Pastikan Asupan Gizi dan Stimulasi untuk Mendukung Bayi Prematur Tumbuh Kembang Optimal - Keke Naima

Entri yang Diunggulkan

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas

5 Aksesoris Handphone yang Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas Jika teman-teman membeli smartphone, sebaiknya jangan sekadar untuk...

Kamis, 22 November 2018

Pastikan Asupan Gizi dan Stimulasi untuk Mendukung Bayi Prematur Tumbuh Kembang Optimal

asupan gizi untuk bayi prematur

Pastikan Asupan Nutrisi dan Stimulasi untuk Mendukung Bayi Prematur Tumbuh Kembang Optimal


Apakah bayi prematur bisa menjadi anak yang sehat? Menjadi anak yang cerdas? Tumbuh kembangnya optimal?

Oke, Chi mau cerita dulu tentang seorang teman semasa kuliah. Kami sama-sama melahirkan anak pertama di tanggal yang berdekatan dan di rumah sakit yang sama. Perbedaannya, Chi melahirkan di usia kandungan yang sudah cukup bulan. Sedangkan teman Chi belum alias prematur.

Beberapa hari setelah melahirkan, hasil lab menyatakan kalau kadar bilirubin Keke sedikit di atas ambang batas yang normal. Keke kena jaundice. Sakit kuning kalau kata orang awam. Hanya lebih nol koma sekian. Tetapi, dokter anak menyarankan untuk tetap dirawat di perina. Seandainya tidak ada peningkatan lagi, paling hanya 1-2 malam saja di perina. Nah, pada saat itulah Chi bertemu dengan teman. Ya, karena melahirkan prematur, bayi teman Chi ini langsung masuk perina sejak dilahirkan.

"Ya ampun, Myr! Anak lo ma anak gue sebelahan begini tidurnya udah kayak raksasa ma liliput! Hehehehe."

Chi hanya nyengir. Agak serba salah kalau mau ikut tertawa lepas. Sesungguhnya bingung bagaimana menanggapinya. Tanpa ditanya pun Chi yakin dia sedang sedih hatinya. Tetapi, masih bisa tertawa. Ya, mungkin untuk menghibur diri atau teman Chi memang sangat tabah.

Saat di perina, box tempat tidur Keke dan anak teman Chi ini memang berdampingan. Keke lahir dengan berat badan 3,99 kg. Sedangkan berat badan putri teman Chi ini hanya 1,1 kg. Benar-benar berbeda jauh.

Begitupun dengan kondisi fisiknya. Keke terlihat cukup aktif. Paling hanya matanya yang ditutup selama lagi disinar. Sedangkan anak teman Chi ini tubuhnya dipenuhi dengan selang. Kalau Keke masih bisa digendong dan diberi ASI langsung. Anak teman Chi ini harus dengan alat bantu.

Singkat cerita, beberapa tahun kemudian kami bertemu lagi. Kami sama-sama membawa anak. Melihat kondisi anak teman Chi saat ketemu, gak bakal menyangka deh kalau dulunya lahir prematur. Anaknya lincah seperti kebanyakan anak seusianya. Postur tubuhnya pun termasuk normal.

Chi penasaran, dong. Temen Chi ini cerita kalau dia sangat bersyukur dengan kondisi anaknya sekarang. Tadinya dokter sudah memberi gambaran kemungkinan akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Bahkan mungkin usianya juga gak panjang.

Ada satu hal yang Chi ingat banget sampai sekarang. Teman Chi bilang kalau dia menerima apa yang dikatakan dokter, tetapi tidak mau menyerah. Artinya, dia akan berusaha memberikan yang terbaik bagi putrinya. Apapun saran dari dokter, dia dan suami lakukan. Stimulasi pun tidak boleh ketinggalan. Menurutnya, stimulasi penting untuk menciptakan bonding antara ibu dan anak. Dia berharap dengan stimulasi secara terus-menerus, anaknya akan tau kalau ibunya sayang banget. Apapun yang nanti akan terjadi di masa depannya.

