Nai dan Haid Pertama - Keke Naima

Kamis, 14 Februari 2019

Nai dan Haid Pertama

Nai dan Haid Pertama


Salah satu momen yang paling bikin deg-degan kalau memiliki anak laki-laki adalah sunatan. Sedangkan untuk anak perempuan, deg-degannya adalah tentang haid pertama. Kapan Nai mulai haid? Di mana haid pertamanya terjadi? Bagaimana reaksinya? Dan lain sebagainya.

Kalau untuk sosialisasi sudah Chi kenalkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan dari sejak anak mulai bertanya kenapa bunda gak sholat, tentunya Chi bisa menjelaskan tentang mentruasi. Karena Chi juga seorang perempuan, tentunya menjelaskan haid lebih mudah daripada tentang mimpi basah.

Tetapi, Chi mulai khawatir saat membaca cerita tentang seorang anak yang diledekin teman sekelas, terutama sama anak laki-laki, ketika mengalami haid pertama di sekolah. Karena anak tersebut gak tau lagi haid, sampai tembus ke roknya dan diledekkin. Bisa dibaca deh di postingan lama Chi tentang haid pertama.

[Silakan baca: Haid Pertama]

Saat masih SD juga sudah ada beberapa teman Nai yang haid. Malah Nai juga yang bilang kalau temannya lagi uring-uringan gak jelas biasanya lagi mens. Hahahaha, tau aja ya dia! Berarti harus lebih maklum kalau bundanya uring-uringan hehehe.

Meskipun deg-degan menanti momen haid pertama Nai, tetapi Chi juga berharap bisa ikut andil. Chi inget waktu pertama kali mengalami menstruasi, malah gak berani bilang hahaha. Entahlah apa alasannya waktu itu. Akhirnya ya cari tau sendiri. Tetapi, Chi gak pengen Nai seperti itu.

Nai Mulai Haid


Minggu sore, 13 Januari, Nai memperlihatkan celana dalamnya yang ada bercak coklat. Saat itu, Chi lagi masak di dapur.

Nai: "Bunda, ini celana dalam Ima kenapa?"
Bunda: "Adek BAB, ya?"
Nai: ""Ih, enggak Bunda!"
Bunda: "Coba cium. Bau, gak?"
Nai: "Gak mau, lah."

Sejenak Chi diam, kemudian rasanya pengen ngegetok kepala sendiri. Ini kok kenapa malah langsung kepikiran Nai buang air besar di celana? Mana mungkin, lah! Nai kan udah gede. 😂

Ya gitu, deh. Kadang-kadang, kami suka menganggap Nai masih seperti anak kecil. Padahal anaknya gak kekanak-kanakan juga. Tetapi, mungkin karena Nai anak bungsu. Jadinya suka merasa masih kecil gitu,

Kayak 2 hari sebelumnya, K'Aie beliin Cadbury Dairy Milk Lickables. Coklat yang kayak Kinder Joy gitu. Katanya saat lagi belanja di minimarket, inget Nai yang suka coklat. Ya tapi gak coklat begitu juga kali. Kalau dulu iya, Keke dan Nai suka coklat yang di dalamnya ada mainan. Sekarang kan udah pada gede. 😄

Setelah mulai nyadar kalau Nai mendapatkan haid pertama, Chi langsung mengajak ke kamar mandi. Lagi-lagi Chi lupa kalau belum mengajarkan Nai bagaimana memasang pembalut! Nai langsung kebingungan begitu Chi cuma nyodorin pembalut. Untung anaknya nanya, gak sok tau masang sendiri hahaha.

[Silakan baca: Tips Supaya Anak Mau Sunat]

Ketika Haid Pertama Datang


Mengenalkan anak tentang haid tidak hanya tentang seperti apa menggunakan pembalut, berapa lama pembalut bisa digunakan, siklus datang bulan, dan bagaimana membersihkan darah. Tetapi, juga tentang warna dan konsistensi darah yang keluar. Oiya, Chi juga mengajarkan tentang PMS dan gejalanya. Sejauh ini kayaknya Nai masih santai aja.

Chi sempat bingung ketika melihat darah mentruasi Nai hanya berupa bercak berwarna hitam di 1-2 hari pertama. Untungnya sekarang udah bisa dengan cepat cari info, yakan.

Menurut beberapa artikel yang Chi baca, warna darah yang gelap atau kehitaman itu termasuk wajar bagi anak perempuan yang baru pertama kali haid.

