Bolehkah Usia Anak Masuk SD di Bawah 7 Tahun? - Keke Naima

Kamis, 11 Juli 2019

Bolehkah Usia Anak Masuk SD di Bawah 7 Tahun?

Salah satu bahasan bahkan yang sering terjadi pro-kontra para netizen adalah tentang usia ideal masuk SD. Banyak teori mengatakan kalau usia ideal masuk SD adalah 7 tahun. Tetapi, bolehkah usia anak masuk SD di bawah 7 tahun?

Secara pribadi, Chi akan mengatakan boleh-boleh aja. Eits! Jangan langsung didebat. Chi akan menjelaskan alasannya di postingan ini.

usia ideal anak masuk sd, masuk sd di bawah 7 tahun

Bolehkah Usia Anak Masuk SD di Bawah 7 Tahun?


Kalau teman-teman googling tentang usia ideal masuk SD, akan banyak deh menemukan pendapat para ahli yang mengatakan usia ideal adalah 7 tahun. Pertama, Chi gak akan berdebat tentang sama pendapat tersebut karena bukan ahlinya. Kedua, Chi juga sebetulnya setuju dengan pendapat-pendapat tersebut.

Kalaupun menulis artikel ini, tujuannya bukan untuk mematahkan pendapat ahli apalagi berdebat. Chi menulis berdasarkan pengalaman pribadi. Keke dan Nai masuk Sekolah Dasar di bawah 7 tahun. Dan, sekarang mereka sudah SMP. Keke bahkan sudah mau SMA tahun ajaran ini.

Chi rasa, banyak juga orang tua yang saat ini anaknya sudah lulus SD padahal usianya belum 7 tahun. Kemudian bingung, mau manjangin belajar di TK atau masuk SD meskipun usianya masih 6 tahun sekian bulan?

Masuk TK Usia 4 Tahun


Keke masuk TK di usia 4 tahun 4 bulan. Sedangkan Nai masuk TK di usia 4 tahun 2 bulan. Kalau masa sekolah TK itu 2 tahun, berarti mereka lulus saat usia baru 6 tahun. Masih agak jauh ke angka 7, bahkan usia 6,5 tahun aja belum.

Saat anak-anak masih kecil, Chi masih jarang banget internetan. Jadi gak pernah tuh baca pro-kontra tentang usia masuk SD yang tepat. Malah Chi dan K'Aie juga bingung usia yang tepat masuk TK tuh kapan. Kami bingung antara 4 atau 5 tahun. Meskipun sudah ada bayangan mau sekolah yang seperti apa.

Waktu itu, ada PAUD yang baru dibuka di dekat rumah. Sebetulnya, Chi gak pernah tertarik ikutan PAUD. Tetapi, saat iseng tanya-tanya, pembayaran di sana tuh unik. Bayar SPPnya harian. Kalau masuk bayar, gak masuk ya gak bayar. Udah gitu gak mahal pula bayarnya.

Karena bayarnya harian, Chi coba deh daftar. Apalagi masuk sekolahnya sore. Pas banget dengan jam main anak-anak. Waktu mereka kecil kan cuma boleh ke luar rumah sore hari. Tentunya ditemenin ma Chi. Gak dibiarin main sendiri.

Chi pikir, anggap aja Keke punya tempat bermain baru, tetapi harus bayar. Kalau lagi mau, gak usah masuk. Gimana maunya dia aja.

Awalnya dia betah karena gurunya baik banget. Mau dekat dengan semua anak. Tapi, gak lama karena gurunya itu pindah ke Ciamis. Berganti guru baru yang lebih muda. Sayangnya guru yang baru ini hanya mau dekat ke anak-anak mudah akrab. Buat Keke yang karakternya saat itu gak mudah akrab sama orang, jarang banget disapa. Dia jadi lebih sering main sendiri.

Lucunya lagi, guru ini suka salah atau gak hapal saat ngajak nyanyi lagu anak-anak. Jadinya sering dikritik sama beberapa asisten rumah tangga yang juga ikut menemani anak-anak di kelas. Ya kan orang tua atau asisten rumah tangga boleh ikut masuk kelas. Karena mulai kelihatan gak bagus, Chi pun memilih keluar. Keke bermain seperti sebelumnya aja. Lari-larian di taman dekat rumah.

Karena pernah ikut PAUD, beberapa bulan kemudian Chi aja K'Aie untuk survey ke beberapa TK yang dekat sekolah. Keke tentu aja diajak supaya kami bisa melihat ekspresinya. Dia juga bisa menilai sendiri seperti apa sekolahnya. Sempat ikut juga trial di beberapa sekolah.

Setelah mencari, akhirnya dapat deh sekolah pilihan. Di sana kebanyakan anak usia 4 tahun yang masuk TK. Keke sempat masuk PAUD dulu beberapa bulan karena katanya waiting list di TK. Tetapi, bila lulusan dari sekolah yang sama bisa diutamakan.

[Silakan baca: Pilih Sekolah Swasta atau Negeri?]


Memilih SD yang Tepat untuk Anak Usia di Bawah 7 Tahun


usia iseal anak masuk sd, usia di bawah 7 tahun masuk sd

Sepertinya memang waktu Keke baru mau lulus TK. bahasan tentang usia ideal mausk SD belum ramai. Bahkan masuk SDN dimulai 7 tahun baru sebatas wacana. Chi jadi ingat waktu itu owner sekolah mengabarkan di acara pertemuan sekolah dan orang tua murid mengenai wacana Diknas tentang aturan usia minimal 7 tahun bagi yang ingin melanjutkan ke sekolah negeri.

Memang saat itu masih berupa wacana. Tetapi, owner sekolah merasa perlu menyampaikan hal tersebut supaya para orang tua jangan kaget bila anaknya lulus TK ternyata gak diterima di SD Negeri karena peraturan sudah diberlakukan. Mungkin mulai mempertimbangkan masuk sekolah swasta.

