Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Bersama Prudential Indonesia - Keke Naima

Senin, 18 November 2019

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Bersama Prudential Indonesia

Limbung! Itulah yang Chi lihat dari mamah pasca papah wafat. Tentu saja mamah berusaha tidak memperlihatkannya. Selalu berusaha terlihat tegar di depan banyak orang, termasuk anak-anaknya. Tetapi, sesekali Chi melihat dan merasakan kalau pikiran dan perasaan mamah seperti sedang terobang-ambing. Apalagi kalau udah curhat tentang uang.

pelatihan literasi keuangan untuk perempuan bersama prudential indonesia

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Bersama Prudential Indonesia


Papah memang meninggalkan sejumlah harta. Uang peniun pun ada. Kami, anak-anaknya pun akan terus berusaha memperhatikan mamah. Tetapi 'kan tetap aja ada yang beda.

Sebelumnya, papah yang mencari nafkah dan mamah mengelola. Setelah pensiun, papah melanjutkan kerja lagi di salah satu perusahaan. Kalau mamah sudah lama sekali resign sebagai karyawan swasta dan memilih jadi ibu rumah tangga saja. Wafatnya papah yang mendadak, membuat semua berubah begitu cepat.

Konferensi Pers Literasi Keuangan untuk Perempuan  


konferensi pers literasi keuangan untuk perempuan prudential dan kpppa, ojk

Jauh sebelum papah wafat, Chi dan K'Aie mulai rutin membahas investasi. Pengennya saat hari tua nanti, kami bisa merasakan kebebasan finansial. Syukur-syukur kalau bisa dari sekarang. Dengan kejadian yang mamah alami, bikin Chi semakin berpikir tentang investasi.

Kamis (14/11) bertempat di KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) RI, Jakarta, Prudential Indonesiamengadakan workshop Literasi Keuangan untuk Perempuan. Chi dan beberapa blogger akan ikut pelatihan tersebut. Tetapi, sebelumnya ada konferensi pers terlebih dahulu.

Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM, Sekretaris Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengatakan bahwa terkait dengan peningkatan literasi keuangan perempuan, saat ini KPPPA sedang berdiskusi mengenai program 5 tahun ke depan tentang isi ketahanan keluarga. Keluarga adalah unit terkecil di masyarakat. Bila memiliki keluarga yang kuat, maka ketahanan masyarakat pun akan kuat.

Amanat Presiden Republik Indonesia kepada KPPPA antara lain:

  1. Meningkatkan jumlah perempuan bekerja di sektor formal atau informal
  2. Memastikan sektor keluarga menjadi lebih kuat. Salah satu isunya adalah menguatkan di sektor ekonomi.
  3. Mendorong adanya kerjasama dengan berbagai pihak

Fakta dan data menunjukkan bahwa tingkat berdaya ekonomi kaum perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. Diharapkan dengan adanya teknologi digital saat ini, jumlah perempuan yang produktif secara ekonomi bisa meningkat. Karena perempuan bisa memiliki penghasilan meskipun di rumah.

Ibu rumah tangga juga ibarat menteri keuangan dalam rumah tangga. Menjadi penting bagi perempuan untuk mengetahui bagaimana caranya mengelola keuangan rumah tangga dengan baik.

KPPPA tidak memiliki kegiatan yang sifatnya implementasi ke lapangan. KPPPA bergerak di bidang kebijakan dan berkoordinasi dengan lintas kementrian dan lembaga. Tugas KPPPA membuat berbagai kebijakan seperti bagaimana agar perempuan bisa mendapatkan akses modal, pelindungan ketika menjalankan usaha, akses terhadap teknologi dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk implementasi ke lapangan, bantuan dari berbagai pihak seperti Prudential Indonesia akan sangat membantu. Sejak tahun 2009, Prudential sudah mengadakan pelatihan literasi keuangan untuk para perempuan Indonesia. Memasuki tahun ke-10 ini, sudah hampir 36.000 perempuan Indonesia yang tersebar di 36 kota mendapatkan pelatihan ini.

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menjelaskan bahwa program pelatihan ini sejalan dengan fokus 'We DO Good' Prudential Indonesia. Di mana fokus utamanya adalah membangun masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kesehatan, serta kesejahteraan secara menyeluruh.

