Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching - Keke Naima

Selasa, 16 Juli 2019

Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching

Sekian tahun lalu, saat Keke dan Nai masih TK, setiap kali pulang sekolah wajib mampir ke minimarket dulu buat jajan. Kebiasaan ini berlanjut hingga mereka lulus SD.

Tentu aja mereka gak sembarangan jajan. Tetap ada aturannya. Mereka hanya boleh beli 1 jajanan dengan jarga maksimal Rp5.000,00. Jajanannya pun juga sudah ditentukan. Ada produk makanan atau minuman tertentu yang dilarang untuk dibeli.

Dulu, Chi belum famililiar dengan istilah literasi keuangan. Tetapi, rasanya aktivitas jajan ini juga bisa jadi salah satu kegiatan belajar mereka. Belajar memilih makanan atau minuman yang dibeli. Jangan sampai lebih dari 1 atau lebih dari batas nominal yang ditentukan.

"Ini mahal atau murah, Bun?"

Mereka belajar untuk bertanya bila tidak tau harganya. Mereka belajar antre dengan tertib di kasir.  Mereka pun belajar bertransaksi sendiri.

Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching

Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching


Menurut ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, pendidikan literasi keuangan untuk anak bisa diajarkan sejak usia 5 tahun.

Terlalu dini mengajarkan literasi keuangan sejak 5 tahun? Enggak, kok.

Salah satu contohnya adalah aktivitas seru yang diadakan Prudential Indonesia dan Cha-Ching pada hari Minggu (14/7) di Taman Mataram Prudential. Di hari terakhir sebelum liburan sekolah usai, anak-anak diajak bermain sekaligus belajar tentang literasi keuangan. 

[Silakan baca: Pendidikan Literasi Keuangan untuk Anak dengan Kurikulum Cha-Ching]

Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching

Sebelum bermain, setiap anak diberi modal sebesar 20 ribu. Tentu aja ini uang mainan. Jadi, gak bisa untuk bertransaksi di toko manapun. Hanya bisa untuk bermain.


Selain uang, juga diberi 2 lembar catatan keuangan. Jadi, para orang tua bisa tau apakah dari modal awal 20 ribu itu akan langsung habis begitu saja atau malah bertambah.

Earn (Peroleh)


Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching

Di area ini, anak-anak diajak untuk mendapatkan uang tambahan. Mereka belajar untuk mengetahui kalau mendapatkan uang itu caranya dengan bekerja. Ada 3 kelompok aktivitas cara memperoleh penghasilan yaitu sayangi lingkunganmu, tunjukan bakatmu, dan menjual hasil karya.

Anak-anak bebas memilih cara apapun untuk menghasilkan uang. Buat yang tampil, bisa jadi akan menghasilkan uand dengan cara bernyanyi, bermain musik, menari, atau lainnya.

Save (Simpan)



Uang yang diperoleh bisa ditabung. Anak-anak diajarkan untuk berhemat. Menabung seharusnya dilakukan setelah mendapatkan penghasilan. Jangan lagi mengikuti pola lama di mana uang yang dimiliki dibelanjakan dulu, baru sisanya ditabung. Menabunglah untuk masa depan. Makanya harus direncanakan.

Spend (Belanjakan)



Siapa sih yang gak suka belanja? Kayaknya siapapun suka belanja, ya. Tetapi, belanjalah yang sesuai rencana dan kebutuhan. Apa yang anak-anak belanjakan di sini tidak hanya untuk dinikmati. Tetapi, ada juga yang bisa dijual kembali.

Anak-anak bisa membeli kertas origami atau sekotak krayon dan selembar kertas untuk diwarnai. Nanti hasil karyanya bisa dijual kembali di area Peroleh.

[Silakan baca: Perlukah Uang Jajan untuk Anak]

Donate (Sumbangkan)



Berapapun penghasilan yang kita miliki, jangan lupa untuk berdonasi. Pada acara tersebut, setiap donasi yang terkumpul akan disumbangkan untuk anak-anak korban gempa Palu.