Alhamdulillah putrinya masih sehat sampai sekarang. Sebentar lagi Keke dan anak ini, sama-sama mau lulus SMP. Kalau ketemu, kami berdua jadi suka mengingat saat masih di perina. Kali ini Chi bisa ikut tertawa lepas mengingat 'raksasa dan liliput'.

[Silakan baca: Gizi Sebagai Refleksi Keadaan Masyarakat Suatu Bangsa]

Penyebab Bayi Lahir Prematur


stimulasi bagi bayi prematur

Apakah teman-teman sudah tau kalau setiap tanggal 17 November adalah World Prematurity Day atau Hari Prematur Sedunia? Seberapa banyak pemahaman teman-teman tentang kelahiran prematur? Sabtu (17/11) bertempat di Ocha & Bella, Jakarta, Nutricia Sarihusada mengajak para orang tua mengenal penanganan dan pencegahan bayi prematur.

Pada acara hari ini, hadir Joana Alexandra, artis sekaligus ibu yang memiliki anak prematur. Joana bercerita kalau di kehamilan yang ke-4 justru merasa santai. Sudah memiliki 3 orang anak dan semua proses kehamilannya lancar. Ternyata di usia kehamilan 36 minggu, dokter mengatakan bahwa detak jantung bayi di dalam kandungan Joana melemah sehingga harus segera dilahirkan.

Kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu atau kurang dari 259 hari dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhit (HPHT) disebut prematur. Menurut situs Sarihusada, kelahiran prematur dibagi lagi menjadi 3 golongan, yaitu

  1. Extremely preterm, yaitu kelahiran terjadi sebelum usia kehamilan 28 minggu
  2. Very preterm yaitu kelahiran terjadi saat usia kehamilan 28-32 minggu 
  3. Moderate to late preterm yaitu kelahiran terjadi saat usia kehamilan 32-36 minggu

Berdasarkan cerita Joana Alexandra, setidaknya timbul 2 pertanyaan. Apa yang menyebabkan seorang ibu melahirkan prematur, padahal di beberapa riwayat kehamilan sebelumnya selalu sehat? Apa risiko melahirkan di usia kehamilan 36 minggu?

Menurut dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, SpA (K), dokter anak konsultasi neonatologi RSCM, mungkin saja seorang ibu melahirkan prematur meskipun riwayat kehamilan sebelumnya selalu sehat. Penyebab lahir prematur bisa bermacam-macam misalnya ada masalah di ari-ari, kehamilan kembar, ibu terkena sakit kronis, konsumsi makanan yang kurang baik selama masa kehamilan, dan lain sebagainya.

Bayi di dalam kandungan tumbuh kembang dengan pesat di trimester terakhir. Itulah kenapa bayi yang dilahirkan sebelum 37 minggu tetap dianggap prematur. Karena seharus bayi masih bertumbuh kembang di dalam kandungan, tetapi karena beberapa alasan harus dilahirkan sebelum usia kehamilan yang cukup.

Cara Menangani Bayi Prematur


Apakah bayi prematur akan tumbuh kembang dengan optimal?

Bayi prematur memang memiliki berbagai risiko keterlambatan dalam tumbuh kembang. Hal seperti ini pastinya akan membuat orang tua menjadi sedih. Tetapi, sebaiknya jangan berlarut-larut. Bayi prematur masih mungkin memiliki kesempatan untuk tumbuh kembang secara optimal.

Ada 3 hal yang sebaiknya harus diperhatikan, yaitu:

  1. Rutin kontrol untuk pemantauan tumbuh kembang
  2. Tanyakan apakah bayi sudah tumbuh sesuai kurva pertumbuhan
  3. Apakah perkembangan sudah dicapai sesuai usianya

Usia koreksi = (usia gestasi + usia kronologis) - 40 minggu

Usia gestasi, dihitung dari hari pertama haid hingga melahirkan
Usia kronologis, dihitung sejak bayi dilahirkan

Pada bayi prematur ada yang disebut usia koreksi. Misalnya seorang ibu melahirkan di usia 33 minggu. Usia bayinya saat ini sudah 20 minggu. Tetapi, karena dilahirkan secara prematur berarti usia koreksi belum sampai 20 minggu.

