Nai dan Haid Pertama

By Keke Naima - February 14, 2019

Nai dan Haid Pertama - Salah satu momen yang paling bikin deg-degan kalau memiliki anak laki-laki adalah sunatan. Sedangkan untuk anak perempuan, deg-degannya adalah tentang haid pertama. Kapan Nai mulai haid? Di mana haid pertamanya terjadi? Bagaimana reaksinya? Dan lain sebagainya.

tips menghadapi haid pertama

Kalau untuk sosialisasi sudah Chi kenalkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan dari sejak anak mulai bertanya kenapa bunda gak sholat, tentunya Chi bisa menjelaskan tentang mentruasi. Karena Chi juga seorang perempuan, tentunya menjelaskan haid lebih mudah daripada tentang mimpi basah.

Tetapi, Chi mulai khawatir saat membaca cerita tentang seorang anak yang diledekin teman sekelas, terutama sama anak laki-laki, ketika mengalami haid pertama di sekolah. Karena anak tersebut gak tau lagi haid, sampai tembus ke roknya dan diledekkin. Bisa dibaca deh di postingan lama Chi tentang haid pertama.

[Silakan baca: Haid Pertama]

Saat masih SD juga sudah ada beberapa teman Nai yang haid. Malah Nai juga yang bilang kalau temannya lagi uring-uringan gak jelas biasanya lagi mens. Hahahaha, tau aja ya dia! Berarti harus lebih maklum kalau bundanya uring-uringan hehehe.


Meskipun deg-degan menanti momen haid pertama Nai, tetapi Chi juga berharap bisa ikut andil. Chi inget waktu pertama kali mengalami menstruasi, malah gak berani bilang hahaha. Entahlah apa alasannya waktu itu. Akhirnya ya cari tau sendiri. Tetapi, Chi gak pengen Nai seperti itu.


Nai Mulai Haid


Minggu sore, 13 Januari, Nai memperlihatkan celana dalamnya yang ada bercak coklat. Saat itu, Chi lagi masak di dapur.

Nai: "Bunda, ini celana dalam Ima kenapa?"
Bunda: "Adek BAB, ya?"
Nai: ""Ih, enggak Bunda!"
Bunda: "Coba cium. Bau, gak?"
Nai: "Gak mau, lah."

Sejenak Chi diam, kemudian rasanya pengen ngegetok kepala sendiri. Ini kok kenapa malah langsung kepikiran Nai buang air besar di celana? Mana mungkin, lah! Nai kan udah gede. πŸ˜‚

Ya gitu, deh. Kadang-kadang, kami suka menganggap Nai masih seperti anak kecil. Padahal anaknya gak kekanak-kanakan juga. Tetapi, mungkin karena Nai anak bungsu. Jadinya suka merasa masih kecil gitu,

Kayak 2 hari sebelumnya, K'Aie beliin Cadbury Dairy Milk Lickables. Coklat yang kayak Kinder Joy gitu. Katanya saat lagi belanja di minimarket, inget Nai yang suka coklat. Ya tapi gak coklat begitu juga kali. Kalau dulu iya, Keke dan Nai suka coklat yang di dalamnya ada mainan. Sekarang kan udah pada gede. πŸ˜„

Setelah mulai nyadar kalau Nai mendapatkan haid pertama, Chi langsung mengajak ke kamar mandi. Lagi-lagi Chi lupa kalau belum mengajarkan Nai bagaimana memasang pembalut! Nai langsung kebingungan begitu Chi cuma nyodorin pembalut. Untung anaknya nanya, gak sok tau masang sendiri hahaha.

[Silakan baca: Tips Supaya Anak Mau Sunat]


Ketika Haid Pertama Datang


Mengenalkan anak tentang haid tidak hanya tentang seperti apa menggunakan pembalut, berapa lama pembalut bisa digunakan, siklus datang bulan, dan bagaimana membersihkan darah. Tetapi, juga tentang warna dan konsistensi darah yang keluar. Oiya, Chi juga mengajarkan tentang PMS dan gejalanya. Sejauh ini kayaknya Nai masih santai aja.

