asupan gizi untuk bayi prematur

Pastikan Asupan Nutrisi dan Stimulasi untuk Mendukung Bayi Prematur Tumbuh Kembang Optimal - Apakah bayi prematur bisa menjadi anak yang sehat? Menjadi anak yang cerdas? Tumbuh kembangnya optimal?

Oke, Chi mau cerita dulu tentang seorang teman semasa kuliah. Kami sama-sama melahirkan anak pertama di tanggal yang berdekatan dan di rumah sakit yang sama. Perbedaannya, Chi melahirkan di usia kandungan yang sudah cukup bulan. Sedangkan teman Chi belum alias prematur.

Beberapa hari setelah melahirkan, hasil lab menyatakan kalau kadar bilirubin Keke sedikit di atas ambang batas yang normal. Keke kena jaundice. Sakit kuning kalau kata orang awam. Hanya lebih nol koma sekian. Tetapi, dokter anak menyarankan untuk tetap dirawat di perina. Seandainya tidak ada peningkatan lagi, paling hanya 1-2 malam saja di perina. Nah, pada saat itulah Chi bertemu dengan teman. Ya, karena melahirkan prematur, bayi teman Chi ini langsung masuk perina sejak dilahirkan.

"Ya ampun, Myr! Anak lo ma anak gue sebelahan begini tidurnya udah kayak raksasa ma liliput! Hehehehe."

Chi hanya nyengir. Agak serba salah kalau mau ikut tertawa lepas. Sesungguhnya bingung bagaimana menanggapinya. Tanpa ditanya pun Chi yakin dia sedang sedih hatinya. Tetapi, masih bisa tertawa. Ya, mungkin untuk menghibur diri atau teman Chi memang sangat tabah.

Saat di perina, box tempat tidur Keke dan anak teman Chi ini memang berdampingan. Keke lahir dengan berat badan 3,99 kg. Sedangkan berat badan putri teman Chi ini hanya 1,1 kg. Benar-benar berbeda jauh.

Begitupun dengan kondisi fisiknya. Keke terlihat cukup aktif. Paling hanya matanya yang ditutup selama lagi disinar. Sedangkan anak teman Chi ini tubuhnya dipenuhi dengan selang. Kalau Keke masih bisa digendong dan diberi ASI langsung. Anak teman Chi ini harus dengan alat bantu.

Singkat cerita, beberapa tahun kemudian kami bertemu lagi. Kami sama-sama membawa anak. Melihat kondisi anak teman Chi saat ketemu, gak bakal menyangka deh kalau dulunya lahir prematur. Anaknya lincah seperti kebanyakan anak seusianya. Postur tubuhnya pun termasuk normal.

Chi penasaran, dong. Temen Chi ini cerita kalau dia sangat bersyukur dengan kondisi anaknya sekarang. Tadinya dokter sudah memberi gambaran kemungkinan akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Bahkan mungkin usianya juga gak panjang.

Ada satu hal yang Chi ingat banget sampai sekarang. Teman Chi bilang kalau dia menerima apa yang dikatakan dokter, tetapi tidak mau menyerah. Artinya, dia akan berusaha memberikan yang terbaik bagi putrinya. Apapun saran dari dokter, dia dan suami lakukan. Stimulasi pun tidak boleh ketinggalan. Menurutnya, stimulasi penting untuk menciptakan bonding antara ibu dan anak. Dia berharap dengan stimulasi secara terus-menerus, anaknya akan tau kalau ibunya sayang banget. Apapun yang nanti akan terjadi di masa depannya.

Alhamdulillah putrinya masih sehat sampai sekarang. Sebentar lagi Keke dan anak ini, sama-sama mau lulus SMP. Kalau ketemu, kami berdua jadi suka mengingat saat masih di perina. Kali ini Chi bisa ikut tertawa lepas mengingat 'raksasa dan liliput'.

[Silakan baca: Gizi Sebagai Refleksi Keadaan Masyarakat Suatu Bangsa]



Penyebab Bayi Lahir Prematur


stimulasi bagi bayi prematur

Apakah teman-teman sudah tau kalau setiap tanggal 17 November adalah World Prematurity Day atau Hari Prematur Sedunia? Seberapa banyak pemahaman teman-teman tentang kelahiran prematur? Sabtu (17/11) bertempat di Ocha & Bella, Jakarta, Nutricia Sarihusada mengajak para orang tua mengenal penanganan dan pencegahan bayi prematur.