Chi coba menyampaikan tentang wacana tersebut di salah satu group Yahoo. Group yang banyak membahas tentang pendidikan. Eh, malah dianggap menyebarkan hoax! Ya memang Chi juga gak bisa membuktikan karena baru sekadar wacana. Padahal dari awal pun Chi udah bilang kalau itu wacana. Ya sudahlah, terima aja dituduh begitu. 😓

Meskipun sudah ada wacana, Chi tetap cari sekolah negeri dulu. Kebetulan ada yang dekat rumah. Tetapi, kondisi bangunannya menyedihkan. Chi gak tega masukin anak-anak ke sana. Sekolah swasta pun menjadi pilihan. Tentu aja disesuaikan dengan ekonomi kami.

Sekolah yang Memiliki Halaman dan Tempat Bermain Seperti TK

Banyak SD swasta yang bagus di dekat rumah. Semuanya punya keunggulan fasilitas masing-masing. Tetapi, yang bikin Chi langsung suka dengan SD anak-anak dulu adalah masih memiliki beberapa halaman terbuka yang luas. Salah satunya ada tempat bermain seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, dan lain sebagainya.

Buat Chi, ini penting banget. Dari TK ke SD itu ada masa transisi. Memang betul, kalau pelajaran SD semakin susah. Tetapi, jangan sampai mereka berhenti bermain. Terutama untuk anak-anak kelas bawah (kelas 1 s/d 3). Makanya seneng banget ketika masih ada tempat bermain seperti itu di sekolah anak-anak. Ketika udah gedean dikit, tempat bermainnya biasanya pindah ke lapangan basket dan futsal.

Ramah Anak

Setiap sekolah, terutama swasta, biasanya punya kurikulum masing-masing. Chi lupa dulu sekolah anak-anak pakai kurikulum apa. Pokoknya seluruh buku pelajarannya pakai bahasa Inggris terbitan Singapore. Cuma pelajaran bahasa Indonesia dan PPKn aja kayaknya yang tetap bahasa Indonesia. Mengajarnya pun bilingual. Tetapi, apapun kurikulum yang ditawarkan oleh sekolah swasta, yang selalu Chi tanyakan adalah sekolahnya ada PR atau enggak.

Jam belajar sekolah swasta lebih lama dari sekolah negeri. Makanya Chi gak mau dong mereka pulang sekolah masih bawa PR. Hampir semuanya bilang gak ada PR. Kalau di sekolah anak-anak, PR tetap ada. Tetapi, biasanya itu tugas sekolah yang gak selesai. Jadinya dibawa pulang. Keke dan Nai biasanya sering selesai, makanya jarang ada PR. Paling belajar sendiri aja setelah maghrib.

Agak susah sebetulnya untuk menilai apakah sekolah tersebut ramah anak atau enggak. Udah ikut trial pun gak menjadi jaminan kalau kegiatan sekolahnya memang bener-bener seperti itu. Tapi, setidaknya udah ada sedikit gambaran seperti apa kalau anak sekolah di sana. Bisa tanya-tanya juga ke keluarga atau teman yang anaknya sekolah duluan di sana bila ada. Selebihnya ya mengandalkan feeling.

Alhamdulillah feeling kami menyekolahkan anak-anak di sana tepat. Mulai dari lingkungan sekolah, kegiatan belajar dan mengajar, serta seluruh staff di sana termasuk para guru, semuanya ramah. Keke dan Nai seneng banget sekolah di sana. Chi pun begitu. Rasanya gak pernah was-was selama mereka sekolah di sana. Makanya gak heran ketika anak-anak lulus, Chi sampai mewek. Sedih banget berpisah dengan sekolah seramah itu.

Sekolah yang ramah juga bisa berimbas ke kegiatan belajar dan mengajar. Kurikulum saat ini sudah jauh berbeda dengan zaman Chi sekolah dulu. Udah gak ada lagi pelajaran "Ini Budi". Kelas 1 aja udah seperti dituntut harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Salutnya dengan para pengajar di sana, mereka mampu meracik kurikulum apapun dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak jadi tidak terbebani pada saat belajar.

Rasio Murid dan Guru

Ketika owner sekolah TK Keke dan Nai bilang tentang wacana SD minimal 7 tahun, salah satu alasannya adalah kemandirian. Di SD Negeri kan 1 kelas jumlah muridnya banyak. Sedangkan gurunya cuma 1. 7 tahun dianggap sudah mandiri karena nanti ketika sudah masuk sekolah diharapkan fokus dengan pelajaran. Wali kelas tidak lagi mengurus berbagai hal lain.

Berbeda dengan swasta. Setidaknya dengan SD Keke dan Nai aja udah beda banget. Rasio di sekolah mereka itu 2:24 untuk anak kelas 1 dan 2. Artinya satu kelas hanya diisi maksimal 24 anak (pengalaman kami, rata-rata sekelas paling 20 siswa), tetapi gurunya ada 2. Bandingkan dengan sekolah negeri yang mungkin bisa sampai 40 anak per kelas dengan guru hanya 1.

Jumlah murid yang sedikit per kelasnya memungkinkan para guru dan murid lebih bisa berkonsentrasi. Kalaupun di kelas bawah dibutuhkan 2 guru per kelas karena usia di bawah 7 tahun kemungkinan masih ada yang belum mandiri.

Ketika ada anak yang mau ke toilet, salah seorang guru mendampingi. Hingga guru tersebut yakin muridnya sudah mandiri, baru dibolehkan ke toilet sendiri. Ketika ada murid yang masih suka mondar-mandir di kelas, salah satu guru yang akan menangani. Dengan kata lain, saling kerjasama dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Kemandirian pada anak tidak datang tiba-tiba. Usia 7 tahun dianggap ideal bukan berarti otomatis anak akan langsung mandiri di usia tersebut. Ada anak yang di bawah 7 tahun sudah mandiri. Tetapi, ada juga yang sudah lebih dari usia tersebut masih belum mandiri.

[Silakan baca: Full Day School Boleh Saja, Asalkan ...]

Bila ingin anak masuk SD di usia 7 tahun, maka tanggung jawab orang tua untuk mengajarkan kemandirian di rumah. Kalau sehari-hari anak diasuh oleh nenek, baby sitter, atau asisten rumah tangga, maka bekerjasamalah dengan mereka untuk pola asuhnya. Pastikan ketika masuk sekolah, anak sudah mandiri. Jangan mengharapkan hasil sim salabim. Begitu 7 tahun sudah langsung mandiri dengan sendirinya.