Chi sempat bingung ketika melihat darah mentruasi Nai hanya berupa bercak berwarna hitam di 1-2 hari pertama. Untungnya sekarang udah bisa dengan cepat cari info, yakan.


Menurut beberapa artikel yang Chi baca, warna darah yang gelap atau kehitaman itu termasuk wajar bagi anak perempuan yang baru pertama kali haid.

Alhamdulillah, lega bacanya. Chi minta Nai setiap ganti pembalut, kasih lihat dulu ke Chi. Jangan langsung dibilas. Selain untuk mengamati, Chi juga mengajarkan Nai tentang warna dan konsistensi darah saat haid.

Masuk di hari ke-3, darah menstruasi mulai lebih cair, merah, dan banyak. Nai sampai sedikit mengeluh karena keluarnya lumayan banyak di sekolah sehingga harus ganti pembalut.

Chi menyarankan ke Nai, kalau bisa gak usah ganti pembalut saat di sekolah. Toilet sekolah kan umumnya kurang bersih. Apalagi sekolah Nai baru selesai direnovasi. Kayaknya masih berasa kotor dan debu. Tetapi, kalau udah banyak memang harus diganti. Gak nyaman kalau udah penuh. Selain itu juga untuk menjaga supaya jangan tembus ke rok.

Chi setiap hari juga tanya tentang kondisi Nai. Apa dia ada sakit kepala, sakit perut, dan lain sebagainya. Soalnya Nai anaknya lumayan pendiam. Chi minta dia jangan diam aja kalau ada keluhan. Katanya, gak ada keluhan apa-apa.

Ya, Chi juga dulu begitu. Gka pernah merasa pusing atau gangguan apapun saat datang bulan. Paling hanya darah aja yang keluar banyak banget dan biasanya lama. Minimal 7 hari baru selesai. Baru beberapa tahun terakhir ini aja, Chi sering mengalami gangguan seperti sakit kepala, sakit perut, dan lain-lain setiap kali menstruasi.

Masuk hari ke-7, haid Nai selesai. Chi mengajarkan bagaimana bebersih supaya Nai bisa kembali sholat. Chi juga kembali mengajak diskusi tentang semakin pentingnya menjaga pergaulan bila sudah menstruasi.

Oiya, gejala lain yang Chi lihat sebelum menstruasi adalah timbul jerawat yang lumayan besar di pipi. Berbeda dengan Keke, memasuki masa puber ini, wajah Nai tetap mulus. Nah waktu itu, saat kami lagi ngopi di Cofi, Chi lihat ada jerawat lumayan besar di pipinya. Chi sempat ngebatin, 'Kayaknya Nai mau mens, nih.'

Soalnya Chi juga begitu. Sampai sekarang jerawat cuma datang kalau mau haid. Biasanya cuma 1, tetapi gede. Makanya suka gemes hehehe. Eh, gak taunya bener. Besoknya Nai pun mens.

[Silakan baca: Ngopi di Cofi]


Jaga-Jaga Sebelum Menstruasi


Balik lagi ke keresahaan Chi tentang haid pertama. Saat SD, gak terlalu khawatir bila terjadinya di sekolah. Wali kelasnya saat itu bilang kalau di sekolah selain sering disosialisasikan tentang haid ke para siswa juga selalu ada pembalut hingga rok pengganti. Dengan lingkungan sekolah yang ramah, Chi juga percaya kalau bila itu terjadi gak ada bullying.

Tetapi, bagaimana bila terjadinya saat Nai SMP? Rasanya sulit meminta wali kelas atau sekolah tentang hal ini. Chi memang belum pernah bertanya ke wali kelas Nai di SMP. Hanya feeling aja kalau sekolah negeri rasanya kurang perhatian akan hal begini seperti sekolah Nai saat SD.

Makanya begitu masuk SMP, Nai selalu membawa 1 lembar celana dalam dan pembalut di dalam pouch yang dia simpan di tas. Chi memintanya untuk selalu dibawa buat jaga-jaga. Alhamdulillah, ternyata haid pertama terjadi di rumah.


Anak-Anak Udah Remaja


Chi: "Yah, anak-anak udah pada gede aja. Keke udah mimpi basah. Nai udah mens. Berarti kita makin tua, ya?"
K'Aie: "Emangnya kenapa kalau makin tua?"