Pada acara hari ini, hadir Joana Alexandra, artis sekaligus ibu yang memiliki anak prematur. Joana bercerita kalau di kehamilan yang ke-4 justru merasa santai. Sudah memiliki 3 orang anak dan semua proses kehamilannya lancar. Ternyata di usia kehamilan 36 minggu, dokter mengatakan bahwa detak jantung bayi di dalam kandungan Joana melemah sehingga harus segera dilahirkan.

Kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu atau kurang dari 259 hari dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhit (HPHT) disebut prematur. Menurut situs Sarihusada, kelahiran prematur dibagi lagi menjadi 3 golongan, yaitu


  1. Extremely preterm, yaitu kelahiran terjadi sebelum usia kehamilan 28 minggu
  2. Very preterm yaitu kelahiran terjadi saat usia kehamilan 28-32 minggu 
  3. Moderate to late preterm yaitu kelahiran terjadi saat usia kehamilan 32-36 minggu

Berdasarkan cerita Joana Alexandra, setidaknya timbul 2 pertanyaan. Apa yang menyebabkan seorang ibu melahirkan prematur, padahal di beberapa riwayat kehamilan sebelumnya selalu sehat? Apa risiko melahirkan di usia kehamilan 36 minggu?

Menurut dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K), dokter anak konsultasi neonatologi RSCM, mungkin saja seorang ibu melahirkan prematur meskipun riwayat kehamilan sebelumnya selalu sehat. Penyebab lahir prematur bisa bermacam-macam misalnya ada masalah di ari-ari, kehamilan kembar, ibu terkena sakit kronis, konsumsi makanan yang kurang baik selama masa kehamilan, dan lain sebagainya.

Bayi di dalam kandungan tumbuh kembang dengan pesat di trimester terakhir. Itulah kenapa bayi yang dilahirkan sebelum 37 minggu tetap dianggap prematur. Karena seharus bayi masih bertumbuh kembang di dalam kandungan, tetapi karena beberapa alasan harus dilahirkan sebelum usia kehamilan yang cukup.


Cara Menangani Bayi Prematur


Apakah bayi prematur akan tumbuh kembang dengan optimal?

Bayi prematur memang memiliki berbagai risiko keterlambatan dalam tumbuh kembang. Hal seperti ini pastinya akan membuat orang tua menjadi sedih. Tetapi, sebaiknya jangan berlarut-larut. Bayi prematur masih mungkin memiliki kesempatan untuk tumbuh kembang secara optimal.

Ada 3 hal yang sebaiknya harus diperhatikan, yaitu:


  1. Rutin kontrol untuk pemantauan tumbuh kembang
  2. Tanyakan apakah bayi sudah tumbuh sesuai kurva pertumbuhan
  3. Apakah perkembangan sudah dicapai sesuai usianya

Usia koreksi = (usia gestasi + usia kronologis) - 40 minggu

Usia gestasi, dihitung dari hari pertama haid hingga melahirkan
Usia kronologis, dihitung sejak bayi dilahirkan

Pada bayi prematur ada yang disebut usia koreksi. Misalnya seorang ibu melahirkan di usia 33 minggu. Usia bayinya saat ini sudah 20 minggu. Tetapi, karena dilahirkan secara prematur berarti usia koreksi belum sampai 20 minggu.

(33 minggu + 20 minggu) - 40 minggu = 13 minggu

Jadi berdasarkan ilustrasi di atas, bayi prematur yang usianya 20 minggu, sebetulnya usia koreksinya baru 13 minggu. Artinya, tumbuh kembang bayi prematur berusia 20 minggu tersebut tumbuh kembangnya harusnya sesuai dengan bayi cukup bulan berusia 13 minggu. Itulah kenapa dikatakan kalau bayi prematur berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Penghitungan usia koreksi ini hanya sampai usia 2 tahun.

[Silakan baca: #Nutritalk - Jangan Sampai Tumbuh Kembang Anak Terganggu karena Pencernaannya Sensitif. Yuk, Cari Tau Cara Mengatasinya]


Ujian Sesungguhnya Ada di Rumah


Ketika bayi prematur masih berada di rumah sakit, tentu saja banyak tenaga medis yang siap siaga? Ujian sesungguhnya terjadi saat di rumah. Kadang-kadang orang tua masih bingung menangani bayi prematur bila sudah di rumah. Belum lagi kalau menghadapi banyak omongan yang kurang mengenakkan hati.


Konsultasi ke Dokter Secara Berkala

Bayi prematur lebih membutuhkan perhatian dan perawatan. Konsultasi secara berkala tentu saja harus dilakukan. Ikuti apa yang dokter anjurkan. Bertanyalah sebanyak mungkin bila tidak tahu.  Auspan gizi bayi prematur tentu berbeda dengan bayi lahir cukup bulan. Tanyakan secara detil kepada dokter.