So, menurut Chi 3 hal tadi penting banget untuk dipertimbangkan ketika memilih SD. Apalagi bila usia anak masih di bawah 7 tahun. Semakin muda usia anak, semakin banyak yang harus dipertimbangkan. Kesiapan anak untuk sekolah jugan jangan diabaikan.

Tentunya ini kembali kepada pertimbangan masing-masing. Menurut Chi, di bawah 7 tahun masih oke untuk masuk SD dengan syarat tertentu. Tetapi, bila ada yang tetap ingin usia 7 tahun baru masuk SD ya silakan aja. Jangan saling menjelekkan apalagi menyalahkan pilihan orang lain. Chi juga memang gak mau larut berpro-kontra untuk usia ideal anak masuk SD sejak dulu. Chi anggap setiap orang tua tau apa yang terbaik untuk anaknya.

Kalau pengalaman Chi pribadi, Keke dan Nai baik-baik aja. Mereka mandiri dan bisa mengikuti pelajaran. Nilai raport juga selalu baik. Mereka juga lulus SD dengan NEM yang baik dan bisa diterima di SMPN pilihan.

[Silakan baca: Tanpa Ikut Bimbel, Nilai UN Bisa Tetap Bagus? Bisa!]

Saat masuk sekolah negeri, usia siswanya lebih beragam. Biasanya lulusan swasta lebih muda. Mereka tetap bisa bergaul dengan siapapun. Alhamdulillah, tahun ini, Keke lulus dengan NEM yang baik. Diterima juga di SMAN pilihan.

K'Aie malah saat masih sekolah pernah ikut akselerasi. Makanya sejak SMA, dia sering jadi yang paling muda. Alhamdulillah sampai saat ini pun berjalan baik-baik saja. Meskipun sering jadi yang paling muda juga tetap bisa berbaur dengan teman-temannya.

[Silakan baca: Nilai Raport Tetap Bagus Walaupun Tidak Belajar Saat UAS]

Perhatikan juga ketentuan dari setiap sekolah maupun pemerintah. Meskipun sekolah Keke dan Nai dulu menerima anak di bawah usia 7 tahun, tetapi kalau di bawa 5,8 tahun sudah ingin masuk SD ada syarat tambahannya. Harus membawa surat rekomendasi dari psikolog yang menyatakan anak sudah siap masuk SD.


Permendikbud tentang penerimaan siswa TK, SD, SMP, SMA, dan SMK pun ada yang baru. Permendikbud no 52 tahun 2018, memungkinkan anak berusia di bawah 7 tahun untuk masuk SD (lihat screenshot di atas).

Awalnya, Chi sempat bingung membaca permendikbud tersebut. Setelah tanya sana-sini, rupanya anak usia 7 tahun sudah masuk usia wajib sekolah. Makanya sekolah pun wajib menerima anak di usia tersebut. Bila berencana masuk SD di bawah 7 tahun, bisa lihat di poin berikutnya.

Sebaiknya jangan terlalu dini juga memasukkan anak ke SD. Di bawah 6 tahun pun memang bisa dengan rekomendasi psikolog profesional, tetapi Chi pernah baca kalau terlalu dini anak bisa tidak terdata di Dapodik (Data Pokok Pendidikan).

Sampai tulisan ini dipublish, Chi masih belum mendapatkan info detil tentang syarat minimum anak sekolah masuk Dapodik. Malah nemunya artikel tentang rencana pemerintah menghapus NISN karena cukup dengan NIK. Ya pokoknya apapun itu, kalau memang terlalu dini, mendingan konsultasi dulu sama berbagai pihak. Jangan sekadar melihat anaknya mampu atau tidak.

Selamat menimbang-nimbang sekolah, ya. Apapun keputusannya, semoga yang terbaik untuk anak-anak. Aamiin

119 komentar:

  1. akibatnya buat si anak apa mak jika sampai tidak terdaftar di DAPODIK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya, salah satu akibatnya tidak bisa ikut ujian *cmiiw

      Hapus
  2. Hmm, ini juga nih yang bikin bingung saat sekolah, pengennya sih ke SD Negeri, tapi karena rencananya ingin menyekolahkan anak di usia 6 tahun, jadi lebih amannya sekolah ke Swasta aja, apalagi sekarang kan ada sistem zonasi yang cukup bikin pusing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Pertimbangannya banyak sebelum memutuskan anak masuk sekolah yang mana

      Hapus
  3. Aku masuk SD umur 5,5 tahun Mba, tapi alhamdulillah enjoy aja dan seneng merasa untung lebih muda dari sebaya tapi sudah kuliah gitu dulu tuh, wkwk. emang tergantung anaknya kali ya. Wah anaknya udah mau SMA ya Mba, masih muda gituh Mamanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tergantung kondisi masing-masing anak. Biasanya orang tua tau seperti apa anak-anaknya. Atau bisa juga meminta bantuan psikolog

      Hapus
  4. Karena pace tiap anak tidak sama ya Mak.
    Ada yg bisa banget dan siap (secara kognitif emosional dll) untuk masuk SD di usia muda banget.
    Tapi ada juga yg blum siap
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah kenapa saya tidak mau larut dalam perdebatan pro kontra usia anak masuk SD. Apa kata pakar, saya setuju. Tetapi, saya juga punya alasan lain saat memutuskan anak masuk SD di bawah 7 tahun

      Hapus
  5. Anak anak kebetulan masuk SD swasta di usia 6 tahun ke 7 karenakan saat itu gapapa

    Lagipula Derry marah terus di TK karena bosan. Ya namanya juga anak anak, akhirnya pertimbangan masuk SD ini karena gurunya friendly. Bisa dikasih masukan dan kritik saran

    Eeeh ke sini makin strik gitu. Untuuung udah pada selesai SD .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelajaran SD sekarang cukup sulit, makanya jadi lebih diperketat kali, ya

      Hapus
  6. Jaman dulu masuk SD swasta bisa usia 5 tahun ya. Hehehe memilih sekolah yang tepat dengan anak susah susah gampang ya mba, harus tanya sana sini. Yang penting si anak bisa enjoy menjalani aktifitas sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena tingkat kesulitan pelajaran, ya. 5 tahun dianggap terlalu muda

      Hapus
  7. kalau di tempat saya, SD yg mau terima dibawah 7 tahun cuma SDI dan biayanya lumayan..karena sekolah swasta yg memang mutunya bagus. saya jg belajar dr pengalaman sekitar dan teman2 di blog, ternyata pilih sekolah jg gak mudah yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Rata-rata sekolah negeri memang 7 tahun. Penjelasannya mungkin kurang lebih sama kayak di tulisan saya ini. Makanya kebanyakan yang mau di bawah 7 tahun adalah sekolah swasta.