Ih! K'Aie mah gitu, deh. Lempeng banget orangnya. Kan, pengennya dijawab apa gitu. Soalnya Chi lagi baper karena anak-anak udah gede. πŸ˜‚

[Silakan baca: Ketika Anak Laki-Laki Mulai Mimpi Basah]

  • Share:

You Might Also Like

60 comments

  1. Wah selamat ya Nai sudah haid.
    Jadi inget dulu waktu haid hari pertama panik banget, ragu bilang ke mama karena banyak sodara. Akhirnya melipir2 bisikin, trus disodorin pembalut tapi lupa diajarin cara pakenya 🀣🀣🀣😜

    Sok tau di dalam kamar mandi, ternyata bener cara pakenya. Abis itu di tumpengin, duh maluuu πŸ˜…

    Btw kalau harus ganti pembalut di sekolah gmn mba? Apakah juga harus dibilas gt juga? Terus better di buang di sekolah atau gmn?
    Aku jaga2 ke anak cewekku nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha! Seru banget sampe ditumpengin segala :D

      Delete
  2. wah udah gede ya anaknya udah haid pertama... aku wanti wanti jaga kebersihan dan jangan buang pembalut sembarangan ke anak anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Penting banget menjaga kebersihan, ya

      Delete
  3. Mba Mira anaknya udah gede ya, nggak nyangka loh mbanya masih awet muda banget, bagi2 dong rahasianya hehe

    Kalo ngomongin tentang haid, aku jadi inget dulu nangis lebay karna ada darah di celdam dan cepet2 dipelukin mama dan dijelesin dah tuh panjang lebar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih hehehe. Rahasianya, saya gak tau :D

      Delete
  4. Nai sudah gede, udah dapet haid pertama :)
    Anak-anakku dulu haid datengnya di sekolah, untunglah haid pertama masih bercak aja, nggak banyak jadi nggak tembus di rok seragam. Karena sudah diberi tau tentang haid ini sejak kelas 4 SD, mereka udah ngerti, jadi nggak takut pas dapet haid. Yang belum tuh cuma harus membiasakan diri memakai pembalutnya, mereka jalan jadi rada 'aneh' saat pertama kali memakai pembalut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau udah dikasih tau duluan, bisa meminimalisir rasa panik dan kaget ya, Mbak

      Delete
  5. Gak berasa anak-anak udah pada gede aja ya mom, perasaan baru kemarin ngeden lahiran, hihii, cepatnya waktu berlalu, hiks. Saya juga wanti2 ke si kakak nih, agar selalu menjaga kebersihan miss V.

    ReplyDelete
  6. Halo mba. Menurutku memang sejak awal kita udah ajak ngobrol anak soal haid bagi yang perempuan. Biar dia nggak kaget juga. Dan semoga terhindar dari salah sumber. Anakku sejak kelas 4 SD ada materi fiqih perempuan dan dsampaikan soal menstruasi juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup! Memang sebaiknya ada komunikasi yang baik antara orangtua dan anak

      Delete
  7. hehehe.. jadi bayangin kalau Nai udah gede banget dan baca postingan ini mba wkwkwk.
    Gak punya eh belum punya (eh emang mau punya lagi, Rey? wkwkw) anak cewek.
    Jadi gak terlalu concern ke masalah haid, cuman baca ini jadi keingat pertama kali dapat haid dulu.

    Duh ya, anak2 dapat haidnya SD, saya dong kelas 3 SMP pas udah mau kelulusan wakakaka
    Telat banget saya dewasanya.
    Udah gitu, sedih banget gak diajarin mama tentang ini itu hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Keke pun saya tetap mengenalkan tentang haid. Biar dia tau alasan bundanya lagi gak shalat. Supaya jangan ngetawain juga kalau teman perempuannya ada yang 'tembus'

      Delete
  8. Wah udah gede ya anaknya mba. Bicara soal haid pertama, aku dulu datangnya SMP Kelas 1 paniknya luar biasa bahkan sampai nangis, bersyukurnya ada Mama yg selalu memeluk dan menjelaskan. Orang tua memang jadi sahabat anak banget apalagi anak cewe ya mba.

