Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik - Keke Naima

Selasa, 08 Mei 2018

Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik

Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik

Tips Mempercantik Tampilan Blog Dengan Foto Yang Menarik


Iyeeess! Akhirnya menulis lagi untuk KEB. Sekian tahun lalu, Chi sempat ikut berkontribusi untuk web KEB. Setelah sekian lama vakum, ada juga rasa kangen. Akhirnya Chi ikutan Collaborative Blogging (#KEBBloggingCollab) dan bergabung di kelompok Siti Nurbaya dengan Mak Ucig sebagai ketuanya. 😘

Postingan trigger kelompok kami minggu ini di web KEB adalah Tampilan Blog Lebih Menarik dengan Infografis. Chi tentunya akan menanggapi tulisan dari Mak Dzulkhulaifah Rahmat atau biasa dipanggil Eva.

Dalam setiap postingan, Chi selalu memberikan foto. Diusahakan foto sendiri, tapi kalau gak ada Chi ambil dari beberapa website di internet. Nah, kalau mau pakai foto sendiri, pastikan sudah tau etikanya, ya. Jangan asal comot tanpa izin dari pemilik foto. Atau cari stock foto di internet yang memiliki lisence CC0.

Photoshop

Dulu Chi selalu pakai Photoshop. Walaupun gak jago banget, tapi Chi suka. Sejak pc di rumah rusak, otomatis gak bisa pakai Photoshop. Di laptop gak install Photosop. Salah satu contoh hasil Photoshop yang Chi buat adalah foto paling atas dari postingan ini.

BeFunky

Sejak gak bisa pakai Photoshop, Chi mulai mencari photo editing online. Di internet banyak pilihannya. Biasanya Chi paling sering pakai BeFunky. Memang gak senikmat seperti menggunakan Photoshop, tapi lumayan, lah. Setidaknya bisa buat nge-crop, editing sedikit, dan nambahin watermark.

Snapseed

Nah ini kurang lebih sama kayak BeFunky. Bedanya, kalau BeFunky Chi gunakan saat menedit foto menggunakan laptop. Sedangkan Snapseed Chi gunakan saat mengedit menggunakan smartphone. Kalau mau pakai Snapseed, install dulu aplikasinya, ya.

[Silakan baca: Menjadi Blogger Produktif, Me Time, dan Buah Tangan Penuh Cinta Julie's Peanut Butter Sandwich]

Canva

Chi agak jarang pakai Canva, tapi bukan berarti gak pernah. Paling Chi pakai kalau pengen fotonya ada tulisan judul blog. Banyak teman blogger yang menggunakan Canva untuk membuat infografis. Chi jarang banget bikin infografis.

Bagaimana dengan watermark? Pernah membaca beberapa pendapat kalau diwatermark percuma aja. Sekarang watermark bisa dihapus sama orang lain. Ya, bisa jadi begitu. Tapi, kalaupun tetap mau dikasih watermark juga gak apa-apa, sih.

Sebagai contoh adalah Barry Kusuma, travel photographer yang foto-fotonya keren banget. Barry Kusuma juga seorang blogger. Kalau teman-teman lihat foto-fotonya di blog, watermak di setiap foto ukurannya gede ajah. Tapi, berbeda dengan di Instagramnya. Gak ada watermark sama sekali. Chi gak tau alasannya kenapa di blog dikasih watermark gede sedangkan di IG tidak. Tapi, setidaknya Chi coba menyimpulkan kalau sekelas Barry Kusuma pun gak masalah pakai watermark.

"No photo, hoax!"

Pernah mendengar/membaca kalimat itu? Atau malah kita sendiri yang pernah berpendapat begitu? Kalau kata Chi, pendapat itu udah kurang tepat, ya. Gak selalu postingan tanpa foto itu berarti hoax. Tapi, kalau foto bisa membuat tampilan blog atau postingan menjadi lebih menarik seperti pendapat Mak Eva, pemilik blog Youngesteight, Chi setuju banget.

20 komentar:

  1. pengen bisa photoshop tapi belum bisa sampe sekarang. hehe.
    soal watermark, aku juga males mbak ngasih watermark, seringnya langsung posting aja. sadar fotoku belum bagus2 amat. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman saya, harus sambil praktek, Mbak. Biar cepat bisa.
      Gak harus foto yang bagus juga, Mbak. Watermark, sih, pilihan masing-masing aja. :)

      Hapus
  2. makasih tipsnya, mau coba Be Funky ah..soalnya kalau harus download aplikasi beraaaat

    BalasHapus
  3. Snapseed andalan aku banget nih.. baru tau tentang be funky, nanti coba ahh. Makasi info nya mak 😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama! Lumayan, ya, edit foto di Snapseed

      Hapus
  4. Ku blum pernah pakai be funky mak Chiiii...
    mau coba ah ^^ watermark biasanya pake, pernah juga sih nggak :))

    BalasHapus
  5. Waaah toss mak. Aku juga sering pakai Befunky, senang deh karena loadingnya cepet ihihi.

    BalasHapus
  6. saya bisa pakai photoshop untuk basicnya mba, tapi senjak laptp saya install pakai linux ga bisa lagi deh, tapi sekarang gantinya aplikasi GIMP, saya rasanya levelnya cukup tinggi kok, meskipun masih dibawah photoshop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Linux gak bisa untuk Photoshop, ya?

      Hapus
  7. Seneng kalau pakai snapseed itu editingnya mantap. Toolsnya banyak banget dan aplikasinya update terus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak. Mudah pula pemakaiannya

      Hapus
  8. tambahkan 1 lagi kak... Corel Draw :D aku nyaman sama itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah gak nyaman dengan Corel Draw

      Hapus
  9. BeFungky aku belum pernah nyoba, kapan2.ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo coba, Mbak. Mudah penggunaanya :)

      Hapus
  10. Aku pakai photoshop juga untuk infografis sebisa mungkin, install di laptop. Tapi juga nambah2 pake snapsheed di Ponsel, barusan aih kalo ini, 4 bulanan.

    BalasHapus
  11. Saya juga seneng pakai Snapseed. Biasanya saya pakai tools Drama untuk menambah unsur emosi di fotonya. Dengan Snapseed, foto yang semula tidak beremosi jadi mengandung unsur perasaan dari fotografernya.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^