Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di Rumah Aja

By Keke Naima - April 06, 2020

Tips Memasak Hemat dan Nyaman Saat di Rumah Aja - Masak apa hari ini? Saat semua berjalan normal, mungkin pertanyaan itu gak bikin pusing-pusing amat. Tetapi, ketika kemudian keluar himbauan tentang social distancing di mana aktivitas sekolah dan mayoritas pekerja mulai diliburkan, mulai bingung deh dengan urusan mengatur menu.

tips memasak hemat dan nyaman saat di rumah aja



Bukan berarti gak boleh untuk membeli makanan di luar. Tetapi, di masa pandemi ini di mana banyak sektor terkena imbas, termasuk ekonomi, membuat banyak masyarakat yang mulai melakukan penghematan.

Bersyukurlah bagi kita yang masih memiliki dana cukup. Meskipun begitu sebaiknya memang tetap melakukan penghematan sebisa mungkin supaya tabungan gak terkuras banget. Tanpa bermaksud pesimis, tetapi belum ada gambaran juga kapan pandemi ini berakhir.

[Silakan baca: Tips Menjelaskan Pandemi Virus Corona Kepada Remaja


Cara Memasak yang Hemat


cara memasak yang hemat
Main musik bisa jadi salah satu aktivitas biar gak ngemil melulu


Pandemi COVID-19 ini seperti memaksa banyak orang untuk mulai mengatur lagi keuangan, terutama di pos pengeluaran. Bersyukur lah bagi kita yang masih terus mendapatkan gaji. Tetapi, kenyataannya gak semua seperti itu.

Kalau pun masih digaji, terus jajan di luar juga malah jadinya bikin boros juga. Ini beberapa tips yang Chi lakukan saat kami semua sedang di rumah.


Back to Content ↑


Menyusun Menu Mingguan

Pening gak membuat menu harian untuk keluarga? Kalau iya, berarti kita sama hahaha!

Jangankan masa physical distancing begini. Dalam keadaan normal aja, yang pertama kali langsung terlintas di pikiran adalah "masak apa hari ini?" Meskipun orang serumah gak milih-milih urusan makan, tetep aja menu hariannya bikin mikir. Soalnya mereka juga suka protes kalau Chi masaknya itu-itu melulu hehehe.

Sebetulnya Chi gak terbiasa bikin menu harian begini. Selalu belanja setiap 1-2 hari sekali. Tetapi, di masa pandemi ini kan mengurangi aktivitas ke pasar. Makanya mulai bikin menu harian. Tujuannya buat tau apa aja yang mau dibelanjain selama 1 minggu.

[Silakan baca: Menu Buka Puasa So Good, Resep Sosis Gulung Mie]


Back to Content ↑


Membuat Daftar Belanjaan

Ini masih ada kaitannya dengan menu harian. Setelah tau mau masak apa, buat daftar belanjaan. Dan, harus taat dengan daftar ini hehehe.

Ini pengingat untuk diri sendiri, sih. Meskipun udah tau mau belanja apa, tetapi sering kali ada aja belanja tambahan. Misalnya yang harusnya sekali belanja habis 100 ribu, malah jadinya bisa dobel hahaha. Makanya, sekarang Chi berusaha taat supaya lebih terukur pengeluarannya.


Back to Content ↑


Food Preparation

Chi tuh tadinya malas bikin food preparation. Udah pernah beberapa kali cobain. Tetapi, tetap lebih suka bolak-balik ke pasar.

Namun mengingat kondisi saat ini, tentunya harus mengurangi frekuensi ke pasar. Belanja dalam jumlah banyak sekaligus berarti harus tau juga bagaimana menyimpannya supaya tetap awet. Kalau googling sudah banyak tips tentang cara food preparation.


Back to Content ↑


Cek Persediaan di Lemari

Seringkali Chi suka belanja berbagai bahan makanan, tapi gak langsung di eksekusi. Malah akhirnya kelamaan di lemari dan dilupakan. Misalnya, nih, Chi beli beberapa kerupuk. Ditaro aja di lemari sampai lupa untuk digoreng.

Bukan berarti sebelumnya Chi gak pernah ngecek persediaan di lemari. Tetapi, selama ini paling sebatas ngerapihin aja. Selama masih ada ruang, terus aja diisi.

Hikmahnya kejadian ini adalah kami jadi lebih memperhatikan isi lemari. Lumayan banget banyak persediaan yang bisa diolah. Ada beberapa bumbu nasi goreng, kerupuk, pasta, dll.

Kalau di rumah memang ada beberapa persediaan seperti, lumayan membantu penghematan setidaknya untuk 1-2 bulan pertama. Jadi sekarang kosongin isi lemari dulu. Nanti baru belanja lagi.