(33 minggu + 20 minggu) - 40 minggu = 13 minggu

Jadi berdasarkan ilustrasi di atas, bayi prematur yang usianya 20 minggu, sebetulnya usia koreksinya baru 13 minggu. Artinya, tumbuh kembang bayi prematur berusia 20 minggu tersebut tumbuh kembangnya harusnya sesuai dengan bayi cukup bulan berusia 13 minggu. Itulah kenapa dikatakan kalau bayi prematur berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Penghitungan usia koreksi ini hanya sampai usia 2 tahun.

[Silakan baca: #Nutritalk - Jangan Sampai Tumbuh Kembang Anak Terganggu karena Pencernaannya Sensitif. Yuk, Cari Tau Cara Mengatasinya]

Ujian Sesungguhnya Ada di Rumah


Ketika bayi prematur masih berada di rumah sakit, tentu saja banyak tenaga medis yang siap siaga? Ujian sesungguhnya terjadi saat di rumah. Kadang-kadang orang tua masih bingung menangani bayi prematur bila sudah di rumah. Belum lagi kalau menghadapi banyak omongan yang kurang mengenakkan hati.

Konsultasi ke Dokter Secara Berkala

Bayi prematur lebih membutuhkan perhatian dan perawatan. Konsultasi secara berkala tentu saja harus dilakukan. Ikuti apa yang dokter anjurkan. Bertanyalah sebanyak mungkin bila tidak tahu.  Auspan gizi bayi prematur tentu berbeda dengan bayi lahir cukup bulan. Tanyakan secara detil kepada dokter.

Biasanya bila ada seorang ibu yang secara emosi kurang baik karena melahirkan prematur, dr. Putri akan meminta ibu tersebut tenang terlebih dahulu. Tujuannya agar ibu bisa merawat bayi prematur dengan baik bila sudah tenang.

Abaikan Pendapat Miring

Omongan yang kurang mengenakkan hati sangat mungkin diterima oleh ibu yang melahirkan prematur. Joana Alexandra pun merasakannya. Senada dengan apa yang diucapkan oleh dr. Putri, menjaga perasaan tetap tenang itu sangatlah penting.

Joana mengatakan bahwa yang mempengaruhi tumbuh kembang anak justru sikap seorang ibu. Abaikan saja semua pendapat miring. Malah lebih berbahaya sikap seorang ibu yang sudah pesimis dengan masa depan anak.

Memiliki support system sangatlah penting membuat ibu tetap tenang. Joana mengatakan bahwa suaminya sangat mendukung dirinya. HAl-hal kecil yang dilakukan suaminya sudah membuatnya bahagia.

Lakukan Metode Kangguru

Bayi prematur biasanya lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Oleh karena itu biasanya bayi prematur ditempatkan di inkubator saat berada di rumah sakit. Tetapi, bila sudah di rumah kan biasanya tidak ada inkubator. Ibu bisa melakukan metode kangguru sebagai inkubator alami.

Metode ini memang terinspirasi dari binatang kangguru. Bayi kangguru ditempatkan di kantong ibunya supaya tetap hangat dan menyusui. Metode ini mudah dan murah untuk dipraktekkan. Ketika melakukan metode kangguru, kulit ibu akan bersentuhan dengan kulit bayi. Bayi yang hanya menggunakan popok diletakkan di dada ibu. Bayi akan mendapatkan kehangatan dari kulit ibu sehingga suhu tubuh dapat dikontrol. Melakukan metode kangguru juga menciptakan bonding antara ibu dan bayi. Ada ikatan emosional yang terjalin. Bayi juga akan lebih mudah menyusui kepada ibunya.

