Ibu menyusui bahagia, ASI pun lancar. Setujukah dengan pendapat itu? Sebelum menjawab, Chi akan menceritakan pengalaman sata menyusui Keke dan Nai. Memang. kejadiannya udah lama banget. Lebih dari 10 tahun lalu. Tetapi, pengalaman berkesan, tentunya akan lebih lama tinggal di dalam ingatan.

suprasi, pekan asi sedunia, tips sukses menyusui, agar asi lancar
Foto milik IG: @andiyaniachmad


Dulu, Chi gak pernah berpikir kalau urusan menyusui harus ada support system yang baik, terutama suami. Tentu aja Chi bilang ke K'Aie kalau punya anak gak pengen mengasuh sendiri. Anak-anak juga harus dekat dengan ayahnya. Tetapi, untuk menyusui, Chi merasa itu hanya tugas ibu.

Untungnya proses menyusui yang Chi alami, nyaris tanpa drama. Ketika masih kandungan masih trimester awal, seorang bibi Chi menyarankan supaya puting rajin dibersihkankan dengan air hangat, kemudian diberi baby oil. Katanya, puting ibu hamil suka kelihatan ada putih-putih kayak kerak. Kalau gak rajin dibersihkan, nanti menutup pori-pori dan menghambat keluarnya ASI.

Pada saat itu, Chi belum internetan. Jadi patokannya, selama bukan saran yang aneh-aneh kayak penitiin gunting kecil di baju atau semacamnya, bakal Chi turutin. Saran bibi pun dituruti. Bener aja, memasuki usia kehamilan 7 bulan mulai rembes. Chi gak tau apakah itu termasuk ASI atau bukan, pastinya semakin mendekati kelahiran semain deras.

Jadi pengalaman Chi menjadi ibu menyusui memang nyaris tanpa drama. Alhamdulillah, ASI lancar banget baik saat menyusui anak pertama dan kedua. Mereka menyusui lebih dari 2 tahun. Masing-masing mendapatkan ASI Eksklusif pula. Pernah juga merasakan keseruan menyusui saat hamil dan tandem nursing.

[Silakan baca: Tips Agar ASI Lancar]


Pentingnya Support System


support system ibu menyusui, tips asi lancar, manfaat asi
Support system gak hanya dari suami. Semakin menyenangkan kalau keluarga dekat, lingkungan, dan sesama ibu juga saling mendukung
Foto milik IG: @akunovitania


Belakangan, Chi baru mengenal yang namanya support system. Katanya, support system yang baik itu akan bikin ibu menyusui bahagia. Efeknya ASI pun keluar dengan lancar.

Bia jadi yang membuat ASI Chi menjadi lancar memang karena support system. K'Aie mendukung banget istrinya ini memberikan ASI. Gak hanya mendukung, tetapi juga membantu mengurus anak.

Pagi-pagi nih biasanya yang mandiin Keke dan Nai adalah ayahnya. Trus, dibajuin juga. Pokoknya sampai beres dulu baru dikasih ke bundanya untuk menyusui. Kalau malam, K'Aie suka nemenin Chi bangun saat menyusui. Soalnya tau juga istrinya ini kalau udah bangun suka susah tidur lagi. K'Aie juga yang bantuin ganti popok saat tengah malam.

Banyak banget yang bisa diceritain tentang peran K'Aie dalam pengasuhan anak-anak sejak mereka lahir. Sebagai istri tentunya Chi merasa bahagia. Makanya ASI keluar dengan lancar.

Kalaupun ada sedikit drama itu saat hamil anak kedua. Mamah suka minta Chi menyapih Keke. Katanya gak tega melihat Chi masih menyusui pada saat hamil. Begitupun ketika Nai udah lahir. Beberapa kali Keke diminta disapih. Kali ini, alasannya karena khawatir nanti Nai gak kebagian jatah. Kakaknya pasti lebih kuat menyusunya.

Untungnya K'Aie tetap mendukung Chi untuk terus kasih ASI. Tentunya kami berkonsultasi juga dengan dokter kandungan maupun anak tentang menyusui selama hamil dan tandem nursing. Gak apa-apa kok menyusui saat lagi hamil selama kandungannya kuat. Pokoknya dijaga aja jangan sampai keseringan kontraksi pada saat menyusui. Bila itu terjadi, memang harus segera disapih. Begitu pun ketika tandem nursing. Gak usah khawatir ada perebutan jatah.

[Silakan baca: Weaning With Love]

Support system yang baik memang sangat penting. Apalagi di zaman media sosial ini. Seringkali drama terjadi tidak hanya dari rumah. Tetapi, juga dari pendapat netizen. Melihat cerita keberhasilan netizen saat menyusui, bisa bikin kita baper karena merasa gak seberuntung dia. Belum lagi judging dari banyak orang. Bisa bikin suasana hati makin down.

"Happy Mom, Happy Kids" begitu kata Adya Kirana, Parenting & Beauty Influencer bila ingin sukses menyusui. Adya Kirana menceritakan seperti apa perhatian suami saat istrinya masih menyusui. Tidak hanya membantu mengurus anak, tetapi juga menyenangkan hati istrinya. Begitupun dengan mertuanya yang sangat peduli dengan pemberian ASI. Sehingga selalu mengingatkan untuk selalu menASIhi.


Pekan ASI Sedunia 2019


Sabtu (10/8), Chi hadir di acara Sido Muncul dan Woop.id dalam acara "Don't Give Up! Tetap Menjadi Pejuang ASI" di Twin House Cipete, Jakarta. Tema ini sejalan dengan momen Pekan ASI Sedunia yang selalu diselenggarakan pada tanggal 1-7 Agustus.