Fakta di lapangan, banyak ibu rumah tangga yang mengaku sudah paham mengurus keuangan rumah tangga. Padahal faktanya, baru sebatas pemahaman dasar. Ketrampilan mengelola keuangan harus dilakukan secara terus-menerus. Awalnya memang memahami dasar, kemudian berlanjut belajar bagaimana bisa menghasilkan uang, hingga kemudian mulai terpikir untuk berinvestasi. Level tertingginya memiliki kemerdekaan finansial.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh OJK, tingkat literasi perempuan Indonesia pada tahun 2019 adalah 36,13%. Masih sedikit lebih rendah dari laki-laki yaitu 39,94%. Tetapi, persentase ini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

"Sisih atau sisa? Kebutuhan atau keinginan?"

Sondang Martha, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan, boleh banget mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif. Tetapi, harus diatur dengan bijak. Jadilah perempuan yang cerdas mengelola keuangan.

Banyak kejadian di mana masyarakat terkena investasi bodong, terutama di kalangan ibu. Menurut ibu Sondang, kuncinya adalah 2L yaitu Legal dan Logis. Masyarakat bisa cek apakah jasa keuangan tersebut legal atau tidak melalui OJK. Pilihlah penawaran yang logis. Jangan mudah tergiur dengan janji manis.

Bila masyarakat menerima berbagai penawaran dari jasa keuangan, jangan hanya bertanya manfaatnya. Tanya juga risiko yang mungkin diterima. Tetapi, bila terjadi masalah, jangan langsung melapor ke OJK. Selesaikan dulu di industrinya.

Bila tidak selesai di level industri, baru lanjut ke OJK. Oleh karena itu ibu Sondang menyarankan kepada industri untuk tidak menganggap setiap aduan nasabah adalah cost. Tetapi, jadikan investasi agar produk yang dimiliki semakin baik.

Mengenai pelatihan literasi keuangan untuk perempuan, Nini Sumohandoyo, Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia menjelaskan meskipun materinya adalah literasi keuangan dasar, tetapi selama 10 tahun sudah mengalami evolusi. Selalu mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, saat ini tantangannya adalah bagaimana para perempuan bisa berdaya secara ekonomi dengan memanfaatkan dunia digital.

Prudential Indonesia memang bergerak di dunia asuransi. Tetapi, materi pelatihannya bersifat general. Bagaimana persentase membagi pos keuangan hingga perempuan mampu memproteksi dirinya.

Fokus pelatihan di tahun ini lebih ke Indonesia Timur, yaitu Kupang, Mamuju, Gorontalo, Ternate, dan Bima. Beberapa kota lain juga tetap ada pelatihan, termasuk Jakarta.

Tips Mengelola Keuangan untuk Perempuan


tips mengelola dana keuangan untuk perempuan, mengenal berbagai produk dan jasa keuangan

Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan Prudential Indonesia menyasar kepada kaum perempuan di kalangan menengah ke bawah. Tujuannya untuk memaksimalkan ketrampilan mengelola keuangan keluarga agar lebih sejahtera.

Membuat Perencanaan Keuangan

Sumber penghasilan setiap orang berbeda-beda. Ada yang tetap (gaji) dan tidak tetap (komisi, insentif, upah lembur, dan hadiah). Apapun itu, membuat perencanaan keuangan adalah hal penting agak bisa hidup lebih sejahtera.

4 hal dasar pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut

  1. Pengeluaran wajib (membayar cicilan, SPP, biaya transportasi, dll)
  2. Pengeluaran tambahan (uang jajan anak, traveling, membeli handphone, dll)
  3. Pengeluaran darurat (sakit, kecelakaan, kehilangan pekerjaan, meningga dunia)
  4. Dana simpanan (membeli rumah, tabungan haji, modal usaha, modal menikah, dll)

Buatlah rencana keuangan jangka pendek (0 s/d 1 tahun), jangka menengah (1 s/d 4 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun). Rencana keuangan ini bisa berbeda bagi setiap individu. Status lajang, menikah, serta menikah dan punya anak akan mempengaruhi untuk memahami kebutuhan keuangan.