Perawatan dengan metode kangguru tidak hanya membuat berat badan bayi naik dengan cepat, tetapi banyak manfaat lainnya. Bayi bisa tidur lebih nyenyak, sistem pernapasan dan jantung lebih sehat, daya tahan tubuh lebih baik, dan lain sebagainya. Perawatan dengan metode ini juga dianggap mampu menekan angka kematian bayi prematur.

Perawatan metode kangguru harus dilakukan secara terus menerus hingga berat badan bayi mencapai 2500 gram. Sesekali ayah juga bisa ikut melakukan perawatan dengan metode kangguru.

Prematur Bukan Halangan


bayi prematur, tumbuh kembang optimal

Pada acara ini pun hadir ibu Yanne Sukmadewi, General Counsel Corporate Legal Advisory & Compliance Danone Indonesia, membuka acara dengan bercerita bahwa beliau juga seorang prematur. Beliau cerita sebagai anak prematur bukanlah halangan untuk berprestasi. Prestasi akademisnya selalu bagus hingga bisa kuliah di salah satu universitas negeri di Indonesia. Peran ibu juga sangat penting. Ibu Yanne mengatakan selain memperhatikan asupan gizi, ibunya juga sering mengajaknya beraktivitas di luar ruangan.

Nah, Chi sudah melihat sendiri buktinya kalau anak teman Chi bisa tetap sehat meskipun lahir prematur. Di acara Nutrisi Untuk Bangsa pun ibu Yanne juga ternyata seorang anak prematur.  Bila dirasa belum cukup, teman-teman bisa googling tentang tokoh dunia yang lahir prematur. Ada Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Charles Darwin, dan lain sebagainya.

Menurut dr. Putri, salah satu cara mencegah kelahiran prematur adalah dengan memeriksa kesehatan ibu. Bila sebelum hamil, ibu memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik, sebaiknya disembuhkan terlebih dahulu. Pada saat kehamilan perhatikan 1000  Hari Pertama Pada Kehidupan agar bayi dalam kandungan tetap sehat.

Banyak mitos seputar bayi prematur, termasuk anggapan bahwa bayi prematur adalah anak yang jenius. Ya, bayi prematur mungkin saja menjadi seorang yang jenius atau memiliki masa depan cerah. Tetapi, tentunya tidak terjadi begitu saja. Ada peran orang tua yang selalu memberikan yang terbaiknya baik bayinya dari mulai asupan gizi hingga stimulasi

60 komentar:

  1. Untuk bayi prematur jenius, aku dengernya seriiing bangets. Ah, jadi hampir percaya jadinya.
    Tapi baca artikel ini pas di awal sempat jleb. Anakku ketiganya lahir umur 37 minggu (yang pertama meninggal saat 13 hari). Syukurlah, berarti bukan prematur meski yang terakhir dulu sempat muati rutin disinari di RS

    BalasHapus
  2. Oh.. Saya langsung bookmark artikel mbak. Bayi saya persis seperti temannya mbak, lahir cuma 1kg di minggu ke 28 lebih 5 hari. Alhamdulillah, sekarang bayi saya (usianya mau 1 tahun) tumbuh sehat, lincah dan doyan makan. Walau begitu saya masih ketar-ketir jika ada keterlambatan dalam pertumbuhannya...

    BalasHapus
  3. Bayi premature memang perlu mendapat ekstra perhatian lebih ya, karena rentan sakit. Penting memang rutin kontrol untuk memantau tumbuh kembang si bayi. Semangat buat ibu2 yg melahirkan bayi premature.

    BalasHapus
  4. makasih sharingnya mba, waduh semoga saya sehat2 saja dan bisa melahirkan dengan lancar nanti tanpa kendala..walaupun prematur bisa ditangani tetap harapannya bayi lahir matang sempurna

    BalasHapus
  5. Cucu bunda kstika lahir memang premature, masul inkubasi karwna beratnya cuma 1.5 kg. Cuma bertahan 3 hari aja hari ke4 Syifa pergi pergi. Kl ada Shif sd berusia 18 th.

