Maksimalkan Stimulasi 5 Potensi Prestasi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju - Keke Naima

Senin, 23 April 2018

Maksimalkan Stimulasi 5 Potensi Prestasi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju

Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

Maksimalkan Stimulasi Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju


Sekelompok anak dari Ayodya Pala membawakan tari bali sebagai pembuka acara Bloggers Gatehring  dengan tema "SGM Eksplor Dukung Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju Melalui Pemenuhan Nutrisi dan Edukasi" (18/4) di Jakarta. Menurut Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Explor, "Sejalan dengan visi SGM Esplor, kami percaya bahwa setiap anak Indonesia berhak untuk maju memiliki masa depan cerah sehingga dapat meraih cita-citanya. Selama lebih dari 60 tahun SGM Eksplor telah mendukung orang tua Indonesia dengan melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil untuk mendukungnya memiliki 5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju."

Sebagai wujud nyata komitmen SGM Eksplor di bidang pendidikan, pada tahun 2018 SGM Eksplor akan mengajak seluruh orang tua Indonesia untuk merayakan dan mendukung potensi dan prestasi bakat anak-anak Indonesia melalui berbagai rangkaian kegiatan Sahabat Generasi Maju.

Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

Stimulasi 5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju


Anna Surti Ariani, S.PSi., M.Si., Psi., atau biasa dipanggil mbak Nina, mengatakan bahwa dasar agak anak bisa menjadi generasi maju adalah nutrisi yang baik. Bagaimana mungkin perkembangan anak bisa maksimal kalau tubuhnya tidak sehat? Bila nutrisi sudah tercukupi dengan baik, barulah dikembangkan lagi dengan melakukan berbagai macam stimulasi untuk mendukung berkembangnya potensi pada anak.

Anak Generasi maju adalah generasi di mana anak memiliki berbagai potensi. Tidak hanya memiliki tubuh yang sehat, tetapi juga memiliki rasa percaya diri, cerdas dan kreatif, mandiri, serta supel.

Memiliki tubuh sehat saja memang belum cukup. Itulah sebabnya anak perlu berbagai stimulasi agar menjadi anak Generasi Maju. Ada 5 aspek fundamental dalam tumbuh kembang anak, yaitu

  1. Aspek Fisik - Aspek fisik adalah aspek dasar agar anak dapat bertumbuh kembang dengan baik.
  2. Aspek Kognitif - Aspek tentang kecerdasan dan kreatifitas anak
  3. Aspek Bahasa - Kecerdasan anak dalam berbahasa.
  4. Aspek Emosi - Aspek ini tentang percaya diri dan kemandirian.
  5. Aspek Sosial - Bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain.

Dari 5 aspek fundamental tersebut bisa dikembangkan untuk mendukung 5 potensi anak generasi maju, yaitu:

Tumbuh Tinggi dan Kuat
Selain berbadan sehat, orang tua bisa mengecek tumbuh kembang fisik anak melalui tabel pertumbuhan. Apakah berat serta tinggi anak sudah seusai dengan usianya? Cek juga potensi kesehatan yang lain.

Agar anak tumbuh tinggi dan kuat, selain asupannya harus baik juga berikan sesuai dengan umurnya. Misalnya anak usia 1-3 tahun sudah bisa dikenalkan dengan makanan keluarga dengan gizi seimbang bukan lagi hanya mengkonsumsi makanan bayi yang sangat halus.

Sangat penting memberikan stimulai motorik kasar dan halus. Berikan stimulasi kasar dan halus sesuai usiannya. Jangan biarkan anak terlalu lama berinteraksi dengan gadget karena tidak baik bagi tumbuh kembangnya.

Memiliki Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri adalah potensi berikutnya setelah anak bertumbuh tinggi dan kuat. Biasanya rasa percaya diri ini akan tumbuh di masa 3 tahun pertama dalam usia anak.

Selama ini ada salah kaprah di masyarakat tentang pengertian percaya diri pada anak. Anak yang berani tampil di depan umum, memiliki banyak piala, dianggap memiliki rasa percaya diri. Sedangkan yang sebaliknya dianggap tidak memiliki rasa percaya diri.

Rasa percaya diri pada anak bukan perkara seberapa sering anak tampil. Rasa percaya diri adalah tentang bagaimana anak yakin dengan dirinya. Anak yang percaya diri akan yakin dengan apa yang dia sampaikan, ditampilkan, dan lain sebagainya.