    ReplyDelete
  9. Aku gak punya anak perempuan Bun.. jadi keknya gak akan ngalamin kejadian kayak gini. Pe er untukku adalah ngadepin anak bujang ngalamin mimpi basah pertamanya dan testosteron shocking lainnya. Ah, semoga semua baik-baik saja. Ah emang ekstra ya jadi ortu mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun juga menulis tentang mimpi basah. Karena punya anak laki juga :D

      Delete
  10. Secara sok akrab, gue kenal Nai dari kecil kan chi ... Eh, sekarang dah gede aja! Bhahaha

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah Nai sudah gedeee :)
    Kalo aku enggak mengalami edukasi tentang haid ke anak-anak mba, karena anak-anakku laki-laki semua. Meskipun begitu anakku tahu kalo ibu ga sholat karena lagi haid. Jaman masih SD dulu dia sering bilang kalo ada temannya yang sudah mulai haid. Dan memang teman-temannya Satria pada mulai haid masih SD.
    Nahhh.. kebetulan aku bekerja di sekolah internasional yang juga memperhatikan kebutuhan siswi-siswi yang lagi haid, di Infirmary Room selalu tersedia pembalut, siapa tahu sewaktu-waktu ada yang tiba-tiba datang bulan.

    ReplyDelete
  12. hahhahaa..Naii ga osah gede aja kata Bunda yaa..
    Biar Bundanya ga baperan eeaa

    Atulah, Nai emang udah gede aja, alhamdulillah udah mens. Emang pengalaman dampingi anak pertama kali mens ini emang butuh ketelitian ngasih taunya.

    ReplyDelete
  13. huwaaa udah lega saat anak perempuan pertama haid. Berarti normal ya Nai. Syukurlah bisa berjalan lancar meski ... sempat dikira BAB >,<

    ReplyDelete
  14. Hihihi.... Iya ya Mbak, pasti ada rasa melo melo gimana anak uda gede-gede ya. Tapi aku merasa gaya kepengasuhanmu keren mbaaak, anak-anak deket dan langsung nanya padamu tanpa canggung ya....

    ReplyDelete
  15. Thank for sharing kak,, saya lagi mencoba mengajarkan tentang kedewasaan perempuan sama Shakila terutama ya tentang mens ini.

    ReplyDelete
  16. Ya Allah, aku bacanya deg-degan loh mbak karena punya anak gadis juga. Suatu saat nanti aku akan mengalami dan harus siap untuk menghadapinya. Selamat ya mbak, anak gadisnya udah besaaarrr

    ReplyDelete
  17. Wah Nai udah jd gadis :D
    keinget dulu pas haid aku jg bingung haha :D
    Anakku taunya pembalut itu "pempe" atau pampers ibunya masa haha.Tapi aku jelasin pakai itu soalnya bunda lagi berdarah. Agak gedean dikit kali ya ntr dijelasin ke anak gadis kalau itu siklus bulanan :D

    ReplyDelete
  18. Saya lagi deg - deg an nih nungguin momen kayak gini makchi, dudududu makasih sharingnya

    ReplyDelete
  19. Ilmu banget nih mbak buat aku menghadapi anakku nanti pas udah gede. Waktu cepet banget ya berlalu. Ikutan baper jugaa..

    ReplyDelete
  20. Akhirna Nai nambah gede udah jadi dewasa ini ya
    Jadi ingat jaman SMP pas dapet pertama kali takut
    yang masangin juga ibuk hahahah

    ReplyDelete
  21. Udah gadis yaaa mba.. aku menyimak nih, sambil mulai perkenalkan Obi juga dengan fitrahnya plus perubahan-perubahan di tubuhnya

    ReplyDelete
  22. Selamat yaa Nai...
    Sudah masuk ke fasa kehidupan yang baru.

    Senang sekali bisa akrab bercerita dengan sang Bunda.

    Barakallahu fiikum, Nai dan Bunda.

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah Nai sudah akil baligh.
    Dan syukurnya jadi ortu di era milenial kita tahu informasi dan segala apa yang mesti disiapkan..Terutama mental.
    Kek aku dulu haid kelas 1 SMP karena malu, takut, bingung akhirnya pasang pembalut terbalik. Sampai hari ketiga baru ngeh cara pasang yang benar gimana ..duh!