Seru 'kan acaranya? Keke dan Naima gak ikut. Kalau Keke lagi ikytan balap motor. Sedangkan Nai memilih di rumah aja. Lagipula acara kemarin itu kebanyakan diikuti oleh anak-anak yang lebih kecil usianya dari mereka. Seru deh melihat anak-anak itu menikmati semua permainannya.


Setelah waktu habis, semua anak dihibur dengan sulap. Mereka semua terlihat antusias banget. Di akhir acara, ada juga reward bagi anak yang paling banyak jumlah tabungannya dan berdonasi.

Menurut Chi, belajar literasi keuangan seperti ini jangan menunggu saat ada event aja. Bisa diterapkan sehari-hari di rumah, kok. Anak-anak juga pasti akan senang.

 Belajar Literasi Keuangan untuk Anak dengan Cara Menyenangkan bersama Cha-Ching

91 komentar:

  1. wah seru juga ya kalo kegiatan ini tidak hanya di kota tetapi juga di desa. Sehingga anak-anak bisa belajar, dan bermain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kang. Semoga bisa meluas ke seluruh Indonesia

      Hapus
    2. Ini cha ching ada terus di taman mataram prudential ya mba? I mean anak anak bisa kapan saja bermain dan belajar literasi keuangan disini?

      Hapus
  2. Bagus sekali event-nya karena bisa mengajarkan anak-anak bagaimana cara menggunakan uang dengan baik secara real di lapangan~ dan memang literasi keuangan itu bukan hanya soal bagaimana menabung, tapi juga menggunakan dan menginvestasikan :D

    BalasHapus
  3. Literasi keuangan pada anak memang harus diterapkan sejak dini. Sebab kebiasaan baik gak bisa mendarah daging dalam waktu yang singkat. Tentu saja dimulainya dengan hal-hal yang sederhana. Seperti yang dilakukan Prudential ini, ya. Keren deh Metode Cha-Ching ini. Jadi kepengen nerapiin ke anak-anakku.

    BalasHapus
  4. Keren acaranya, mengajarkan anak untuk mengenal apa itu donasi sejak dini.

    BalasHapus
  5. Oh, My! Ini KERENNN paraah sih. Nggak cuman anak2, org dewasa juga demen kalo dikasih pembelajaran dgn metode seruuu macam ini :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  6. Wah, dari 5 thn sdh bs diajarin melek uang. Jadi melek keuangan bukan berarti matre ya. Kl anak tyt bisa earn dr kecil, kenapa nggak? Yg penting hrs tetap semangat belajar..

    BalasHapus
  7. Wah pernah baca tentang literasi keuangan bersama Cha-cing ini. Inspiratif ya. Anak-anak sudah diajarkan mengelola keuangan yang baik.

    BalasHapus
  8. Aku sebetulnya baru mulai mengajarkan anak untuk belajar ttg keuangan itu pas SD. Tapi pas TK lebih pada penanaman nilai uang misalnya uang harus ditabung, bla bla. Kegiatan seperti ini bagus banget. Ingin bisa ikut juga buat tahu lebih ttg literasi keuangan ke anak

    BalasHapus
  9. moga2 acara seruuu kayak gini mampir Surabaya jugaaakk
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  10. Seru banget pelajaran literasi tentang uang bareng Chacing. Nggak berasa lagi belajar karena sambil bermain yaa..

    Senang banget rewardnya baguuss 🥰
    Semoga Chacing mampir ke banyak kota deh

    BalasHapus
  11. wuah, seandainya pas jaman waktu aku masih kecil ada program seperti ini... Dulu dikasih uang jajan langsung blas abis aja... Kalau seperti ini bisa tahu nilai uang & bagaimana menggunakannya dengan bijak ya...