      Hapus
  8. Sebenarnya yang paling penting kesiapananak untuk serius belajar, berdasarkan psikologi usia 7 tahun, anak sanggup diberkan tanggung jawab sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, makanya di awal tulisan saya udah semacam menulis disclaimer kalau apa yang saya tulis ini bukan untuk mematahkan pendapat psikolog. Saya malah setuju, kok. Tetapi, memang banyak juga orang tua yang mulai menimbang usia berapa anaknya masuk SD. Sebelum 7 tahun bagaimana dampaknya. Saya menulis berdasarkan pengalaman aja

      Hapus
  9. Wah pas banget nih tulisan Mba Mira, saya tahun ini mau masukin anak kedua ke TK, tapi usianya masih 4 tahun 2 bulan. Jadi nanti pas SD usianya 6 tahun 2 bulan. Semoga bisa lebih mandiri dan bisa mengikuti pelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. Apapaun sekolahnya nanti, insya Allah yang terbaik untuk anak :)

      Hapus
  10. nih aq lagi bingung mbak, nanti anakku keluar tk usianya baru 6 tahun 1 bulan, memang rencana mau masukin sd swasta tapi smpnya mau negri cuma katanya smp negri pun gak menerima kalau anaknya belum usia 12 tahun jadi dilema deh setelah tk akan ttp sekolah sd swasta atau mau les2 aja dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran saya, cari info lebih detil dari sumber resmi. Jangan sekadar info katanya

      Hapus
  11. Kalau waktu daku malah umur 5 tahun langsung SD (tanpa masuk TK), alhamdulillah bisa mengikuti, cuma yah pas lulus SMU nya aja lucu, KTP belum jadi.. Kelar dah 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah seru juga jadinya, ya :D

      Hapus
    2. Seru kak hihi, walau tetep sih kuliahnya di umur 18 tahun, jadi setahun buat main, ikut kursus, dan bengangbengong biar pas kuliah fokus

      Hapus
  12. Anak-anakku juga masuknya SD swasta mba, belum tujuh tahun soalnya, cari SD yang halamannya luas dan ngga ada tukang jualan hehe..Alhamdulillah keduanya happy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Samaan kita. Di sekolah anak-anak saya pun gak ada tukang jualan kaki lima. Adanya kantin sekolah

      Hapus
  13. Darell, anakku masuk SD usia 7 tahun kurang 5 bulan, alhamdulillah diterima di SD negeri meski dengan drama dan deg-degan luar biasa karena dia diterima di kloter terakhir mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Walaupun deg-degan, tapi endingnya bikin happy :)

      Hapus
  14. Waah bisa jadi referensi aku nih kak myra karena jujur sekarang maju mundur mau masukin TK padahal aku ngerasa dia udah cukup siap karena dia sendiri yang minta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Banyak pertimbangan aja sebelum memutuskan :)

      Hapus
  15. Kedua anakku masuk SDnya juga di bawah 7 tahun chi.. tapi memang ngg di Indonesia dan karena anakku semuanya lahir bulan Desember. Buatku yang penting anak-anak tidak trauma dengan sekolahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Desember tuh biasanya usia nanggung ya, Mbak

      Hapus
    2. Iya bener mba..kalua di Indonesia, kelahiran Desember udah pasti kelasnya turun 1 tahun dibandingkan mereka yang lahir lebih awal. Tapi di sekolah di AS yang dipakau tahun kelahirannya. Makanysa sekarang usia 13 tahun si Bo, anakku yang besar, sudah naik kelas 3 SMP mbaaa

      Hapus
    3. Berarti di US lebih awal usia masuk sekolahnya? Kalau di sini usia 13 tahun, rata-rata masih kelas 1 atau 2 SMP

      Hapus
  16. Semangat Para Mamaaaa, aku pun sempet yang dilema banget waktu mau masukin Alfath ke TK A atau B tahun ini (usia 5 tahun). Secara tes, Alfath bisa masuk TK B. Tapi setelah mempertimbangkan matang-matang dengan Suami, akhirnya ambil keputusan masukin ke TK A dulu. Bismillah, Insya Allah semua keputusan yang diambil mendapat kelancaran dan ridhaNya ya Makchi. Amiiin.

    BalasHapus
  17. Waktu jaman anakku masuk Sd di bawah 7 tahun masih bisa mba tapi kalo skrang mah gk akan bisa apalagi ada sistem zonasi heheh tapi balik lagi dah matang kalo usia dah 7 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di DKI sampai tahun ini masih bisa, Mbak. Banyak yang di bawah 7 tahun keterima di SDN. Di DKI pun ada sistem zonasi. Sekolah swasta malah umumnya menerima anak di bawah 7 tahun.

      Entah kalau di daerah lain, ya. Saya hanya mengamati peraturan sekolah di DKI. Itupun tidak mendalam karena anak-anak saya bukan lulusan SDN. Tapi, untuk membuktikannya, bisa lihat di PPDB DKI. Banyak anak usia di bawah 7 tahun yang keterima

      Hapus
  18. Nah...saya sempat was-was nih karena tahun ini putra kedua masuk SMP dan karena berbagai pertimbangan saya memutuskan untuk mendaftar di SMP Negeri dekat rumah, kebetulan masuk SD umurnya 5 tahun 9 bulan dan isu yang beredar kalau belum genap 12 tahun per 1 Juli tidak bisa masuk SMP Negeri, Tapi Alhamdullilah sudah diterima masuk SMP Negeri dan mungkin peraturan belum berlaku hihihi. Isu ini sebenarnya bukan hal baru karena jelang ujian SD, kepala sekolah anak saya sempat mengungkapkan rasa khawatirnya soal usia ini, kebetulan anak saya SD IT yang notabene swasta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hingga saat ini, di SMPN DKI gak ada peraturan usia masuk SMP 12 tahun. Gak tau kalau daerah lain

