Jangan Takut Berbagi, Sebuah Pesan dari Papah - Keke Naima

Kamis, 16 Mei 2019

Jangan Takut Berbagi, Sebuah Pesan dari Papah

"Papah sehat, Chi?"
"Alhamdulillah, papah sehat, Tante."
"Kalau papah Chi mah masih kerja, ya."
"Iya."

Masih sangat teringat dengan jelas obrolan Chi dengan tante K'Aie saat kami bersilaturahmi ke rumah om dan tante K'Aie di Bandung (27/4). Saat itu kami baru saja selesai menemani Keke ke acara perpisahan kelas yang diadakan di Clove Garden Hotel.

K'Aie mengajak kami untuk bersilaturahmi ke rumah om dan tantenya sebelum menginap di rumah keluarga saya. Rencananya, keesokan harinya kami akan berziarah ke makam almarhumah mamah K'Aie. Setelah itu, kami balik ke Jakarta.

jangan takut berbagi, jangan takut berzakat, zakat, dompet dhuafa

Jangan Takut Berbagi, Sebuah Pesan dari Papah

Foto saat lebaran hari kedua tahun lalu, bertepatan dengan ulang tahun papah ke-67

Berita yang Sangat Mengejutkan


Baru saja beberapa menit kami pamit ke om dan tante K'Aie, telpon Chi berbunyi. Ketika diangkat, suara mamah terdengar menangis sambil jejeritan.

"Ya, Mah."
"CHIIII! PAPAH PINGSAAAAAN!"
"Hah? Kok, bisa?"
"MAMAH GAK TAU. LAGI NGOBROL SAMA MAMAH, TAU-TAU PAPAH PINGSAN."
"Adhi mana?"
"Adhi lagi di Jambi. Rencananya pulang malam ini. Mungkin dia lagi di pesawat."
"Ya udah, tutup dulu telponnya. Chi pulang sekarang juga!"

Dengan gemetar, Chi nelpon mamang (paman), mengabarkan batal menginap di Bandung. Chi pun menelpon Cepi, tukang yang pernah merenovasi rumah mamah-papah, untuk melihat keadaan papah. Chi menghubungi Adhi gak bisa. Di WA cuma centang satu. Ya, sepertinya dia memang masih di pesawat.

Papah udah gak ada ...

Rasanya semua berjalan dengan sangat cepat. Tante K'Aie baru aja menanyakan keadaan papah dan Chi bilang sehat. Selang beberapa menit, dapat kabar kalau papah pingsan. Beberapa menit kemudian, dikabarkan papah udah gak ada.

Ini beneran? Ini nyata atau mimpi? Rasanya masih susah dicerna di otak. Chi berharap mamah hanya panik jadinya salah memberi kabar. Sepanjang perjalanan kadang-kadang Chi menangis, tetapi kadang-kadang diam bahkan masih bisa ngobrol dengan beberapa teman yang langsung menanyakan kabar via telpon.

Ah, Teh, yang bener.

WA masuk dari Adhi. Adik paling kecil yang baru aja landing. Belum juga Chi selesai mengetik jawaban, Adhi udah telpon. Mendengar Chi hanya bisa menangis, Adhi pun menutup telponnya. Dia sudah tau arti tangisan kakaknya.

Chi masih terus menepis pikiran kalau papah sudah gak ada. Chi berharap papah hanya pingsan. Papah hanya sakit. Tetapi, harapan itu pupus setelah Chi menelpon Keke dan memastikan kalau abahnya sudah gak ada. Innalillahi wa innailaihi roji'uun.

Selesai acara perpisahan, Keke memang memilih ikut pulang ke Jakarta bersama rombongan. Di tengah perjalanan, Chi menelpon Keke untuk jangan pulang ke rumah. Chi bilang kalau abahnya pingsan. Jadi, pulang ke rumah abah dan mamah aja.

Untung bukan Chi yang menyetir mobil. K'aie tetap mampu mengendarai mobil dengan tenang. Alhamdulillah perjalanan Bandung-Bekasi sangat lancar. Hanya sekitar 3 jam.

Rumah sudah sangat ramai ketika kami datang. Melihat papah yang seperti sedang tertidur nyenyak, rasanya langsung lemas. Tetapi, Chi gak bisa memeluk karena papah sudah dimandikan.