Menurut dr. Raissa Djuanda, Spesialis Gizi, ASI adalah makanan terbaik bagu bayi. Kandungan dalam ASI sangat komplit dan mudah dicerna oleh usus bayi. Dalam ASI juga mengandung anti infeksi yang bisa meningkatkan sistem imun bayi. Fungsi anti infeksi dan peningkatan sistem imun ini ini hanya ada dalam ASI. Berbagai penelitian juga sudah membuktikan kalau dalam jangka panjang, anak yang diberi ASI lebih kecil risikonya terkena masalah obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya.

Selain menghindari stress, ibu menyusui juga harus tercukupi nutrisi dan hidrasi. Ibu menyusui mudah lapar sehingga membutuhkan tambahan kalori. Tentu saja jangan berlebihan karena tambahan yang dibutuhkan hanya sekitar 400 kalori.

Ibu menyusui jangan sampai kekurangan cairan. Tidak hanya berasal dari air minum. Cairan juga bisa didapat dari sayuran berkuah hingga buah. Kurang lebih ibu menyusui membutuhkan cairan sebanyak 10-12 gelas per hari.

ASI ada 2 jenis yaitu foremilk dan hindmilk. Warna foremilk lebih terlihat cair dan bening daripada hindmik. Kandungan lemak memang terdapat pada hindmilk. Itulah kenapa sangat disarankan untuk menyusui hingga payudara kosong. Sehingga bayi bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.

Semakin sering menyusui juga semakin banyak ASI yang diproduksi. Saat menyusui juga merangsang hormon prolaktin dan oksitoksin. Semakin sering bayi menyusui, semakin erat bonding ibu dan anak. Ibu pun semakin rileks ketika menyusui.

ASI yang keluar pada saat hamil bukanlah kolostrum. Hanya faktor biologis. Jadi gak usah khawatir anak tidak akan mendapatkan kolostrum karena ASI sudah rembes. Kolostrum hanya keluar setelah melahirkan.


Suprasi, Suplemen untuk Para Pejuang ASI


suprasi, manfaat daun katuk, suolemen ibu menyusui, suplemen agar asi lancar

Ternyata, tidak semua ibu bisa dengan mudah mengASIhi anaknya. Ada banyak sekali cerita menarik di balik perjuangan para ibu dalam memberi ASI.

Zaman masih ngantor, atasan Chi selalu rutin mompa ASI. Setelah itu disimpan di kulkas kantor. Chi yang waktu itu masih lajang, sempat terpana juga melihat atasan berusaha memompa ASI. Masih banyak lagi cerita seru dan segala drama tentang ibu menyusui.

Orang tua zaman dulu sering bilang makan katuk itu bagus untuk memproduksi ASI. Sudah terbukti juga secara ilmiah. Masalahnya adalah gak di semua tempat mudah ditemukan daun ini. Di pasar dekat rumah Chi belum tentu lho ada yang jual daun katuk.

Mengolahnya juga biasanya itu-itu aja. Dibuat sop melulu. Lama-lama jadi bosan. Padahal harus dikonsumsi setiap hari. Tetapi, kalau gak disantap sayang banget karena demi anak. Masalah lainnya adalah pada saat mengolah. Bila sampai salah, nutrisi juga bisa berkurang.

Pak Boejoeng Mulia, Product Manager Sido Muncul Herbal, mengatakan kalau produk-produk Sido Muncul tidak hanya Tolak Angin. Masih banyak produk herbal lainnya untuk berbagai usia dan gender. Terbaru adalah Suprasi yang merupakan suplemen ASI untuk ibu menyusui.


Mbak Marissa, RnD Sido Muncul, mengatakan hanya 35% ibu yang menyusui bayinya. Jauh dari rekomendasi WHO sebesar 50%

Ada berbagai faktor kegagalan ASI yaitu:

  1. Stress sebelum dan sesudah melahirkan. Apalagi di zaman sekarang, banyak yang rentan terhadap stress. Perlu sekali bagi ibu menyusui untuk mengontrol stress.
  2. Kurang percaya diri. Terutama bila tidak didukung keluarga. Misalnya, bila orang tua malah mengatakan kalau dulu juga tidak menyusui dan anaknya baik-baik saja. Akhirnya anak menjadi tidak percaya diri saat sudah menjadi ibu menyusui.
  3. 1 dari 5 busui berhenti menyusui karena tidak ada dukungan dari orang terdekat, terutama suami.
  4. Faktor pekerjaan membuat beberapa busui harus berusaha lebih untuk pumping. Padahal kadang-kadang waktu dan lokasi sedang tidak mendukung.
  5. Kurangnya asupan nutrisi yang baik.

Suprasi merupakan suplemen ASI yang bisa menjadi solusi praktis dan terbaik bagi ibu menyusui. Pengalaman selama 65 tahun memproduksi produk herbal, Sido Muncul memberikan yang terbaik. Quality Control sangat ketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses ekstrasi, dianalisa di laboratorium, dan diekstrasi di suhu rendah karena tanaman akan rusak di suhu tinggi.

Ekstrak daun katuk memang kayak akan vitamin dan gizi. Tetapi, bila busui mengkonsumsi Suprasi maka akan mendapatkan tambahan vitamin B12. Vitamin ini memang tidak ada pada tanaman. Hanya ada di produk daging, ikan, unggas, dan semacamnya. Banyak fungsi dari vitamin B12, diantaranya adalah membantu pembentukan sel darah merah.

Jadi, tetap semangat ya para pejuang ASI! Semua dilakukan yang terbaik untuk anak. Jangan menyerah!

[Silakan baca: Tandem Nursing]