Tumbuhkan attachmet, yaitu hubungan yang mesra antara anak dengan orang tua. Sebagai orang tua harus sensitif dan responsif terhadap anak. Tujuannya agar bisa paham apa yang dibutuhkan anak dan bisa merespons kebutuhan tersebut.

Ciptakan rumah yang ramah anak. Cek kondisi ruangan apakah lantai di rumah terlalu licin, banyak colokan yang bisa membahayakan anak, dan lain sebagainya. Bila anak bisa bergerak leluasa dengan nyaman di rumah, maka rasa percaya diri pun mulai timbul.

Beri anak kesempatan yang seluas-luasnya untuk mencoba berbagai hal. Jangan lupa memberikan pujian, terutama pada anak usia dini. Pada usia tersebut, pujian akan membuat anak bersemangat untuk melakukan banyak hal.

Cerdas dan Kreatif
Cerdas adalah cepat menangkap dan mengerti sesuatu. Anak akan cepat paham dengan apa yang disampaikan orang lain. Kreatif adalah memiliki banyak ide. Anak memiliki banyak ide terhadap apa yang ditemuinya sehari-hari. Memang ada perbedaan tipis antara penngertian cerdas dan kreatif, tetapi keduanya saling melengkapi.

Perkenalkan anak dengan hal-hal baru untuk menambah wawasannya. Ajaklah anak untuk berkreasi, misalnya membuat dekorasi bersama.

Selalu menjawab pertanyaan anak adalah hal penting. Bila anak terus mengulang pertanyaan yang sama, maka sudah wkatunya anak diberi pertanyaan balik. Agar anak belajar untuk berpikir dan menjawab.

Munculkan rasa ingin tahu pada anak. Bila mengenalkan sesuatu kepada anak, sesekali beri pertanyaan tambahan untuk mengeksplorasi daya tarik anak. Misalnya ketika anak tertarik dengan mobil, cobalah ditanya warna mobilnya, jumlah bannya, dan lain sebagainya.

Usahakan ketika berkomunikasi dengan anak menggunakan 1 macam bahasa. Apabila mencampur bahasa akan sulit baginya untuk mempelajari sistematika bahasa.

Mandiri
Anak yang mandiri bukan berarti tidak boleh minta tolong orang lain. Tetapi, anak yang mandiri akan mampu melakukan sendiri terlebih dahulu. Meminta tolong akan menjadi opsi berikutnya setelah anak berusaha melakukan sendiri.

Beri anak kesempatan untuk melakukan berbagai hal sendiri, misalnya makan sendiri. Jangan terus-menerus membantu anak untuk melakukan aktivitas. Beri juga kesempatan anak untuk menjelajahi lingkungannya. Tentunya agar anak mampu mandiri harus dibantu terlebih dahulu ditimbulkan kemandiriannya.

Supel
Supel adalah tempat berbagai macam kegiatan sosial. Contoh dari supel adalah bisa bekerja sama, saling berbagi, dan memiliki sopan santun.

Agar menjadi anak supel, seringlah bertatap mata ketika berkomunikasi. Bersosialisasi dengan teman berbagai usia juga mampu menstimulasi anak agar menjadi pribadi yang supel.

Ada anak yang suka takut bila bertemu dengan orang lain. Bila hal tersebut terjadi, buat anak menjadi lebih tenang dahulu. Jangan menarik anak sambil mengatakan kalau anaknya takut dengan orang tersebut.

5 potensi anak generasi maju di atas bila sudah dimiliki akan memudahkan anak untuk menjadi sukses di masa depan. Kesuksesan bukan diukur dari berbagai seberapa banyak piala atau uang yang dimiliki. Kesuksesan yang dimaksud adalah memiliki tubuh sehat, prestasi baik dan optimal sesuai kemampuan, kepribadian yang baik dan menarik, bisa berhubungan baik dengan orang lain, hidupnya sejahtera dan bahagia, dan nasibnya lebih baik baik dari orang tua.

Pentingnya PAUD untuk Mendukung Anak Generasi Maju

Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

Menurut Dr. Capri Anjaya, SPd. M.Hum., Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan di usia dini sangatlah penting. 5 tahun pertama usia anak adalah masa terpenting untuk mendidik karena bisa berpotensi dipakai pada saat anak sudah dewasa.

Saat ini banyak PAUD dalam bentuk sekolah formal, bahkan di sektor swasta ada yang dimulai dari usia 2 tahun. Tetapi pendidikan anak usia dini tidak hanya didapatkan di sekolah formal. Pendidikan di keluarga dan lingkungan sekitar juga bisa membentuk karakter anak.