    BalasHapus
  6. Memang acara yang diadakan NUB ini mengedukasi, kereenn 👍

    BalasHapus
  7. Oh.. tanggal 17 November itu diperingati hari Prematur Sedunia toh, baru tahu saya, Mbak.

    Penyebab bayi prematur macem-macem yaa.. salah satunya konsumsi makanan yang kurang baik juga.

    BalasHapus
  8. Setuju, mbak.. untuk pendapat miring dari orang-orang, mending gak usah diabaiakan. Seharusnya mensupport kepada ibu yang melahirkan dengan prematur biar kuat dan siap untuk merawat bayi prematur.

    BalasHapus
  9. Memang tidak mudah merawat bayi prematur. Namun jika tahu caranya bayi prematur dapat tumbuh normal

    BalasHapus
  10. aku baru tahu ada peringatan hari prematur sedunia tgl 17, btw mengenai prematur kukira ga ada something yang perlu dikhawtirkan loh mba ternyata malah kudu waspada dan ada treatment kheseus ya jangan sampe impactnya nanti..bagus acaranya

    BalasHapus
  11. Teman kantorku dulu juga melahirkan baby prematur. Aku aja nggak berani gendong saking kecilnya. Eh tapi kalo dilihat pertumbuhannya, ngalahin baby lahir normal

    BalasHapus
  12. Ooo.. 32-36 minggu termasuk moderate to late ya. Anakku ada yg Lahir 34 minggu tapi bbl udah 3.4 kg 😂

    BalasHapus
  13. Ooo.. Anakku ada yg lahir 34 minggu tp bbl 3.4 kg 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas sharing ilmunya ya. Bermanfaat dan sangat membesarkan hati para ibu yg bayinya prematur pastinya

      Hapus
  14. Berarti keponakanku dulu masuk kategori yg 1, extremly premature karena terpaksa dilahirkan saat usia kandungan menuju 7 bulan. Alhamdulillah anaknya sehat dan tumbuh kembangnya bisa normal, sekarang sudah kelas 1 SMP.

    BalasHapus
  15. Anak teman saya lahir prematur mbak. Sekarang usianya sudah hampir 4 tahun. Dibanding anak seusianya dia malah paling pinter lho.

    BalasHapus
  16. Ini wajib dibaca bagi para calon Orang tua dan yang sudah jadi orang tau...

    BalasHapus
  17. Anak anakku juga BBLR mba, meskipun gak prematur tapi kurang lebih hampir sama treatment nya

    BalasHapus
  18. Aku juga punya sepupu yang melahirkan secara pre-mature.
    Yang kakanya qodarulloh meninggal...setelah dilahirkan.
    Sedangkan adiknya, mampu bertahan hingga sekarang sudah berusia 1 tahunan.

    Learning point nya adalah sang Ibu harus kuat dengan omongan banyak orang.
    Karena memang awalannya berat, gak sama dengan bayi pada umumnya.

    Ngejar ketertinggalannya luar biasaaa~

    BalasHapus
  19. Tetanggaku dulu juga ada yang melahirkan prematur. Tapi dia melakukan perawatan di rumah. Sekarang anaknya tumbuh sehat, bahkan udah merit pula :)

    BalasHapus
  20. Mba Chi, Intan suka sekali sama semangat temen mba itu. Menerima tapi tidak menyerah, seharusnya dalam setiap keadaan kita bereaksi gitu ya. Woles tapi tetap berusaha do the best! :)

    BalasHapus
  21. Keren banget temanmu mba, nggak terpengaruh vonis dokter dan tetap semangat merawat bayinya..

    BalasHapus
  22. Aku baru tahu kalau 17 November diperingati sebagai hari prematur sedunia. Wajib banget ini dibaca oleh para calon orang tua.

    Abaikan pendapat miring. Aku setuju banget sama poin itu.