    BalasHapus
  12. Seru banget ya mba kegiatannya, anak2 bisa diajarkan memegang uang dan memanagenya. Mengajarkan menabung, membelanjakan sesuai kebutuhan dan menyumbangkannya. Pekerjaan mulia sekali untuk ditanamkan sejak kecil. Agar anak tidak boros, tidak jajan sembaranga, jajan yang tidak perlu dll.

    BalasHapus
  13. Chaching selalu punya cara edukasi yang seru buat anak2 ya Teh, menurutku literasi keuangan bagus diajarkan sedini mungkin soalnya sekalian ngajarin tanggung jawab :D

    BalasHapus
  14. Kalau belajar keuangannya dengan cara menyenangkan begini, pasti anak-anak suka yaa mba. Seruuu judulnya

    BalasHapus
  15. Seru ya mbak acara chaching dr Prudential ini, mengedukasi anak-anak dalam hal keuangan. Anak memang harus diajarkan sejak dini bagaimana mengatur uang dengan baik agar kelak bisa menjadi pribadi yang gemar menabung dan tidak boros.

    BalasHapus
  16. Bener banget, mengajarkan anak tentang literasi keuangan jangan nungguin event seperti ini. Ibu harus kreatif mencari cara yang mudah dan dilakukan setiap hari. Even nya keren ya, ada Taman Literasi Keuangan dengan mengajak anak-anak nggak hanya cerdas membelanjakan uang tapi juga mencari pendapatan dan berdonasi

    BalasHapus
  17. Aku dikasih uang jajan kayaknya sejak umur 6 tahun. Jadi tau es krim yang mana murah karena bisa beli pakai uang jajan. Hehe.

    BalasHapus
  18. yap memang tak terlalu dini mengajarkan literasi keuangan sejak 5 tahun. Usia segitu udah ngerti kalau diajari sesuatu. Keinget ponakan yg sedari kecil hidup dg saya, saya bilang kalau jajan kudu kerja dulu. caranya dg ikut saya jualan. jd dia paham kalau cari uang itu gak gampang. senangnyaaa ChaChing mengerti pula akan hal ini

    BalasHapus
  19. Edukasi literasi keuangan dengan cara memyenangkan dan langsung praktek.

    Changching bikin anak tambah cling

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku aja mungkin lebih cepat paham literasi keuangan kalau ditemani karakter Cha Ching inu deh Mpok, hehe

      Hapus
  20. Ikhhhh acaranya seru banget ya bun 😍. Sama Bun aku juga udah mengenalkan literasi keuangan pada Erysha sejak dia kecil. Salah satunya dengan menabung. Jadi anak belajar menghargai sebuah proses jdinya

    BalasHapus
  21. Aku juga gak tau sitilah literasi keuangan, tapi mungkin sebenernya kita juga udah mengajarkan mengelola uang sama anak-anak ya lewat contoh2 jajan tadi.
    Gak ada yang terlalu dini untuk belajar hal positif kaya gini bener banget.
    Dari kegiatan ini anak-anak bisa belajar menggunakan uang baik untuk belanja, menabung atau donasi ya.

    BalasHapus
  22. Setuju mbak, literasi keuangan harus diaharkan ke anak secara diri, tentunya kalau usia 5 tahun dengan permainan

    BalasHapus
  23. Seru banget acaranya, anak2 bisa belajar keuangan tanpa sadar hahahaha. Kyknya bermain tapi aslinya belajar :D
    Tapi yg dewasa pun jd ikutan belajar supaya tau prioritas kalau pas punya uang harus diapain aja :D

    BalasHapus
  24. Seru banget ini sih.. Selama ini kan cuma diajari "nabung, nabung, nabung" aja ya, biar bisa kaya. Padahal ada "earn" juga yang penting untuk diajarkan. :)

    BalasHapus
  25. Bagus nih mak Chi edukasi nya. Terutama membeli sesuai keperluan. Banyak orang hari ini yg membeli karena tuntutan gaya hidup bukan karena kebutuhan

    BalasHapus
  26. Wahhh seru banget acaranya, Mba. Anak-anak pasti senang banget tuh ikut game-nya 😁

    Anak memang sebaiknya diajarkan literasi keuangan sejak dini yaa, Mba, agar saat dewasa nanti mereka pandai mengatur keuangannya

    BalasHapus
  27. Asyik banget ya belajar sambil bermain kayak gini jd mudah ditangkapnya sama anak2 juga..