Setelah suasana mulai sedikit tenang, Chi pun bertanya kronologisnya. Menurut cerita mamah, usai sholat Maghrib, papah hanya bergeser sedikit posisinya untuk berdoa. Saat sedang berdoa, mamah menepuk bahu papah.

"Mau makan, Pah?"
"Masih kenyang, Mah."
"Ya udah, nanti makan sopnya aja kalau masih kenyang. Gak usah pakai nasi."

Setelah mamah ngomong gitu, papah pun bersujud. Mamah sempat berpikir, papah sujud untuk mengakhiri doa. Tetapi, karena agak lama, mamah pun kembali menepuk bahu papah.

"Pah, kenapa? Pusing, ya?"

Papah gak menjawab. Berkali-kali ditanya mamah, tetap gak menjawab. Ketika dibalik posisinya sama mamah, papah seperti orang tidur. Mamah tepok pipinya, dibuka mulutnya, tetapi papah tetap gak bangun. Mamah pun mulai panik.

Mamah ke luar rumah, tetapi suasana sangat sepi karena maghrib. Minta tolong ke pos satpam dan tetangga. Tidak berapa lama, banyak pertolongan datang ke rumah. Termasuk dari para jamaah masjid yang baru saja selesai sholat. Ada 2 dokter juga yang menolong.

Papah gak pernah bangun lagi. Papah meninggal dalam posisi bersujud dan (mungkin) masih memiliki wudhu. Innalillahi wa innailaihi roji'uun.

Jangan Takut Berzakat


jangan takut berbagi, jangan takut berzakat, zakat, dompet dhuafa
Papah dan mamah dengan para cucu

Masih banyak yang cerita tentang wafatnya papah. Tentunya Chi sedih kalau mengingat ini. Tetapi, terus berusaha untuk ikhlas. Singkat cerita, hingga proses pemakaman, semua berlangsung dengan sangat lancar. Banyak sekali bantuan yang datang. Bahkan hingga seminggu setelah papah wafat. Alhamdulillah.

Wafatnya papah tidak hanya meninggalkan kesedihan yang sangat mendalam, tetapi juga mengejutkan. Sama sekali tidak ada kepikiran akan ditinggalkan papah secepat itu. Semua serba mendadak.

Tentu saja kami berusaha untuk ikhlas dan saling menguatkan. Kami saling bercerita tentang kebaikan papah. Kami pun berpikir, banyaknya bantuan yang mengalir, mungkin karena papah semasa hidupnya memang senang berbagi. Banyak saudara dan tamu yang datang, bercerita tentang kebaikan papah dalam hal berbagi semasa hidupnya.

Papah tuh sosok yang lumayan pendiam. Kayaknya jarang kasih petuah ini itu. Tetapi, papah lebih suka langsung menunjukkan. Termasuk dalam hal berbagi. Selain senang berbagi, papah juga selalu berusaha memberikan yang terbaik. Ya, sepertinya tentang berbagi ini menjadi salah satu pesan dari papah.

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba : 39)

Sebagai manusia, kadang-kadang suka khawatir untuk berbagi. Apalagi kalau mengingat biaya kebutuhan hidup sedang banyak-banyaknya. Padahal dalam Islam, jangan takut berbagi. Tentu saja dalam hal ini, berbagi kebaikan.

Banyak manfaat berbagi menurut Islam. Berbagi juga gak hanya tentang materi. Senyuman pun bisa termasuk berbagi. Berbagi juga tidak akan mengurangi harta. Malah bisa menambah rezeki bila kita bersedekah hanya karena Allah. Insya Allah akan diganti dengan rezeki yang lebih baik.

Papah wafat itu sekitar seminggu menjelang Ramadan. Kembali mengingatkan Chi kalau bersedekah di bulan Ramadan itu keuntungannya sangat besar. Termasuk salah satunya membayar zakat. Chi biasanya membayar zakat di Dompet Dhuafa. Zaman digital dan cashless begini, berzakat di Dompet Dhuafa jadi memudahkan karena tinggal transfer.
 
Dompet Dhuafa adalah Lembaga Filantropi Islam bersumber dari dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Dompet Dhuafa akan terus mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan.