Back to Content ↑


Membuat atau Membeli Makanan yang Lebih Murah

Banyak yang bilang kalau selama di rumah jadi lebih banyak ngemil. Memang iya juga. Gabut dan bosan jadi alasan kenapa banyak ngemil kalau di sini. Makanya, tetap kami imbangi dengan banyak aktivitas, misalnya olahraga, main musik, dll.

Beraktivitas termasuk berolahraga memang efektif mengurangi frekuensi ngemil. Cara lain adalah mencari camilan yang lebih murah harganya bila belanja di minimarket. Tetapi, kalau tips yang belanja camilan lebih murah masih agak jarang kami lakukan.

Selain berolahraga dan mencari kesibukan lain, Chi lebih suka masak camilan. Gak usah yang ribet dan mahal. Banyak kok camilan yang bisa dibuat dengan harga ekonomis, tetapi tetap enak. Rencananya kalau gak mager, Chi mau bikin postingan resep tentang camilan ekonomis. 

[Silakan baca: Cara Mudah Memasak Kari ala Jepang]


Back to Content ↑


Tips Hemat Memasak Lainnya

Chi sekarang jadi lebih perhatiin detil proses memasak. Misalnya, tentang menggunakan api kecil atau besar, penggunaan minyak, dll. Dulu pun suka perhatiin hal begini. Tetapi, sekarang semakin diperhatiin dan lebih disiplin lagi. Tujuannya ya supaya bisa melakukan penghematan.

Back to Content ↑


Tidak Hanya Hemat, Tetapi Juga Harus Nyaman


tips memasak yang nyaman
Masak ayam pakai bumbu instan


Ayo siapa yang setiap harinya nguprek terus di dapur karena orang serumah makan melulu? Hehehe. Kayaknya kebanyakan ibu akan mengalami hal sama. Setidaknya di beranda medsos Chi terlihat seperti itu.

Back to Content ↑


Bergantian Memasak

Memang benar saat pada di rumah aja, frekuensi makan sekeluarga jadi lebih banyak. Misalnya kalau siang kan K'Aie biasa makan di kantor. Sekarang jadi di rumah. Begitupun dengan anak-anak.

Nah, Chi gak mau masak sendirian. Yang berteman dengan Chi di FB, mungkin pernah melihat setiap kali upload foto makanan, Chi selalu menulis makanan tersebut dimasak oleh siapa. Artinya kami semua memang turun ke dapur.

Chi gak mau nguprek sendirian di dapur. Apalagi kalau sampai di sana terus karena orang serumah maunya makan melulu hahaha.


Back to Content ↑


Mengatur Pola Waktu Makan

Tips bergantian memasak mungkin gak berlaku kalau masih punya anak balita. Apalagi kalau suami juga keberatan ikutan masak. Mau gak mau memang kitanya yang harus sendirian terjun ke dapur.

Tips memasak yang kedua adalah mengatur pola waktu makan. Sebetulnya kami sekeluarga termasuk yang teratur dengan hal ini. Anak-anak sejak mulai mengkonsumsi MPASI pun mulai diajarkan disiplin. Gak ada camilan di luar jam makan.

Hanya di awal masa social distancing aja K'Aie dan anak-anak makan tanpa kenal waktu. Chi juga jadinya ikutan, sih. Waktu awal-awal aktivitas di dapur seperti gak berhenti. Sampai menjelang tengah malam masih ada aja yang nguprek.

Tetapi, lama kelaman waktu makannya mulai kembali normal. Paling sekarang ditambah dengan 1-2x ngemil yaitu di antara waktu makan pagi dan siang, serta sore hari. Tetapi, seringnya hanya sekali aja di sore hari. Itu karena mereka sarapannya di waktu brunch.

Pola makan ini sama aja kayak mereka liburan sekolah biasa atau saat akhir pekan. Kalau hari kerja, jarang ada camilan di rumah. Itu karena pagi-pagi mereka sarapannya hanya segelas susu. Makan berat saat brunch (istirahat sekolah), kemudian baru makan siang menjelang sore setelah sampai rumah. Terakhir ditutup dengan makan malam. Jadi memang agak jarang ngemil kalau di hari kerja.

Memang tetap aja waktu di dapur lebih banyak dibandingkan hari kerja dalam keadaan normal. Tetapi, dengan pola waktu yang jelas begini, jadinya lebih terukur waktu di dapurnya.


Back to Content ↑


Mengatur Jumlah Menu Harian

Biasanya masak berapa menu untuk sehari? Kalau Chi, tergantung mood lagi rajin atau enggak hahaha. Tetapi, sejak dulu pun, Chi selalu masak menu yang sama untuk makan siang dan malam. Jadi gak ada cerita tuh menu makan siang begini, makan malam lain lagi.