Alhamdulillah, lega bacanya. Chi minta Nai setiap ganti pembalut, kasih lihat dulu ke Chi. Jangan langsung dibilas. Selain untuk mengamati, Chi juga mengajarkan Nai tentang warna dan konsistensi darah saat haid.

Masuk di hari ke-3, darah menstruasi mulai lebih cair, merah, dan banyak. Nai sampai sedikit mengeluh karena keluarnya lumayan banyak di sekolah sehingga harus ganti pembalut.

Chi menyarankan ke Nai, kalau bisa gak usah ganti pembalut saat di sekolah. Toilet sekolah kan umumnya kurang bersih. Apalagi sekolah Nai baru selesai direnovasi. Kayaknya masih berasa kotor dan debu. Tetapi, kalau udah banyak memang harus diganti. Gak nyaman kalau udah penuh. Selain itu juga untuk menjaga supaya jangan tembus ke rok.

Chi setiap hari juga tanya tentang kondisi Nai. Apa dia ada sakit kepala, sakit perut, dan lain sebagainya. Soalnya Nai anaknya lumayan pendiam. Chi minta dia jangan diam aja kalau ada keluhan. Katanya, gak ada keluhan apa-apa.

Ya, Chi juga dulu begitu. Gka pernah merasa pusing atau gangguan apapun saat datang bulan. Paling hanya darah aja yang keluar banyak banget dan biasanya lama. Minimal 7 hari baru selesai. Baru beberapa tahun terakhir ini aja, Chi sering mengalami gangguan seperti sakit kepala, sakit perut, dan lain-lain setiap kali menstruasi.

Masuk hari ke-7, haid Nai selesai. Chi mengajarkan bagaimana bebersih supaya Nai bisa kembali sholat. Chi juga kembali mengajak diskusi tentang semakin pentingnya menjaga pergaulan bila sudah menstruasi.

Oiya, gejala lain yang Chi lihat sebelum menstruasi adalah timbul jerawat yang lumayan besar di pipi. Berbeda dengan Keke, memasuki masa puber ini, wajah Nai tetap mulus. Nah waktu itu, saat kami lagi ngopi di Cofi, Chi lihat ada jerawat lumayan besar di pipinya. Chi sempat ngebatin, 'Kayaknya Nai mau mens, nih.'

Soalnya Chi juga begitu. Sampai sekarang jerawat cuma datang kalau mau haid. Biasanya cuma 1, tetapi gede. Makanya suka gemes hehehe. Eh, gak taunya bener. Besoknya Nai pun mens.

[Silakan baca: Ngopi di Cofi]

Jaga-Jaga Sebelum Menstruasi


Balik lagi ke keresahaan Chi tentang haid pertama. Saat SD, gak terlalu khawatir bila terjadinya di sekolah. Wali kelasnya saat itu bilang kalau di sekolah selain sering disosialisasikan tentang haid ke para siswa juga selalu ada pembalut hingga rok pengganti. Dengan lingkungan sekolah yang ramah, Chi juga percaya kalau bila itu terjadi gak ada bullying.

Tetapi, bagaimana bila terjadinya saat Nai SMP? Rasanya sulit meminta wali kelas atau sekolah tentang hal ini. Chi memang belum pernah bertanya ke wali kelas Nai di SMP. Hanya feeling aja kalau sekolah negeri rasanya kurang perhatian akan hal begini seperti sekolah Nai saat SD.

Makanya begitu masuk SMP, Nai selalu membawa 1 lembar celana dalam dan pembalut di dalam pouch yang dia simpan di tas. Chi memintanya untuk selalu dibawa buat jaga-jaga. Alhamdulillah, ternyata haid pertama terjadi di rumah.

Anak-Anak Udah Gede


Chi: "Yah, anak-anak udah pada gede aja. Keke udah mimpi basah. Nai udah mens. Berarti kita makin tua, ya?"
K'Aie: "Emangnya kenapa kalau makin tua?"

