Hati-hati Mengkonsumsi Rumput Fatimah. Banyak yang menganggap kalau meminum air rendaman rumput fatimah akan memperlancar persalinan. Ternyata ...

Suster: "Ibu pernah mengkonsumsi rumput fatimah?"
Saya: "Enggak. Memangnya kenapa, Sus?"
Suster: "Sebaiknya jangan, Bu. Biasanya yang minum rumput fatimah, suka over mulesnya. Pembukaan baru 1, tapi mulesnya udah kayak bukaan 10. Malah bisa lebih besar lagi resikonya. Bisa ke nyawa, Bu. Bahaya."

Obrolan di atas adalah tanya-jawab saat Chi sedang diperiksa kandungan waktu hamil anak pertama. Saat itu sudah bukaan satu, dokter kandungan meminta Chi ke ruangan persalinan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Chi langsung keringet dingin mendengar jawaban suster tersebut sampe gak berani bertanya lebih lanjut.

Chi memang berbohong ketika mengatakan gak pernah meminum rumput fatimah. Feeling aja, sih. Chi merasa mengkonsumsi rumput fatimah memang sesuatu yang salah. Kayaknya bakal ditegur suster kalau ngaku minum hahaha.

[Silakan baca: Tips Mempersiapkan Persalinan]

Selama ini, Chi gak pernah mengkonsumsi apapun selain yang dianjurkan dokter kandungan. Tetapi, sehari sebelum ke rumah sakit, Chi mengkonsumsi rumput fatima. Gak banyak, sih, cuma beberapa teguk aja. Gak sampe segelas.

Alasan Chi meminum rumput fatimah sebetulnya hanya karena gak enak hati menolak tawaran mamah. Selama hamil, Chi mersa udah terlalu sering menolak. Ya, mamah kan kadang-kadang masih suka percaya mitos tentang kehamilan. Sementara Chi bertolak belakang.

Mamah makin sering bertanya kapan melahirkan. Mungkin karena pengen cepat-cepat menimang cucu pertama. Ketika waktu perkiraan melahirkan dari dokter kandungan udah lewat, mamah semakin cemas aja,. Padahal Chi santai aja. Selama dokter bilang kandungan Chi sehat. Lagipula dokter juga udah kasih batas waktu kalau sampai beberapa hari dari HPL gak juga melahirkan, maka akan segera diambil tindakan.

Mamah pun memberi minuman air rendaman rumput fatima. Ini juga karena saran dari salah seorang teman mamah. Rumput fatimanya juga dari teman tersebut. Chi sebetulnya males-malesan minumnya. Tapi, karena gak enak keseringan menolak saran mamah, akhirnya diminum. Tapi, cuma sedikit *sisanya dibuang secara diam-diam 😁*

Menjelang subuh, Chi merasa ada yang aneh di badan. Kayak mules gitu. Pas, ke WC gak taunya udah ada sedikit bercak. Itupun Chi dan K'Aie masih santai banget. Kebetulan di pagi itu memang udah ada jadwal konsultasi ke dokter. Pamit sama orang tua mau konsultasi, bukan melahirkan.

Setelah melahirkan, Chi baru mulai cari tau tentang rumput fatimah. Ternyata bener, mengkonsumsi air rendaman ini berbahaya bagi ibu dan bayi dalam kandungan. Bahkan taruhannya bisa nyawa.


Rumput fatimah memang bisa merangsang kontraksi. Tapi, kontraksi yang berlebihan bisa mengakibatkan bayi dalam kandungan tidak kuat dan meninggal. Bahkan rahim ibu pun bisa robek. Akibatnya ibu dan bayi bisa meninggal. Untuk dosis kecil memang katanya aman dan bisa memperlancar persalinan. Masalahnya kita kan gak bisa mengukur seberapa besar dosis yang tepat. Hanya ahli medislah yang tau dosis yang tepat.

Jadi, memang sebaiknya jangan meminum air rendaman rumput fatima ini, ya. Setelah mengetahui bahayanya, langsung bersyukur gak terjadi apa-apa dengan Chi dan Keke meskipun udah terlanjur diminum. Kami berdua selamat dan sehat. Alhamdulillah.

[Silakan baca: Hamil dan Melahirkan]

Untuk teman-teman yang saat ini sedang mengandung, sebaiknya sangat berhati-hati ketika mengkonsumsi sesuatu, ya. Banyak tanya dulu deh sama dokter kandungan atau bidan. Apalagi sekarang zaman internet, coba cari-cari infonya dulu. Kemudian diskusiin lagi ke ahli medis yang tepat. Jangan sampai menyesal kemudian. Jangan pula ikutin kelakuan Chi yang berbohong kepada suster. Untung aja, kami gak kenapa-napa. Please, jangan diikuti, ya.