    BalasHapus
  28. Memberikan edukasi ke anak emang harus pake cara dan tools yang menyenangkan, selain lebih efektif mereka juga happy nerima ilmunya ya

    BalasHapus
  29. mungkin kalo literasi keuangannya d terapkan d jaman sekarang dengan metode chacing ini bisa mudah d terima dg anak-anak karena case nya langsung bisa kita yang board dengan kasus2 yang sesuai era nya. Kalo pas jaman aku nih mba Myra, aku merasa kalo mamah ngajarin buat hidup sederhana dan berefek aku nya jadi d sebut sama teman2 sekolahan "mak irit"

    BalasHapus
  30. ya ampun.... gemas gemas banget itu badutnyaa... metode ini emang bagus banget ya mba untuk melatih kemampuan finansial anak.

    BalasHapus
  31. Dari artikel ini saya ikut belajar untuk bisa memberikan pemahaman dan praktek tentang literasi keuangan terhadap anak. Secara di tempat kami ini tidak ada events seperti ini. Jadi saya adopsi saja cara dan ilmunya hehehe

    BalasHapus
  32. Jadi pengen kembali ke masa anak2 hehe. Jaman kecil gk ada event2 begini, tp dr kegiatan yg mba share, bisa juga diterapkan ke saya yg sudah bukan anak kecil lagi ini hehe. Makasih yah mba udah berbagi :)

    BalasHapus
  33. Kalau cara belajarnya begini, sungguh mengasikkan mba hehehe
    seru banget acaanya ya Mba, langsung ank diajak praktik
    buat bekal banget mereka mandiri ini.

    BalasHapus
  34. Aku udah pernah baca ulasan caching ini juga mba, memang bermanfaat ya buat anak2. Bikin mereka langsung praktik dan lebih paham literasi keuangan dasar.

    BalasHapus
  35. Asyik ya mba, acaranya. Btw, anakku yang kecil juga sudah bisa menimbang murah-mahalnya jajanan sekarang mba.

    Pernah tak biarin nangis di market, gara2 kinderjoy.. soalnya dr rumah sepakat ga bli, ternyata di lokasi berubah pikiran. Untungnya nangis 1x, trus nggak minta lagi mpe sekarang.

    Ini mulai bisa nyisihin uang jajan,di kumpulin di celengan :-D

    BalasHapus
  36. Dikasih modal 20K terus bisa main sepuasnya di sini dengan menaklukkan tantangan dan jadi melatih kemandirian dan percaya diri

    BalasHapus
  37. Ya Allah itu karakternya lucu lucu ya Mbak
    Pasti anakku senang diajak belajar keuangan juga kalau dengan metode ini
    Salut sama Prudential idenya kek gini

    BalasHapus
  38. Nah...ini menurut saya cara yang bagus buat membangun literasi keuangan anak sejak dini dengan mengetahui karakteristik uang dan bagaimana mendapatkan serta menggunakannya untuk hal yang bermanfaat, apalagi cara belajarnya juga fun, sesuai dengan karakter anak. Keren idenya.