Mengelola Pendapatan

Sisih dan sisa. Mindset itulah yang harus tertanam bila ingin mengelola keuangan dengan bijak. Pola pikir lama adalah membelanjakan terlebih dahulu pendapatan yang diterima. Bila ada sisa baru ditabung. Sedangkan pola pikir baru sebaliknya.

Sisihkan pendapatan minimal 20% terlebih dahulu untuk ditabung dan 10% untuk dana darurat. Sisanya baru dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Disarankan memiliki 2 rekening tabungan, yaitu

  1. Rekening aktif untuk kebutuhan sehari-hari
  2. Rekening pasif untuk tabungan dan dana darurat

Berhutang itu boleh, tetapi jangan lebih dari 30%. Hutangnya pun sebaiknya hutang yang produktif, bukan konsumtif. Hutang produktif bisa untuk menambah aset dan kesejahteraan, misalnya membeli motor untuk keperluan usaha.

Penyimpanan juga dibagi 3, semakin pendek jangka waktunya adalah bentuk tabungan bisa segera dicairkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan

  1. Jangka Pendek (0 s/d 1 tahun) - Emas, tabungan/deposito, simpanan koperasi
  2. Jangka Menengah (1 s/d 4 tahun) - Tabungan berjangka waktu tertentu, asuransi
  3. Jangka Pendek (> 5 tahun) - Asuransi, properti

Mengenal Berbagai Jasa Keuangan dan Produk Keuangan

Sebelum memutuskan jasa dan produk keuangan apa yang akan dipilih, sebaiknya banyak mencari tahu dulu. Apa manfaat dan risikonya? Apa yang menjadi hak dan kewajiban nasabah? Serta, bagaimana bila terjadi masalah? Pastinya jangan langsung mudah terbujuk. Ingat! Banyak jasa keuangan bodong yang sudah memakan korban. Jangan sampai kita menjadi salah satunya.

Pastinya kunci utama dari seluruh pengelolaan keuangan adalah DISIPLIN.

literasi keuangan untuk perempuan, ojk, mengenal jasa dan produk keuangan

76 komentar:

  1. Iya mba, penting banget buat para ibu pelatihan literasi keuangan. Karena banyak sekali ibu-ibu terjebak dalam arisan yang dibawa kabar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di lingkungan perumahan dilema juga ya ikut arisan dan nggaknya kalau buat ibu-ibu. Nanti diomongin tetangga begini begitu.

      Eh jadi ada ide membawa materi literasi keuangan ini ke tingkat ibu-ibu arisan.

      Hapus
  2. Ketahan keluarga ini berhubungan dengan literasi keuangan pada perempuan ya. Ternyata walaupun ibu rumah tangga juga harus mengerti liyerasi keuangan supaya keluarganya menjadi kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini, menyadari hal ini, bikin aku waswas deh. Seringnya kelimpungan di akhir bulan sangat berisiko bikin ketahanan keluarga rapuh ya. Huhuhu.... kudu diliterasi nih aku

      Hapus
    2. Dari tulisan-tulisan teman-teman blogger tentang literasi keuangan, kita jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana mengelola keuangan yang tepat ya Mbak.

      Hapus
  3. Perempuan Indonesia wajib banget tahu literasi keuangan, biar pandai mengatur cashflow keuangan keluarga.
    Salut dengan edukasi menerus prudential nih, amat sangat manfaat banget, semoga makin banyak perempuan Indonesia yang sadar pentingnya literasi keuangan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Salut dengan Prudential, konsisten dengan program literasi keuangan untuk perempuannya. Semoga nanti bisa dilakukan di banyak tempat juga. Termasuk Bandung. Kepengen ikutan :D

      Hapus
  4. Aku paling suka nih ikut event begini, karena sungguh berfaedah demi kelangsungan hidup keluarga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa menambah pengetahuan ya, atau kembali diingatkan supaya lebih teratur lagi, maklum kadang aku lengah juga kalau sudah ikutan pelatihan jadi semangat lagi

      Hapus
  5. Perempuan indonesia emang harus melek masalah finansial. Karena terkadang itu menjadi sumber utama kebahagiaan dan kenyamanan keluarga. Aku termasuk yang sudaa menerapkan metode sisih. Langsung bhat budget. Sedikit demi sedikit invest. Yang penting sudah ada alirannya

    BalasHapus
  6. Sebagian perempuan masih beranggapan jika pemahaman tentang pengelolaan keuangan itu tidaklah penting. Yang ada pengeluaran bablas saja, keinginan mengalahkan kebutuhan dan sisa uang disimpan dan bukan sisihkan.
    Sosialisasi dan edukasi tentang. Maka, literasi keuangan sepeeti ini penting adanya.