Selama 25 tahun ini, Dompet Dhuafa sudah menyalurkan zakat kurang lebih ke 19 juta penerima manfaat. Insya Allah, zakat mampu membantu dunia menangani kemiskinan. Dompet Dhuafa menyalurkan zakat di 4 bidang yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial.
 
Bulan Ramadan adalah bulan yang indah. Bulan penuh ampunan dan berkah. Biar tidak sekadar menahan lapar dan haus di bulan puasa. Sebaiknya memang semangat mencari pahala.

Sebuah pesan yang papah tinggalkan untuk kami sangat indah. Selalu berbagi dan berikan yang terbaik. Kami akan berusaha untuk mengikuti apa yang sudah papah lakukan. Insya Allah dimudahkan jalannya.

Terima kasih banyak untuk pesan indahnya, Pah.

46 komentar:

  1. Innalillahi wainailaihi rajiuun...turut berduka cita sedalam2nya,Mbak. Semoga Papa husnul khatimah dan keluarga yg ditinggalkan senantiasa tabah serta mendapat penghiburan. Sedih bgt baca kronologi meninggalnya beliau. Saya jadi membayangkan seperti apa kondisi saya saat orang2 terdekat saya harus pergi lebih dulu. Ayah kandung saya meninggal waktu saya kelas 1 SMP. Dan rasa sedihnya sudah lupa..

    BalasHapus
  2. Pesan YG bagus banget. Moga Chi Dan keluarga ikhlas melepas Papa. Bersyukur atas sosok Papa yang baik

    BalasHapus
  3. Innalillahi wainailahi rajiun ... turut berdua cita yaa teh. Semoga Papah khusnul katimah yah. Allah lebih sayang sama Papah ... Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran aamiin

    BalasHapus
  4. Turut berduka cita, pesan orang tua pasti selalu mengajarkan kebaikan, ya, untuk apa pun itu, berbagi dengan sesama :)

    BalasHapus
  5. Insyaalloh husnul khotimah. Amin. Amanah sekaligus wasiat yang secara tidak langsung harus dijalankan oleh ahli waris ya, berbagi kebaikan. Semoga menjadi ladang pahala yang berlipat-lipat. Amin.

    BalasHapus
  6. Turut berdukacita, mbak. saya yakin seseorang yang suka berbagi pasti akan menemukan tempat terbaik di sana.

    BalasHapus
  7. Innalilahi wainaiilaihi rojiun. Aku selalu ikutin gimana perkembangan kondisi kesehatan papa mak cie di stiap status FB atau melalui tulisan di blog. Sampe ada kisah mengenai pembantu laki2 yg bikin geregetan kuingat banget hehee

    Sekarang papa udah ga ada tapi kebaikannya dan amal ibadahnya insha Allah tetep ada terus mak. aamiin

    BalasHapus
  8. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga papahnya Teteh husnul khatimah. Pesan yang baik sekali untuk kita semua.

    Sudah lama juga saya percaya dengan Dompet Dhuafa, dan kalau penerima zakatnya Dompet Dhuafa otomatis ringan hati ini.

    BalasHapus
  9. Jadi ingat almarhumah nenek, beliau juga suka mengajarkan dan memberi pesan kalau kita itu harus berbagi sekecil apapun itu. Karena berbagi tidak akan merugi.

    BalasHapus
  10. Saya turut berduka cita ya, Mbak Myra. Dan baca cerita ininsaya jadi ingat Bapak saya yang meninggal 2008 di tangan saya setelah setahun stroke.

    BalasHapus
  11. Dengan berbagi hati menjadi tenang. Turut berduka ya mba Myra.

    BalasHapus
  12. Turut berduka cita ya mba. Pesan orangtua akan selalu diingat ya. JAdi ingat alm bapak, yang suka kasih nasehat seperti itu juga.

    BalasHapus
  13. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita. Semoga Husnul Khotimah. Semoga ajaran beliau bisa ditruskan anak cucu

    BalasHapus
  14. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ...
    Turut berduka ya mbak, sama seperti bapak ibu saya juga meninggal menjelang ramadan dan idul fitri tahun kemarin.

    Benar mbak, berbagi tak membuat kita kekurangan, bahkan Alloh Swt melipatgandakan kebaikan kita.