Ih! K'Aie mah gitu, deh. Lempeng banget orangnya. Kan, pengennya dijawab apa gitu. Soalnya Chi lagi baper karena anak-anak udah gede. 😂

[Silakan baca: Ketika Anak Laki-Laki Mulai Mimpi Basah]

26 komentar:

  1. Alhamdulillah Nai sudah baligh ya. Semoga semakin solehah dan lebih bisa menjaga diri.
    Beruntung bundanya perhatian hehehe
    Sehat selalu ya Nai biasanya kalau anak ABG dapat haid pertama suka uring-uringan gitu deh

    BalasHapus
  2. Wah selamat ya Nai sudah haid.
    Jadi inget dulu waktu haid hari pertama panik banget, ragu bilang ke mama karena banyak sodara. Akhirnya melipir2 bisikin, trus disodorin pembalut tapi lupa diajarin cara pakenya 🤣🤣🤣😜

    Sok tau di dalam kamar mandi, ternyata bener cara pakenya. Abis itu di tumpengin, duh maluuu 😅

    Btw kalau harus ganti pembalut di sekolah gmn mba? Apakah juga harus dibilas gt juga? Terus better di buang di sekolah atau gmn?
    Aku jaga2 ke anak cewekku nih

    BalasHapus
  3. wah udah gede ya anaknya udah haid pertama... aku wanti wanti jaga kebersihan dan jangan buang pembalut sembarangan ke anak anak

    BalasHapus
  4. Waaahh, Nai udah gedhe. Aku pas pertama tau ponakan pertamaku udah mens aja mellow mbak. Kayak gak nyangka gitu dia tiba-tiba udah remaja. Perasaan saya dia masih ponakan saya yg imut-imut dan lucu. Time flies ya mbak.

    BalasHapus
  5. huaaaa anaknya udah puber semuaaa, senengnya haid pertama ditemenin mamanya dulu aku haid pertama di pondok pesantren, yang bantu belajar pakai pembalut temen sendiri hihu

    BalasHapus
  6. Mba Mira anaknya udah gede ya, nggak nyangka loh mbanya masih awet muda banget, bagi2 dong rahasianya hehe

    Kalo ngomongin tentang haid, aku jadi inget dulu nangis lebay karna ada darah di celdam dan cepet2 dipelukin mama dan dijelesin dah tuh panjang lebar :)

    BalasHapus
  7. Bermanfaat sekali buat saya, bekal juga mungkin ini dibutuhkan saat putri saya mulai haid juga. Ga ada salahnya kan ya seorang ayah tahu tentang hal seperti ini. Thanks Mbak

    BalasHapus
  8. Nai sudah gede, udah dapet haid pertama :)
    Anak-anakku dulu haid datengnya di sekolah, untunglah haid pertama masih bercak aja, nggak banyak jadi nggak tembus di rok seragam. Karena sudah diberi tau tentang haid ini sejak kelas 4 SD, mereka udah ngerti, jadi nggak takut pas dapet haid. Yang belum tuh cuma harus membiasakan diri memakai pembalutnya, mereka jalan jadi rada 'aneh' saat pertama kali memakai pembalut :D

    BalasHapus
  9. Gak berasa anak-anak udah pada gede aja ya mom, perasaan baru kemarin ngeden lahiran, hihii, cepatnya waktu berlalu, hiks. Saya juga wanti2 ke si kakak nih, agar selalu menjaga kebersihan miss V.

    BalasHapus
  10. Halo mba. Menurutku memang sejak awal kita udah ajak ngobrol anak soal haid bagi yang perempuan. Biar dia nggak kaget juga. Dan semoga terhindar dari salah sumber. Anakku sejak kelas 4 SD ada materi fiqih perempuan dan dsampaikan soal menstruasi juga

    BalasHapus
  11. Wah, Nai udah baligh ya, mbak :) Anakku, Rafa mulai mens pas kelas 6 menjelang ujian malah. ALhamdulillaah aku udah kasih info dan berbagi soal haid ini ke dia, jadi ga terlalu kaget hehehe. Sekarang ankku udah kelas 8. Ganti pembalut di kamar mandi sekolah emang kurang bersih dan nyaman. Tapi kalau udah penuh ya mau ga mau harus ganti pembalut ya :)

    BalasHapus
  12. hehehe.. jadi bayangin kalau Nai udah gede banget dan baca postingan ini mba wkwkwk.
    Gak punya eh belum punya (eh emang mau punya lagi, Rey? wkwkw) anak cewek.
    Jadi gak terlalu concern ke masalah haid, cuman baca ini jadi keingat pertama kali dapat haid dulu.