    BalasHapus
  7. Keterampilan financial planning memang harus di-update terus menerus. Apalagi di era sekarang, banyaaaakkk instrumen keuangan yg barangkali dulu sama sekali engga terpikirkan di saat kita masih SD ya mak

    BalasHapus
  8. Selalu menarik nih kalau bahas manajemen cuan. So far, alhamdulillah dari beberapa poin yang mba tuliskan sudah saya lakukan mba, seperti punya tabungan 2 rekening (aktif/pasif) dan mengupayakan adanya aset. Alhamdulillah, dikit-dikit lama-lama jadi bukit.

    BalasHapus
  9. Nah, itu dia DISIPLIN yang paling utama dalam mengelola keuangan ya mb Myra. Apalagi keuangan rumah tangga tetek bengek dsb wiiih..bisa habis duluan di minggu ketiga wkwkwkw. Dana darurat aja sering terpakai buat lapar mata dll.

    BalasHapus
  10. Aku nih merasa masih butuh banget deh belajar terus tentang literasi keuangan. Kan istri tuh selalu identik sekali dengan menteri keuangan di rumah jadi memang harus pintar dan teliti untuk melakukan perencanaan keuangan.

    BalasHapus
  11. Event-event macam seperti ini memang penting sekali untuk perempuan nih,
    Apalagi buat yang road to mamak mamak, biar bisa jadi bahan pemebelajaran sejak dini.
    Ah, kece prudential sering ngadain acara semacam ini :)

    BalasHapus
  12. Beberapa yg di tulis sih sudah aku praktekkan. Nanti coba tips-tips lain lagi yg belum aku lakukan. Sebagai manager keuangan di rumah kudu banyak belajar lagi aku nih

    BalasHapus
  13. Kalau aku dan suami memang lagi belajar sadar akan investasi, Mbak. Saat ini masih di emas sih, tapi lagi punya niatan ke properti. Ngomong-ngomong, ini ulasannya penting banget nih, ilmu banget buat emak-emak kayak saya. Thanks ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga investasi yg kita lakukan berkaaahh ya Mba
      Bisa banget jadi tambahan income untuk keluarga

      Hapus
  14. Selain harus disiplin mencatat pengeluaran, sekarang ini perempuan juga butuh update instrumen investasi yang aman. Supaya simpanannya tak tergerus inflasi.

    BalasHapus
  15. Salut sama prudenatial selalu mengedukasi perihal keunagan jadi banya yang tahu kan tentang literasi keuangan itu apa.

    BalasHapus
  16. Paling seneng ikutan pelatihan literasi keuangan seperti ini, banyak ilmu keuangan yang bisa saya terapkan pada sistem keuangan keluarga.

    BalasHapus
  17. Aku salut banget dengan acara ini. Programnya juga bagus banget bertujuan agar para wanita lebih melek literasi keuangan, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Program lanjutannya apa ini mbak?

    BalasHapus
  18. Setelah membuka asuransi yang ternyata penuh dengan triks bukannya menguntungkan pengguna tapi menguntungkan asuransi, saya dan pak suami mulai memikirkan investasi yang lebih berkah dan menguntungkan kedua fihak.

    memang penting para wanita memiliki keahlian dalam mengelola keuangan agar bisa mengelola keuangan keluarga dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga lagi kepikiran soal ini nih Mb Tuti. Penginnya punya investasi yang bikin kita lega ya, bukan yang malah bikin was-was. Makanya perlu banget upgrade literasi keuangan bagi para ibu pengelola keuangan keluarga.

