bukan saya yang bermimpi ingin punya pabrik :)

      Hapus
  12. heu euh kalo nawarin asuransi ke batman mah percuma krna udah tajir dia :D
    impianku apa ya? jangka waktu dekat aja deh pengen renov dapur yg amburadul. lagi ngumpulin duidnya dulu, mudah2an bs terwujud aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Saya baru selesai nih renovasi dapur. Tapi, pengen punya kompor gas baru hihihi :D

      Hapus
  13. Setuju..belajar finansial memang penting sekali. Duh jadi seperti diingatkan bhw aku masih hrs banya belajar nih.. TFS ya Chi

    BalasHapus
  14. Justru pengeluaran yang kecil itu sering diabaikan pencatatannya, makanya suka bikin engga klop di laporan keuangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengeluaran kecil kalau sering kan totalnya bisa gede juga

      Hapus
  15. Soal finansial aku masih berantakan huhu. Padahal udah punya anak
    Tapi pelan2 lagi mulai mencatat pengeluaran, beli yg butuh dan ngurangin jajan :/
    Cerdas finansial itu penting bgt sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, apalagi kalau udah ada anak. Saya juga semakin berusaha disiplin setelah punya anak

      Hapus
  16. Definisi kaya versi Kak Dipa bisa dibilang unik alias raumum. Kaya dengan rasa syukur atas apa yang sudah dipunya. Bukan dengan memiliki semua yang kita mau. Catet ah. Makasih share ilmunya mbk chi.

    BalasHapus
  17. Artikel nya membantu bgt mbak. secara aku orgnya boros, kl lagi megang uang apa ajh mo di beli 😐

    BalasHapus
  18. Artikel nya membantu bgt mbak. secara aku orgnya boros, kl lagi megang uang apa ajh mo di beli 😐

    BalasHapus
  19. Sharing yang informatif banget nih mbak Chi, secara aku masih amburadul dalam mengatur keuangan. Lebih banyak gak sesuai rencana. Ini yg harus dibenahi agar masa depan terjamin.

    BalasHapus
  20. Bagian belanja untuk menyenangkan orang lain itu berlaku buat aku deh hahaha. Selama ini suka kalap belanja online beli perintilan yang kadang ga aku pake juga. Harus mulai nih bisa mengelola keuangan dengan baik biar bisa nabung yang banyak wujudin impian.

    BalasHapus
  21. Hmm berarti kalau impianku bisa keliling dunia kan harus bisa ngatur keuangan ya mba. Sumpah nih aku harus bener-bener concern buat catet semua pengeluaran dan pemasukan dari sekarang.

    BalasHapus
  22. Aku masih aras2an nih kalo giliran suruh nyatet pengeluaran. Harus disiasati bener. Apalagi sekarang banyak aplikasi yang bisa memudahkan kita

    BalasHapus
  23. Entah kenapa aku kalo udah bahas finansial rasanya mudah deg-deg an dan berujung jadi worry parah gitu mba Myra. Sekarang memang perlu banget cakap dan melek pengelolaan financial ini ya

    BalasHapus
  24. Wikikikikikkkk aku kok ikutan ngikik baca cita-cita seseorang yang pengen punya pabrik sempak mba hehehehe. Tapi emang perlu sih ya, meskipun lucu. Aaah... semoga mompi siapapun ituh bisa jadi nyata. Demikian juga denganmu mba Chie... sukses terus dan financial lifenya makin mapan ya..

    BalasHapus
  25. Belajar finansial kemarin seru banget ya, ga kaya belajar jadinya kaya sharing aja jadi lebih mudah dipahami juga

    BalasHapus
  26. Aduh, itu dosa-dosa saya kok ditulis semua. Huhu iya banget. Aku gak melek finansial nih. Jadinya mimpi cuma sekedar mimpi. Kudu dicatet nih tipsnya.

    BalasHapus
  27. Financial Planner, Financial Goals.Sebagai perempuan memang bener banget untuk bisa mewujudukanya keduanya. Bukan cuma bermanfaat untuk sekarang tapi juga masa depan, ya kan sis!

    BalasHapus
  28. Aku aja masih konvensional pakai cara lama loh. AKu nulis di buku anggaran bergaris itu hahaha. Ga apa2 dibilang jadoel kan tapi duit aman terkendali in sya allah. Dipisah2 gitu per alokasi dana buat apa2 aja hihii.. Benar tuh pengeluaran terkecil jangan disepelekan.