    Duh ya, anak2 dapat haidnya SD, saya dong kelas 3 SMP pas udah mau kelulusan wakakaka
    Telat banget saya dewasanya.
    Udah gitu, sedih banget gak diajarin mama tentang ini itu hiks

    BalasHapus
  13. Meski anak-anaknya udah remaja, Emaknya kelihatan fresh koq Mbak. Awet muda gitu ;)
    Selamat ya Nai, udah haid pertama. Jadi ingat juga dulu waktu haid pertama dapatnya saat SMP, kelas 2 hampir naik kelas 3 waktu itu. Trus setelah itu klo ndk salah baru beberapa bulan kemudian baru dapat haid lagi :)

    BalasHapus
  14. Jaga kebersihan dan kesehatanmu ya, Nak. Selamat menikmati jenjang baru dalam hidupmu. 🤗

    BalasHapus
  15. Aih, Nai sudah gadis. Selamat ya.. semoga semakin Sholehah ya Nai.. Eh jadi ingat dulu mens pertama juga di SMP smntara bbrp teman dekat sdh duluan di SD. Jd seperti ditunggu-tunggu deh.

    BalasHapus
  16. Huaaa saya deg-degan bacanya. Punya anak yang mulai masuk masa abege nih, mulai jerawatan. Sebentar lagi kayaknya haid....emaknya harus siap mental ya mbak? Hehehe

    BalasHapus
  17. Bangga deh punya orang tua yang sangat perhatian dan antara anak dengan orang tua seperti dengan teman atau sahabat. Jadi cerita apapun bebas, komunikasi lancar. Sehat selalu ya Kakak Nai...

    BalasHapus
  18. Aku kok pengen ketawa baca cerita obrolan Chie sama K'Aie, ya hihihi maafkan. Selamat ya Nai. Aku dulu pas mens pertama malah panik dan ga berani bilang mamaku. Hasilnya aku malah dimarahin hahaha

    BalasHapus
  19. Wah udah gede ya anaknya mba. Bicara soal haid pertama, aku dulu datangnya SMP Kelas 1 paniknya luar biasa bahkan sampai nangis, bersyukurnya ada Mama yg selalu memeluk dan menjelaskan. Orang tua memang jadi sahabat anak banget apalagi anak cewe ya mba.

    BalasHapus
  20. mom keke, nai sudah besar ya. suka deg degan kalo menghadapi pertanyaan anak yang beranjak remaja, soalnya aku juga punya anak cewek. menjaga nya perlu usaha ekstra ya mom.

    BalasHapus
  21. Hahaha bundaaa kayaknya aku seumuran kakaknya Nai deh. AKu aja yang udah lulus kuliah masih aja dianggap anak kecil sama ibuk. Memang begitu yaa orangtua, tapi aku menikmati dimanja hehehe. Bersyukur. Disaat ada anak-anak lain yang orangtuanya sudah nggak lengkap. Selamat jadi dewasaaa, Naaaai!! :D

    BalasHapus
  22. Aku gak punya anak perempuan Bun.. jadi keknya gak akan ngalamin kejadian kayak gini. Pe er untukku adalah ngadepin anak bujang ngalamin mimpi basah pertamanya dan testosteron shocking lainnya. Ah, semoga semua baik-baik saja. Ah emang ekstra ya jadi ortu mah

    BalasHapus
  23. Haid pertama memang sesuatu banget ya, mbak. Apalagi yang haid itu anak sendiri, jadi nggak nyangka yah. Anaknya sekarang udah baligh.

    Ngomong2 tentang haid, saya ingat waktu haid pertama masih kelas 6 SD dan malunya minta ampun. Sampe nangis dan mengunci diri di dalam kamar hehe. Tp syukur saja waktu dapat haid pertama itu di rumah. Nggak bisa saya bayangin klu dapatnya di sekolah?

    So, klu punya anak perempuan memang kita wajib banget mengedukasi dia sebelum dapet haid pertama.

    BalasHapus
  24. Secara sok akrab, gue kenal Nai dari kecil kan chi ... Eh, sekarang dah gede aja! Bhahaha

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah Nai sudah gedeee :)
    Kalo aku enggak mengalami edukasi tentang haid ke anak-anak mba, karena anak-anakku laki-laki semua. Meskipun begitu anakku tahu kalo ibu ga sholat karena lagi haid. Jaman masih SD dulu dia sering bilang kalo ada temannya yang sudah mulai haid. Dan memang teman-temannya Satria pada mulai haid masih SD.
    Nahhh.. kebetulan aku bekerja di sekolah internasional yang juga memperhatikan kebutuhan siswi-siswi yang lagi haid, di Infirmary Room selalu tersedia pembalut, siapa tahu sewaktu-waktu ada yang tiba-tiba datang bulan.

    BalasHapus
  26. ngakak sih mbak waktu Nai dikira BAB di Celana :))

    pemahaman menstruasi dan mimpi basah untuk anak itu bagian dari pendidikan seksual ya... dan semoga orang tua di iNdonesia makin aware soal ini.

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^