    Semoga kita semua diberi kemudahan untuk terus berbagi baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.
    Aamiin

    BalasHapus
  15. Ajal memang tidak terduga. Dan sepakat akan banyak beramal mumpung bulan puasa

    BalasHapus
  16. Peluk Mba Myra :) semoga mendiang papah dilapangkan kuburnya dan husnul khotimah ya mba. bacanya nyesek karena secepat itu ya mba tapi insyaAlloh terbaik untuk papah

    BalasHapus
  17. Ada kalimat nijak yg berbunyi: "Berbagi tidak perlu menunggu kaya. Andaikan kau tak memiliki apa-apa utk dibagi,"TERSENYUMLAH" karena di dalamnya ada pahaLa yg dilihat oleh ALlah SWT. Subhaanallah.

    BalasHapus
  18. Pesan Papa saya juga sama dengan Papa Mba Myra. Berbagi meski dengan saudara sendiri itu sangat perlu menjadi perhatian. Papa nggak mau kalau anak-anak yang ditinggalkannya itu pelit berbagi.

    BalasHapus
  19. Barakallahu fiik, kak Myr..
    In syaa Allah kebaikan yang dilakukan Papa dan diteruskan oleh anak-anaknya, menjadi jariyyah untuk Papa di alam kubur.

    BalasHapus
  20. turut berduka ya mba chi, aku juga pernah merasakan hal yang sama ketika alm bapak meninggal waktu masih kuliah. nekat mengendari motor sendiri tengah malam ke rumah, udah gak ada takut. Insyaallah semua nasehat papa nya mba chi jadi amal ibadah ya mba.

    BalasHapus
  21. Ikut merasakan kesedihan mba Chi....turut berdukacita semoga almarhum papa Husnul khotimah aamiin.... Tapi pesan almarhum papa itu yang luar biasa dalam maknanya. Jangan takut berbagi karena berbagi itu tidak ada mengurangi harta kita, justru Allah akan melipatgandakan rezeki kita...karena dengan berbagi kita pun dapat meringankan beban orang yang membutuhkan....

    BalasHapus
  22. Keinget banget satu grup FBW waktu itu juga ikutan shocked baca kabar dari Chi. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoa almarhum papah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan husnul khotimah ya. Pesan indah papah bisa dijadikan pengingat untuk kebaikan kita semua.

    BalasHapus
  23. Masya Allah kisah Papah mba Myra bikin saya nangis. Bener-bener selama ini hanya membaca kisah di blog, tiap mengunjungi Papa, ultah beliau, berasa mengenalnya. Saya jadi nangis selama baca kisah meninggalnya almarhum, insyaa Allah husnul khotimah akhir hidupnya, mba. Turut berduka ya, semoga mba Myra dan keluarga diberi kesabaran dengan meninggalnya Papa yang mendadak

    BalasHapus
  24. Pelukkkkkk,, semoga almarhum khusnul khotimah ya kak, bener banget jangan pernah takut berbagi karena kalkulator Allah itu luar biasa.

    BalasHapus
  25. Hiks aku ikut nangis bacanya, walaupun bukan papa sendiri tapi nyesek aja ya namanya anak ditinggal ortu tiba-tiba gak bisa ketemu dulu.. Semoga papa diberikan tempat terbaik di sana ya.

    BalasHapus
  26. Masya Allah Papahnya wafat dgn begitu mudah ya saat usai sholat juga insya Allah khusnul khotimah. Semoga kebaikannya menjadinpelajaran berharga bagi kita...

    BalasHapus
  27. Al fatihah utk almarhum papan ok Chi. Semoga Allah tempatkan di sisi terbaikNya. Pesannya ngena banget, mom. Jd pegangan anak anaknya juga cucu cucunya ya..

    BalasHapus
  28. Sepakaat mbaa untuk jangan takut berbagi. Aku dlu sempat merasa takut berbagi akan mengurangi harta tapi Allah buktikan itu tidak terjadi. Malah makin berlimpah

    BalasHapus
  29. turut berdukacita ya mba. Semoga pesan papahnya bisa selalu dijalankan ya mba.