      Hapus
  19. Anakku yang pertama masuk SD 7 tahun. 3 bulan. Karena memang kayanya baru siap umur segitu. Kebetulan anakku ada speech delayed jadi baru bisa bicara di usia 5 tahun. Daripada terjebak pro kontra,memang paling pas orang tua yang paling ngerti kapan waktu yang tepat untuk memasukkan anaknya ke SD sesuai kesiapannya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Terima masukan dari berbagai pihak untuk dipertimbangkan. Tetapi, jangan larut dalam pro kontra. Apalagi sampai lupa memperhatikan kesiapan anak sebetulnya seperti apa

      Hapus
  20. Memang beberapa anak yang sudah 7 tahun terlihat lebih mudah diatur, bisa bekerjasama dan tak egois kalau sepenglihatanku begitu, kalau aku alasannya belum 7 tahun masalah tempat nitip hahaha maklum maknye orang luar rumah. Tapi jangan ditiru yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya masuk usia ideal. Tapi, kembali lagi ke kesiapan tiap anak.

      Hapus
  21. Kalau dulu kayaknya masih nggak terlalu ketat ya aturannya. Jadi anak di bawah umur 7 tahun pun bisa masuk sekolah tapi kalau sekarang saya juga kurang tahu gimana aturannya.. kalau anak saya sih pengennya dia bisa masuk SD meskipun umurnya belum genap 7 tahun, soalnya sayang banget ya kalau nggak bisa diterima gara2 umurnya kurang 1 atau 2 bulan saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain melihat kesiapan anak, sebaiknya memang mempelajari dulu aturan di daerah masing-masing

      Hapus
  22. 2 anakku yang besar, dulu saat masuk pas usianya 6 tahun. Sama guru SD-nya dulu belom diboleh sekolah. Akunya maksa. Akhirnya bisa masuk tapi dengan syarat kalo nanti gak bisa ngikutin pelajaran, gak naik ke kelas 2. Eternyata bisa naik. Nah sekarang nih anak ke-3. Gak bisa aku maksa2 sekolah. Belom mandiri bener. Baca juga belom lancar. Ya sudah, di TK 2 tahun deh. Tahun ini jadinya ke SD.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo masuk SD swasta mah bisa ya masuk usia kurang dari 7 tahun. Tapi tetep, asal anaknya udah bisa ngikutin pelajaran.

      Hapus
    2. Betul, Mbak. Lihat kesiapan anak juga. Kemudian lihat lingkungan sekolahnya seperti apa

      Hapus
  23. Aku anak yang masuk sd di umur 6 tahun 4 bulan 😂 transisi dari TK ke SD itu harus diperhatikan betul, jangan sampai waktu bermainnya ditekan, benar kalau 1-3 tahun harus tetap ada waktu bermain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Makanya salah satu yang menjadi pertimbangan utama saya memilih sekolah SD saat itu adalah memiliki arena bermain

      Hapus
  24. Fahmi malah tidak ke TK dulu nih. Langsung masuk SD. Kepala Sekolah ngetes Fahmi, ternyata bisa menulis dan baca. Alhamdulillah. Jadi sekarang Fahmi naik kelas dua meski usia baru 6 tahun 4 bulan

    Maklum di kampung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Kalau di sini, harus tanya ke SDnya juga. Karena ada beberapa sekolah yang minta ijazah TK

      Hapus
  25. Kedua anak saya masuk SD nya juga belum usia 7 tahun, tapi karena sekolahnya di swasta jadi itu tidak dipermasalahkan asalkan menurut pengamatan dari guru TK nya dan saat observasi awal di SD anak sudah dinyatakan siap masuk SD. Dan yang penting kita sebagai orangtua juga harus jeli melihat perkembangan anak kita apakah memang sudah siap atau belum masuk SD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Penilaian pertama ada di orang tua. Harus peka apakah anak sudah siap sekolah. Seperti apa sekolah yang akan dijalani selama 6 tahun ke depan

      Hapus
  26. Anak saya waktu masuk sekolah usianya kurang dari 7 tahun.. tetep diterima karema udah jarang anak usia 7 tahun yang belum sekolah.. next kalo anak usia 6 tahun udh pada sekolah.. umur yang diterima buat masuk sekolah bisa lebih muda lagi kali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hingga saat ini patokan dari permendikbud seperti yang saya tulis. KAlau lebih muda biasanya minta rekomendasi dari psikolog

      Hapus
  27. Anakku ntar masuk SD usia 6 tahun 8 bulan. Pernah dengar wacana juga, ujian harus usia 12 tahun...
    Kalau aku maksa masuk SD usia 7 tahun, ntar anakku 7 tahun lebih 8 bulan.
    Dan aku sih setuju2 aja soal masuk SD usia 7 tahun atau mendekati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah mendengar wacana itu, Mbak. Tetapi, zaman anak-anak saya lulus SD ada yang usia di bawah 12 tahun sudah lulus

      Hapus
  28. Pro dan kontra dalam hal pendidikan itu pasti ada.
    Semoga sebagai orangtua mengambil keputusan yang bijak untuk masa depan anak-anaknya.

    Soalnya,
    Di lingkungan kami...(termasuk kami) juga menyekolahkan anak di usia belum 7 tahun.
    Doa kami hanya agar anak-anak dapat bekal ilmu yang bisa mengantarkan mereka mengenal TuhanNya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Ilmu agama dan akademis sebaiknya seimbang, ya

      Hapus
  29. Aku waktu dulu masuk SD usia 6 tahun mak.. dan fine2 aja alhamdulillah hehe.. memang kesiapan anak dan pemilihan sekolah sangat penting

    BalasHapus
  30. Saya penganut aliran fleksibel utk soal usia anak masuk SD. Saya sendiri masuk SD duluuu sblm usia 7 tahun. Kmd 3 anak kami, ada yg masuk SD sblm usia 7 tahun dan ada yg menunggu usia 7 thn. Intinya melihat dan menyesuaikan dgn anaknya.