    BalasHapus
  39. Wah, seru, ada kegiatan ini. Ternyata belajar keuangan bisa diterapkan ke anak usia dini. Belajar sejak dini akan membuat anak terbiasa tentunya. Trims sharingnya,Mom

    BalasHapus
  40. Ini bakalan ada di Jogja ga ya Mak Chi? Mupeng euy, keren soalnya edukasinya

    BalasHapus
  41. ya ampuuun mendidik sekali, aku sukaaaa btw namanya chaching hahaha gemes banget

    BalasHapus
  42. Dari kecil emang perlu banget mbak dikenalkan sama finncial plan. Biar kalau udah dewasa nggak kaget. Untungnya metode pengenalannya ramah anak ya, jadi mudah paham dengan cara sederhana dan aplikasi sehari hari.

    BalasHapus
  43. Seru acaranya mbak :D
    Ini pas anak main aku juga ikutan liatin dan belajar teorinya secara gak langsung. Kyk miniatur perilaku kita kalau ngabisin duit, macam2 ya yg dilakukan anak2 itu haha. Tapi emang nyadrin kita kalau mau uang ya kerja, kalu mau kaya banyakin nabung :D

    BalasHapus
  44. Penting banget mengajari literasi Keuangan kepada anak supaya mereka bisa mengelola Keuangan dengan baik di masa depan

    BalasHapus
  45. Cantiik...
    Tamannya bikin happy dengan warna-warni menyenangkan.

    Kalau belajarnya happy, pasti anak-anak gampang ingetnya yaa...

    BalasHapus
  46. Dari namanya udah unique banget MBA. Dulu akupun ga pernah terpikirkan mengajarkan literasi pada anak, tapi setelah membaca sebuah buku tentang itu jadi tervcerahkan. Meski harus menlunggu 2-3 tahun lagi, hehe.

    BalasHapus
  47. Wah sangat menarik ya acaranya

    Anak-anak pasti fun klo model belajarnya seoperti ini

    BalasHapus
  48. Mengajarkan literasi keuangan memang sebaiknya dilakukan sejak dini. Biar anak-anak terbiasa untuk menabung demi masa depan dan bisa berbelanja sesuai kebutuhan, bukan apa yang diinginkan. Sulit memang, orang saya aja kadang suka kebablas kalau lagi belanja. Hehehe

    Acara begini seru untuk anak-anak dan orang tua. Jadi bisa belajar sama-sama tentang pentingnya sebuah literasi keuangan untuk masa depan yang lebih baik.

    BalasHapus
  49. Anak-anak nih perlu banget deh diajarkan literasi keuangan sejak dini ya mbak, biar mereka tau bagaimana cari mendapatkan uang dan menabung. Yang paling penting sih kalau untuk aku itu bagaimana mengajarkan mereka menginginkan sesuatu dengan cara menabung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai kemarin saya sedang mencoba mengajarkan anak menabung dan membeli barang yang perlu.

      Hapus
  50. Bagus dan seru banget ya kegiatannya... Lengkap, anak-anak bisa belajar dapet uang, belanja, donasi, dan nabung :)

    BalasHapus
  51. Program pembelajaran yang bagus banget ya ini. Belajar literasi keuangan untuk anak itu penting kok bahkan sangat baik meski dimulai saat anak-anak masih kecil, tho metodenya bisa disesuaikan seperti Cha-Ching ini. Mudah2an bisa meningkatkan kecerdasan finansial anak dengan cara yang menyenangkan

    BalasHapus
  52. Belajar literasi keuangan dengan cara menyenangkan gini pasti disukai anak-anak. Bundanya juga bisa ikut belajar, jadi bisa dipraktekkan di keseharian ya

    BalasHapus
  53. Bagus banget memang program prudential ya mengadakan literasi keuangan kepada anak-anak untuk pembelajaran masa depannya dalam mengelola keuangan.

    BalasHapus
  54. Ini kok acaranya seru banget, jadi pengen ngajakin Juna main sambil belajar literasi keuangan gini. Soalnya kalau pulang sekolah tuh dia minta jajan. Mama bawa uang selembar untuk satu barang. Dia tahu kalau kerja itu nyari uang dan ntar ambil di ATM, tapi Juna belum ngeh soal nabung...