Ada 3 hal yang dipelajari ketika anak mengikuti PAUD di sekolah formal yaitu pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku. Agar tercapai generasi emas pada tahun 2015, pemerintah menekankan pentingnya pendidikan karakter pada anak. Oleh karena itu pendidikan karakter mulai dimasukkan ke dalam kurikulum.

Selain pendidikan karakakter, ada 6 literasi yang ditekankan pemerintah untuk sekolah formal, yaitu:

  1. Literasi baca tulis
  2. Literasi matematika
  3. Literasi science
  4. Literasi digital
  5. Literasi finansial
  6. Literasi budaya dan kewarganegaraan

Dalam pendidikan formal juga ada 4 hal yang ditekankan untuk meningkatkan ketrampilan anak, yaitu

Komunikasi
Cara berkomunikasi dengan orang tua dan teman adalah 2 hal yang berbeda. Oleh karenanya anak perlu dilatih bagaimana berkomunikasi dengan orang yang berbeda. Di zaman sekarang komunikasi juga tidak hanya secara verbal. Berkomunikasi di dunia maya pastinya berbeda dengan dunia nyata. Anak harus dilatih berkomunikasi dengan kedua dunia tersebut.

Kreativitas
Zaman dahulu dan sekarang, ketika memasuki dunia kerja, nilai ijazah mungkin masih menjadi faktir terpenting. Tetapi di masa yang akan datang, anak generasi maju akan ditanya tentang hasil karyanya daripada ijazah.

Anak yang berkarja adalah anak yang kreatif. Jangan terlalu membatasi kreativitas anak. Misalnya kalau zaman dulu, anak disuruh membuat gunung dengan cara yang sama, warna daun harus hijau, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut bisa menghambat daya kreativitas anak.

Kolaborasi
Mengajarkan anak untuk bisa bekerja sama dengan orang lain

Kritis
Anak kecil bukan berarti tidak memiliki masalah. Contohnya ketika bemain di sekolah ada anak yang sedang bermain mobil-mobilan, kemudian ada anak lain yang juga ingin ikut bermain, tetapi tidak diperbolehkan. Bagaimana kemudian anak-anak ini bisa menyelesaikan masalahnya? Biasanya anak yang berpikiran kritis akan mampu menyelesaikan masalah. Guru juga boleh menjadi fasilitator.

Faktanya, baru sekitar 58% anak Indonesia yang masuk sekolah formal PAUD

Kunci agar anak Indonesia menjadi Generasi Maju adalah butuh dukungan berbagai pihak. Dukungan dari orang tua, sekolah, dan juga swasta. Anak Indonesia yang tidak mengikuti PAUD di sekolah formal juga tetap perlu diingatkan tentang pentingnya pendidikan di usia dini.

Hadir pada acara ini Zee Zee Shahab, Selebriti, menceritakan tentang kehidupan sehari-harinya sebagai ibu 1 orang anak. Berdasarkan pengalamannya, awalnya Zee Zee menyepelekan peran sekolah. Ternyata, setelah dirasakan, pendidikan pada usia dini penting dan banyak manfaatnya bagi anak.

SGM Eksplor Dukung Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju


Setiap orang tua pasti memiliki harapan yang baik untuk anaknya. Berbagai usaha dilakukan agar masa depan anak lebih cerah dan lebih baik dari orang tuanya.

Sudah lebih dari 60 tahun SGM Eksplor selalu mendukung bakat dan potensi anak Indonesia. SGM Eksplor percaya bahwa seluruh anak Indonesia berhak untuk maju dan memiliki masa depan lebih baik. Dukungan SGM Ekplor bagi anak generasi maju adalah sebagai berikut:

Nutrisi
SGM Eksplor dengan formula presi nutri+ akan senantiasa mendukung agar anak memiliki tubuh yang sehat dan kuat.

Edukasi
Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

Melakukan berbagai edukasi kepada orang tua Indonesia agar dapat mendukung anak generasi maju. Biasanya edukasi dilakukan dengan Mini Mobi dengan melakukan berbagai aktivitas yang mengedukasi. Rencananya tahun ini Mini Mobi akan menjangkau 8000 wilayah di Indonesia. Tetapi, untuk lebih memperluas jangkauan edukasi juga dilakukan secara digital.