Biasanya bila ada seorang ibu yang secara emosi kurang baik karena melahirkan prematur, dr. Putri akan meminta ibu tersebut tenang terlebih dahulu. Tujuannya agar ibu bisa merawat bayi prematur dengan baik bila sudah tenang.


Abaikan Pendapat Miring

Omongan yang kurang mengenakkan hati sangat mungkin diterima oleh ibu yang melahirkan prematur. Joana Alexandra pun merasakannya. Senada dengan apa yang diucapkan oleh dr. Putri, menjaga perasaan tetap tenang itu sangatlah penting.

Joana mengatakan bahwa yang mempengaruhi tumbuh kembang anak justru sikap seorang ibu. Abaikan saja semua pendapat miring. Malah lebih berbahaya sikap seorang ibu yang sudah pesimis dengan masa depan anak.

Memiliki support system sangatlah penting membuat ibu tetap tenang. Joana mengatakan bahwa suaminya sangat mendukung dirinya. Hal-hal kecil yang dilakukan suaminya sudah membuatnya bahagia.


Lakukan Metode Kangguru

Bayi prematur biasanya lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Oleh karena itu biasanya bayi prematur ditempatkan di inkubator saat berada di rumah sakit. Tetapi, bila sudah di rumah kan biasanya tidak ada inkubator. Ibu bisa melakukan metode kangguru sebagai inkubator alami.

Metode ini memang terinspirasi dari binatang kangguru. Bayi kangguru ditempatkan di kantong ibunya supaya tetap hangat dan menyusui. Metode ini mudah dan murah untuk dipraktekkan. Ketika melakukan metode kangguru, kulit ibu akan bersentuhan dengan kulit bayi. Bayi yang hanya menggunakan popok diletakkan di dada ibu. Bayi akan mendapatkan kehangatan dari kulit ibu sehingga suhu tubuh dapat dikontrol. Melakukan metode kangguru juga menciptakan bonding antara ibu dan bayi. Ada ikatan emosional yang terjalin. Bayi juga akan lebih mudah menyusui kepada ibunya.

Perawatan dengan metode kangguru tidak hanya membuat berat badan bayi naik dengan cepat, tetapi banyak manfaat lainnya. Bayi bisa tidur lebih nyenyak, sistem pernapasan dan jantung lebih sehat, daya tahan tubuh lebih baik, dan lain sebagainya. Perawatan dengan metode ini juga dianggap mampu menekan angka kematian bayi prematur.


Perawatan metode kangguru harus dilakukan secara terus menerus hingga berat badan bayi mencapai 2500 gram. Sesekali ayah juga bisa ikut melakukan perawatan dengan metode kangguru.


Prematur Bukan Halangan


bayi prematur, tumbuh kembang optimal

Pada acara ini pun hadir ibu Yanne Sukmadewi, General Counsel Corporate Legal Advisory & Compliance Danone Indonesia, membuka acara dengan bercerita bahwa beliau juga seorang prematur. Beliau cerita sebagai anak prematur bukanlah halangan untuk berprestasi. Prestasi akademisnya selalu bagus hingga bisa kuliah di salah satu universitas negeri di Indonesia. Peran ibu juga sangat penting. Ibu Yanne mengatakan selain memperhatikan asupan gizi, ibunya juga sering mengajaknya beraktivitas di luar ruangan.

Nah, Chi sudah melihat sendiri buktinya kalau anak teman Chi bisa tetap sehat meskipun lahir prematur. Di acara Nutrisi Untuk Bangsa pun ibu Yanne juga ternyata seorang anak prematur.  Bila dirasa belum cukup, teman-teman bisa googling tentang tokoh dunia yang lahir prematur. Ada Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Charles Darwin, dan lain sebagainya.

Menurut dr. Putri, salah satu cara mencegah kelahiran prematur adalah dengan memeriksa kesehatan ibu. Bila sebelum hamil, ibu memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik, sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu. Pada saat kehamilan perhatikan 1000  Hari Pertama Pada Kehidupan agar bayi dalam kandungan tetap sehat.


Banyak mitos seputar bayi prematur, termasuk anggapan bahwa bayi prematur adalah anak yang jenius. Ya, bayi prematur mungkin saja menjadi seorang yang jenius atau memiliki masa depan cerah. Tetapi, tentunya tidak terjadi begitu saja. Ada peran orang tua yang selalu memberikan yang terbaiknya baik bayinya dari mulai asupan gizi hingga stimulasi