    BalasHapus
  29. Kebanyakan oramng menmganggap kay aitu punya banyak uang ya padahal dengan bersyukur dan mengelola keuangan dengan baik bisa lebih kaya lagi ya. Latte Factor apa yang sudah dilakukan hari ini? hihihih aku tahan gak ke mini market dulu deh lumayan juga habisnya padahal gak terllau butruh-butuh juga

    BalasHapus
  30. Kalo baca tulisannya ka Chi kayanya yang gampaang gitu ya...
    Padahal mah melakukannya butuh komitmen dan kesadaran penuh.
    Hahah...setelah niat yang lurus, tentunya.

    Aku juga kaget pas baca "Pengin punya pabrik sempak".
    Adudududu~
    Mulia sekali.

    ((lhooh???))

    BalasHapus
  31. Keren banget nih acaranya Mbak. Hehe kalau belajar soal financial (ekonomi) bawaannya memang membosankan ya Mbak eh tapi kalau disampaikan dengan cara Fun seperti ini pastinya seru deh. Ilmu yang didapat juga bermanfaat sekali. Thanks for sharingnya ya Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya kalau ada kegiatan seperti ini di kota saya pengen juga ikut deh. Setidaknya bisa nambah wawasan tentang financial apalagi suka pembahasannya tentang mimpi. Memang bermimpi itu harusnya yang realistis yang dan bukan cuma diomongan tapi harus ada usaha untuk menggapainya

      Hapus
  32. ngakak pas bagian mimpi punya pabrik sempak :) bukan apa2 tapi bahasanya itu loh sempak banget wkwkwkk aku banyak bocor alusnya nih, perlu banyak perbaikan

    BalasHapus
  33. Wahh, acara melek finansial kayak gini menarik sekali ya, mbak.. Jadi bisa belajar banyak buat mengontrol keuangan..😍

    BalasHapus
  34. Banyak ya yang bisa dikomen hanya dari 1 artikel tentang keuangan.

    Yuk mareee ..

    1. Impian dan cara menggapainya
    aku terbiasa membuat plot dan buku besar untuk membuat impian yang terukur

    2. Bocor alus alus untuk pengeluaran
    aku memang dulu selalu bocor alus. Bocor gembos malah kalo perlu, saking semua yang ga perlu dibeli

    sekarang.. hiy serem.. selalu tanya ke diri sendiri dulu, perlu gak? ada tempatnya gak? ada yang lebih perlu lagi gak?

    3. bahagia
    when you already face the most horrific things in your life, and you thru it safely, u can say THANK YOU ALLAH over and over again

    tidak ada lagi alasan untuk tidak bahagia dalam hidup ini

    BalasHapus
  35. Cakep ulasannya Mak. Detail banget dan menginspirasi. Jadi emnag kudu punya dua rekening ya. Noted.

    BalasHapus
  36. Bocor alus ini biasanya kalau aku terkontrol banget saat pas mepet tanggal-tanggal belum gajian. Ha wong uang dalam kartu flash aja aku pakai buat belanja bulanan. Ikut segala macam kuis. hahaha. Ya bener juga sih Mbak, tidak semua orang berjiwa pengusaha. Tidak ada yang salah juga sebenarnya dengan menjadi seorang karyawan. Sg penting semua happy!

    BalasHapus
  37. Aku juga sekarang mulai melek finansial belajar ngatur keuangan keluarga

    BalasHapus
  38. Haduh kalo bicara soal mengatur finacial aku paling gagal, selalau banyak bolongnya mba disana sini

    BalasHapus
  39. Kalau datang ke acara ini kayaknya makin melek finansial. Kadamg banyak hal yang tak kita duga yakni pengeluaran yang bocor2 alus

    BalasHapus
  40. Wah nulis pengeluaran dan pemasukan dengan detail itu aku suka bertahan bbrp hari di awal bulan trus melempem, baeklah, yosss, kudu disiplin lagi haha, Bener banget tujuan finansial kudu jelas, bila perlu dituliskan ya, supaya jd afirmasi positif juga sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha setuju banget mbak, underwear itu kebutuhan banyak org, jd bisa jd itu usaha yang prospeknya bagus ya :D
      Penasaran siapa yang nulis pengen punya pabrik sempak :D

      Hapus
  41. aku sudah 2x menggunakan layanan Home Credit dan memuaskan, yang tadinya gak yakin bisa punya akhirnya jadi bener-bener punya

    BalasHapus
  42. Melek finansial gak harus dengan cara yang serius2 amat ya.. Ada cara fun yang bikin makin mudah memahami ttg fiansial..

