Haruskah Terlihat Pangling Saat Menikah

Haruskah Terlihat Pangling Saat Menikah? - Siapa yang Sabtu lalu menonton live Royal Wedding? Pasti banyak, tetapi Chi gak termasuk diantaranya. MasterChef Junior U.S Finale lebih penting. 2 jagoan Chi yaitu Beni dan Avery masuk final. Makanya penting buat Chi untuk menonton final MasterChef Junior U.S. *Senang akhirnya Beni yang menang. Yeay! πŸ˜‚*


Membandingkan Gaya Make Up


Tapi, bukan berarti Chi gak merhatiin Royal Wedding, lho. Hari gini, beritanya mudah ditemukan di mana-mana. Termasuk baca komen-komen netizen dari mulai yang suka sampai yang nyinyir eh bawel 😜.

Salah satu yang banyak di bahas di internet adalah make up Meghan Markle yang sederhana. Suka gak dengan make upnya? Kalau Chi suka banget. Tapi, dari banyaknya komentar, ada yang dirasa agak mengganggu yaitu komentar para netizen yang membanding-bandingkan dengan make up pengantin tradisional Indonesia.

Sebetulnya komentar membandingkan seperti ini udah terasa sejak pernikahan Putri Marino. Make up Putri Marino juga kayak Meghan Markle. Istilah make up no make up look, ya? *Maapkan kalau salah istilahnya. Jarang make up juga, jadi kurang paham. πŸ˜‚*

Meghan terlihat cantik? Putri Marino terlihat cantik? Iya banget kalau menurut Chi. Tapi, bukan berarti Chi gak suka dengan gaya make up lainnya. Makanya berasa aneh aja ketika suka dengan gaya make up Meghan dan Putri, trus bilang kalau make up pengantin tradisional Indonesia kayak ondel-ondel, vampir, dan lain sebagainya.

Kenapa juga harus membandingkan trus menjelekkan, sih. Coba aja googling, banyak juga gaya make up bold yang bagus. Ya gak apa-apa juga membandingkan, asalkan jangan nge-bully. Make up kan urusan selera. Sama aja kayak makanan. Kalau sukanya steak bukan berarti kita bebas mengejek yang lebih suka rendang, kan?


Make Up yang Bikin Pangling


"Kalau Chi menikah pasti bakal manglingi."

Ketika Chi mau menikah, sekitar 15 tahun yang lalu, beberapa saudara bilang begitu. Tadinya Chi gak ngerti arti pangling. Trus pada bilang kalau pangling artinya tampil beda. Alasannya, Chi nyaris gak pernah dandan. Bedakan aja gak pernah. Paling pakai lipstik aja. Makanya mereka yakin bakal pangling.


pangling/pang·ling/ Jw v tidak mengenal lagi: aku sudah -- kepadanya

Gara-gara rame yang bahas tentang make up pangling dan gak pangling saat ini, Chi jadi penasaran dengan arti kata yang sebenarnya menurut KBBI. Ternyata bukan seperti yang Chi pahami selama ini. Pangling gak sekadar terlihat beda, tetapi juga tidak dikenali lagi. Hmmm ... Kalau saat nikah K'Aie masih mengenali Chi, berarti make upnya gak pangling, ya? πŸ˜‚ Tetapi, emang ada make up yang bikin pengantinnya jadi tidak dikenali lagi? Hehehe

Tetapi, anggap aja Chi lebih setuju dengan pemahaman lama. Pangling itu artinya terlihat beda. Buat Chi yang memang saat itu nyaris gak pernah dandan, mau make up gaya apapun kayaknya memang bakal bikin pangling. Makanya, belum apa-apa beberapa sodara udah berpendapat seperti itu.

Lantas bagaimana dengan perempuan yang sering bermake-up? Apa gak bakal manglingi nanti penampilannya. Chi perhatiin sebagian ada yang berpendapat begitu. Mungkin karena efek kejutannya udah berkurang, ya, alias udah terbiasa melihat perempuan tersebut ber-make up. Jadi ketika menikah pun udah gak aneh dengan dandangannya.

Tetapi, bukan berarti gak bisa tampil beda. Mungkin biasanya dandan dengan make up yang terlihat kuat warnanya, misalnya lebih suka lipstik yang warna merah. Saat menikah memilih warna soft. Biasanya akan terlihat berbeda. Kalaupun tetap memilih dnegan style yang sama, buat Chi gak apa-apa juga. Kalau pengantinnya memang nyaman seperti itu, ngapain juga jadi kita yang ribet sampe nge-bully? 😁


Apapun Gaya Make Up Mu yang Penting Bahagia


Pernikahan biasanya melibatkan banyak orang. Apalagi pernikahan di Indonesia. Umumnya pernikahan di Indonesia itu hajatan keluarga. Semua merasa berhak bersuara memberikan pendapat dan mengambil keputusan. Pernikahan di Indonesia sepertinya memang harus banyak komprominya.