    BalasHapus
  23. It’s good to know that even premature babies have big chances to grow properly.. yang penting asupan nutrisi terjaga baik

    BalasHapus
  24. Metode kanguru ini berapa lama ya Mbak setiap harinya? apa waktu tidur juga perlu metode seperti ini?

    BalasHapus
  25. abaikan pendapat miring ini penting lhooo. Ada aja ya nyinyir sana-sini yang suka membandingkan anak.

    BalasHapus
  26. Sepupuku lahir prematur jg mbak. Alhamdulillah ya bisa gede, sehat, pinter, bahkan masuk sekolah favorit dan sblm nikah kerja di perisahaan bergengsi. Yg penting emang dirawat dgn telaten dan tentu aja lakuin saran2 dokter kyk skrining2 gtu

    BalasHapus
  27. Ibunda juga bisa menjadi inkubator alami untuk dede bayi ya Mba, ternyata.
    Aku belajar banyak nih, soal bayi prematur.katanya ktahanannya lebih ringkih dari kelahiran normal.

    BalasHapus
  28. Chi, mau nanya, kalau yang metode kanguru itu apakah si ibu juga tidak mengenakan baju untuk sementara waktu agar kulit tetap saling bersentuhan?

    BalasHapus
  29. Asal dirawat dengan baik dan penuh kasih biasanya anak prematur akan tumbuh sehat dan ceria ya mbak. Ada anak teman prematur sekarang sehat bgt badannya

    BalasHapus
  30. Adikku lahir prematur kurang tujuh hari baru genap tujuh bulan, tapi alhamdulillah adikku sehat walafiat, metode yg dipake cuma tradisional yg mungkin skrg udh jarang di praktekin yah mba

    BalasHapus
  31. Masya Allah...baca artikel ini saya jadi teringat beberapa teman yang punya bayi prematur juga. Dan bener rata2 yang prematur, mereka tumbuh sehat dan cerdas. Makasih sharingnya, Mbak. Manfaat banget

    BalasHapus
  32. Nambah ilmu nih dalam dunia per-emak2kan..

    BalasHapus
  33. Banyak info baca artikelnya, terima kasih ya Mbk. Keponakan udlu juga lahir prematur dan banyak sekali cara perawatannya.

    BalasHapus
  34. Salut untuk temannya..perjuangan seorang ibu yg tak mau menyerah untuk kebaikan anaknya..

    BalasHapus
  35. Memang perlu spesial untuk handle bayi premature, tapi Insaallah kalau handlenya sesuai akan tumbuh dengan sehat dan normal

    BalasHapus
  36. Keke gedhe ya mbak, hampir 4 kg.
    Soal bayi prematur, ingat keponakan temen. Ibunya preklamsia, blm waktunya udah SC, bayinya kecil,sekarang baru 3,5 tahun brratnya 25 kg. Gendut dan aktif. Anakku yg normal aja klah

    BalasHapus
  37. Aku trauma denger perina secara Pascal juga masuk ke sana bukan karena prematur sih. Nah Alvin juga kay aKeke dia kuning juga jadi harus disinar.
    Anak prematur bisa tumbuh dengan baik asal mengikuti aturan dari dokter aja ya, banyak yang sehat dan tumbuh normal

    BalasHapus
  38. Saudaraku melahirkan baby prematur dan kudu ati-ati banget dalam merawat nya plus sering periksa kesehatan juga.

    BalasHapus
  39. Adik saya ada yang lahir prematur, Mbak Chi. ALhamdulillah tumbuh sehat. Selalu ranking umum dulu. Sekarang orangnya tinggi besar, gendut :D

    BalasHapus
  40. Aku mengalami ini, mbak. Saat kelahiran anak pertama itu prematur. Badannya kecil, selain itu juga seminggu di rumah bilirubinnya cukup tinggi.
    Tapi Puji Tuhan, dengan kekuatan Asi , skin to skin, dan matahari membuat anak ini bertumbuh besar, umur 2 bulan dia mulai gendut 😊

    BalasHapus
  41. Benar Mbak, ujian yang sebenarnya itu ketika sudah di rumah. Kadang orang ingin menunjukkan perhatian, tapi caranya yang mungkin kurang tepat.