      Hapus
  19. Perempuan bisanya manager keuangan keluarga
    Makanya penting banget buat seorang perempuan untuk memiliki kecerdasan finansial..
    Biar kondisi keuangan keluarga stabil ya

    BalasHapus
  20. Sukak, tulisannya informatif banget. Mengelola keuangan, terutama buat perempuan, emang sangat penting. Mau single atau married, perempuan kudu melek literasi keuangan. Ngeri kalo sampe ketipu investasi bodong atau terjebak pinjol.

    BalasHapus
  21. Aku dan Udi juga sudah mulai persiapan mba.. salah satunya dengan asuransi pru juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan pendidikan literasi memang penting bangeeet buat perempuan yaa

      Hapus
  22. Aku sebenernya sering ikut workshop atau talkshow tentang literasi keuangan. Tapi kenapa gak bener aja ya cara ngatur keuangan :(

    BalasHapus
  23. yaa...wanita meski di rumah saja harus bisa menghasilkan uang. bisa ditabung dan dirupakan sebagai investasi

    BalasHapus
  24. Penting bnget intinya ya perempuan belajar literasi keuangan yg pasti berguna buat manajemen keuangan keluarga

    BalasHapus
  25. Iya bener,jadi perempuan itu harus melek literasi keuangan. Banyak yg ngaku paham, tapi pada prakteknya gak ya. Pelatihan seperti ini wanib diikuti semua perempuan sih kalo kubilang. Terutama dr kalangan menengah ke bawah.

    Btw,maksudnya itu jangka panjang kali ya > 5 tahun? :)

    BalasHapus
  26. Acaranya seru bangettt yaa soalnya penting banget emang asuransi ini udah jadi kebutuhan wajib kita loh

    BalasHapus
  27. Ahh setuju sekali dg pernyataan kalau pengelolaan keuangan itu mengalami evolusi
    Apalagi di masa skrg. Kalau perempuan juga dituntut untuk tetap berdaya persoalan keuangan dengan memanfaatkan teknologi digital

    BalasHapus
  28. Perempuan dan literasi keuangan, keduanya memang tidak bisa dipisahkan, secara perempuan adalah menteri keuangan keluarga, jadi sudah selayaknya literasi keuangan menjadi bagian dari softskill yang dimiliki seorang perempuan ya mbak

    BalasHapus
  29. Dambaan banget nih bagi semua kaum perempuan bisa mencapai tahapan kebebasan finansial. Tak hanya berdaya dari sisi ekonomi saja, namun perempuan juga bisa mengelola keuangan sehingga nanti ya bisa menikmati kebebasan finansial tersebut secara maksimal di hari tua.

    BalasHapus
  30. Aku merupakan salah satu perempuan yang masih butuh literasi keuangan kak, hehehe

    Menuruyku selain literasi keuangan juga perempuan harus punya skill ya kak, setelah baca di atas, aku ngebayangin kalau amit-amit ditinggal wafat suami, langsung mikir kemampuan apa yang aku punya

    BalasHapus
  31. Ini nih acara yang berfaedah. Pelatihan literasi keuangan buat perempuan ini penting banget ya. Bukan cuma paham masalah pengelolaan keuangan namun juga mandiri dalam penghasilan. Meski di rumah tetap bisa nih punya penghasulan sendiri.

    BalasHapus
  32. Walau Bapak saya meninggal saat anaknya sudah besar dan bekerja, dan ibu saya ada gaji pensiunan Bapak saya, tapi saya bisa merasakan bagaimana seorang Ibu yang ditinggal kepala rumah tangga dalam keadaan anak masih butuh biaya ya, Mbak Myra. Makanya memang zaman now, acara seperti ini sangat bagus sekali. Dan memang Mbak, Ibu itu menteri keuangan dalam rumah tangga. Jadi perlu pengetahuan seputar literasi keuangan agar pengaturan keuangan berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  33. Yup jadi perempuan memang harus melek literasi keuangan ya Mbak. Jadi ikut kegiatan seperti pendidikan literasi keuangan ini penting banget. Kalau ada kegiatannya di sini ku juga mau ikutan deh.