Kalaupun makan siang dan malam berbeda, biasanya udah diniatin sejak awal kalau salah satu dari waktu makan tersebut akan beli makanan. Bisa deliver order atau kami yang kulineran.

Membuat menu yang sama lumayan menghemat waktu karena cukup sekali ke dapur. Kecuali untuk beberapa makanan tertentu, misalnya ikan goreng atau tumis kangkung. Tentu enaknya disiapkan menjelang mau makan. Tetapi, kebanyakan menu bisa disiapkan dalam sekali masak.

Kalau untuk sarapan, biasanya pada nyiapin masing-masing. Anak-anak gak mau makan nasi untuk sarapan. Bisa segelas susu, roti, pancake, atau kentang. Akhir-akhir ini mereka paling seringnya makan olahan kentang.


Back to Content ↑


Memasak Makanan yang Awet dalam Jumlah Banyak

Beberapa makanan yang lumayan tahan lama biasanya Chi masak dalam jumlah banyak. Misalnya tahu/tempe bacam, sambal goreng, ayam ungkep, dll.

Awalnya Chi melakukan ini karena suka mager. Ya biar gak terus-terusan berlama-lama di dapur. Mending masak agak banyakan dikit. Jadi nanti sesekali tinggal dikeluarkan dari kulkas sesuai kebutuhan.

Asalkan disimpan di wadah yang bersih dan tertutup rapat, kemudian dimasukkan ke kulkas setelah dingin, makanan-makanan ini bisa awet lumayan lama. Bisa lebih dari sebulan.

Kalau awalnya supaya gak kelamaan di dapur, sekarang ada makanan begini di kulkas jadi berasa kayak nemuin harta karun hahaha. Di kulkas masih ada sambal goreng cumi asin pete yang Chi bikin beberapa bulan lalu. Ada juga ayam gulai, bacem, dan beberapa makanan lainnya.

Kalaupun sudah habis, Chi tetap akan buat beberapa masakan seperti ini. Supaya menghemat waktu di dapur.


Back to Content ↑


Memasak Gak Selalu Pakai Kompor

Pernah masak nasi liwet pakai magic jar? Chicken barbeque pakai microwave? Coba bikin, deh. Menu-menu seperti itu meminimalkan penggunaan kompor.

Nasi liwet pakai kompor hanya untuk menumis bumbu. Setelah itu semua bahan dicemplungin ke magic jar. Sedangkan chicken barbeque tinggal campur semua bumbu kemudian masukkan ke microwave. Masih ada banyak menu lain yang gak menggunakan kompor. Keuntungannya adalah gak perlu harus ditungguin. Nanti juga matang sendiri. Nah, sambil menunggu makanan matang, kita bisa melakukan hal lain.


Back to Content ↑


Stok Makanan atau Bumbu Instan

Kalau Chi gak anti sama yang serba instan. Meskipun lebih suka bumbu yang dibuat sendiri. Tetapi, sesekali pakai yang instan untuk menghemat waktu ya gak apa-apa. Atau kadang-kadang Chi pakai yang instan kalau lagi kurang enak badan, tetapi tetap ingin memasak.

Makanan instan boleh juga distok, termasuk mie. Nyetok secukupnya aja, ya. Bukan untuk ditimbun. Waktu awal diumumkan corona sudah masuk Indonesia, kami nyetok 1 dus mi instan. Itu juga karena dapat jatah. Semua warga di sini, tanpa memandang ekonomi masing-masing keluarga, dapat jatah 1 dus. Tetapi, sampai sekarang di rumah kami belum habis mie-nya.  Makanan instan gak hanya mi. Bisa juga sarden, kornet, atau lainnya.

[Silakan baca: Resep Praktis Menu Harian dengan Bumbu Instant Mamasuka]


Back to Content ↑


Mau Camilan? Bayar Dulu!

Ini idenya Chi lihat di FB. Ada beberapa yang share. Jadi, setiap camilan atau mie instan yang ada di rumah tuh dikasih harga. Kalau kepengen harus bayar.

Tentu aja bayarnya gak pakai duit, tetapi dengan aktivitas. Misalnya, kalau mau mie goreng instan berarti harus bantuin kerjaan rumah apa aja. Setiap camilan bisa beda-beda harganya.

Chi tidak menerapkan cara ini di rumah. Alasannya karena waktu makan kami sudah teratur. Jadi gak ada cerita ngemil tanpa waktu. Selain itu juga masih mau saling bantu untuk urusan rumah.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Aamiin. Kalau pun sudah berakhir, tips memasak hemat dan nyaman ini tetap bisa digunakan, kok. 😊

[Silakan baca: Ketika Anak Belajar di Rumah dan Semua Ibu Mendadak Menjadi Guru Gara-Gara Corona]


Back to Content ↑

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^