    BalasHapus
  55. Bener mba jgn krn ada event atau game ngajarin anak2 soal keuangan, dalam keseharian yg palng sederhana ga mengabulkan semua permintaan mereka n membuat aturan

    BalasHapus
  56. Literasi keuangan pada anak penting dipaparkan sejak dini agar masa depannya lebih baik

    BalasHapus
  57. Jadi istilahnya literasi keuangan. Secara praktek, saya biasanya memnag ngasih tahu harga barang yg kami beli tiap hari, ttg perbandingan harga antara minimarket dan pasar tradisional.

    BalasHapus
  58. Ampuuun, seru banget mbaaak. Asli ini kreatif banget lho idenya. Ntar aku coba bikin yang versi mininya ah,biar anak-anak bisa belajar juga sambil bermain. Aku save ya, mbak.

    BalasHapus
  59. Afa yaman literasi keuangan dan kalau bisa bawa anak, pasti happy banhet. Sekarang aku ngjarin keuangan ke anak harus perlahan.

    BalasHapus
  60. Karakter Chachingnya lucu-lucu. Bikin betah belajar. Ponakannku kalau diajak belajar kayak gini bakal seneng dia

    BalasHapus
  61. Wiwin | pratiwanggini.net20 Juli 2019 23.47

    Cara belajarnya asyik dan menyenangkan. Jadi pengin ada event beginian di Jogja.. Dan berharap anak-anakku bisa menerapkan ilmunya.

    BalasHapus
  62. Seru yah Cara mengajarkan literasi Keuangan dengan metode ChaChing ini. Coba deket nih tamannya dari rumah. Pasti udah cus ke sana deh.

    BalasHapus
  63. whooo kapan lagi ada event sama Cha-Ching? anakku suka banget main board game-nya eh ini ada badut Cha-Ching lengkap!

    BalasHapus
  64. Seru banget ya, belajar mengelola keuangan dengan cara yang fun begini. Asyik banget kalau belajar mengelola keuangan bersama Cha Ching ini bisa diikuti anak-anak ya... biar saat dewasa nanti ngga boros dan bisa menggunakan uang dengan bijak yaa...


    Thanks for sharing, sehat selalu yaaa

    BalasHapus
  65. Ooh cha ching itu edukasi literasi keuangan tho, sepintas aku baca cepet jadi kayak bahasa Betawi itu loh hihihi. Keren ya sejak dini sudah belajar keuangan

    BalasHapus
  66. Wah seandainya aku bisa datang ke acara ini, kebetulan lagi ngajarin ke kaka soal keuangan kaya gini. Tujuannya supaya dia bisa mulai membagi antara kebutuhan dan menabung.

    BalasHapus
  67. Aaakk, kegiatannya seru banget.
    Belajar nilai uang sambil main gini pasti lebih mudah nancepnya di kepala anak yaa..

    BalasHapus
  68. Aku klo belanja ke supermarket baik harian maupun bulanan biasanya sebelum jalan buat kesepakatan dulu sama Prema, mana yang boleh dibeli mana yang nggak. Biasanya seputar jajanan dan mainan. Plus limit harganya

    Dengan begitu dia belajar membaca harga yang tertera sekaligus menghitung sendiri sesuai limit

    Suka banget sama programnya Cha Ching ini, edukasi keuangan sejak dini pada anak. Semoga makin meluas penerapannya

    BalasHapus
  69. Metode Cha cing unik ya kak, btw saya pas kecil enggan nanya harga sebelum beli. Padahal penting, biar tidak dimanfaatin oknum pedagang yg "nakal"

    BalasHapus
  70. Masalah keuangan memang bisa diajarkan ke anak2 dengan cara yg unik dan seru sejak dini.