    BalasHapus
  34. Aku setuju dengan statement Ibu Rumah Tangga ibarat menteri keuangan, dulu sih aq ogah2an belajar mengatur keuangan, nyatanya stlh menikah pntg banget mengetahui Literasi keuangan

    BalasHapus
  35. Nah saya juga senang kalau ada pelatihan seperti ini karena saya masih butuh pengelolaan apalagi sumber pendapatan yang tak menentu

    BalasHapus
  36. Wah keren banget acaranya. Dan emang bener yang namanya perempuan tu wajib banget belajar pengelolaan keuangan biar kondisi keuangan keluarga jadi aman. Masalah uang tu emang lebih baik direncanakan dari jauh-jauh hari biar lebih teratur.

    BalasHapus
  37. Sebagai pengatur keuangan rumah tangga literasi keuangan penting banget supaya cashflow tetap aman

    BalasHapus
  38. Aku pun berpikiran serupa, mbak. Kalo hari tua harus disiapkan dari sekarang, apalagi suami itu kerja mandiri dan nggak ada uang pensiun. Dan aku lebih memilih reksadana yang lebih mudah aku pahami cara kerjanya

    BalasHapus
  39. Mba, mencerahkan banget tulisannya. Saya setuju banget perempuan harus belajar terus mengelola keuangan. Dengan begitu, ekonomi keluarga terbantu, juga bisa mewariskan ilmunya pada anak2nya. Saya sendiri termasuk yg ga pinter kelola keuangan. Pinter belanjain iya duh. Alhamdulillah suami kayanya lbh bisa kelola keuangan, makanya saya ga masalah ga full gaji dikasih karena saya tau suami suka investasi. Kalo saya dapet penghasilan dikit2 eh ko ya sering kepake ya, walaupun emang kepakenya sih buat anak juga ;)

    BalasHapus
  40. LIterasi keungan untuk perempuan khususnya kaum ibu ini penting banget ya mbak. agar bisa mengalokasikan pendapatan suami dengan baik untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga termasuk dana cadangan dan tabungan.

    BalasHapus
  41. Sangat banyak sekali ilmu literasi keuangan ya. Apalagi ini khususnya buat perempuan. Sekarang tinggal penerapannya yang butuh ekstra fokus supaya tetap konsisten.

    BalasHapus
  42. kebebasan finansial wajib kita wujudkan dg rajin menabung, berinvestasi dan kelola bisnis mulai dr sekarang. walau ibu rumah tangga, ilmunya kudu banyak jg donk

    BalasHapus
  43. Tiap ngikutin acara pelatihan keuangan kyk yang diselenggarakan prudential gini rasanya tu lansung semangat cek2 kondisi keuangan haha. Tapi kdng tantangannya adalah betapa susahnya nyisain berapa persen buat nabung dll. Pdhl kan pastinya punay ekinginan buat jalan2 dll haha. Kudu usaha lbh keras lagi nambah pendapatan keknya yaa

    BalasHapus
  44. Literasi keuangan buat perempuan memang penting banget ya mbak, krn perempuan pnya peran penting buat tata kelola keuangan keluarga.

    BalasHapus
  45. Penting sekali ya buat kita para perempuan untuk pintar dalam literasi keuangan, biar bisa lebih baik dalam mengelola keuangan keluarga. Lebih baik lagi saat kita tidak tergantung dari penghasilan suami

    BalasHapus
  46. Salut sama prudential yang mengadakan kegiatan ini menyasar ke kota-kota kecil dan diluar pulau Jawa. Iyalah, jangan Jakarta/Surabaya aja, harus bergerak ke pinggiran agar para wanita di daerah pinggiran juga melek tentang literasi keuangan

    BalasHapus
  47. Saya tuh paling sulit merencanakan keuangan... ujung-ujungnya uang habis entah kemana. Setelah baca postingan blog ini saya bisa belajar untuk merencanakan keuangan

    BalasHapus
  48. seneng banget kalo ada event yg bisa nambah wawasan kayak pelatihan literasi ini. apa daya badan udah cepet encok kalo pulang event di jekardah wkwkkw

    btw kusuka outfitmuu kecehh mbaa

    BalasHapus
  49. Semoga papahnya khusnul khotimah dan diampuni dosa2nya ya mbak Chi xixi. Baru tahu nama sapaannya Chi, btw emang beda banget ada suami dan sendiri. Tapi namanya wanita pasti tegar dan kuat dong, apalagi dalam hal mengelola keuangan yg sangat perlu ketelatenan dan kehati2an supaya tidak boncos sebelum tanggal gajian lagi hehe. Btw diriku belum punya 2 rek nih, harusnya dipraktekkan ya punya rek aktif dan pasifnya xixi

    BalasHapus
  50. Wah keren banget ini kak acaranyaa, ilmunya bagus banget nih!
    Btw, Salam Literasi yaa kak !