    BalasHapus
  43. Belajar finansial memang ternyata lebih enak kalau di praktekin langsung ya. Tapi dengan acara2 gini , semua terasa lebih mudah

    BalasHapus
  44. Beneran ini mah penting banget mengatur keuangan, soalnya kita gak tau kapan butuh dana cadangan kan hehe.. semog abisa tercapai nih kemapanan finansial yang okeh hehe

    BalasHapus
  45. Bagus banget kemasan acaranya mbak, begitu juga pesan2 yg tercatat sama mbak di post ini, kusukaaa, bernanfaa??m

    BalasHapus
  46. Melek Financial memang aspek paling penting guna mencapai mimpi mimpi kita ya mba

    BalasHapus
  47. Kalau mencatat pengeluaran, sudah saya lakukan sejak gadis... Cuma pengelolaannya nih yang belum maksimal, pr banget...

    BalasHapus
  48. Mencatat keuangan ini yang terkadang terlupakan ya, soalnya daku pun belum melakukannya. Awalnya doang rajin selanjutnya mah males deh 😂

    BalasHapus
  49. Bagus banget ya acaranya. Aku juga uda coba untuk catet pengeluaran tp kyknya masih suka ada yg luput dicatat 😂

    BalasHapus
  50. Mengatur keuangan dengan menyenangkan, biar ngga stress dan akhirnya bisa buat bahagia krn ngga banyak yg lost

    BalasHapus
  51. Aku juga menyiapkan dan mencatat uang masuk sebagi kerjaan aku sebagai freelance mba. lhamdulillah semakin banyak syukur dan smoga bisa selalu teredukasi dengan ini

    BalasHapus
  52. aku seneng banget bisa dateng dan berkunjung di acara ini, bener bener bermanfaat banget buat aku lho!

    BalasHapus
  53. Bagus juga nih kalau freelancer gajian. Jadi berasa bangets uangnya ya..enggak sedikit sedikit masuknya terus entah larinya kemana. huhuhu
    Acara dan tips yang bikin melek mata dan finansial nih bagi saya:)

    BalasHapus
  54. Mimpimu harus dengan aksi yang nyata ya mba agar bisa terwujud..duh blum bnyak yang kesampaian nih financial goalsnyaa harus lebih bgus lagi kelola keuangannya

    BalasHapus
  55. Sepakat mba kalau memang mimpi harus realistis. Soalnya kalau ketinggian trus nggak tercapai juga sakit kalau nggak terkabul ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha bener kudu realistis tapi juga gak ada salahnya sih mimpi tinggi asalkan kita juga punya patokan atau target kira2 kapan nih bisa terjangkaunya yaaa

      Hapus
  56. Data data yang tersaji cukup bikin menganga yaa mbak. Belajar finansial emang enakya dengan cara fun yhaa meskipun kalo banyak orang bilang paling semangat ngomongin duit, tapi Kalo ngaturnya? Ngga banyak yg bisa hehe.

    BalasHapus
  57. Mba ngena banget pas bagian belanja untuk menyenangkan orang lain.. huhu
    Ini aku mulai mau melek finansial..👍

    BalasHapus
  58. Sudah rajin mencatat namun tidak rajin menelaah dan memisahkan mana keinginan mana kebutuhan. Jadi semua pengeluaran apapun dicatat, sayangnya tidak dipelajari.

    BalasHapus
  59. Mesti lebih disiplin lagi nih dalam mengelola keuangan, dan bocor halus emang nggak terasa banget ya, padahal kalau dihitung-hitung lumayan gede juga budgetnya

    BalasHapus
  60. Dari kemarin mantengin timeline and artikel temen2 tentang acara ini keren banget ini. acara yang sarat ilmu, supaya orang2 jadi melek finansial, gak hanya 'paham'
    aku jadi langsung browsing tentang home credit deh nih, kebetulan aku lagi mau renovasi rumah, jadi sedang butuh biaya untuk itu..

    BalasHapus
  61. Bagian mencatat pengeluaran nih yang harus disiplin lagi, suka lupa kalo udah jajan.. hahaha..

    BalasHapus
  62. Belajar literasi keuangan bagi perempuan penting bnget ya biar bisa bener2 mengatur keuangan keluarga ya mba

    BalasHapus
  63. Iya bener sih, kondisi keuangan tiap orang beda2...tapi melek financial itu harus banget. Soalnya setiap org kan pasti punya goals dan ingin diwujudkan ya mbak gak cuma angan-angan aja hehe.