    BalasHapus
  31. Sebagai guru SD Saya merasakan betul Bagaimana perbedaan usia itu berpengaruh pada anak-anak terutama laki-laki kalau saya pribadi memang harus 7 tahun karena apa seperti yang dijelaskan di atas berpengaruh terhadap Dapodik juga terhadap konsentrasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Makanya saya ceritakan juga kondisi sekolah anak-anak saya. Di mana sekolahnya maupun tenaga pengajarnya memang pas untuk anak-anak yang masih di bawah 7 tahun

      Hapus
  32. Masukkin anak ke SD di bawah usia 7 tahun memang sekarang jadi pro dan kontra ya mba Chi. Semakin trend teori parenting kekinian, semakin ortu juga banyak mencari referensi. Tapi aku setuju koq tentang dikembalikan lagi aja ke kesiapan anak dan ortunya. Dengan membaca ini aku pun jadi harus bersiap untuk nanti kalau sudah saatnya anak mau masuk sekolah. Thanks for sharing mba Chi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah kenapa saya gak mau larut dalam pro kontra. Cukup diambil ilmunya. Nanti 'kan kita yang lebih tau

      Hapus
  33. Yang saya baca-baca sekarang ada beberapa daerah yang mewajibkan masuk SD saat 7 tahun. Tapi pengalaman saya pribadi, saya masuk SD umur 5,5 tahun dan rata-rata teman seangkatan saya umurnya sepantaran saya hehehe. Mungkin jaman dulu masuk SD lebih awal (kisaran 5-6 tahun) daripada tahun-tahun sekarang yang notabene 7 tahun :D however selama anaknya siap, sepertinya nggak masalah ya mba apabila masuk awal~

    BalasHapus
  34. Sekarang peraturannya seperti itu ya Mak chi, dah lama ga turut serta dalam daftar mendaftar usia SD.

    Kalau saya dulu juga masuk SD kurang dari 7 tahun masih bebas, tapi keponakan saya yang ada di Batam kalau mau masuk SD Negeri tapi usianya belum 7 tahun, sisa bulannya harus ada kompensasinya.

    Jadi misal usianya 6 tahun 7 bulan, nah 5 bulannya itu ada bayar.

    Keke ini seumuran sama keponakan saya, anaknya juga mau masuk SMA nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, berarti setiap daerah memang ada peraturan masing-masing

      Hapus
  35. anakku TK A 4 thn, TK B 5 tahun dan SD waktu masuk 6 tahun, lahirnya pas juni soalnya. Emang kadang bingung juga, pas lulus TK anak udah terlihat siap, makanya aku masukin ke SD, nah buat adiknya nanti aku belum tau lagi, mau sama ky kakaknya atau 7 tahun aja masuk SDnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kakak dan adik pun memang bisa berbeda-beda

      Hapus
  36. soal usia masuk sd ini mmg lumayan hit di sekitaran t4 saya. Sekolah anak saya (swasta) menolak usia bakal murid yg usianya kurang dr 6th. kecuali ada rekomwndasi dr psikolog. tp sekolahnya juga yg memfasilitasi psikolognya. kalau gitu, ada potensi cuma buat formalitas ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya gak bisa jawab kalau itu. Gak tau juga psikolognya yang mana. Khawatir nanti malah jadi menuduh :)

      Hapus
  37. Sulungku dulu masuk SD pas baru aja usia 6 tahun. Kemudaan dulu pas masuk TK, soalnya bocahnya udah napsu banget pengin sekolah :)) Alhasil hampir aja ga bisa masuk SD Negeri gara-gara usianya itu. Untung aja ada beberapa pendaftar yang mencabut datanya karena diterima di sekolah negeri lain yang lebih tinggi peringkatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Sekarang pun sudah SMA, ya

      Hapus
  38. pertimbangan anak masuk SD ga cuma dilihat dari kemampuan kognitifnya. Udah bisa baca tulis bukan berarti dari segi kemandirian dan disiplin ia sudah cocok masuk SD. Betul, mba, di SD negeri muridnya banyak jadi anak dituntut lebih mandiri dan siap dg rutinitas yang lebih berat dibanding saat TK

    BalasHapus
  39. Setuju bahwa tergantung kesiapan anak ya..karena masing2 tidak sama. Beberapa ponakan juga masuk SD kurang dr 7 th alhmdlh perkembangan smp saat ini (SMA & kuliah) baik2 saja..

    BalasHapus
  40. Kalo di negeri memang diprioritaskan yang usianya 7 tahun mak Chi. Dan saingannya memang banyak. Tapi kalo swasta lebih longgar. Anakku yg nomor dua dulu sempat masuk SD dulunya dan di usia 5 tahun. Dan sekarang dia udah kelas 3 SMP di pondoknya usianya terhitung lebih muda dibandingkan anak lain. Tapi memang kematangan psikologis itu ngaruh sih. Tapi Alhamdulillah sejauh ini bagus perkembangan.

    BalasHapus
  41. Sekolah pasti sudah mempertimbangkan semuanya ya karena memang ada hal yang mungkin kita tidak pahami. Hanya sebagai orang tua kita tetap selalu khawatir dan merasa tahu benar dengan anak sendiri.

    BalasHapus
  42. Anak usia di bawah 7 tahun memang masih ada di usia yang banyak bermain. Sekolah yang mendahulukan pendidikan karakter dibanding akademis bisa jadi pilihan juga mba

    BalasHapus
  43. Yang penting, enjoooy di sekolah ya.
    Ada anak yg below 7 thn juga hepi di sekolah
    begitu juga, ada yg udah di atas 7 thn, ehh malah nangis2 :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  44. Yang penting anaknya ditanya dulu dah mau dan siap sekolah belum hehe.
    Kadang ortu masukin anak sekolah aja ikut trend krn mungkin malu ma ortu lain atau gak pede.
    Kembali lagi ke si anak ke kesiapannya dan yang penting anaknya suka di sekolah ketika pas waktunya dia dah masuk😁

    BalasHapus
  45. Kalau menurut saya, sebenarnya bisa mba dibawah 7 tahun. Kalau memang anaknya ready to go studying school elementery, why not???

    Tapi pasti masuk swasta ya...

    BalasHapus
  46. Bagi aku juga segitu mah udah pas dan cocok lah masuk sekolah. Soalnya bisa manajemen diri sendiri dan dia bisa lebih sehat menanggapi tantangan

    BalasHapus
  47. Heuheu netijen emang gt ya kak ada pro kontra mengenai banyak hal. Aku sendiri masukin anak-anak itu dibawah 7th karena kalau 7 th lebih ketuan gt dan mereka pasti bosen juga soale aku sekolahin anak2 dari umur 3y8m.