    BalasHapus
  51. Kelola keuangan: pencatatan, tabungan terpisah, dan dana darurat atau investasi... ketiga hal itu memang langkah yang tepat yang aku andalkan untuk kelola keuangan:)

    BalasHapus
  52. Iya memang perlu banget nih pelatihan literasi keuangan buat perempuan. Meskipun terlihat sepele tapi kalau bocor terus alamat kibar bendera putih deh

    BalasHapus
  53. semoga semakin banyak perempuan Indonesia melek keuangan biar sejahtera kehidupan keluarganya :)

    BalasHapus
  54. Memang ya jadi perempuan itu harus serba bisa. Ngurus rumah tangga itu bukan sekedar masak dan beberes tapi termasuk mengelola keuangan juga. Penting banget ini

    BalasHapus
  55. Literasi Keuangan untuk Perempuan perlu dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan perempuan Indonesia dalam mengelola dan mewujudkan keuangan keluarga yang sehat

    BalasHapus
  56. Sisiplin dan kertil nulis keluar masuknya uang penting banget ta kak. Semoga aku bisa lebih disiplin nih,karena yang udah2 ya boros. Makasih infonya ya kak.

    BalasHapus
  57. Penting banget para wanita terutama para Ibu paham soal literasi Keuangan. Selain untuk kebutuhan sendiri, bisa jadi skill yang diajarkan pada anak2

    BalasHapus
  58. Literasi keuangan bukan hanya sekadar pemahaman bagian dasarnya saja ya, harus lebih dalam lagi kelimanya, karena cukup njelimet bila salah kelola dan salah memahami

    BalasHapus
  59. Wah, makasih ilmunya, Teh..
    Memang penting dengan adanya pelatihan literasi keuangan gini ya, Teh. Makin banyak yang tahu dan manfaat juga.

    BalasHapus
  60. Mamah memang gitu ya sosok tegar pun hatinya pasti rapuh ditinggal pasangan. Nice info kak. Bikin perempuan juga makin lengkap pengetahun nih tentang literasi keuangan.

    BalasHapus
  61. Setuju. Kunci sukses utama dari pengelolaan keuangan secara tepat adalah disiplin.antara pendapatan serta pengeluaran harus diatur sedemikian rupa agar tepat sasaran

    BalasHapus
  62. perempuan itu kayanya memang harus belajar soal literasi keuangan si, karena laki2 sudah sibuk dengan mencari nafkah dan sang istri yang mengelolahnya hehehe

    BalasHapus
  63. Sebagai perempuan kita memang harus tahu soal pengaturan keuangan yaa.. Saya juga mulai sedikit-sedikit belajar berinvestasi agar bisa merasakan kebebasan finansial di hari tua nanti.

    jadi nanti bisa bebas mau ngapain aja deh..

    BalasHapus
  64. Urusan mengatur keuangan memang gak boleh main-main ya. Kita perempuan harus pintar mengelolanya untuk antisipasi 'kejutan-kejutan' tak terduga di masa depan

    Semoga kelak kita mencapai kebebasan finansial :-)

    BalasHapus
  65. Wah sudah lama ga ngapdet pengetahuan soal literasi keuangan dari Prudential. Trims info2nya mba!

    BalasHapus
  66. Moga-moga artikel literasi keuangan gini banyak yang baca yaa. Aku rasa bakal banyak yang butuh :D

    BalasHapus
  67. Tidak bisa dipungkiri memang, perempuan dalam rumah tangga adalah "manager utama keuangan" sehingga sangat penting untuk mengetahui literasi keuangan

    BalasHapus
  68. sebagai istri yang baru mengarungi rumah tangga ini, pengetahuan serta ilmu dalam bidang literasi keuangan emang perlu banget mba. Alhamdulillah dapat pencerahan dari sini, ada hal-hal yang harus d perbaiki nih

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^