Pada tahun ini SGM Eksplor launching aktivitas baru yaitu Sahabat Generasi Maju yang mana akan memberikan beasiswa pendidikan bagi Anak Indonesia.

Berbagai rangkaian acara Sahabat Generasi Maju, yaitu

  1. Mengadakan lomba foto Sahabat Generasi Maju dengan tema "Potensi dan Prestasi Si Kecil" berhadiah beasiswa pendidikan.
  2. Memberikan pemberdayaan edukasi berupa modul kepada kurang lebih 100 PAUD di Indonesia 
  3. Festival Sahabat Generasi Maju bersama Mini Mobi SGM Eksplor. Festival ini akan terdiri dari kegiatan lomba mewarnai, arena bermain anak, edukasi nutrisi, dan pertunjukan

Untuk lomba foto sudah dimulai sejak tanggal 19 April - 10 Juni 2018. Foto potensi dan prestasi si kecil yang diikutsertakan tidak harus yang sudah memenangkan berbagai kejuaran. Anak sudah bisa mewarnai juga termasuk prestasi. Fotonya bisa diupload dan diceritakan untuk kemudian diikutkan lomba ini. Syarat dan ketentuan lomba ini bisa dilihat di akun Fanpage atau Instagram Aku Anak SGM. Akan ada 25 anak Indonesia yang mendapatkan beasiswa pendidikan.

Menginginkan anak menjadi lebih baik dari orang tuanya adalah hal wajar, tetapi jangan memaksakan mimpi orang tua tertunda kepada anak. Berusahalah untuk sensitif dengan potensi dan minat anak.

Dukungan SGM Eksplor untuk memaksimalkan Potensi Si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui pemenuhan nutrisi dan edukasi.

14 komentar:

  1. Wah bermanfaat sekali acaranya, Mbak. Refreshing lagi tentang peran ibu dalam pendidikan anak, ya.

    BalasHapus
  2. Si Najwa dulu pas umur 2 tahun udah PAUD. Anaknya memang mau dan bisa menikmati. Kalau yang kedua ini agak unik. Sekarang sudah PAUD juga tapi seminggu masuk sekali saja. Hehehe. Saya akui, dukungan saya untuk anak kedua tidak seperti najwa dulu. Karena saya mikirnya di rumah Najib bebas belajar apa saja yg disukainya. Sedangkan di sekolah tidak. Hehehe. Kayaknya saya yang perlu dijewer nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kata saya, sih, gak ada yang salah atau benar, Mbak. Sesuaikan aja dengan kebutuhan. Yang penting anak-anak tetap mendapatkan pendidikan usia dini

      Hapus
  3. wah SGM ini susunya Syadid hehe. Pengen ikutan juga kegiatannya deh, biar jadi generasi maju

    BalasHapus
  4. wah sebagai orang tua PR kita masih banyak demi memaksimalkan potensi anak. Lewat artikel ini saya jadi tahu hal-hal apa yang masih perlu saya terapkan untuk anak saya. Terimakasih mba, salam kenal.

    BalasHapus
  5. Lalu sadar, PR ku stimulus bocah masih banyak. Semangaaatt.
    Makasih bnyk share ilmunya mnk chi. Lengkap bin kumplit

    BalasHapus
  6. Waah ada lomba juga yaaa. Dulu Thifa ikut sekolah SGM sayang sekarang yg di Semarang udah ga ada.

    BalasHapus
  7. potensi anak perlu kita ketahui agar kelak ketika dia dewasa bakatnya bisa jadi uang

    BalasHapus
  8. Banyak banget ya macam literasi yang harus dikuasai anak-anak sekarang. Serasa makin berat aja nih tugas orang tua buat mendampingi tumbuh kembang mereka

    BalasHapus
  9. Anak saya dulu sempat paud tapi kayanya dia kurang enjoy karena merasa dibatasi dalam berekspresi di sekolah, jadi PAUD di rumah aja sama Bundanya, hehee...

    BalasHapus
  10. Dulu klo masih SD, SMP masih seneng bisa nari. Tp udh masuk SMA jadi kaku karena malu hahahahahahaha

    BalasHapus

Terima kasih banyak sudah berkenan berkomentar di postingan ini. Mulai saat ini, setiap komen yang masuk, dimoderasi dulu :)

Plisss, jangan taro link hidup di kolom postingan, ya. Akan langsung saya delete komennya kalau taruh link hidup. Terima kasih untuk pengertiannya ^_^