Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik, fonterra, anchor


"Tunggu ... Tunggu! Foto dulu."

Cekrek! Cekrek!

Pernah gak ketika lagi makan di luar rumah, teman-teman memfoto makanan yang disajikan? Baik itu di cafe, resto, atau warung sekalipun, rasanya sayang banget kalau makanannya gak difoto. Kan, bisa buat nambah portfolio di Instagram hehehe. Apalagi kalau makanan yang dihidangkan cantik banget, ya. Gregetan rasanya kalau gak difoto :D

Tapi, pernah gak terpikir ada apa cerita di balik sepiring hidangan cantik itu? Bahkan makanan yang disajikan di rumah pun, walaupu mungkin saja tampilannya tidak secantik makanan di luar tetap aja ada cerita, lho. Dimulai dari memilih bahan-bahan yang pastinya berkualitas dan higienis hingga proses memasak. Banyak yang bilang, makanan rumah menjadi enak karena ada bumbu cintanya. *Eaaa!* :D

Fonterra Foodservices pada tanggal 31 Mei 2016 di Kaffeine, SCBD mengajak media dan blogger bincang-bincang tentang perjalanan dari sepiring hidangan cantik dan lezat. Serta bagaimana peran Fonterra mendukung UMKM di Indonesia yang bergerak di bidang kuliner.


Fonterra adalah perusahaan yang berasal dari Selandia Baru. Sudah berada di Indonesia sejak 30 tahun lalu. Produk Fonterra yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia diantaranya adalah Anlene, Anmum, Anchor Boneeto, dan berbagai produk Anchor lainnya untuk bahan makanan (keju, cream cheese, whipping cream, dan lainnya).

Fonterra Foodservices adalah unit usaha Fonterra Brands Indonesia. Fonterra Foodservices banyak memberikan solusi serta produk berkualitas tinggi. Fonterra juga sangat mendukung UMKM Indonesia yang bergerak di bidang kuliner.

Menurut mbak Anindita Ikasari, Channel Development Manager Fonterra Foodservices Indonesia, Fonterra berkomitmen untuk menjadi bussiness partner bagi para pelaku usaha kuliner, termasuk UMKM. Sudah lebih dari 5000 pelanggan Fonterra di seluruh Indonesia.

UMKM kuliner yang menjajakan produknya di social media dalam kurun waktu 1-2 tahun terakhir terus mengalami peningkatan.Saat ini adalah era Gen Y. Suatu generasi yang akrab dengan dunia digital, termasuk di dalamnya social media.


We eat first with our eyes, second with our mouth

Teman-teman, setuju dengan quote di atas? Kalau Chi setuju banget. Misalnya, ketika melihat foto makanan yang cantik banget di instagram, rasanya dalam pikiran makanan itu enak. Padahal bagaimana kita bisa tau kalau makanan itu enak sebelum mencoba. Ya, itu karena mata dulu yang 'makan'. Malah akhirnya menggiring kita untuk membeli makanan tersebut. Oleh karena untuk bisnis kuliner yang berjualan di social media, harus bisa memastikan kalau foto yang ditampilkan itu bagus. Untuk menjadikan tampilan yang bagus, maka bahan baku harus baik.

Sebagai pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner pattiserie, Adinda Zuleika, pemilik bisnis Cake & Pastry D’Patisserie, menceritakan awal mula terjun ke bisnis kuliner. Berlatar belakang pendidikan perhotelan, salah satu mata kuliah yang dipelajari adalah pastry. Secara rutin, setiap weekend Adinda membuat pastry untuk dibagikan kepada saudara atau teman-teman. Lama-kelamaan mulai ada yang pesan secara rutin. Setelah lulus kuliah, Adinda memutuskan untuk serius membuka usaha pastry.

Adinda pun mengakui kalau salah satu kunci kesuksesan bisnis kuliner adalah memilih bahan baku yang berkualitas baik. Selain berkualitas baik, alasan lain Adinda memilih produk Anchor adalah karena rasa, tekstur, dan tampilan makanan yang dibuatnya menjadi baik. Sehingga dapat mendatangkan konsumen dan juga menciptakan royal konsumen.