    BalasHapus
  64. jadi home Credit gak cm buat bayarin cicilan di toko tapi bs bantu pembayaran apa saja toh. wah dengan begini saya bisa donk wujudkan mimpi buka usaha di rumah

    BalasHapus
  65. Impiannya punya pabrik sampah bikin aku bangga. Jika di tanya soal impian, saat ini aku pengen anak2 ku kelak mendapatkan pendidikan yang layak. Memang benar, Literasi keuangan msh sangat kurang, oleh karena itu aku ingin belajar bnyak mengenai pengelolaan keuangan

    BalasHapus
  66. Ngga nyesel ikutan acara ini, aku jadi tau rumus keuangan yang sehat itu seperti apa :)

    BalasHapus
  67. Itu quotenya mantul banget, bener sekali kita tu beli baju, tas dll, sebenarnya buat kita sendiri atau cuma sekadar mengesankan org hihihi. Makanya nih aku lg ngurang2in beli baju dan berusaha hidup minimalis, maunya sih nabung buat beli kos2an biar jd juragan kos #aamiin :D

    BalasHapus
  68. Yg bikin cashflow berantakan tuh klo keinginan yg bukan kebutuhan lebih banyak, aku suka banget pembahasan financial kayak gini, biar menteri keuangan keluarga kayak aku bisa handle urusan finansial

    BalasHapus
  69. Seneng kalau ada acara finansial seperti ini yah jadinya insya allah keuangan makin sehat sehingga impian akan cepat terwujud.

    BalasHapus
  70. meskipun basicaley ilmunya sama ya mba chi soal keuangan ini tapi tiap orang punya cara unik utk mengembangkannya, kaya acara funancial ini, dikemas menarik bgt jadi yang muda2 bisa ngikutin nih.

    BalasHapus
  71. Sereceh apapun mimpi, kalau tercapai kan kita juga yang bahagia. Apalagi mimpi soal kemampuan finansial hihi. Harus direncanakan secara cermat yaa :)

    BalasHapus
  72. memang membedah keuangan tuh penting banget ya mba, supaya tau pengeluaran yang besar tuh kemana

    BalasHapus
  73. Sumpah kak aku baru tahu lho underwear wanita termasuk yang tinggi penjualannya di departement store! Btw pas jaman masih muda dulu gak pernah kepikiran investasi ini itu, tapi alhamdulillah sekarang udah mau kencangkan ikat pinggang buat nabung dan investasi... semangaattttt #FUNancial #YangKamuMau

    BalasHapus
  74. Bener ya, kaya itu faktor penentunya ada bersyukur dulu pertamanya. Kalau ga bersyukur gaji berapapun ya kurang aja

    BalasHapus
  75. Abis ikut FUNancial kemarin langsung dong mba ngerapihin catatan. Bener deh ya, kalau pengen financial goalsnya tercapai mesti konsisten juga, khususnya buat saving.

    BalasHapus
  76. Sepulang dari acara FUNancial ini aku langsung bikin notes pengeluaran di handphone, aku catat semuanya termasuk jajan bocah ke minimarket, dan mau bikin tabungan terpisah untuk pengeluaran penghasilan jadi freelancer hehehe

    BalasHapus
  77. Noted banget bagian freelancer juga harus gajian, hehe asal tau tips tricks Management keuangannya, bisa bisa Aja yaaa mom

    BalasHapus
  78. Setuju juga nih jika freelancer juga harus gajian. Jadi pengen niru jejaknya nih. pas aku pun punya dua rekening... oke terapkan. bismillah...

    BalasHapus
  79. Lucu ya dekorasinya funancial. Semakin khatam dong ilmunya dalam mengelola keuangan ya mba. terutama keuangan keluarga ya kan.

    BalasHapus
  80. Mengenai keuangan keluarga apalagi aku yg berada d rumah tangga baru, PR banget soal financial ini dan pos-posnya

    BalasHapus
  81. Aku suka deh mba ikut acara seperti ini.. banyaak ilmu baru yang bisa dipskaii

    BalasHapus
  82. saya kira malah yg bakal banyak resiko dan wajib punya asuransi adalah spiderman. ternyata yg punya anak istri adalah jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena membahasnya 'kan tentang asuransi jiwa. Biasanya yang punya tanggungan lebih berat karena ada jiwa-jiwa lain yang juga harus dia tanggung

      Hapus
  83. Jeleknya saya selalu "nggampangin", Mak Chi. Kumaha ngke wae alias gimana entar aja lah, selalu gitu. Padahal kita harus siap-siap menghadapi kemungkinan terburuk, entah apa itu ya?

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^