    BalasHapus
  42. Aku punya teman anaknya lahir prematur. Sayangnya teman saya meninggal dan anaknya sekarang dirawat oleh ayahnya bersama ibu barunya. Semoga dia baca artikel ini ya.

    BalasHapus
  43. Aku baru tau metode kanguru dari tulisanmu mba. Kalo secara logika memang untuk metode kanguru ini logis banget sih. Anak bisa catch up fisiknya karena selalu ada di dekapan ibu😊

    BalasHapus
  44. aku punya ponakan yang lahir prematur, tapi sayang ibunya kurang aware sama perkembangan anaknya... aku kasian jadinyaaaa

    BalasHapus
  45. Jadi bayi prematur itu tetep ada harapan untuk hidup sehat ya mba asal rajin konsultasi ke dokter ya. Thank you mba informasinya. Berguna sekali.

    BalasHapus
  46. Aku selalu suka event dan informasi kayak gini mak Chi. Meskipun anak2 udah mulai gedhe. Informasinya selalu kepake

    BalasHapus
  47. Emang kalau bayinya prematur segera lakikan skrinning sedini mungkin supaya bisa segera diatasi maslahnya ya mbak. InsyaAllah dengan nutrisi dan stimulasi yg tepat anak2 ini jg akan tumbuh dan berkembang normal.

    BalasHapus
  48. Salut sama ortu2 bayi prematur, sabarnya luar biasa. Banyak teman yg anaknya prematur tapi luar biasa pintarnya, karena ortunya hebat2 :)

    BalasHapus
  49. Anak bungsuku lahir prematur Myra. Lahir di usia 29 minggu

    BalasHapus
  50. Putri bungsuku waktu lahir dulu krn prematur jzdi beratnya cuma 1,9 tapi tingginya 54 cm sih

    BalasHapus
  51. Abaikan pendapat miring. Bener bgt ni, org2 suka dg mudah komen hal2 yg menekan mental, bukannya bantu malah bikin tambah pusing ya.

    BalasHapus
  52. Temenku dulu nelahirkan bayi premature, banyak organ blm smpurna, smpe bbrp bulan dirawat di RS, setelah pulang pun msh aja sering sakit2an. Untungnya support sistem bagus, si anak skrg udah SD, tumbuh sehaat

    BalasHapus
  53. Metode kangguru nih kayaknya memang motode yang efektif banget untuk anak yang terlahir prematur. Anak yang terlahir prematur memang membutuhkan penanganan yang berbeda tapi banyak juga yang alhamdulillah tumbuh kembang dengan baik. Alhamdulillah

    BalasHapus
  54. Butuh banget perhatian lebih ya mba bayi premature ini. Kedua orang tua harus memperhatikan ekstra anaknya.

    BalasHapus
  55. Ih baru tahu mbak kalau ada hari prematur sedunia. Betewe acaranya bermanfaat banget Mbak. Tipsnya dicatat

    BalasHapus
  56. Bayi prematur ini memang rentan dan harus ektra banget merawatnya. Aku punya temen yang melahirkan prematur, perlu perawatan sama asupan nutrisi yany maksimal. Perkembangan yang memang ngga pesat di awal kelahiran, tapi alhamdulillah sekarang sehat.

    BalasHapus
  57. Ibu yang melahirkan bayi prematur tentunya merasa was-was luar biasa yaaaa.. Oleh karena itu supporting system memang sangat diperlukan. Ibu ini membutuhkan pemacu semangat, bukan sindiran ataupun nyinyiran.

    BalasHapus
  58. Terima informasinya Mbak, tentang bayi prematur ini benar-benar ilmu baru buat saya. :)

    BalasHapus
  59. Informasi lengkap banget sist, walau belum punya anak tapi baca ini jadi paham banget deh tentang asupan gizi bagi baby

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^