    BalasHapus
  30. Berbagi itu menyenangkan, bikin tenang, dan bikin diri merasa berguna. Alhamdulillah, pesan alm. bapakku pun begitu. Jangan pernah pelit sama orang. Sekali pun mereka gak gitu ke kita. Insya Allah, kita bakal dapat banyak kemudahan dari berbagi dengan orang lain itu.

    BalasHapus
  31. Ibu saya juga selalu berpesan tentang semangat berbagi ini kata Ibu dengan berbagi rezeki kita justru akan bertambah

    BalasHapus
  32. Masih ikut meleleh kalo baca kisahnya mbk Chi ttg Papa baik di blog ataupun di medsos (fb dan IG). Keteladanan beliau melekat bgt ya mbak, masyaallah

    BalasHapus
  33. Turut berduka ya Mba atas meninggalnya ayah Mba. Semoga amal ibadahnya di terima Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya ya. AAMIIN :)

    BalasHapus
  34. mbaaa, aku terharu bacanya. menyentuh banget mba. moga pesan papanya mba, bisa menginsiprasi banyak orang juga ya mba untuk tidak takut berbagi dan berzakat

    BalasHapus
  35. Dapat hikmahnya ketika kita ditinggal pergi selamanya oleh orang terkasih, karena daku pun merasakannya saat almarhumah mama pergi

    BalasHapus
  36. Turut berduka cita atas meninggalnya Papa Mba Myra, Insyaallah husnul khotimah, amiiin

    Pesan yang sama dengan yang disampaikan alm. Papa saya, jangan takut berbagi apapun dengan siapapun :)

    BalasHapus
  37. Ini yang disebut meninggal itu gak kenal waktu, tempat, usia ya teh. Bacanya sampai gemeter teh. Semoga diberi keikhlasan, ketabahan ya teh. Aamiin

    BalasHapus
  38. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,
    Turut berduka yah mbak, semoga almarhum Papa diterima di tempat terindah di sisiNya yah.

    Enak yah mbak sekarang mah jadi semakin dimudahkan secara digital dengan adanya Dompet Dhuafa ini, tinggal transfer doang.

    BalasHapus
  39. Turut berduka yaa mba. Semoga papanya husnul khotimah..

    Pesan terbaik darinya harus selalu dijaga dan tetap kirimkan doa sebagai bakti anak yang sholehah*

    BalasHapus
  40. Insya Allah Alm. Papa husnul khatimah ya Makchi, berpulang dengan cara yang indah, sedang sujud selepas Sholat.
    Jadi makin belajar tentang semangat berbagi, apalagi harta adalah salah satu hal yang akan dihisab kelak.

    BalasHapus
  41. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Semoga papahnya meninggal dalam husnul khotimah dan amal baiknya diterima oleh Allah.

    Emang bener jangan takut berbagi . Kalau kita menolong orang lain dengan berbagi, insya Allah kita akan ditolong oleh Allah melalui perantara

    BalasHapus
  42. Teteh yang kuat ya Teh. InsyaAllah papah udah tenang di sana, beliau selalu megajarkan kebaikan untuk ters berbagi. Orang baik seperti papah ini memiliki tempat yang baik dan indah di surga kelak. Tetah semangat kembali menjalani dan ingat pesan papah. Untuk berbagi dan teteh kudu tegar lho.

    BalasHapus
  43. Innalillahi wainnailaihi roojiun :(, inshaallah menjadi ahli surga

    Berbagi memang keharusan entah itu dalam keadaan berada ataupun tidak. Berbagi membuat hati semakin tenang.

    BalasHapus
  44. Innalilahi wa innailaihi roji'un
    Berat bgt memang mba harus kehilangan keluarga, tetap sabar dan ikhlas ya..


    Berbagi dan Bersedekah dengan hati yang ikhlas akan membawa berbagai kebaikan juga keberkahan.

    BalasHapus
  45. Mataku basah baca tulisan Mak Chi :( ngebayangin aku di posisi dirimu Mak.

    Khusnul khotimah untuk almarhum Papa. Al Fatihah.

    BalasHapus
  46. turut berduka cita ya mba...mengenang kata2 orang yg telah tiada akan sangat terekam sekali.

    Aku juga mengalaminnya. sedih memang ungkapan2 yg selalu tergiang ditelinga kita. Al fatihah buat bapak ya mba.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^