    ReplyDelete
  24. aku suka kepo sama yg punya anak perempuan dan baru mens. karna ga ngalamin buat ngajarin soalnya, hehe.

    alhamdulillah, anak2 dah gede. ayo jangan baper mba... nanti laper :D

    ReplyDelete
  25. Baca ceritanya jadi ingat masa SMP dulu pas pertama kali haid. Yang paling khawatir emang tembus di rok sekolah, terus diledekin teman-teman cowok. Malu banget.

    ReplyDelete
  26. Wah selamat Imaaa... Sudah jadi gadis remaja yaaa. Anak-anak sekarang pinternya cepat banget. Kalau dulu zaman2 pendahulunya mah paling panik mulu ya, Mbak.

    ReplyDelete
  27. anak gadisnya udah gadis beneran, selamat masuk ke fase hidup yang penuh warna. Impianku dari dulu tuh bisa deket sama nyokap, bisa cerita tanpa judging dll. happy liat mba sama Nai bisa saling terbuka

    ReplyDelete
  28. Saya lupa dulu mens pertama gimana ya? Senang yaa di zaman sekarang para ibu sudah makin aware dan care. Jadi pengen punya anak perempuan biar tahu gimana sih mens pertama di depan mata. Hehe. Seseru Nai gak yaa

    ReplyDelete
  29. Dulu waktu masih mulai ngeblog kakak nai masih kecil, sekartmang sudah remaja, pertumbuhan yang luar biasa

    ReplyDelete
  30. Penting nih buat ngajarin anak tentang pubertas gini, jadi anak sudah siap dan tahu harus gimana.

    Selain itu harus sering ajak anak diskusi yaa biar gak mali kalau mau cerita :)

    ReplyDelete
  31. Untuk sunatan saya mengalami deg2annya. Soalnya menghadapi dua anak laki-laki dengan karakter berbeda, menjelaskan tentang sunat juga harus berbeda. Tapi karena tidak punya anak perempuan, saya terbebas menjelaskan segala sesuatu mengenai menstruasi πŸ˜‚

    ReplyDelete
  32. dulu anak2ku semept gak mau bersihin karena jijik lihat darah

    ReplyDelete
  33. Alhamdulillah Nai udah baligh ya. Nadia juga sudah lo mbak, kalo ga salah awal masuk kelas 5 deh. Nadia malah epic mbak, aku udah sounfing sejak setahun lalu tentang mens krn dia cerita temen sekelasnya udh ada yg mens.
    Jadi pas nadia mandi pagi dia ga sadar celananya ada bercak darah dan skolah lah dia dengan santai, nah pas aku mo masukin cucian baru deh nyadar celana nadia ada darah mens, aku langsung telp bu gurunya dan aku putuskan jemput aja dijelaskan di rumah soal semuanya hehehe...

    ReplyDelete
  34. Wah Nai sudah besar😊
    Jadi inget dulu saya yg mengajarkan semua ttg haid, bahkan yg mempersiapkan mental saya bahkan sebelum mendapatkan haid pertama, adalah si mbak yg ngasuh sayaπŸ˜‚
    Saat haid pertama tiba, yg saya laporin pertama juga si mbak wakakaka..... Baru setelah itu si mbak ngasih tahu ibu sayaπŸ˜„

    ReplyDelete
  35. Cepatnya waktu berlalu, wah 2 tahun lagi mungkin anakku dapat mens, tapi baca kisah nai ini, rasanya benar2 tak terasa waktu berjalan dan aku juga bertambah tua

    ReplyDelete
  36. Alhamdulillah, Kakak Nai sudah dewasa ya, sudah mens..teman-teman anakku di kelas 5 SD juga sudah mulai banyak yang haid, dia sendiri belum hehe nunggu giliran..semoga pas SMP kelas 7 nanti

    ReplyDelete
  37. Kakak Nai sudah beranjak dewasa nih dan semakin cantik yah untuk menjaga diri dan tambah rajin ibadahnya

    ReplyDelete
  38. Dulu saya juga pas SMP mengalami haid pertama. Saya enggak langsung bilang ke Mama karena malu hihihi. Tapi pas hari kedua saya beranikan bilang ke Mama karena saat itu saya diajak Salat gak mau, jadi terus terang karena apa. Kalau ingat dulu lucu dan ingin ketawa sendiri.