    BalasHapus
  48. Seingat aku kayaknya dulu waktu aku SD itu saat umurku 6 tahun deh. aku lahir 1993 dan masuk SD tahun 1999 hehehe. Cuma aku engga tahu sih apakah ibuku sempat mengalami kegalauan atau tidak saat ingin memasukkan aku ke SD saat usia ku masih 6 tahun hehehe

    BalasHapus
  49. Abis dibahas nih ama sekolahnya anakku. Katanya minimal 6.5 tahun untuk SD. Kalo di bawah itu, perlu rekomendasi gitu dari sekolah asalnya atau dari lembaga tertentu.

    BalasHapus
  50. aku udah mulai galau nih soal milih sekolah pertama buat nafeesa, karena disini banyak banget pilihannya, ada preschool, paud, TK, sekolah ngaji di satu lokasi pendidikan. baca artikel mba chi, aku jadi mulai survei2 juga.

    BalasHapus
  51. Anak bungsuku tahun ini masuk SD mba, masih 6 tahun juga. Sebelum daftar sempat galau, ya karena kebanyakan baca perdebatan ini dan itu.

    AKhirnya keputusan diserahkan ke anaknya langsung, dan dia ngotot minta SD, dia tunjukkan dengan semangat belajar dan baca buku pelajaran kelas 1 bekas punya kakaknya. Tiap hari buku itu dibaca, dihapalin. Akhirnya kami daftarkan SD karena kasian lihat si adek udah semangat banget :)

    BalasHapus
  52. Selain usia tergantung kesiapan anak juga kali ya mak dan tergantung bulan lahir anak haha krn ada yg usia anaknya naggung . Tp klo masuk sd negeri harus 7 thn atau lbh kalau kurang ga diprioritaskan keterima klo kuota penuh. Anak sy sekolah swasta jd ga masalah masuk usia blm 7 thn.

    BalasHapus
  53. Pernah denger juga kalo sekolah tetap menerima anak yang minimal 6.8 tahun akan kena sanksi juga. Alhamdulillah Naeema sih aman kemarin waktu sempat masuk negeri itu. Meski akhirnya pindah ke swasta.

    BalasHapus
  54. Anak2ku yang nomor 1 dan 3 juga masuk sd usianya di bawah 7 tahun. Muda banget emang

    BalasHapus
  55. Anakku cuma yang nomor 2 aja yang masuk usia 7 tahun kurang dikit. Tapi sekarang malah myesel krn jadi berasa tua di sekolah. Tau gitu masukin usoa lebih muda deh dulu

    BalasHapus
  56. Banyak pertimbangan ya ternyata untuk memasukan anak ke sekolahan, apalagi di bawah umur 7 tahun yang sekarang peraturannya udah ketat banget. Jadi namabah ilmu buat aku nih mba, hehehe ... belum ada anak, tapi harus mempersiapkan diri juga ini.

    BalasHapus
  57. Semua pada akhirnya tergantung kesiapan anak juga ya... Kalau anak siap secara mental dan kemampuan untuk masuk SD di bawah 7 tahun ya ga papa..malah kasihan kalau harus sekolah TK..

    BalasHapus
  58. hari ini anakku yg pertama masuk sekolah sd. aku anggab kami beruntung mba, krn fylly sbnrnya msh 6 thn lbh dikit. dan dia bisa diterima di SDN deket rumahku ini. msh kawasan rawamangun. bersyukur bangettttt. tdnya udh hopeless, kalo emg ga ketrima, ya udh masuk swasta. tp alhamdulillah masuk. daan, td aku anterin k sekolah, aku liat dlm 1 kls fylly cuma ada 25 anak. ga sampe ruameee bgt gitu. bersyukur lg, jd berharap gurunya bisa merata ngajarin anak2 :).

    semoga aja pas anakku yg bungsu mulai SD, bisa beruntung gini lg. krn pas dia tamat TK, usianya bakal nanggung 6 thn lbh lagi utk sd :D.

    krn biar gmn aku ttp utamain negri dulu, supaya ga mahal2 amat. kan lumayan bisa utk traveling budgetnya hihihihi

    BalasHapus
  59. Sebagai orang yang mengalami masuk SD 5 tahun 3 bulan, saya merasa secara mental saya tidak sedewasa teman-teman yang usia masuk SDnya 7 tahun.

    BalasHapus
  60. Sulung saya masuk SD umur 6 tahun 4 bulan. Adiknya umur 4 tahun 8 bulan sekarang, baru masuk TK. Saya netral saja sih, mau masukkan SD di umur 7 tahun atau kurang dari itu, sah-sah saja. Kebetulan, juara kelas di kelas si sulung memang usianya sudah matang. Dia masuk SD umur 7 tahun lebih. Tapi ada anak lain di kelasnya si sulung yang usianya juga matang, tapi biasa-biasa saja. Jadi ya, menurut saya ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi seorang anak.

    Cuma memang kalau bisa jangan kemudaan. Saya dulu masuk SD umur 5 tahun. Memang di SD masih bisa mengejar nilai akademis, tapi ketika SMP dan SMA, saya mulai merasa kesulitan. Selain itu, dari sisi pergaulan pun, dulu saya kurang nyambung dengan teman-teman sekelas. Di saat teman-teman sudah mulai membicarakan gebetan, saya masih merasa risih mendengar ada cewek dan cowok pacaran. Hahaha..

    BalasHapus
  61. Yup, di Dapodik kalo usia anak belum mencukupi tidak bisa dientri kedalam sistem. Sementara SD yang berstatus negeri mesti menyinkronkan Dapodik dengan penyaluran dana BOS agar salah satu sumber pembiayaan sekolah bisa berjalan.

    Kalo gak bisa dimasukkan, karena usianya kurang, si anak mesti tinggal kelas. Kalo tinggal kelas, secara mental bakal terganggu. Jadi lebih baik nunggu tahun ajaran berikutnya.

    Demikian informasi dari temen-temen yang menjadi operator sekolah dasar.