Bagi para pelaku UMKM, social media adalah salah satu media promosi yang terbaik

Mudahnya masyarakat bersocial media seharusnya dimanfaat oleh para pelaku UMKM untuk melakukan promosi. Upload foto yang cantik, agak banyak yang tertarik untuk membeli produk yang dipasarkan.

Fonterra sebagai perusahaan penghasil susu dan produk dari susu ingin berbagi kebaikan kepada seluruh dunia dengan produksi susu dengan nutrisi berkualitas tinggi. Selain itu Fonterra juga ingin mengedukasi masyarakat bagaimana bergaya hidup sehat dari nutrisi yang baik.

Mbak Ines Yumahana Gulardi, Senior Nutrition Manager Fonterra Brands Indonesia, mengatakan kalau Safety dan Inovation selalu ada di setiap produk Fonterra. Untuk menghasilkan susu berkualitas bahkan dimulai sejak memilih rumput yang berkualitas hingga akhirnya susu atau produk turunannya aman dikonsumsi. Dari sisi inovasi, Fonterra tidak hanya mengeluarkan berbagai produk susu dan turunannya. Tetapi juga selalu berinovasi untuk selalu mengeluarkan rasa dan nutrisi baru.


Susu adalah asupan yang kaya akan nutrisi. Merupakan sumber yang baik untuk memberikan energi. Karena mengadung zat makro dan mikro, susu sering disebut sebagai asupan berzat gizi padat.

Ternyata, menurut Mbak Ines, manfaat susu itu banyak. Salah satunya adalah menjaga berat badan lebih terkontrol. Di Indonesia, banyak masyarakat yang minum susu hanya saat balita, kemudian berhenti. Baru mulai minum susu lagi setelah usia lanjut dengan alasan khawatir osteoporosis. Padahal seharusnya susu menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Apalagi dalam tumpeng gizi seimbang, susu juga termasuk di dalamnya.

Story on A Plate - Ada Cerita Dibalik Sepiring Hidangan Cantik, fonterra, anchor

Untuk menghasilkan sepiring hidangan cantik, Chef Yus Andriana, Advisory Chef Fonterra Foodservices Indonesia, memberikan 3 tips

  1. Faktor bahan baku - pilihlah bahan baku yang bagus dan berkualitas
  2. Faktor alat - memilih alat yang juga berkualitas
  3. Faktor orang - selalu berkreasi dan berinovasi untuk menghasilkan produk yang menarik

    Memilih bahan baku berkualitas sama dengan berinvestasi

    Seluruh narasumber mengatakan pentingnya memilih bahan baku yang berkualitas. Karena bahan baku memang bisa mempengaruhi rasa. Pelaku bisnis kuliner bisa mendapatkan pelanggan setia bila pelanggannya sudah suka dengan rasa dari makanan tersebut.

    Bicara tentang bahan baku, tidak cukup hanya dengan memilih produk yang berkualitas saja. Tetapi juga harus tau bagaimana cara menjaga agar kualitas tetap baik. Baca baik-baik dan patuhi aturan penyimpanan dari setiap produk makanan.


    Tips: Apabila membeli bahan baku yang di minimarket/supermarket disimpan di chiller, maka sebaiknya disimpan dalam cooler pack agar suhunya tetap sama. Karena perubahan suhu yang terjadi selama perjalanan menuju rumah, bisa mengurangi kualitas dari produk tersebut.

    Usai bincang-bincang dilanjutkan dengan demo memasak. Adinda Zuleika dari D'Pattiserie dibantu oleh chef Yus membuat Banoffee Cake. Vanilla sponge cake yang diberi layer fresh banana, toffee, dan chantilly cream. Kue ini merupakan salah satu best seller dari D'Pattiserie.

    Setelah demo masak selesai, awak media dan blogger masih mendapatkan ilmu lainnya yaitu


    1. Tip Praktis Food Photography Menggunakan HP oleh Captain Ruby 
    2. Food Styling - The Art of Preparing Food for Camer oleh Vania Samperuru

      Untuk sesi Captain Ruby dan mbak Vania Samperuru, saya akan menulis reportasenya di blog www.jalanjalankenai.com. Ditunggu aja, ya

      Baidewei, saat Ramadhan ini teman-teman punya story on a plate apa? Berbagi cerita, yuk!