    Pernah tembus sampai ke rok, pas pulang sekolah, tas slempang saya panjangin terus buat nutupin rok yang kena darah mens. Hahahaa

    ReplyDelete
  39. Wah sayang anakku cowok... Jd gak tau rasanya bicara ttg haid pertama... Pastinya kudu hati2 ngasih penjelasannya ya bund

    ReplyDelete
  40. Wah, Nai udah gede, udah menstruasi. Selamat ya. Ingat-ingat masa pertama kali menstruasi, rasanya luar biasa. Trus ingat juga pesan mama untuk jaga kebersihan dan pembalut tak dibuang sembarangan. Harus dicuci bersih.

    ReplyDelete
  41. Waaah, lama banget aku gak mampir ke blognya mbak Myra πŸ˜…

    Jadi inget jaman dulu, aku dapat haid pertama kelas 6SD, kebingungan, takut, campur aduk rasanya. Nai udah gadis, seru ya punya anak cewekπŸ˜‰

    ReplyDelete
  42. jadi inget waktu aku haid pertama dulu.. jaman lagi penataran masuk SMP, mana lagi pakai rok putih, cuek aja gitu ikut baris2 dalam keadaan rok putih dan ada buletan merah besar dibelakangnya hahahaha.. segitu polosnya sampai gak ngerto harus izin pulang buat pakai pembalut

    ReplyDelete
  43. Alhamdulillah sudah pada gede. Sudah mulai bisa mengurus diri sendiri semua. Aku masih lamaa...

    ReplyDelete
  44. Jadi ingat jaman dulu haid pertama waktu kelas 1 SMP dan disekolah pulak jadilah aku bingung tapi untuk ada guru pembimbing kewanitaan dulu disekolah. Mak Chi anaknya sudah gadis...

    ReplyDelete
  45. Ko saya jadi ketawa atas statment mba Myra di awal ketika Nai bertanya,
    Saya pernah ngerasain kebingungan saat haid datang utk pertama kalinya. Padahal waktu itu udah rapi dan siap ke sekolah dan ternyata...
    Untung belom bocor kena rok

    ReplyDelete
  46. Waah anaknya sudah beranjak dewasa semua ni.. aku jd teringat pertama kali haid. Sama kayak nay, pas SMP.

    Tapi ibu ku gak sedetail itu kasi tau tentang haidnya. Hebat ih,, sampai minta jgn bilas pembalut dulu,sebelum bunda nya ngeliat..

    ReplyDelete
  47. ga berasa ya mbaaa, kalo anak2 udh gede gitu. perasaaan, aku baca blogmu pertama kali dulu, nai msh kecil. msh suka ngekorin abangnya :D. skr udh gede ajaaa. duuuh nanti aku jg bakal alamin yg sama deh :)

    ReplyDelete
  48. Rasanya cepet ya mba...Nai udah remaja sekarang... Ntar aku juga pasti ngalami yang mb Chi alami.

    Klo aku, biar lebih berasa tenang klo lagi banyak gitu, makenya yang night mba.

    ReplyDelete
  49. udah gadis ya nai
    semoga sehat2 selalu..
    sy yg punya anak cewek umur 7 thn juga punya PR nih tuk mengenalkan ttg haid secara bertahap.
    soalnya anak2 sekarang cepat gede..apalagi sy dulu haid kelas 6 SD

    ReplyDelete
  50. Udah jadi anak gadis aja ya mbak, yampun anakku baru 2 tahun kayak udah ngerasain anak mau haid pertama aja kayak deg-degan gitu jadinya. Trus pasti banyak hormon yang berubah juga

    ReplyDelete
  51. Baca ini saya jadi kebayang gimana nanti kalau Rani (sulung saya) mendapatkan haid pertamanya. Hihihi..

    Gak terasa yaa mbak, anak-anak udah pada besar aja.

    ReplyDelete

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^