    BalasHapus
  62. Aku terdistraksi oleh foto pertama yang tampil. Kalau dilihat-lihat Nai itu mirip banget dengan dirimu ya Chi? Udah kayak kembar aja misal Nai dipakein kerudung ;)

    Biasanya pertimbangan untuk tidak kemudaan masuk SD adalah karena faktor psikologis. Untuk beberapa anak ada yang belum matang ketika dia belum 7 tahun, rawan digangguin sama teman-temannya yang jauh lebih besar, baik dari sisi fisik maupun usia.

    BalasHapus
  63. dulu dua anakku gak aku ikutin TK kecil, langsung TK besar, agar gak bosen di TK. di rumah aku ajarkan sendiri sambil bermain.

    BalasHapus
  64. Saladin masuk SDN dan alhamdulillah keterima, usianya 6 tahun 8 bulan :D.

    Bundanya Saladin dulu masuk SDN di usia 5,5 tahun dan jadi trauma, wkwkw. Saat masuk SD memang kudu diperhatikan benar kondisi psikologis anak yaa ...

    Oiya katanya juga ada wacana kalau mau UN di kelas 6 SD, usianya kudu minimal 12 tahun? Eeh ....

    BalasHapus
  65. Kalau melihat sistem pelajaran jaman sekarang sih saya maklum banget kenapa sd umurnya harus 6-7 tahun. Dulu waktu saya kelas 1 pelajarannya masih membaca nah kalau sekarang kayaknya pelajarannya bikin cerita. Heu

    BalasHapus
  66. Kalau menurutku sih boleh-boleh saja jika dibawah 7 tahun, dengan catatan anaknya sudah siap untuk masuk SD. Jadi bukan karena obsesi orang tuanya, kasihan nanti anaknya.

    BalasHapus
  67. Aku dulu masuk SD umur 6 tahun. Suamiku malah umur 5 tahun, tanpa TK. Jadi, menurutku sih perihal mau masukin anak ke sekolah umur berapa ini tergantung dari kebutuhan anak aja. Kira-kira dia mampu nggak sih. Gitu.

    Tentu sebelum masuk ke sekolah, pendidikan di dalam rumahnya harus dikuatkan dulu. Toh, sekarang banyak opsi pilihan sekolah untuk anak. Mau homeschooling, negeri, swasta. Banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku setuju sama Mbak yang namanya kyk namaku ini hahaha.
      Tergantung anaknya dan ortunya dah siap mental anaknya masuk belum. Tentu saja pendidikan dr rumah dikuatin dulu anaknya jg gak kaget :D

      Hapus
  68. Pengalaman saya ank pertama masuk SD umur 6,7 tahun karena dia lahir bulan desember.karena mau lanjutin lagi sudah 2 tahun sekolah TK dan dia juga sudah siap sekolah sd soalnya sudah bisa membaca juga lumayan padahl belajar baca hanya 3 bulan,dan itu juga belajar santai gak dipush sama saya.sebetulnya kalau anak sudah siap sekolah bahkan anak temen ada yg usia belum genap 6 tahun udah masuk sd karena anakny sudah siap masuk sd melalui test psikolog

    BalasHapus
  69. Pada akhirnya keputusan ada di tangan orang tua
    Tentunya dengan mempertimbangkan kesiapan mental dan psikologis anak kita
    Karena yang paling kenal anaknya ya orang tua
    Untuk sekolah negeri memang agak ketat urusan umur
    Sementara swasta lebih longgar, mungkin dengan pertimbangan jumlah murid dalam sekelas dan jumlah guru sebanding kali ya
    Tapi tetap saja sebagai orang tua, menitipkan anak ke sekolah bukan menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya. Tetap harus dengan pengawasan bersama

    BalasHapus
  70. Kalau anaknya mampu msk SD sblm 7 thn kenapa gak. Bontot niatnya mau sy masukin ke sekolah alam nih, dari sulung, tengah gak kesampean krn sy kerja. Skrg bontot bs ditungguin deh

    BalasHapus
  71. Kemarin sempat galau karena Najwa baru 6,2 tahun saat lulus TK. Tapi anaknya merasa siap, dan ternyata memang siap karena sejak hari pertama pun dia langsung enjoy dan lepas. Cuma masalahnya dia masih suka berjalan-jalan di kelas. nggak tahu, apakah memang bawaan agak aktif. Tapi kelas 3 ini progress-nya udah mayan banget. Sedang najib nanti 6,10 insya Allah lulus TK. Kayaknya sih sudah lebih siap. Dan untuk SD yang kami pilih memang setidaknya yg ramah anak dan banyak kegiatan luar kelas jadi anaknya gak bosen.

    BalasHapus
  72. Aku anak yg masuk SD bahkan belum 6 tahun lho mamaNai hehe. Tapi kalo d bawah 7 tahun tp udah 6 tahun menurutku gamasalah. Dengan teori beberapa ahli bisa d buktikan dengan masing2 anaknya juga

    BalasHapus
  73. Aku masuk TK di usia 5th Mba,tepatnya tahun 1999 hehe seiring berjalannya waktu ada wacana masuk SD usia 7th somehow aku kurang setuju. Mungkin krn waktu itu blm menelaah terlalu dalam alasannya.

    BalasHapus
  74. Anakku yang sulung masuk SDN usia 6 tahun 9 bulan per bulan Juli. Alhamdulillah dia keterima. Sempat deg-degan juga sih. Sebelum SD, dia sekolah Bimba selama 1,5 tahun. Sudah punya modal mandiri dalam belajar dan ditinggal saya saat di kelas. Sekarang, dia fun-fin saja, semoga belajarnya makin rajin dan berprestasi.amiin.

    BalasHapus
  75. Aku dulu masuk SD umur 5 tahun, tapi udah bisa baca tulis dan ngitung. Adek dan ponakanku juga masuk umur 5 tahun. Tapi emang bener, aku bisa mengikuti temen2 yang rata-rata setahun lebih tua daripada aku gara-gara di rumah dibiasain banget mandiri ama orang tua.

    BalasHapus
  76. Dimas kemarin 6.5 tahun masuk SD, karena di kampung. Di Jakarta ga dapet mba hehe

    BalasHapus
  77. Menurut Saya kalau dibawah 7 Tahun harus lihat kesiapan anaknya juga. Ada beberapa anak yg belum cukup matang masuk SD. Mungkin karena itu dibuat peraturan 7 tahun

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^