Sang Fajar Suite. Di postingan sebelumnya,  Chi cerita kalau kamar tempat kami menginap ada di bagian belakang. Di area depan dekat pintu masuk adalah resto dan juga front office. Lalu ada satu bangunan kayak rumah gitu yang terlihat  cantik. Waktu itu Chi mikirnya, bangunan itu adalah sebuah ruang pertemuan atau sejenisnya.

Foto milik Hotel Tugu. Chi gak sempet fotoin bangunan ini pas malam hari


Pagi harinya, seperti yang udah Chi ceritain di postingan sebelumnya, kami kayaknya hari itu males banget buru-buru check out. Jadi, setelah sarapan Chi dan Nai memilih untuk jalan-jalan di area hotel sambil foto-foto.

[Silakan baca: Semalam di Blitar]


 
Awalnya cuma pengen jalan-jalan mengelilingi hotel sambil foto-foto
Salah satu sudut yang kami foto :)


Bangunan yang terlihat cantik pas malam hari, ternyata begitu pagi terlihat gelap. Gak ada satupun lampu yang nyala. Walopun begitu, Chi dan Nai tetep foto-foto di teras bangunan yang cantik itu. Pas lagi foto-foto, ada karyawan Hotel Tugu yang menyapa. Kita sebut aja namanya Mas Teguh, ya (Chi lupa namanya :p)

Rencananya cuma pengen foto-foto di depan bangunan ini. Ternyata malah ditawarin masuk :)


Mas Teguh : "Selamat pagi. Ibu tamu di hotel ini?"
Chi             : "Selamat pagi, Mas. Iya, saya nginep di sini. Bolehkan numpang foto-foto di sini."
Mas Teguh : "Oh, gak apa-apa. Atau mau sekalian masuk ke dalam?"
Chi             : "Emangnya di dalam itu apa, ya?"
Mas Teguh : "Di dalam itu ada beberapa kamar suite. Yang paling mahal itu Sang Fajar dan cuma ada satu. Ibu mau lihat? Sebentar ya, saya ambilkan kunci kamarnya dulu."

Belum juga Chi jawab mau atau enggak, Mas Teguh udah pergi untuk mengambil kunci. Setelah Mas Teguh datang kami pun diajak melihat Sang Fajar Suite.

Kesan pertama yang Chi lihat dari kamar tersebut adalah luas dan mewah *Ya iyalah namanya juga kamar paling mahal :D Tapi kemewahan yang Chi lihat di kamar ini yang bisa membedakan dengan kamar mewah di hotel-hotel lainnya adalah Sang Fajar Suite mewah karena seperti melihat galeri yang ada nilai sejarahnya juga.

Banyak benda-benda, termasuk furniture dari kayu jati yang merupakan peninggalan alm Bung Karno. Chi upload beberapa fotonya di bawah ini, ya :)


 
Masuk ke Sang Fajar Suite. Ruang pertama adalah ruang tamu plus ruang kerja. Furniturenya adalah milik Bung Karno
Meja kerja Bung Karno. Sayang buram, euy fotonya :(
Kliping kumpulan perjalanan Bung Karno
Lemari dan berbagai benda yang berharga
Tempat tidur peninggalan Bung Karno ini sangat besar dan tinggi. Gak cocok buat Keke-Nai yang tidurnya masih suka muter. Takut jatoh hehehe
Sebelum pulang, cobain duduk di kursi tamu dulu :D


Mas Teguh cerita kalau keluarga besar Soekarno rutin menginap di sana. Bahkan saat kami menginap itu, biasanya keluarga Bung Karno menginap di sana. Cuma karena Pak Taufik Kemas baru saja wafat, mereka kali ini tidak ke Blitar. Hmmm... pantas aja di hotel ini banyak sekali lukisan-lukisan Bung Karno di berbagai ruangan, ya.

Chi juga sempet tanya, di kamar tempat kami menginap tertulis hotel Sri Lestari saja (tanpa ada kata Tugu). Tapi, di bagian front office kenapa ada tulisan Tugu. Menurutnya, dulu memang namanya hotel Sri Lestari. Kemudian di beli oleh grup Tugu. Tapi kalau kita berkunjung ke Blitar trus bertanya tentang hotel Sri Lestari, masyarakat sana tau, kok :)

Mas Teguh juga bercerita panjang lebar tentang aneka tempat pariwisata Blitar. Mulai dari makam Bung Karno hingga Candi Panataran. Bercerita juga tempat oleh-oleh Blitar. Banyak, deh pokoknya. Sayangnya, kami memang tidak berniat lama-lama di Blitar saat itu. Padahal semakin menarik untuk mengunjunginya setelah denger cerita mas Teguh. Semoga kapan-kapan kami bisa ke Blitar lagi. Aamiin

Cukup lama juga Chi dan Nai ada di dalam Sang Fajar Suite. "Menikmati" ruangan Sang Fajar Suite walopun tidak menginap dan mendengarkan segala cerita Mas Teguh tentang kamar tersebut dan kota Blitar. Bali ke kamar, K'Aie langsung tanya "Dari mana aja?" Dan Chi pun langsung cerita. Sepertinya K'Aie dan Keke 'menyesal' karena menolak untuk diajak foto-foto tadi :p

Setelah hujan reda, kami pun segera check out. Sekitar pukul 11 siang kami check out. Oiya, untuk Sang Fajar Suite rate per malamnya gak tercantum di sana. Tapi kalau Chi buka webnya, tertulis harga IDR 2,9juta per malam.

Cerita sebelumnya tentang perjalanan ini :


  1. Liburan Setengah Nekat
  2. Gagal ke Masjid Demak
  3. Mencari Penginapan di Semarang, Susah-Susah Gampang
  4. Perjalanan Menuju Bromo
  5. Lava View Lodge - Bromo
  6. Bromo yang Menakjubkan 
  7. Kemegahan Semeru Dari Ranu Pane 
  8. Semalam di Blitar