    BalasHapus
  71. Serunya! Belajar keuangan buat anak jadi lebih menyenangkan ya sama cha-ching :D

    BalasHapus
  72. Simulasi permainan seperti ini seru dan lebih mengena jika dibandingkan belajar teori tertulis ya. Terima kasih utk sharingnya

    BalasHapus
  73. Ponakanku kalau diajarkan dengan metode Cha Ching ini bisa pinter juga nih soal literasi keuangan. Yah,siapa tahu bisa bantuin aunty nya biar banyak duit hihi

    BalasHapus
  74. Asik banget belajar interaktif gitu. Ternyata dari umur 5 tahun anak sudah bisa belajar keuangan ya

    BalasHapus
  75. cha ching ... kok geli ya ngbayanginnya hahahahah
    anyway, cara yang unik dan kreatif nih mengenalkan literasi keuangan buat anak. Bravo Prudential.
    Btw, kalo aku mah dari kecil udah ngerti duit dan ngaturnya. Karena dari TK udah bantuin emak belanja ke warung bahkan suka belanja sendirian. Terus dari kelas 1 SD udah setor duit ke bank sendirian. Semua tentu berawal dari diajarkan oleh orang tua. and, it's fun.

    BalasHapus
  76. Bagus juga ya mengajarkam literasi keuangan kepada anak-anak dengan metode seperti ini. Tanpa merasa dipaksa belajar,anak-anak bisa belajar dari segi keungan yang bisa terapkan sehar-hari.

    BalasHapus
  77. Programnya menarik ya..mengajarkan usia anak untuk memahami literasi keuangan, dari menabung, donasi dan lainnya. Bagus sih untuk melatih agar lebih bijak dalam pengolahan keuangan

    BalasHapus
  78. Baca artikel ini membuat aku jadi melek nih untuk ngajari anakku literasi keuangan. Memang bagus diterapkan sejak dini dengan kegiatan bermain yang menarik. Kegiatannya simpel ya bisa diterapkan di rumah.

    BalasHapus
  79. Teringat waktu kecil belajar mengelola uang, berhitung dan memanage penghasilan itu lewat bermain Monopoli, hehehe...
    Jaman sekarang anak lebih canggih ya sistem belajarnya

    BalasHapus
  80. Jadi inget dulu waktu kecil aku udh diajarin bikin tabungan di bank dan memang jd rajin nabung sih

    BalasHapus
  81. Dari kecil aku udah d edukasi soal literasi keuangan ala-ala pola pengasuhan waktu itu. Alhamdulillah berjalan menyenangkan namun ada sedikit kurang seru d bandingkan dg sistem chaching ini kalo d terapkan jaman skrg pasti lebih fun!

    BalasHapus
  82. Pas acara itu kyknya gak hanya anaknya yang belajar tapi ortunya juga dipaksa belajar dan jd diingatkan akan teori sebaiknya kalau ngatur keuangan gmn ya hehe

    BalasHapus
  83. Ya ampun asyik banget ya yang rumahya Ada di dekat taman mataram Prudential ini. Anak-anaknya bisa belajar literasi Keuangan secara gratis dan gampang euy.

    BalasHapus
  84. Aku termasuk yg masih minim mengajarkan literasi keuangan sama anak nih, anakku belum kuizinin pegang uang dan jajan sendiri. Padahal penting ya memperkenalkan literasi finansial sejak dini. Hmmm..

    BalasHapus
  85. Wah menarik, aku ajarin waktu kecil soal sholat dan jajan. Jd kalao solat dikasih 500 perak, ditulis terus kasih bintang. Cairnya tiap minggu utk mereka jajan. Ajarin hitung duit skalian membiasakan mereka sholat, alhamdulillah sekarang gak tinggal sholatnya

    BalasHapus
  86. Seruu ya mbak. Anak jadi tahu pengelolaan keuangannya. Jadi berasa diajari bisnis dari diri sendiri ya mbak.
    Btw kenapa diberi nama cha ching, hihi.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^