wakaf asuransi prudential indonesia

Prudential Indonesia Luncurkan Program Wakaf PRUSyariah - Setelah mendapatkan penjelasan tentang apa itu wakaf dan seperti apa pandangan islam terhadap asuransi di pertemuan sebelumnya. Kali ini, para blogger dan media diundang ke acara Peluncuran Program Wakaf PRUSyariah pada hari Jum'at (1/2) bertempat di Rumah Maroko, Jakarta.

Unit usaha bisnis syariah Prudential Indonesia sudah ada sejak tahun 2017. Hingga kini, dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah Indonesia.

Berbagai solusi yang inovatif terus dilakukan oleh Prudential Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program wakaf PRUSyariah. Potensi wakaf mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkecil ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Prudential wakaf memberikan solusi kepada nasabah akan kebutuhan tentang wakaf serta melakukan kebajikan secara berkelanjutan.

Bapak Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia, mengatakan bahwa unit syariah Prudential sudah berkontribusi lebih dari 20% total unit bisnis perusahaan. Konsep syariah diyakini akan terus berkembang, termasuk tentang wakaf.


“Kami sangat senang menghadirkan Program Wakaf dari PRUsyariah sebagai wujud dari komitmen Prudential yang baru yaitu, ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebajikan’. Program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantu mereka mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Program ini melengkapi serangkaian produk dan layanan asuransi berbasis syariah yang komprehensif dari Prudential,” ujar Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia.

[Silakan baca: Mengenai Wakaf Asuransi Syariah]


Potensi Wakaf di Indonesia


asuransi syariah indonesia

Pada sesi diskusi panel,  Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, MSc., EC, Pengamat Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, mengatakan bahwa sejarah wakaf itu luar biasa. Di zaman Turki Usmani, 1/3 dunia yang dikuasai oleh Turki Usmani, mesin pertumbuhannya berasal dari wakaf.

Shodaqah, infaq, dan wakaf adalah 3 hal yang berbeda. Persamaan dari ketiganya adalah semangat untuk berbagi. Bila hal ini dioptimalkan, bisa membantu perekonomian suatu negara.

"Sambil beribadah, pahala didapat, ekonomi maju, struktur sosial masyarakat semakin kuat, dan spiritual kita semakin meningkat," ujar Dr. Irfan Beik.


Bapak Afdhal Aliasar, S.T., M.M., Direktur Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), mengatakan bahwa saat ini ada inisiatif dari pemerintah agar perekonomian syariah jauh lebih kuat daripada sistem perekonomian yang sudah ada selama ini. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan KNKS yaitu komite yang diketuai oleh Presiden RI dan tugasnya untuk mendorong bagaimana keuangan dan perekonomian syariah tumbuh lebih cepat.

KNKS berharap dalam 5 tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi pusat keuangan syariah dunia. KNKS sudah memiliki 6 masterplan Arsitektur Syariah Keuangan Indonesia (AKSI). 2 di antaranya adalah tentang asuransi dan dana sosial.

Program terbaru Prudential yang wakaf PRUSyariah sudah menggabungkan 2 hal ini. Prudential tidak hanya ingin meningkatkan market share dari produk asuransi, tetapi juga mengajak nasabah untuk mengeluarkan dana sosial (wakaf). Dana wakaf tersebut akan dipakai menunjang perekonomian. Tentunya bila semakin banyak nasabah yang melakukan hal ini, diharapkan akan diikuti oleh banyak perusahaan lainnya sehingga pembangunan dari wakaf akan berkesinambungan.


”Menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah seluas 2.700 kilometer persegi di lebih dari 366 ribu lokasi telah masyarakat wakafkan. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun1. KNKS menyambut baik Program Wakaf dari PRUsyariah ini karena program ini akan turut menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar. Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus terus disosialisasikan sehingga masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna,” ujar bapak Afdhal Aliasar


Tantangan Wakaf di Indonesia


Menurut, Dr. Irfan Beik, ada 3 hal tantangan tentang wakaf di Indonesia, yaitu


Literasi Wakaf

Diakui Dr. Irfan Beik, memang belum ada riset tentang tingkat literasi wakaf di Indonesia. Tetapi, diduga tingkat literasi masyarakat Indonesia terkait wakaf masih terbatas. Masih banyak yang berpendapat kalau wakaf adalah sumbangan berupa bangunan seperti sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. Sisi wakaf dari dimensi ekonomi yang dapat membantu pembangunan banyak yang belum tau.

Dari sisi sejarah Indonesia, wakaf uang juga nyaris tidak ada. Padahal dari sejarah ekonomi islam sejak dulu, termasuk di zaman Turki Usmani, justru wakaf uang ini terbanyak jumlahnya dan efeknya luar biasa.


Kelembagaan

Diharapkan ada sinergi antara berbagai lembaga yang mengelola dan mengatur wakaf. Dalam hal regulasi juga harus diatur agar tidak saling 'bertabrakan'. Karena tentang wakaf ini bisa banyak hal, termasuk politik.


Melibatkan Masyarakat

Tentu saja yang namanya pembangunan harus ada uang. Dr. Irfan Beik berharap ada sesuatu yang out of the box, misalnya gencar mengajak masyarakat untuk berwakaf dengan cara yang menarik


Program Wakaf PRUSyariah


Sebelum KNKS terbentuk, Prudential Indonesia sudah sering terlibat dalam diskusi ekonomi syariah, khususnya dalam bidang asuransi, dengan berbagai lembaga yang berkompeten. Menurut ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, faktanya literasi keuangan di masyarakat Indonesia totalnya adalah 29%, literasi asuransi sebesar 15%, dan literasi asuransi syariah hanya 2,5%.

Banyak masyarakat yang tertarik dengan ekonomi syariah, tetapi sebetulnya belum paham. Apalagi tentang program wakaf asuransi syariah. Padahal berdasarkan salah satu survey yang dilakukan di 146 negara, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang paling banyak berderma terutama uang.

Bagi nasabah yang baru memiliki polis asuransi unit link Prudential, bisa mewakafkan setinggi-tingginya 45% dari manfaat asuransi. Tetapi, bila memiliki lebih dari 1 polis maka bisa diwakafkan hingga 95%.


“Program ini mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan dirinya dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat. Program wakaf kami fokus kepada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya. Sejalan dengan slogan “Selalu Berbagi, Selamanya Berarti,” yang mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi, program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini,” ujar ibu Nini Sumohandoyo

Lembaga wakaf (Nazhir) yang bekerjasa dengan Prudential sudah melalui berbagai proses seleksi. Selain sudah berbadan huku, alasan lainnya adalah memiliki visi dan misi yang sama dengan Prudential Indonesia. 3 lembaga wakaf terpercaya yang bekerjasama dengan Prudential adalah Dompet Dhuafa, iWakaf, dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia. Para nasabah bisa memilih mana dari 3 lembaga tersebut yang akan dipercaya untuk mengelola dana yang diwakafkan.

Yuk, kita mulai jalanin bareng berasuransi wakaf syariah!

[Silakan baca: #JalaninBareng PRUCritical Benefit 88 dari Prudential untuk Hidup Sehat]


 asuransi syariah indonesia