Untungnya keluarga besar Chi maupun K'Aie bukan termasuk yang suka memaksakan kehendak. Berbagai pendapat tetap ada, tetapi tidak memaksa. Kalaupun iya, kayaknya kami berdua juga cuek hahahaha.

Contohnya untuk urusan make up pengantin. Pilihan Chi saat itu adalah salah satu Make Up Artist (MUA) di Bandung. Pada zaman itu, agak gak lazim memilih MUA. Ada beberapa saudara yang bertanya kenapa gak pakai perias pengantin tradisional.

Chi gak anti dengan perias pengantin tradisional, kok. Tetapi dari beberapa perias yang dicari, pilihan memang akhirnya ke salah seorang MUA. Rekomendasi teman-teman dan sodara aja gak cukup. Lihat album foto milik perias juga gak lantas bikin Chi langsung tertarik. Tahap seleksinya dari mulai ngobrol ini-itu hingga test make up. MUA yang dipilih ini hasil test make upnya paling sreg buat Chi. Periasnya juga lebih asik diajak diskusi. Terbuka dengan segala masukan.

Baju pengantin yang Chi pakai saat akad dan resepsi pun bukan kebaya tradisional, tetapi modern. Sampai ada teman yang agak protes karena gak ada satupun rangakain melati di kepala Chi. Mawar putih menjadi pilihan untuk menghias rambut Chi. Konon, diam-diam mengambil beberapa bunga melati di rambut pengantin wanita akan membuat cepat mendapatkan jodoh. Chi, sih, gak percaya yang kayak begitu. Tetapi, yang lain ada yang percaya makanya protes. πŸ˜…

Chi cukup rewel ketika memilih perias. Semua ini bukan karena sekadar ingin tampil sempurna. Tapi, sebagai seorang introvert yang suka kurang percaya diri kalau bertemu banyak orang, Chi merasa harus nyaman dengan diri sendiri dulu. Chi sadar kalau nanti jadi pengantin, para tamu juga akan melihat riasan pengantin wanita. Gak berharap akan banyak dapat pujian, sih. Tapi, kalau Chi aja udah minder dengan penampilan diri sendiri, gimana mau nyaman menghadapi banyak tamu. Di pikiran Chi saat itu kalau udah pede dengan diri sendiri, terserah aja deh orang mau suka atau enggak dengan riasannya.

Makanya Chi benar-benar rewel ketika memilih perias. Bahkan setelah dapat perias yang sesuai pun, Chi tetap minta begini-begitu. Requestnya banyak dan test make up lebih dari sekali. Tentu aja Chi gak memaksakan diri. Pendapat perias juga didengar. Contohnya ketika Chi meminta jangan dikonde. Alasannya karena kepala Chi mudah sakit. Chi gak mau sakit kepala saat menikah. Nanti gak nyaman menghadapi tamu. Trus periasnya bilang kalau sebaiknya tetap dikonde. Beliau menjamin kalau konde yang dimilikinya sangat ringan. Bener aja, setelah Chi coba ternyata beneran ringan. Chi pun nyaman menggunakannya.

Alhamdulillah, Chi puas banget dengan make up saat akad dan resepsi. Keluarga besar juga suka. Makanya ketika adik Chi menikah beberapa tahun kemudian dan Chi diminta mengurus pernikahannya, udah gak banyak yang tanya lagi kenapa pilihannya kembali ke MUA. Meskipun bukan MUA yang sama karena adik Chi menikah di Jakarta dan Chi lost contact dengan MUA sebelumnya karena HP Chi rusak. *Maaf, ya, gak bisa Chi upload foto riasan saat akad dan resepsi karena saat itu belum berhijab. 😊

Postingan ini gak sekadar untuk ikut-ikutan ngebahas Royal Wedding, sih. Tetapi, juga semacam pesan untuk anak-anak, terutama Nai. Kelak kalau dia menikah, Chi terserah aja dia mau make up kayak apa. Mendengarkan berbagai pendapat tentu aja boleh, tetapi jangan sampai terpaksa. Bikin diri sendiri bahagia dulu dengan gaya make up yang dipilih asalkan jangan yang terlalu aneh aja. *Bundanya mikirnya kejauhan, nih. πŸ˜‚